Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Datang Ke Sisi Gelap


__ADS_3

Sore di hari berikutnya.


"Apa? Kamu benar-benar mendapatkan undangan dari Departemen Misteri itu?"


Duduk di ruang keluarga bersama, Jennifer menatap ke arah Adam dengan ekspresi agak heran. Tidak menyangka kalau Departemen Misteri benar-benar akan mengundang seorang 'pembunuh' seperti pemuda tampan itu.


"Apakah kamu pernah mendengarnya? Atau mungkin mengetahui beberapa hal tentang Departemen Misteri?" tanya Adam.


"Tidak." Jennifer menggelengkan kepalanya. "Aku sempat mendengar bahwa pemerintah akan mendirikan departemen baru yang dianggap misterius, tetapi sama sekali tidak ada kabar sampai sekarang."


"Jadi begitu ..." gumam Adam sembari mengelus dagu.


Apakah keputusan untuk bergabung dengan Departemen Misteri ini agak terlalu sembrono?


Adam tidak berpikir demikian. Menurut ucapan James, identitas itu sama sekali tidak penting. Selama bergabung, bahkan tidak perlu menunjukkan identitasnya sendiri.


Apa yang perlu dicatat adalah kemampuan khusus atau teknik kultivasi yang mereka gunakan. Kemungkinan besar itu dilakukan agar menghargai privasi, tetapi tetap menjaga keamanan.


Lagipula, teknik satu dengan teknik lainnya cukup berbeda. Jadi selama ada anggota Departemen Misteri yang melakukan pembunuhan atau tindakan kriminal menggunakan teknik tertentu, mereka akan mudah dideteksi dan segera ditangani.


Tentu saja, ada beberapa teknik yang mirip seperti 'Tiga belas taring guntur' dari Sekte Thunder Fang. Namun teknik kultivasi semacam itu masih bisa dilacak asalnya. Jadi akhirnya, meski indentitas asli tidak terungkap, mereka tetap bisa terus dilacak selama menggunakan teknik yang sama.


"Tetap saja, itu membuat iri. Bukankah jam kerja terlalu sedikit dan gaji terlalu besar? 10.000 dollar aliansi tanpa lembur?


Aku tahu orang-orang itu sedikit spesial, tetapi ini diskriminasi terhadap departemen yang lainnya."


Melihat Jennifer yang menggerutu karena tidak puas, Adam terkekeh sementara Bella tersenyum.


"Ngomong-ngomong ... kamu bilang hanya yang tidak memiliki latar belakang sekte atau clan khusus yang diundang, kan? Para Kultivator bebas?"


"Memang benar." Adam mengangguk.


"Jika kamu tidak memiliki latar belakang semacam itu, darimana kamu mendapatkan semua teknik dan keterampilan itu, Adam?"


"Aku mengalami pertemuan misterius. Setelah suatu kejadian, sebuah cahaya aneh menabrak kepalaku dan informasi tentang Kultivator abadi langsung membanjiri pikiranku.


Mungkin ... Aku putra takdir?"


Mendengar ucapan Adam, Bella tampak takjub. Sementara itu, sudut bibir Jennifer berkedut.


"Jangan membohongi Bella dengan fantasi anehmu! Terus saja membual!"


Bella yang menyadari kalau dirinya terlalu berfantasi langsung merasa malu. Sementara Adam hanya menggeleng ringan dengan senyum di wajahnya.


"Cih! Dasar pelit." Jennifer mendengus dingin.


"Aku sudah bilang, jika ada kesempatan lain untuk mendapatkan atau menukar teknik kultivasi ... Aku akan memberikannya kepada kalian.


Bisa atau tidaknya belajar, itu tergantung keberuntungan kalian."


Mendengar ucapan Adam, Jennifer langsung berseru.

__ADS_1


"Itu janji! Kamu harus memegang kata-katamu. Seorang lelaki tidak menarik kembali kata-katanya!"


"Jadi perempuan boleh menarik kembali kata-katanya?" Adam memiringkan kepalanya.


"Tentu saja perempuan selalu menepati kata-katanya."


Melihat Jennifer yang mengangkat kepala dengan ekspresi bangga, Adam menggeleng ringan. Dia sama sekali tidak percaya dengan ucapan wanita itu.


Perihal menepati janji, laki-laki dan perempuan bisa dianggap sama. Namun perihal menjaga rahasia, perempuan cenderung lebih mudah membeberkannya.


Mungkin bawaan genetik? Seperti ibu-ibu kompleks perumahan yang suka membicarakan orang setiap pagi sambil membeli sayuran?


Entahlah ... aku tidak ingin mempedulikannya.


Menggeleng ringan, Adam lebih fokus ke permasalahan Departemen Misteri. Dia harus mempersiapkan diri sebelum kembali bertemu dengan James.


...***...


Tiga hari kemudian, malam di rumah Clara.


"Maaf merepotkan anda, Mr Paul."


James berkata sopan kepada ayah Clara. Karena mereka menggunakan rumahnya untuk membahas bisnis penting, paling tidak mereka harus menghormati tuan rumah.


"Sama sekali tidak masalah, Mr James. Saya merasa terhormat." Paul berkata dengan senyum di wajahnya.


Pria itu sama sekali tidak menolak. Karena mengetahui sisi lain dunia di mana ada kekuatan misterius, Paul tahu bahwa memiliki hubungan dengan orang-orang semacam itu sama sekali tidak merugikan. Sebaliknya, dia pasti akan mendapatkan lebih banyak keuntungan.


"Apakah Mr Owl sudah tiba? Apakah dia sudah mengecek kondisi Nona Clara dan Tuan Lei?"


"Iya." Paul mengangguk ringan. "Mr Owl sekarang sedang menunggu di ruang yang sama seperti sebelumnya."


"Terima kasih, Mr Paul. Maaf karena merepotkan anda."


Setelah mengatakan itu, James meminta tolong kepada Paul untuk mengantarnya bertemu dengan Adam.


Sampai di ruangan, James melihat sosok Adam duduk dengan tenang. Bersandar di sofa tanpa mengucapkan sepatah kata. Hal itu membuat pria itu agak gugup.


Mungkinkah pria itu akan menolak undangan? Seharusnya tidak, kan?


Memikirkan itu, James menggeleng ringan.


"Selamat malam, Mr Owl."


"Malam, Mr James. Saya bukan tuan rumah, tidak perlu menunggu sambutan saya. Silahkan duduk langsung."


Mendengar ucapan Adam, James mengangguk. Dia kemudian duduk di sofa lalu meletakkan koper di atas meja.


"Saya tidak ingin bertele-tele, Mr Owl. Katakan saja ... apakah anda menerima undangan kami atau tidak?"


"Aku bersedia."

__ADS_1


"Sudah aku duga, jadi seperti itu—" James tampak terkejut. "Eh? Anda benar-benar setuju?"


"Apakah ada hal aneh?" tanya pemuda bertopeng merah itu dengan curiga.


"Sama sekali tidak ada." James buru-buru menggelengkan kepalanya.


Pria itu kemudian membuka kopernya dan mengeluarkan surat kontrak. Meletakkannya di depan Adam, dia kemudian berkata dengan hormat.


"Tolong baca terlebih dahulu sebelum memberi tanda tangan di atasnya. Ya ... meski kontrak itu sebenarnya hanya formalitas."


Isi kontrak itu sebenarnya adalah hak dan kewajiban para anggota Departemen Misteri. Daripada kewajiban, lebih banyak hak yang mereka miliki.


Jam kerja kurang, gaji tinggi, dan banyak keuntungan lainnya. Apa yang perlu ditulis adalah beberapa informasi tentang kemampuan dan tingkat mereka.


 


Spiritualist bintang 1-3, 10.000 dollar aliansi per bulan.


Spiritualist bintang 4-6, 20.000 dollar aliansi per bulan.


Spiritualist bintang 7-9, 30.000 dollar aliansi per bulan.


Spiritualist Master bintang 1-3, 50.000 dollar aliansi per bulan.


Spiritualist Master bintang 4-6, 75.000 dollar aliansi per bulan.


Spiritualist Master bintang 7-9, 100.000 dollar aliansi per bulan


Catatan :


Level akan diperiksa terlebih dahulu sebelum ditentukan. Jika terdapat penipuan, denda akan diberikan.


Harap tidak diisi dengan acak.


 


Melihat bagian gaji itu, Adam merasa agak rumit. Dia tidak menyangka, Departemen Misteri benar-benar cukup keterlaluan. Pemuda itu kemudian bertanya kepada James.


"Jika tidak ada pekerjaan, apa yang akan kami lakukan? Apakah gaji tetap akan dibayar?"


"Yang perlu anda lakukan adalah datang sesuai jam kerja. Jika tidak ada masalah, bermain ponsel atau melakukan apa saja asalkan tidak keluar dari kantor.


Untuk gaji ... 100% akan dibayar."


Mendengar ucapan James yang begitu tegas, Adam merasa dirinya sekarang akan menjadi salah satu bagian dari para penjahat berdasi itu. Benar-benar datang menuju ke sisi gelap.


Bukankah ini keterlaluan? Tidak melakukan apa-apa tetapi digaji puluhan ribu dollar aliansi per bulan?


Ini jelas gaji buta!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2