Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Kenapa Sampai Di Sini?


__ADS_3

Keesokan harinya.


Membuka matanya setelah bermeditasi untuk menyerap Qi, Adam membuka matanya.


“Akhirnya …” gumam pemuda itu.


Awalnya Adam mengira butuh waktu dua bulan untuk naik ke tingkat menengah, tetapi dirinya berhasil menembusnya setelah satu bulan latihan. Pemuda itu merasa kecepatan tubuhnya menyerap Qi beberapa kali lipat dibanding saat dirinya berada di tingkat Bronze Spirit.


Waktu yang dia butuhkan benar-benar secepat saat berada di level Bronze Spirit (High) ke Silver Spirit (Low)!


Jika menggunakan perhitungan seperti sebelumnya, Adam merasa dirinya akan berada di puncak level Silver Spirit (bertemu batasan) dalam waktu enam bulan. Dua bulan dari Mid ke High, empat bulan dari High sampai ke batas maksimal.


Sedangkan untuk naik ke tingkat Gold, Adam sendiri harus menaikkan Nix dan Yuki ke tingkat Gold terlebih dahulu.


Lupakan tingkat Gold. Untuk menaikkan Yuki ke tingkat saja memerlukan banyak sekali Spirit Bead.


5 + 10 + 20 + 25 (tanpa memiliki item khusus) \= 60 Spirit Bead (bronze)


Jika menaikkan Kyoko ke tingkat silver, berarti enam puluh dikali dua … itu seratus dua puluh Spirit Bead (bronze)!


Memikirkan banyaknya jumlah Spirit Bead yang dia butuhkan, sudut bibit Adam berkedut. Menghela napas, dia memutuskan untuk melihat panel status miliknya terlebih dahulu.


... ***


...


[ Spirit Hunter System ]


Name : Adam Bladefield


Level : Silver Spirit (Mid)


Cultivation Technique : Golden Sun and Silver Moon


Battle Skill : Autumn Sword (competent), Spring Sword (competent)


Other Skill : Elemental Seal (-), Basic Alchemy Art (-)


Spirit Beast :


- Black-gold Chicken (Low-Silver)


- Shadow Beast (Low-Bronze)


- Lesser White Sneak (Low-Bronze)

__ADS_1


Beast Skill :


- Suzaku’s Cry (Silver), Suzaku’s Golden Talons (Silver)


- Shadow Stealth (Bronze)


- Ice Control (Bronze)


Items Bag : Spirit Bead (bronze) x1, Mutated Catfish Carrcass (bronze) x1, Abyss Jade (silver) x1


... ***


...


“Dengan kemampuanku sekarang, apakah akan aman jika kembali ke SMA Blue Rose?” gumam Adam.


Mengingat aura dari gedung olahraga dan lantai tiga bangunan utama, Adam menggelengkan kepalanya. Dia merasa, paling tidak dirinya harus berada di puncak level Silver Spirit agar bisa melarikan diri. Untuk melawan makhluk itu, kecuali masuk ke level Golden Spirit, kelihatannya masih 50/50 … jadi dia memilih untuk mundur.


“Waktunya sarapan, Kak Adam.”


“En?” Mendengar Bella yang memanggilnya, Adam sedikit terkejut. “Bukankah aku salah dengar, Bell?”


“Maksudku ... waktunya sarapan, S-Sayang.”


Melihat sosok Bella yang malu-malu, Adam tersenyum. Satu bulan tinggal bersama, keduanya sudah saling kenal dan semakin akrab. Sekarang Adam sering memanggil gadis itu dengan panggilan ‘Bell’. Sebaliknya, pemuda itu ingin Bella memanggilnya dengan sebutan ‘Sayang’.


“Dalam tiga puluh menit,” ucap Adam.


“En.”


Bella mengangguk ringan sebelum meninggalkan ruangan, kembali menuju ke ruang makan.


Adam sendiri langsung bangkit, tetapi tidak menuju ke ruang makan. Dia melakukan pemanasan agar membiasakan diri dengan kekuatan barunya. Meski kekuatannya tidak meningkat drastis seperti saat kenaikan grade dari Bronze ke Silver, seluruh tubuhnya masih meningkat cukup banyak baik dalam kekuatan, kecepatan, ketahanan, dan refleks.


Adam bahkan merasa dirinya menjadi semakin mudah mengingat banyak hal dan menghitung cepat.


Setelah pemanasan, pemuda itu kemudian pergi mandi lalu sarapan bersama dengan Bella. Setelah itu, mereka berdua berangkat bersama.


Setelah mengantar Bella ke kampusnya, Adam melihat ponselnya. Membuka map, dia memulai navigasi lalu segera menginjak pedal gas, pergi ke Rumah Sakit Jiwa. Ya, tempat di mana orang-orang dalam kasus aneh itu diamankan.


Dalam perjalanan, ekspresi Adam berubah ketika melihat jalan macet dan banyak orang yang ada di sekitar jalan. Karena jalan itu ditutup sementara, banyak pengemudi memilih untuk berbalik dan pergi melewati rute lain.


Sedangkan sebagian berhenti untuk menonton. Melihat tiga mobil polisi ada di sana, Adam memutuskan untuk berhenti dan memeriksanya.


Turun dari mobil, Adam berjalan mendekati kerumunan, tapi pada saat itu …

__ADS_1


“Lari! Lari! Wanita itu benar-benar sudah gila!”


Rombongan orang kocar-kacir ketika teriakan itu terdengar. Mata Adam menyipit ketika melihat sosok yang berlari mengejar orang-orang itu.


Terlihat seorang wanita berusia pertengahan dua puluhan. Wanita itu memakai khas pegawai kantor, bahkan masih memakai sepatu hak tinggi. Wajahnya putih pucat, tampak cukup kurus dengan kelopak mata yang menghitam. Wanita itu berlari mengejar dan berusaha mengigit siapa saja dengan ekspresi gila di wajahnya.


Melihat orang-orang bubar dan wanita itu bergegas ke arahnya, mata Adam menyipit. Ketika sosok itu hendak menerkam dirinya, dia mengelak dengan mudah lalu memukul bahu wanita itu dengan ringan. Namun kekuatan pemuda itu sudah cukup untuk membuatnya jatuh.


Ketika wanita itu bangkit dan hendak menyerang, Adam langsung mengunci setiap gerakannya.


“Di mana polisi yang bertugas?” tanya Adam dengan ringan.


Sosok pria muda yang tampak lemah tetapi memakai seragam polisi mendekat. Melihat ke arah Adam yang menaklukkan wanita itu dengan mudah, dia terkejut. Namun pemuda itu segera mengambil borgol dan memborgol tangan wanita itu. Dia juga menutup sebagian wajah wanita itu dengan kain karena berusaha terus mengigit.


“Te-Terima kasih, Pak.”


Polisi muda itu berkata kepada Adam dengan ekspresi gugup, tetapi juga tulus dan penuh hormat.


“Apakah kamu sudah menangkapnya, Renald? Aku sudah bilang-”


Suara wanita yang marah terdengar, tetapi terhenti di tengah jalan. Menoleh ke sumber suara, Adam melihat sosok yang familiar.


Paras cantik, kulit cokelat yang kencang, dan tubuh yang benar-benar indah. Melihat wanita itu, Adam terkejut. Pihak lain pun sama, terkejut ketika melihat dirinya.


“Jennifer …” gumam Adam.


Jennifer menatap Adam dengan ekspresi rumit. Setelah mendekat, wanita itu mengambil alih situasi sambil berkata.


“Terima kasih atas bantuannya, Pak.”


Setelah mengatakan itu, Jennifer berbalik membawa wanita gila yang meronta dan mencoba terus menyerang orang di sekitarnya itu.


Melihat sosok Jennifer yang membawa wanita itu pergi, Adam ingin menghentikannya tapi tidak bisa mengatakan apa-apa. Pada akhirnya, dia menepuk pundak polisi muda yang tampak lemah dan polos itu.


“A-Ada apa, Pak?” tanya Renald gugup.


Adam memberikan ponselnya kepada Renald sebelum berkata, “Catat nomor ponselmu di sana. Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu, tetapi tidak sekarang.”


Setelah mendapat nomor telepon Renald, Adam akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana.


Masuk dalam mobilnya, pemuda itu akhirnya menginjak gas untuk pergi ke Rumah Sakit Jiwa. Namun di jalan, pemuda itu mengeluarkan sebuah liontin yang dia dapat dari wanita tadi. Melirik liontin itu, ekspresi Adam menjadi buruk.


[ Refined Abyss Jade ]


Melihat nama item itu saja membuat Adam merasa tidak nyaman. Bahkan pemuda itu sampai bertanya-tanya.

__ADS_1


“Bagaimana benda seperti ini ada sampai di tempat ini?”


>> Bersambung.


__ADS_2