
Oscar membuka tas yang berisi beberapa koleksi bajunya. Tak banyak baju didalam tas itu, hingga ia tak memiliki banyak opsi baju yang akan dikenakan. Wajahnya lesuh, meratapi nasibnya yang begitu memilukan.
Oscar kembali menutup rapat tas besar tempat menyimpan baju-bajunya tersebut. Pandangannya mengarah ke gantungan yang menempel di pintu kamarnya. Sebuah kemeja bermotif garis vertikal, mungkin masih layak ia kenakan untuk bertemu dengan Julien's siang ini.
Oscar menghampiri kemeja yang tergantung rapi tersebut. Sudah cukup lama Oscar tidak mengenakan kemeja itu. Mungkin terakhir kali Oscar mengenakan kemeja itu 2 bulan lalu. Sampai Oscar benar-benar tidak menyentuh kemeja itu kembali.
Oscar melepaskan kemeja itu dari gantungannya. Kemudian mencium aroma yang kurang sedap yang muncul dari kemeja itu. Mungkin Oscar tidak mencuci kemeja itu, setelah mengenakannya. Hingga aroma kurang sedap tercium dari kemeja tersebut.
Ada beberapa jam waktu yang masih bisa digunakan Oscar untuk bertemu dengan Julien's. Mungkin dengan cuaca terik diluar, bisa membuat kemeja itu cepat kering saat Oscar mencucinya. Itu yang ada dipikiran Oscar saat ini.
Oscar membawa kemeja itu kedalam kamar mandi kecilnya. Tapi ia tak memiliki peralatan untuk mencuci di kamar mandinya. Oscar lebih sering menggunakan jasa laundry untuk mencuci bajunya yang tak seberapa itu.
Hanya ada sabun mandi cair, serta beberapa sikat gigi yang rusak. Mungkin dua alat itu cukup untuk Oscar mencuci kemeja yang telah 2 bulan ia tak cuci tersebut.
Oscar tidak mengetahui teknik mencuci yang benar. Ia menggunakan hampir setengah dari wadah sabun cairnya untuk mencuci satu kemejanya. Kemudian Oscar menggosok tak beraturan menggunakan sikat gigi yang bulu-bulunya sudah terangkat. Depan belakang, Oscar coba bersihkan dengan sikat gigi tersebut.
Ketika Oscar sudah merasa kemejanya bersih. Tanpa menggunakan pewangi apapun, Oscar menjemur kemejanya tersebut diluar apartemennya. Dengan sorot matahari yang terik, ia berpikir kemejanya tersebut akan cepat kering. Mengingat Oscar memeras air dari kemeja itu sekuat mungkin. Hingga kemeja itu sudah tak berair lagi.
__ADS_1
Pakaian sudah terselesaikan, kini Oscar mulai berpikir apa yang hendak dibicarakan oleh Julien's padanya. Oscar kembali membaringkan tubuhnya diatas kasur. Dengan kaki kanan yang ditekuk, Oscar berbicara sendiri.
"Saya punya hadiah buat kamu Oscar. Ini ada uang buat kamu." Oscar memperagakan suara Julien's yang berat.
Oscar bangkit dari posisinya. Ia tersenyum bahagia jika memang itu yang mungkin akan diberikan oleh Julien's padanya. Mengingat Oscar membutuhkan banyak uang untuk membayar biaya sewa apartemennya, serta biaya hidupnya sehari-hari.
Tak lama, pikiran negatif mulai menyerangnya. Kemungkinan buruk akan menghampiri Oscar akan pertemuan dengan Julien's tersebut.
"Saya tahu, kamu adalah orang suruhan dari Thomas. Mulai detik ini, kamu jauhi anak saya! Jangan pernah mendekati dia lagi." Oscar membayangkan amukan dari seorang Julien's padanya.
Ditengah kegundahan dari seorang Oscar akan ajakan makan siang dari Julien's. Thomas yang masuk tanpa mengetuk pintu kamar Oscar. Langsung membuat Oscar terkejut. Sempat sedikit kesal dengan tindakan kurang sopan dari Thomas. Tetapi, Oscar yang menjadi boneka dari Thomas. Hanya mengutarakan kekesalannya didalam hati.
Thomas duduk disamping Oscar yang juga bangkit dari posisi awalnya. Wajahnya cukup penasaran dengan perkembangan misi yang diemban oleh Oscar. Thomas ingin tahu apa yang telah dilakukan Oscar pada Marrie. Lebih jauh, Thomas ingin Oscar berani untuk memotret Marrie dalam keadaan bugil.
Oscar terkejut dengan ucapan Thomas yang ternyata sudah berpikir sejauh itu. Oscar mengira photo itu hanya candaan biasa saja. Tetapi Thomas justru memang meminta Oscar memotret Marrie dalam keadaan bugil. Selanjutnya Thomas akan menyebarkan photo bugil Marrie di sosial media. Hingga nama baik Julien's akan tercoreng dengan photo bugil anaknya tersebut.
Oscar yang sedikit menaruh hati pada Marrie, tentu tak tega jika harus melakukan hal tersebut. Mana mungkin ia rela, gadis yang mulai membuatnya jatuh cinta. Disakiti begitu saja, terlebih disebarkan photo bugilnya. Itu sesuatu yang gila.
__ADS_1
Namun Oscar masih menjadi boneka dari seorang Thomas. Pertolongan Thomas yang begitu berjasa dalam hidupnya, tidak mungkin dilupakan oleh Oscar begitu saja. Bagaimana juga, Thomas sudah menyelamatkan nyawanya saat itu. Hutang budi seorang Oscar pada Thomas tentu besar.
Thomas coba membuang perasaan cintanya pada Marrie. Ia ingin membalas budi pada seorang Thomas yang telah menolongnya. Oscar berjanji pada Thomas untuk mengambil photo bugil Marrie secepatnya. Agar Thomas bisa segera membalaskan dendam pada Julien's.
Thomas tertawa dengan begitu puasnya. Ia merasa menang dari Julien's. Terlebih dengan semangat menggebu yang ditunjukkan oleh Oscar dalam menjalankan tugasnya. Semakin membuat Thomas optimis, bisa segera membuat Julien's hancur lebur.
Mendengar bunyi keroncongan dari perut Oscar. Thomas menawarkan makan untuk Oscar. Namun Oscar yang akan makan siang bersama Julien's, menolak ajakan makan dari Thomas. Mungkin ia akan kekenyangan, jika pagi ini makan berat. Oscar hanya butuh sedikit karbohidrat untuk mengisi perut kosongnya. Jadi ia tak harus sarapan berat bersama Thomas.
Thomas heran dengan penolakan dari Oscar. Biasanya Oscar langsung menerima saat Thomas mengajak dirinya untuk makan. Terlebih jika Thomas yang membayar semua makanan tersebut. Oscar langsung menerima dengan sepenuh hati. Tapi hari ini, Oscar menolaknya. Menimbulkan pertanyaan besar dalam benak Thomas.
Oscar menjelaskan jika dirinya sudah makan tadi pagi. Suara yang keluar dari perut Oscar, memang sering terdengar. Sekalipun Oscar telah makan. Perutnya selalu berbunyi seperti orang yang sedang kelaparan.
Oscar merangkul Thomas. Mengatakan semuanya baik-baik saja. Tidak perlu khawatir, cukup dengan sedikit roti. Oscar sudah cukup pagi ini.
Beruntung bagi Oscar pagi ini. Thomas yang telah diangkat jadi manajer area di beberapa restoran milik Nick, lupa. Jika hari ini Thomas harus mengikuti rapat penting bersama pejabat perusahaan. Thomas harus segera meninggalkan apartemen Oscar.
Oscar mengantar Thomas hingga keluar dari dari apartemen miliknya. Sedikit membicarakan penampilan Thomas yang berubah 360 drajat. Oscar berusaha membuat suasana menjadi lebih akrab lagi, antara dirinya dengan Thomas. Terlebih Thomas terlihat curiga dengan penolakan makan yang diberikan olehnya.
__ADS_1