
Alex menjumpai Julien's yang sedang berada di sebuah toko perhiasan. Dari kejauhan, Alex nampak memperhatikan perhiasan mewah yang hendak dibeli oleh Julien's.
Sebuah kalung berlian nampaknya menjadi pilihan dari seorang Julien's. Julien's sudah memegang kalung berlian tersebut di tangan. Kemudian dia membawa kalung berlian itu menuju proses pengepakan.
Membayar dengan kartu kredit yang di punya. Julien's membawa kalung berlian itu dalam sebuah wadah berlian kecil yang telah disiapkan. Julien's pun memasukkan wadah berisi berlian itu kedalam saku sweaternya. Sebelum kemudian meninggalkan toko perhiasan tersebut.
Alex mengira kalung berlian itu untuk Beatrice. Siapa lagi yang akan diberikan kalung berlian selain Beatrice. Jika bukan Beatrice, mungkin Marrie. Tapi Marrie belum tentu suka kalung berlian seperti itu. Jadi dugaan awal Alex adalah Beatrice.
Tak terlalu peduli lagi. Alex melanjutkan perjalanan di pusat perbelanjaan untuk untuk membeli sebuah bantal lucu yang ingin dia hadiahkan pada Nania. Berbagai tempat Alex kunjungi. Tetapi dia tak kunjung menemukan bantal lucu yang akan dihadiahkan pada Nania.
Akhirnya pilihan Alex berubah. Dia tak ingin membeli bantal yang akan diberikan pada Nania. Kini pilihan Alex jatuh pada sebuah boneka panda besar yang begitu lucu. Mungkin Nania akan menyukai boneka panda tersebut. Selain bulunya begitu lembut, boneka panda itu juga nampak begitu lucu dan menggemaskan. Sehingga Nania dijamin akan suka pada boneka panda tersebut.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang lagi, Alex pun segera membeli boneka panda lucu tersebut. Setelah di packing dalam wadah besar. Alex yang meminta bantuan dari penjaga toko, membawa boneka tersebut kedalam mobilnya.
Alex sudah tak sabar untuk memberikan boneka panda raksasa tersebut pada Nania. Alex berharap Nania akan menyukai boneka yang dibelinya tersebut.
Sebelum Alex memberikan boneka pada Nania. Julien's terlebih dahulu memberikan Nania kalung berlian yang tadi ia beli. Kalung berlian yang Alex pikir untuk Beatrice tersebut. Ternyata dibeli Julien's untuk Nania.
Senang bukan kepayang, Nania begitu bahagia dengan pemberian kalung dari Julien's. Puluhan kalimat terima kasih terucap dari mulut Nania untuk Julien's. Sehingga Julien's begitu bosan mendengar ucapan terima kasih yang keluar dari mulut Nania.
Tak hanya ucapan saja yang Nania berikan pada Julien's. Sebuah ciuman romantis yang diberikan Nania di pipi kiri Julien's. Semakin menambah rasa bahagia Julien's. Ciuman mesra dari Nania langsung dibalas Julien's dengan sebuah ciuman manis di kening Nania.
Nania yang m rasa tak enak hati pada Beatrice. Segera bersiap biasa saja pada Julien's. Dirinya melepaskan rangkulan tangannya di tubuh Julien's. Kemudian dengan senyuman lebar, menyapa Beatrice.
__ADS_1
Beatrice yang dingin, tak merespon sapaan yang diberikan oleh Nania. Dia melintas begitu saja, tanpa menjawab sapa yang diberikan Nania padanya.
Nania menatap wajah Julien's. Dengan segera Julien's mengelus punggung Nania untuk membuatnya lebih bersabar lagi dengan segala sikap dingin Beatrice kepadanya. Dimana Julien's berharap suatu saat nanti, Beatrice akan berubah sikap kepada Nania. Kemudian Nania hanya membalas dengan amin saja.
Tak lama terdengar suara gerbang pintu rumah Julien's yang terbuka. Julien's dan Nania segera melihat mobil yang masuk ke rumah. Pegangan tangan Julien's langsung dilepas, saat melihat mobil Alex yang ternyata datang ke rumahnya. Julien's tak ingin Curiga akan hubungannya dengan Nania.
Alex memarkirkan mobil miliknya. Kemudian mendatangi Nania dan Alex yang berdiri berdampingan di depan rumah. Boneka panda yang ingin dia hadiahkan pada Nania juga tak luput darinya.
Namun Alex langsung terkejut kala melihat kalung berlian yang menghiasi leher Nania. Kalung berlian yang tadi ia lihat dibeli oleh Julien's di toko perhiasan. Untuk semakin meyakinkan tebakannya tersebut, Alex semakin dalam menatap kalung berlian tersebut. Ternyata dugaannya benar, kalung itu adalah kalung yang Julien's beli tadi.
"Bukannya itu kalung berlian yang baru di beli kak Julien's?" Tanya Alex menunjuk pada kalung tersebut.
__ADS_1
Nania dan Julien's saling menatap. Keduanya bingung untuk menjelaskan perihal kalung tersebut pada Alex. Dengan kata terbata-bata, Julien's berusaha menjelaskan pada Alex akan kalung berlian tersebut.
Masuk di akal, kala Julien's mengatakan itu sebagai hadiah. Tapi apa harus kalung berlian dengan harga yang mahal hanya untuk seorang pengasuh anak. Itu menjadi pertanyaan besar yang singgah didalam benak Alex. Mengingat kalung itu punya harga yang tinggi.