SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
ULANG TAHUN ROMEO


__ADS_3

Balon-balon berwarna-warni menghiasi hampir seluruh ruangan salah satu restoran milik Julien's. Sebuah kue tart besar bergambar mobil terpajang cantik. Tulisan ucapan selamat ulang, nampak tergantung manis di tembok restoran.


Malam ini hampir semua rekan kerja dan keluarga inti Julien's hadir. Mereka menghadiri acara ulang tahun Romeo yang ke 7. Suka cita nampak dari setiap tamu yang hadir. Mereka dengan pakaian yang nampak mewah menikmati setiap sajian yang ada.


Sebuah panggung kecil dibuat ditengah-tengah ruangan restoran. Panggung kecil yang Julien's gunakan untuk menyapa tamu undangan. Sementara para tamu sudah dipersiapkan satu meja dengan beberapa kursi untuk mereka duduk. Dengan hidangan lezat yang telah disajikan diatas meja.


Romeo nampak begitu ganteng dan imut dengan sebuah kemeja berwarna putih. Celana chino berwarna coklat, nampak semakin membuat Romeo terlihat ganteng. Topi ulang bergambar jerapah, melingkar indah di kepalanya.


Julien's yang tak lepas menggandeng tangan Romeo juga tampil menawan. Dengan setelan jas berwarna putih dan celana bahan dengan warna senada. Julien's tampil percaya diri.


Tak ada topi kemo yang digunakan Beatrice untuk menutupi rambut botaknya. Beatrice dengan hiasan make up natural, tampil dengan rambut palsu panjang menjuntai. Dress hitam yang kontras dengan warna setelan baju Julien's. Membuat Beatrice terlihat cantik.


Namun yang menjadi perbincangan justru Nania. Semua orang mempertanyakan siapakah seorang Nania yang bisa berdiri disamping Julien's. Mata para tamu undangan semua hampir tertuju padanya.


Bukan hanya sebatas penampilan cantiknya dengan gaun panjang berwarna biru. Namun status Nania dipertanyakan oleh banyak orang. Mereka ingin mengetahui Nania.


Julien's memulai kata sambutan dengan ucapan terimakasih pada setiap tamu undangan yang hadir. Dia begitu bersyukur dapat merayakan ulang tahun Romeo bersama para rekan bisnisnya, serta keluarga intinya.


Beatrice sebagai ibu dari Romeo juga menyampaikan ucapan terimakasih pada seluruh tamu undangan yang hadir di malam itu. Namun tangis haru seketika pecah ketika Beatrice mulai berkaca-kaca menyampaikan permintaan maaf pada Romeo yang selama dia sakit tidak mampu merawatnya.


Julien's dengan sebuah tisue mengelap cucuran air mata yang semakin deras mengalir dari mata Beatrice. Dia yang tak kuat menahan haru, juga mulai meneteskan air mata. Dia merasakan betapa tersiksanya Beatrice dengan penyakit yang dia alami, sehingga tak mampu menjadi seorang ibu yang sempurna untuk Romeo.


Hati Nania juga ikut terenyuh. Dia ingin sekali menangis saat itu. Namun dia mencoba menahannya. Sebab dia merasa telah menjadi salah seorang yang menambah derita Beatrice kala sakit.


Nania juga semakin merasa bersalah, saat Beatrice menyindir seseorang yang semakin membuat hidupnya menderita. Nania merasa sindiran itu sangat tepat untuknya. Dia hadir untuk membuat Julien's berubah untuk tidak meniduri pekerja **** lagi. Namun kemesraan dia dengan Julien's membuat kesehatan Beatrice semakin menurun. Dia memilih pergi, sebelum Beatrice menutup ucapannya.


Julien's ingin mengejar Nania. Namun tentu itu akan membuat acara untuk Romeo tersebut menjadi gagal. Sebab dia yang mengundang semuanya. Sehingga dia harus tetap berada dalam acara tersebut.


Dengan sebuah taksi online. Nania menuju rumah. sepanjang perjalanan, dia menangis. Dia mengingat kata-kata sindiran Beatrice untuknya. Dimana dia merasakan betapa tersiksanya menjadi seorang Beatrice yang harus membagi suaminya. Namun Nania terlanjur mencintai Julien's dan ingin tetap bersamanya.


Kepergian Nania dari acara ulang tahun Romeo benar-benar membuat Julien's tidak bersemangat. Dia nampak kecewa dengan kepergian Nania dari restoran tersebut. Mengingat Nania adalah bagian dari keluarganya juga saat ini.


Julien's berusaha menghubungi Nania di pojokan restoran. Iya, dia melakukan hal itu di pojokan sebab dia takut ada yang mengetahuinya menghubungi Nania. Namun belum juga menelpon Nania. Julien's harus menjawab status Nania dihadapan ibunya.


Ibunya memanggil Julien's ke meja tempatnya duduk. Disampingnya Beatrice duduk dengan tangan yang dia lipat ke badan.


"Siapa perempuan tadi yang ada disamping kamu?" Tanya ibu Julien's.


"Perempuan?" Jawab Julien's dengan wajah bingung.


"Nania!" Tegas Beatrice.

__ADS_1


Julien's bingung. Wajahnya bergantian menatap wajah ibunya dan Beatrice.


"Nania..." Ucap Julien's menggantung.


"Nania siapa, cepat jawab."


Melihat Julien's kebingungan menjawab status Nania. Beatrice yang iba pada Julien's, lantas menjawab Nania adalah pengasuh baru bagi Romeo.


"Dia adalah pengasuh baru Romeo!" Tegas Beatrice.


Julien's menatap tajam Beatrice.


"Jawab pengasuh aja lama banget. Dia cantik dan terlihat baik. Tapi kamu jangan macam-macam. Hargai Beatrice istri kamu. Terlebih dia sedang sakit seperti ini." Nasehat ibu Julien's.


Julien's tak berkata. Dia hanya menatap wajah Beatrice yang berusaha tegar menutupi status Nania di depan ibunya.


Tak sempat mengucap terima kasih pada Beatrice yang sudah menutupi status Nania. Julien's memanfaatkan waktu sebelum acara tiup lilin oleh Romeo untuk mengucapkan terima kasih pada Beatrice. Dengan raut wajah penuh harap. Julien's mengucapkan terima kasih pada Beatrice.


"Terima kasih kamu udah mau bantu menutupi status Nania di depan ibu." Ucap Julien's.


"Saya sudah berusaha, tapi kamu Jangan sampai melanggar janji." Jawab Beatrice singkat.


Kemudian Beatrice segera kembali ke atas panggung kecil untuk tiup lilin bersama Romeo. Kemudian disusul Julien's dibelakang Beatrice.


Seusai Romeo meniup lilin yang berada diatas kuenya. Otomatis acara ulang tahun Romeo yang digelar pun usai. Satu persatu para tamu mulai pergi, hingga restoran tempat berlangsungnya acara mulai sepi.


Tamu terakhir yang pergi adalah ibunya Julien's. Dengan penuh perhatian Julien's menggandeng ibunya menuju kedalam mobil. Dia berpesan pada Julien's untuk tetap mencintai Beatrice bagaimana pun keadaan Beatrice hari. Julien's hanya mengangguk dengan nasehat ibunya tersebut.


Selepas itu, Julien's, Beatrice dan Romeo juga mulai bergegas kembali ke rumahnya. Mereka nampak begitu lelah setelah acara ulang tahun Romeo. Beatrice kembali membuka wignya, kemudian mengenakan kembali topi kemo yang sehari-hari dia pakai.


Tak ada obrolan di dalam mobil, selain Romeo yang bising memainkan sebuah mobil-mobilan kecil didalamnya. Dia yang berada di pangkuan Julien's memainkannya diatas paha Julien's.


Sampai di rumah. Beatrice segera bergegas kembali kedalam kamar. Dia langsung meminum obat kanker yang diberikan oleh dokter. Badannya terasa tidak enak. Pun dengan kepalanya yang sedikit pusing.


Lain halnya dengan Julien's. Setelah mengantar Romeo tidur di kamarnya. Julien's langsung bergegas menuju kamar Nania. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dia langsung masuk kedalam kamar.


Nania dengan sebuah piyama tipis berwarna merah muda. Berbaring dengan ponsel di tangannya. Dia bangun begitu Julien's masuk kedalam kamarnya. Kemudian duduk disisi kasur. Mata Nania sedikit sembab. Mungkin itu efek dari tangisan dia yang terus mengucur dari tadi.


"Kamu kenapa pergi tadi?" Tanya Julien's sambil duduk diatas kasur.


"Aku merasa ada diacara itu." Jawab Nania sambil menunduk.

__ADS_1


Julien's merangkul Nania, meletakkan kepala Nania diatas bahunya. Tangannya mengelus pundak Nania.


"Maafin aku yang udah bawa kamu ke situasi sulit ini." Ucap Julien's.


"Ini bukan salah kamu. Aku mencintai kamu, resikonya aku harus terima situasi saat ini." Bantah Nania.


"Tapi aku benar-benar merasa bersalah, terlebih aku mendengar ucapan Beatrice. Rasanya jika aku jadi kamu. Aku akan merasa sakit hati." Ucap Julien's.


Nania menatap Julien's. Kemudian mencium pipi kanan Julien's dengan sebuah kalimat I Love You. Situasi itu seketika berubah saat Julien's menatap balik wajah Nania. Keduanya seketika terangsang untuk melakukan hubungan intim.


Julien's langsung mencium bibir Nania. Kemudian meraba tubuh Nania. Nania pun tak kalah liar, dia langsung membuka satu persatu kancing baju Julien's. Dia menciumi tubuh suaminya tersebut. Dan klimaksnya adegan tusuk menusuk tak terelakkan.


Puas dengan adegan penuh kehangatan itu. Sebelum Julien's pergi ke kamar Beatrice. Nania memeluk badan kekar Julien's yang berselimutkan selimut tipis diatas kasurnya. Nania menjadikan dada Julien's sebagai bantal. Kemudian mengelusnya.


"Kalau aku boleh minta. Saat ini aku hanya minta 30 menit sebelum pukul 12 ini menjadi 30 jam. Aku ingin tetap merasakan detak jantungmu." Ucap Nania sendu.


"Itu yang ku harapkan juga. Aku ingin bersamamu. Tanpa ada malam yang memisahkan kita. Aku ingin semalam penuh memeluk mu. Merasakan cinta semalaman. Tanpa harus terpisah beberapa jam." Ucap Julien's.


Nania perlahan menutup matanya untuk tidur. Elusan lembut yang Julien's berikan benar-benar membuat Nania begitu nyaman. Sehingga dia perlahan tertidur.


Hanya 10 menit menuju jam 12 malam. Julien's bergegas. Kembali mengenakan pakaiannya, Julien's segera masuk kedalam kamar Beatrice. Dia bersiap menemani Beatrice untuk tidur.


Sebuah kecupan manis di kening Beatrice, Julien's lakukan begitu melihat Beatrice tertidur. Kecupan itu langsung membangunkan Beatrice. Beatrice melihat jam, kurang dari 5 menit lagi jam 12. Julien's tetap konsisten pada Janjinya untuk tidur bersamanya di jam 12 malam.


"Kenapa bangun, ayo tidur lagi." Perintah Julien's sambil melepaskan satu persatu baju sisa pestanya.


Beatrice terdiam, dia hanya memperhatikan Julien's yang sedang mengganti bajunya dengan piyama. Kemudian Julien's menghampiri Beatrice, dan berbaring disamping Beatrice. Julien's menarik selimut untuk menutupi setengah badannya dan Beatrice. Dengan lembut mengusap kepala Beatrice yang botak.


"Kamu tahu alasan aku ingin kamu ada disamping ku setiap malam?" Tanya Beatrice menatap tajam Julien's.


"Enggak." Jawab Julien's sambil menggelengkan kepalanya.


"Setiap malam tubuhku benar-benar lemas dan dingin. Aku pikir setiap malam aku akan meninggal. Dan aku harap orang yang pertama kali memeluk ku di hari terakhir adalah kamu. Cinta pertama dan terakhir ku Julien's." Papar Beatrice sedikit raut wajah sedih.


Julien's mendekapnya dengan begitu erat. Dia memeluk Beatrice sekuat mungkin. Air matanya menetes.


"Maafin aku. Aku yang paling bersalah dalam situasi ini. Aku yang tak pernah bisa menahan hasrat ku. Sehingga aku semakin membuatmu sakit." Ucap Julien's dengan suara sendu.


Beatrice terdiam. Kemudian Julien's mencium lembut kening Beatrice. Meminta Beatrice untuk kembali tidur.


Dalam hatinya Julien's begitu mengasihani Beatrice. Rasa sayangnya sebagai pasangan memang perlahan hilang. Namun rasa sayangnya sebagai seorang saudara begitu kuat. Sehingga dia tak tega untuk terus menyakiti Beatrice.

__ADS_1


Di kamar lain, Nania juga diliputi sebuah kesedihan. Dia harus tidur


__ADS_2