
Bella terdiam di tempat dengan mata terbelalak. Dia tidak bisa menggambarkan perasaannya dengan jelas. Jika dipaksa menggambarkan yang dia rasakan, gadis itu seperti sedang naik roller coaster.
Hatinya naik turun, pikirannya berputar dengan cara tidak karuan. Bella awalnya merasa tertekan dan putus asa. Ketika David tiba, dia merasa kasihan dan merasa marah. Lalu saat sosok bertopeng itu datang, dia merasa bersyukur sekaligus takut.
S-Siapa sebenarnya orang itu?
Menatap dua orang yang langsung dijatuhkan sampai pingsan dan Albert yang wajahnya hancur, Bella merasa agak ketakutan. Dia sama sekali tidak tahu apakah orang itu memiliki niat baik atau buruk.
Pada saat itu, Albert yang dipukuli sampai tidak dapat dikenali benar-benar kehilangan kesadarannya. Bella melihat sosok bertopeng itu berbalik menatapnya.
“Kenapa kamu belum pergi?” tanya Adam dengan nada dingin, terdengar tak acuh.
“K-Kamar asrama mungkin sudah di kunci, aku … aku bingung.”
Mendengar ucapan Bella, Adam langsung menebak situasinya. Tidak mungkin gadis itu kembali langsung karena akan terasa aneh. Lagipula, tiga temannya benar-benar menjebaknya untuk jatuh ke tangan Albert.
“Kembalilah. Jika mereka tampak kaget, berpura-pura tidak tahu. Sedangkan ketika mereka bertanya kamu ke mana saja, jawab saja antre dan kamu memilih kembali melewati jalan memutar.
Kamu juga harus ingat, malam ini kamu hanya disuruh oleh tiga teman sekamarmu. Kamu sama sekali tidak bertemu Albert, anteknya, David, atau sosok misterius. Kamu sama sekali tidak tahu apa-apa, mengerti?”
Setelah mendengar nasihat dari Adam, ekspresi penuh kejutan dan takjub terlihat di wajah Bella. Dia menatap sosok bertopeng putih itu dengan penuh kekaguman. Sebelum merespon.
Bella membungkuk hormat sembari berkata, “Terima kasih … terima kasih banyak atas pertolongan anda. Aku akan mengingat ini selamanya!”
“...”
Melihat sosok Bella yang pergi seperti kelinci ketakutan, Adam tersenyum pahit. Dia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Albert dan yang lainnya.
Pertama, singkirkan bukti …
Adam mengambil semua ponsel milik Albert, dua anteknya, dan David. Pemuda itu kemudian memasukkannya ke dalam sebuah kantong plastik lalu menghancurkannya. Tentu saja, dihancurkan dengan sangat parah. Keempat ponsel … lebih tepatnya rongsokan dalam plastik itu kemudian dia masukkan ke dalam saku jaketnya. Dia berencana membuangnya jauh-jauh dari universitas, memastikan kalau benar-benar tidak ada bukti.
Setelah memastikan bahwa semuanya baik-baik saja, Adam kemudian menyeret tubuh Albert dan anteknya ke bawah sebuah pohon rindang. Di mana biasanya digunakan oleh beberapa mahasiswi yang ingin belajar dengan santai di waktu istirahat, atau para gadis yang lewat untuk pergi ke kantin.
Sampai di bawah pohon, Adam kemudian melepas pakaian atas ketiga pemuda itu. Sebenarnya juga ingin melepas celana mereka, tetapi masih kalah dengan rasa jijik.
__ADS_1
Adam membuat Albert bersandar di tengah, sementara itu kedua anteknya bersandar di kiri dan kanan bahunya sambil berpelukan hangat. Namun daripada romantis, pemandangan tersebut malah terlihat menjijikkan.
Biarkan mereka mengingat dengan jelas …
Pikir Adam dengan tatapan menghina. Pemuda itu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah David. Dia juga memindahkannya, tetapi ke pohon lain dan tidak melakukan apa-apa.
Setelah itu, Adam langsung menatap ke arah tertentu dengan ekspresi dingin.
“Keluar!” ucap Adam dingin. Dia langsung menggunakan skill Suzaku’s Cry.
Pemuda itu melihat ke arah semak di mana David bersembunyi sebelumnya. Setelah suara gemerisik, sebuah siluet keluar dari semak perlahan.
Melihat sosok itu, mata Adam menyempit. Dai sangat kaget, tidak menyangka bahwa ada makhluk semacam itu di dunia. Makhluk itu berbentuk bola hitam pekat, tanpa warna lain. Tidak ada wajah, hanya bola hitam. Namun Adam tahu bahwa benda itu hidup.
Makhluk apa ini?
Pikir Adam ketika mendekatinya. Pemuda itu berjalan mendekat sambil menarik pedang kayu dari samping pinggangnya. Meski terlihat tidak berbahaya, dia tetap harus waspada.
Makhluk itu tiba-tiba bergerak ketika Adam mendekat. Bukannya langsung menyerang dengan ganas, makhluk itu memantul seperti bola dan secara tiba-tiba merubah bentuknya seperti kucing hitam.
Adam menjadi lebih tertarik. Dia langsung melesat ke arah makhluk itu lalu menebas dengan kejam. Pemuda itu cukup percaya diri untuk menangkap makhluk aneh di depannya. Namun sebelum ujung pedang mengenai makhluk itu, hal aneh terjadi.
Makhluk itu melompat, memantul lalu berubah wujud menjadi ular hitam setebal dua jari kemudian bergegas melarikan diri. Tentu saja, Adam tidak membiarkanya begitu saja.
Adam menggunakan kecepatannya ditambah teknik Autumn Sword dengan pedang dilapisi Qi di tangannya. Pemuda itu berencana melukai makhluk itu dan membuatnya berhenti bergerak. Sayangnya, usahanya gagal.
Makhluk itu terus menghindar dan sesekali merubah bentuknya menjadi binatang lain. Namun Adam juga langsung menemukan kekurangan dalam perubahannya.
Makhluk itu tidak bisa berubah menjadi binatang yang lebih besar daripada seekor anjing. Selain itu, dia juga tidak bisa berubah menjadi binatang yang mampu terbang. Meski demikian, kecepatannya benar-benar melebihi Adam yang berada di level Bronze Spirit-High.
Padahal, Adam merasa bahwa makhluk aneh itu lemah. Bahkan lebih lemah dari dua roh jahat penjaga kafetaria yang dia lawan untuk pertama kali. Namun anehnya, pemuda itu sama sekali tidak bisa menyentuhnya.
Kalau begitu …
Adam berhenti menggunakan Qi. Pemuda itu melesat ke arah makhluk hitam. Ketika sangat dekat dan makhluk itu hendak menghindar. Pada saat itu, Adam berkata dingin.
__ADS_1
“Jatuh!”
Suzaku’s Cry adalah tipe serangan mental, tidak merusak fisik tetapi langsung ke jiwanya. Benar saja, terkena skill tersebut, makhluk itu kembali menjadi bentuk bola dan memantul di tanah. Sebelum makhluk itu sepernuhnya tersadar lagi, Adam langsung menangkapnya.
Ketika Adam meraihnya, pemuda itu merasa sangat aneh.
“Begitu lemah?” gumam Adam.
Makhluk yang telah sadar dari serangan Suzaku’s Cry itu berjuang untuk melepaskan diri. Namun adam hanya merasa benda seperti slime ketika disentuh benar-benar memiliki kekuatan yang begitu lemah. Bahkan lebih buruk dari anak kecil.
Ketika menyentuh makhluk itu, Adam bisa melihat apa sebenarnya makhluk itu.
[ Shadow Beast ]
Shadow Beast, makhluk yang merupakan salah satu eksistensi aneh di dunia. Memiliki kemampuan bersembunyi yang baik, kemampuan meniru sesuatu, dan kecepatan yang luar biasa cepat.
Sebagai gantinya, Shadow Beast memiliki serangan, pertahanan fisik dan mental yang sangat lemah. Biasanya menghindari lawan yang lebih kuat darinya.
…
“Heh. Benar-benar cocok dengan namanya.”
Melihat makhluk yang kelihatannya menyerah untuk berjuang itu membuat Adam merasa lucu. Makhluk ini bahkan beberapa kali menggemaskan daripada si ayam menjengkelkan itu.
Adam merasakan suatu keterikatan dengannya. Dia merasa, selain makhluk ini langka, dia juga cocok dengannya.
Setiap grade (Spirit Bronze, Silver, dsb), Adam bisa memiliki dua Spirit Beast yang dikontrak. Satu kontrak jiwa yang berarti kontrak utama dan lainnya adalah kontrak pelayan.
Itu berarti, Adam memiliki satu Spirit Beast utama dan satu Spirit Beast tambahan di setiap grade. Awalnya pemuda itu tidak ingin memikirkan Spirit Beast lain dan fokus pada satu. Namun, dia merasa bahwa jika akan sangat rugi jika membunuh makhluk unik itu.
Bahkan System sendiri menjelaskan bahwa makhluk itu aneh, unik, dan langka. Sangat disayangkan jika membunuhnya. Belum lagi, Shadow Beast sekarang hanya di level Bronze-Low. Pasti Spirit Bead yang didapat juga tidak seberapa. Jadi …
Adam menatap makhluk aneh sekaligus menggemaskan di tangannya lalu berkata,
“Jadilah partnerku, Shadow Beast!”
__ADS_1
>> Bersambung.