
Musik keras yang menjadi andalan Marrie di waktu malam terdengar begitu bising. Julien's yang penat, sekaligus lelah usai bekerja begitu terganggu dengan musik yang Marrie putar itu. Tanpa ragu dia mematikan loud speaker yang terdapat di kamar Marrie. Musik berhenti, Marrie langsung berusaha kembali menghidupkan loud speaker.
Tangan Marrie langsung dihadang oleh Julien's. Dia menahan tangan Marrie ketika akan menghidupkan kembali loud speaker tersebut.
"Kenapa gak boleh dinyalakan ayah?" Tanya Marrie kesal.
"Ayah mau tanya sesuatu sama kamu?" Jawab Julien's menatap wajah Marrie.
"Tanya apa?" Marrie antusias.
Kemudian Julien's merogoh saku celananya, lalu mengeluarkan foundation milik Marrie dan Nania.
"Kamu bisa jelaskan semua ini sama ayah. Kenapa foundation punya kamu sudah habis. Sedangkan pemberian Nania masih utuh, bahkan belum kamu buka?" Tanya Julien's sedikit marah.
Marrie terkejut melihat foundation yang dia buang ada di genggaman ayahnya. Dia langsung ketakutan. Dia tak dapat berkata lagi. Kebohongan dia telah terbongkar oleh Julien's.
"Jawab Marrie!" Bentak Julien's dengan nada tinggi.
Kerasnya suara Julien's ketika membentak Marrie. Terdengar hingga ke telinga Nania dan Beatrice yang berada di kamar masing-masing. Keduanya langsung berlari ke kamar Marrie.
__ADS_1
Melihat Marrie yang penuh ketakutan, Beatrice langsung memeluk erat Marrie.
"Apa yang kamu lakukan sama Marrie Julien's?" Tanya Beatrice melindungi Marrie.
"Kamu tanya sama Marrie. Apa yang telah dia lakukan sama Nania. Dia memfitnah Nania dengan keji." Jawab Julien's dengan tegas.
Nania mencoba menenangkan Julien's yang begitu marah pada Marrie. Nania mengelus pundak Julien's.
"Udah Julien's, jangan marahi Marrie seperti itu." Pinta Nania
Julien's sedikit melunak, dia pun mulai bisa mengontrol emosinya.
"Ini peringatan buat kamu Marrie. Jika suatu saat kamu ulangi lagi. Ayah akan memberikan hukuman berat buat kamu." Ancam Julien's.
Di kamar, Nania begitu manis melayani Julien's. Dia membantu Julien's melepaskan pakaiannya. Kemudian menyiapkan handuk untuk Julien's mandi. Tak lupa dia memberikan segelas air putih untuk Julien's. Julien's begitu bahagia dengan kasih sayang yang Nania berikan.
Sebuah kejutan yang ingin Julien's hadiahkan pada Nania di malam ini. Dia meminta Nania untuk tampil secantik mungkin. Sebab Julien's ingin mengajak Nania Dinner romantis. Nania langsung penasaran dengan dinner yang telah Julien's persiapkan untuknya. Sehingga dia begitu antusias saat mengganti pakaiannya.
Ketika Nania sedang berdandan, Julien's pun mempersiapkan diri. Dia mandi agar tubuhnya menjadi segar. Sehingga ketika berdansa nanti, aroma sedap akan Nania rasakan begitu mencium tubuh Julien's.
__ADS_1
Tak lama setelah Julien's selesai mandi, kemudian menggenakan pakaian yang membuatnya terlihat gagah. beberapa menit kemudian Nania selesai dandan. Hampir setengah jam lebih, Nania harus memoles wajahnya dan memilih gaun yang sesuai untuknya dinner romantis bersama Julien's.
Tak sia-sia buat Nania dandan dengan durasi yang lama. Pujian yang Julien's lontarkan untuk Nania, membuat usahanya untuk dandan secantik mungkin mendapat apresiasi. Senyuman manis langsung terlukis di wajah Nania. Dia bahagia Julien's memujinya.
Puja-puji yang Julien's berikan pada Nania terus terngiang di dalam pikiran Nania. Dia tak henti mengingat ketika mulut tipis Julien's mengucapkan kalimat indah untuknya. Sehingga dia terkadang senyum ketika mengingat pujian tersebut.
Perasaan Nania semakin berdebar saat Julien's menggenggam tangannya. Dia juga berulang kali mencium tangan mungil Nania. Sehingga membuat jantung Nania berdebar. Begitu juga detak jantung Julien's yang juga berdebar. Nania merasakan itu tak kala Julien's meletakkan tangan Nania tepat dimana posisi jantung Julien's berdebar. Sehingga Nania begitu bisa merasakannya.
Sebuah hotel mewah di pilih Julien's untuk dinner romantis bersama Nania. Dia memilih berada diatas rooftop untuk mendapatkan momen romantis bersama Nania.
Diiringi alunan merdu dari biola seorang pria. Beberapa lagu romantis diputarnya dengan begitu indah.
Meja yang dihiasi lilin yang ditutup dengan penutup berwarna. Semakin menambah suasana romantis. Beberapa makanan telah tersedia diatas meja. Sehingga keduanya hanya tinggal menyantap makanan mereka saja.
Julien's dan Nania duduk saling berhadapan. Dengan hembusan angin yang menerbangkan helaian rambut Nania. Julien's tak henti menatap kecantikan Nania. Dia merasa beruntung memiliki Nania.
"Nan... Aku persembahkan ini semua sebagai permintaan maaf aku sama kamu. Aku janji, kedepannya aku tidak akan egois seperti kemarin lagi." Ucap Julien's.
"Aku maafin kamu. Semoga ini menjadi yang terakhir kesalahpahaman antara kita. Aku gak mau salah paham lagi sama kamu." Jawab Nania.
__ADS_1
Julien's meraih tangan Nania. Kemudian perlahan mengelus lembut. Matanya perlahan menatap kearah pemain biola. Dia pun mengajak Nania untuk berdansa.
Tanpa ragu Nania menyetujui permintaan dansa dari Julien's. Tepat disamping meja makan mereka. Keduanya mulai saling berhadapan. Tangan Julien's mulai memegang pinggul Nania. Sementara Nania meletakkan kedua tangannya melingkar di leher Julien's. Keduanya mulai saling menggerakkan tubuh mereka sesuai irama biola.