SEBELUM PUKUL 12 MALAM

SEBELUM PUKUL 12 MALAM
TIKET UNTUK NANIA


__ADS_3

Alex sudah memegang dua buah tiket untuk menyaksikan pembukaan acara olahraga nasional Prancis yang akan di gelar di kota Nice. Alex pun berniat untuk memberikan satu tiket itu pada Nania, dia ingin mengajak Nania untuk menyaksikan pembukaan acara olahraga yang akan di gelar di Nice tersebut.


Alex sudah tidak sabar untuk memberikan salah satu tiket miliknya pada Nania. Duduk berdampingan dengan Nania, tentu itu adalah hal yang menarik bagi seorang Alex. Hingga Alex tidak sabar untuk segera memberikan tiket itu pada Nania. Alex pun berharap Nania akan menerima dengan baik tiket yang akan di berikan oleh dirinya.


Tiba di rumah Julien's, Alex langsung bergegas masuk kedalam rumah Julien's. Beruntung bagi seorang Alex, dia tak harus mencari Nania. Sebab Nania yang sedang membersihkan sofa di ruang tamu rumah Julien's. Alex pun dengan segera menghampiri Nania yang terlihat begitu asyik membersihkan sofa itu sambil mendengarkan sebuah lagu dengan irama yang cukup cepat.


"Pagi Nan." ucap Alex dengan kedua tangan di belakang tubuhnya.

__ADS_1


"Pa.... Gi Alex." jawab Nania terkejut.


Nania yang terkejut dengan kedatangan Alex di pagi buta. Terlihat masih tidak percaya Alex datang ke rumah Julien's di jam saat ini. Tentu ini bukan jam ideal untuk berkunjung ke rumah seseorang. Tapi Nania lupa, Alex adalah adik dari seorang Julien's. Sehingga dia bisa kapan saja datang ke rumah Julien's. Tanpa harus melihat waktu sama sekali.


"Aku ganggu kamu?" tanya Alex.


"Apa kamu ingin menonton pembukaan acara olahraga besok malam. Aku memiliki dua buah tiket. Aku ingin memberikan salah satu tiket itu pada kamu. Apa kamu ingin tiket itu Nania?" tanya Alex dengan begitu gugupnya.

__ADS_1


Nania sebenarnya ingin menonton pembukaan dari acara olahraga tersebut. Tapi apa Nania akan pergi dengan Alex. Bagaimana dengan Julien's? Tentu ini bukan pilihan yang mudah bagi Nania. Belum lagi Alex yang mungkin saja akan bersedih, jika Nania tidak menerima ajakan dari Alex tersebut.


Dari balik tembok rumahnya, Julien's yang membawa segelas teh hangat. Melihat dengan jelas, bagaimana Alex mencoba merayu istrinya. Julien's melihat Alex yang semakin menjadi ancaman bagi dirinya dalam tetap mempertahankan rumah tangganya dengan Nania. Tapi mungkin Alex akan selamanya melakukan hal tersebut, sampai Alex tahu kebenaran yang sebenarnya. Jika Nania sudah menjadi istri dari kakaknya sendiri. Itu yang harus bisa Julien's jelaskan pada seorang Alex.


Nania pun akhirnya menerima tawaran dari Alex tersebut. Dia menerima tiket masuk untuk menonton acara olahraga yang akan berlangsung esok hari tersebut. Mungkin hanya menonton saja, tidak akan membuat Julien's cemburu pada seorang Alex. Hingga Nania pun menerima tawaran yang cukup menggiurkan dari Alex tersebut.


Julien's tetap saja cemburu dengan keputusan dari seorang Nania. Dia juga cukup menyesali dengan keputusan dari Nania yang menerima tawaran dari Alex tersebut. Dengan begitu, Alex akan semakin percaya diri untuk terus mendekati Nania. Sebab Nania terus memberikan sebuah harapan bagi seorang Alex untuk dapat mendekati dirinya. Seharusnya Nania bisa menolak apa yang di berikan oleh Alex pada dirinya. Itu yang harus di lakukan oleh Nania. Bukan menerimanya dengan begitu saja. Tentu itu menjadi angin segar bagi seorang Alex.

__ADS_1


__ADS_2