
Selesai berbicara dengan Jimmy dan istrinya, Adam akhirnya memutuskan untuk pamit.
Memang, pemuda itu memiliki rasa kasihan kepada mereka. Namun, bukan berarti dia harus ikut campur dalam setiap kehidupan orang lain. Membiarkan mereka melanjutkan hidup tanpa terseret arus lebih dalam adalah pilihannya. Jadi, pemuda itu tidak berencana untuk mengenal mereka lebih dalam.
Selesai mencaritahu, Adam kembali ke markas Guild Crimson Phoenix. Daripada repot mengganti identitas sebagai Adam dan Blood Owl, dia memilih untuk tinggal di kamar tamu guild tersebut.
Tengah malam, di atas gedung.
Adam melewati tempat pendaratan helikopter, lalu berdiri di dekat pembatas. Pemuda itu menatap gemerlap Kota D, membiarkan angin malam meniup pakaian dan rambutnya. Ekspresinya tampak begitu tenang, sama sekali tidak terlihat kedinginan.
"Apa yang kamu lakukan di sini, Mr Owl? Mencari udara segar?"
Suara lembut wanita terdengar dari belakang. Tanpa menoleh, pemuda itu menjawab dengan santai.
"Seharusnya saya yang bertanya, ada perihal apa yang membuat anda datang kemari tengah malam seperti ini, Nona Alexia."
"Sebagai pemilik gedung, aku takut seseorang pergi naik ke atas untuk melakukan hal-hal buruk. Mungkin merancang sebuah rencana untuk meledakkan tempat ini?"
Alexia berkata dengan nada setengah bercanda. Wanita cantik berkacamata dengan pakaian OL (Office Lady) profesional berjalan ke arah Adam dengan senyum di wajahnya.
Mendengar ucapan Alexia, Adam berbalik dan melihat sosok wanita datang kepadanya sambil membawa dua paper cup kopi dengan sedikit kepulan asap.
"Aku tidak tahu apakah anda menyukai kopi, Mr Owl?"
Melihat Alexia tersenyum ke arahnya sambil memberi kopi, Adam sempat linglung sejenak.
Menurut pemuda itu, mereka berdua tidak akrab. Mereka bahkan hanya pernah bertemu satu kali. Namun entah bagaimana, Alexia benar-benar memperlakukan dirinya dengan cara berbeda.
Menerima cangkir kertas berisi kopi yang masih mengepul, Adam tidak bisa tidak berkata.
"Lain kali, tolong jangan buat orang lain mudah salah paham dengan anda, Nona Alexia."
"Heee ... salah paham yang seperti apa?"
Adam melihat Alexia bertanya dengan nada dan tatapan menggoda. Menggeleng ringan, dia kembali berkata.
"Jika kamu terlalu baik pada orang asing, mungkin mereka akan berpikir kamu mencoba melakukan trik. Mungkin meracuninya? Atau hal semacam itu?"
"Eh??? Bukankah seharusnya kamu berkata kalau wanita itu tertarik kepadamu? Orang-orang tidak akan memikirkan semacam itu, kan?"
Alexia tercengang. Dia tidak menyangka kalau semuanya akan keluar dari jalur. Namun melihat senyum tipis yang hampir tertutup oleh topeng, wanita itu tahu kalau Adam sedang main-main dengannya.
__ADS_1
"Kamu benar-benar buruk, Mr Owl."
"Yah ... siapa yang memulai lebih dahulu, Nona Alexia?"
"..."
Mendengar itu, Alexia akhirnya tersipu. Pada saat itu, Adam kembali bertanya kepadanya.
"Apakah kamu memiliki masalah yang dingin dibicarakan denganku? Atau Ketua Alicia memintamu untuk memanggilku?"
"Tidak juga."
"Lalu? Kenapa wanita cantik sepertimu repot-repot pergi tengah malam untuk menemuiku? Kamu tahu, Nona Alexia? Angin malam dan kurang tidur tidak baik untuk kesehatanmu.
Khususnya kesehatan kulit wanita sepertimu."
"..."
Mendengar ucapan Adam, Alexia berjalan beberapa langkah ke arahnya.
"Katakan padaku, Mr Owl ... Apakah aku cantik?"
"Sangat cantik," jawab Adam jujur.
Akan tetapi, dalam bentuk tubuh, tidak bisa disangkal kalau Alexia memiliki tubuh seperti iblis yang menggoda. Membuat banyak laki-laki yang berfantasi liar tentang dirinya.
"Lalu ... apakah kamu menyukaiku, Mr Owl?"
"..."
Adam terdiam. Menatap ke arah wanita cantik itu, dia merasa agak heran. Bahkan bertanya-tanya apakah dirinya mendengar sesuatu yang salah.
'Bisakah kamu menjadi begitu langsung, Nona?'
Pikir Adam dengan aneh.
Setelah beberapa saat diam, dia akhirnya berkata.
"Kamu cantik dan menawan, Nona Alexia. Jika disuruh memilih suka atau tidak, aku jelas memilih yang pertama. Namun, jika itu menyangkut dengan perasaan ...
Maaf, aku tidak pernah memikirkannya. Lagipula, aku telah memiliki pasangan."
__ADS_1
"..."
Alexia terkejut. Tidak pernah menyangka akan mendapatkan jawaban seperti itu. Bahkan, dia yakin kalau banyak lelaki akan mengaku tidak memiliki pasangan jika dia tertarik kepada mereka. Meninggalkan pasangan mereka untuknya. Namun, jawaban Adam yang jujur membuatnya menjadi lebih bertekad.
"Apakah anda sudah menikah, Mr Owl?"
"Belum. Namun, kami pasti akan menikah."
"Tidak apa-apa!"
"..."
Mendengar Alexia yang bersemangat, Adam mengerutkan keningnya. Pemuda itu merasa ada yang salah dengan kepala wanita di depannya.
'Bukankah biasanya laki-laki yang suka mencuri perempuan dari laki-laki lain? Ada kasus sebaliknya juga?'
Adam berpikir dengan ekspresi penuh keheranan. Namun, dia masih menjelaskan.
"Aku memiliki dua pacar, mereka semua baik dan rukun. Meski aku b-jingan, mereka tidak berniat untuk meninggalkanku. Jadi—"
"Bahkan lebih baik!"
"..."
Melihat Adam yang kebingungan, Alexia akhirnya berkata.
"Apakah anda percaya cinta pada pandangan pertama, Mr Owl?"
"Tidak." Adam langsung membantah. "Meski itu pertanda baik, cinta pada pandangan pertama bisa dibilang sebagai naiknya hormon dan minat kepada lawan. Itu tergantung pada bagaimana orang menyikapinya."
"Tapi aku percaya!!!"
"..."
"Mr Owl. Sejak pertama kali saya bertemu anda, saya tidak pernah lupa. Cara anda memberi saya pelajaran, cara anda memandang rendah saya, tatapan dingin pada iris seindah rembulan itu ...
Saya tidak bisa melupakannya!"
Melihat Alexia yang menjadi bersemangat seolah telah minum obat yang salah, Adam tercengang. Belum lagi, penjelasannya membuat pemuda itu merasa wanita di depannya semakin tidak masuk akal.
Tatapan membara Alexia yang diarahkan kepadanya membuat Adam tidak bisa tidak mengutuk dalam hati.
__ADS_1
'Omong kosong suci! Sudah kuduga, ada yang salah dengan wanita ini!'
>> Bersambung.