
Dinner intermate telah Julien's siapkan untuk mempertemukan Nania dengan Beatrice istrinya. Sebuah gaun berwarna biru Julien's kirim untuk mempercantik penampilan Nania dimalam ini. Seorang sopir juga Julien's kirim untuk menjemput Nania dirumahnya. Julien's benar-benar membuat Nania bak ratu malam ini.
Beatrice tak mengetahui malam ini adalah malam yang akan jadi sejarah dalam rumah tangganya bersama Julien's. Dia hanya mengetahui Julien's mengadakan makan malam bersama salah satu temannya di rumah. Sehingga dia hanya menuruti saja apa yang Julien's perintahkan.
Beberapa orang koki dari restoran, Julien's datangkan. Dia ingin makan malam ini diisi makanan super lezat dengan harga mahal. Begitu berartinya makan malam ini untuk Julien's.
Malam yang dinanti tiba. Rasa deg-degan sudah menghujani perasaan Nania. Pertemuan kedua dengan istri Beatrice yang akan menjadi pertemuan yang paling bersejarah dalam hidupnya. Didalam mobil dia hanya berusaha untuk tenang dan tak terlalu memikirkan hal terburuk yang akan mungkin terjadi pada dirinya.
Tak hanya membelikan Nania saja. Beatrice juga mendapatkan sebuah dress mewah nan mahal dari Julien's. Penampilan Beatrice pun tak kalah cantik dari Nania.
Ketiga anaknya pun turut Julien's ajak dalam makan malam kali ini. Ini akan jadi pertemuan pertama ketiga anaknya dengan Nania.
Julien's sendiri tampak gagah dan tampan dengan setelan jas biru dan warna celana senada. Rambut klimis serta cukuran jenggot yang rapi. Semakin membuat Julien's terlihat maco dan tampan.
__ADS_1
Suara klakson mobil terdengar dari luar. Julien's mengenali suara klakson mobilnya. Pertanda Nania sudah datang. Dia pun menyambut Nania dengan gagah di depan pintu gerbang rumahnya.
Julien's terpesona. Matanya tak henti menatap kecantikan Nania. Dia begitu mengagumi penampilan Nania malam ini. Sehingga pujian dia berikan pada Nania begitu Nania menghampirinya.
"My Princess. You are so Beautiful tonight." Julien's sembaring menjulurkan tangannya.
Nania hanya membalas dengan senyuman sambil menyambut tangan Julien's.
Julien's dan Nania pun berjalan bergandengan menuju dalam rumah. Nania begitu terpesona dengan kemegahan dari rumah Julien's. Dekorasi mewah, tempat yang luas dan berbagai hal menakjubkan dapat Nania rasakan di rumah tersebut. Matanya tak henti menatap setiap area yang menjadi titik kemegahan rumah tersebut.
Dengan langkah yang terpingkal-pingkal, Beatrice menghampiri Nania. Matanya menatap tajam Nania. Mulutnya seketika menghujani Nania dengan perkataan kasar dan tidak pantas. Namun Nania yang sudah mengetahui hal itu hanya terdiam dan mencoba sabar dengan hujatan yang Beatrice berikan padanya.
Julien's yang berada di samping Nania, tak tinggal diam. Dia mencoba membela Nania dari perkataan kotor Beatrice. Dia mencoba membuat Beatrice sedikit tenang, sehingga suasana menjadi kondusif.
__ADS_1
Dalam pelukan Julien's, Beatrice kembali menjadi tenang. Dia tak lagi memaki Nania. Walaupun wajah kesalnya tetap ada. Namun berkat kepiawaian Julien's dalam merayu Beatrice. Julien's bisa membuat Beatrice sedikit tenang.
Semuanya kembali ke meja makan. Dengan Julien's yang berada di posisi sentral. Di samping kiri, Beatrice yang terus menatap tajam wajah Nania. Sedangkan Nania berada di samping kanan Julien's. Sementara ketiga anak Julien's berada disisi kiri Julien's. Ketiganya kompak mendukung Beatrice.
Julien's meminta semuanya untuk memulai makan. Namun Beatrice yang tidak suka dengan kedatangan Nania. Menanyakan maksud kedatangan Nania ke rumah malam ini. Dia sudah muak dengan, wajah Nania.
Akhirnya Julien's pun menjawab rasa penasaran dari Beatrice. Dia mengatakan jika dia berniat untuk menikah dengan Nania. Menjadikan Nania sebagai istri keduanya.
Seperti ingin meledak. Wajah Beatrice memerah, kedua bola matanya semakin nampak keluar. Dengan nada tinggi dan tegas. Beatrice menolak Nania untuk menjadi istri kedua dari Julien's.
Hal senada juga diutarakan oleh Marrie. Anak sulung Julien's dan Beatrice itu juga menolak Nania untuk jadi ibunya. Dia begitu kecewa pada Julien's yang berniat kembali menikah. Walaupun Marrie sendiri membutuhkan sosok seorang ibu yang bisa menjadi temannya bercerita. Namun bukan Nania.
Dengan ketegasannya. Julien's meminta Beatrice dan Marrie untuk tenang. Dia memahami perasaan Beatrice, juga Marrie. Tapi Julien's meminta Beatrice dan Marrie untuk mengerti juga perasaan Julien's. Sehingga Julien's memohon dengan sangat pada Beatrice dan Marrie untuk menerima Nania menjadi istri kedua Julien's.
__ADS_1
Tak ingin berlarut dalam keributan dengan Julien's. Baik Beatrice maupun Marrie sama-sama memilih untuk pergi meninggalkan meja makan. Keduanya tetap tidak bisa menerima kehadiran Nania dalam keluarga mereka. Acara makan malam itu terasa gagal.
Julien's menghampiri Nania. Kemudian memeluk erat Nania. Dia meminta maaf pada Nania atas perkataan Beatrice. Julien's berjanji akan membujuk Beatrice untuk mau menerima Nania sebagai istri kedua Julien's. Nania pun siap bersabar, sampai Beatrice menerima semuanya.