Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Di Bawah Tirai Hujan


__ADS_3

"KAMU ... KAMU SEBENARNYA SIAPA!!!"


Menatap ke arah Adam, Old Dong tampak ketakutan. Baru kali ini, dia melawan musuh dimana dia benar-benar tidak berdaya. Belum lagi, mereka berada di level yang sama.


Belum lagi, sejak awal, tampaknya pemuda di depannya itu percaya diri untuk memenangkan pertarungan ini. Bahkan ketika orang-orang lain melihat Abyssnian Giant Centipede dengan ekspresi takut, ekspresinya tampak datar seolah ...


Dia pernah melihat makhluk yang lebih mengerikan dan menjijikkan dibandingkan Abyssnian Giant Centipede.


"HAHAHAHA! JADI BEGITU ... TERNYATA BEGITU ..."


Old Dong tertawa dengan ekspresi gila di wajahnya. Menatap ke arah Adam dengan ekspresi terdistorsi, lelaki tua itu tiba-tiba menusukkan tangan kanannya tepat ke jantungnya sendiri.


JLEB!


Melihat ke arah Adam dengan senyum mengerikan, dia berbisik.


"Senang rasanya bisa membawa seorang jenius mati bersama."


Slash!


Tepat Old Dong menyelesaikan ucapannya, garis hitam berkilat secara horizontal melewati lehernya. Detik berikutnya, kepala Old Dong berguling ke tanah.


Tubuhnya jatuh ke tanah dan berhenti bergerak.


Adam tidak ingin lagi bermain-main dengan lelaki tua itu. Sebenarnya dia ingin menyiksa pria tua itu sebagai wujud balas dendam atas orang-orang yang telah dia bunuh. Hanya saja, pemuda itu harus berurusan dengan Abyssnian Giant Centipede yang lebih merepotkan.


Adam berbalik dan siap untuk melawan makhluk besar itu. Namun saat itu juga ekspresi pemuda itu berubah.


Perubahan yang terlihat oleh mata langsung terjadi pada tubuh Old Dong.


Daging pada tubuh Old Dong tiba-tiba menyusut, kulitnya berkerut. Salam waktu singkat, hanya tersisa tulang dan kulit. Namun, ada perbedaan yang sangat mencolok tepat di bagian jantung.


Jantung itu mengembang keluar dari rongga dada. Seluruh energi yang tersisa dalam tubuh Old Dong diserap ke dalam jantung.


Jantung yang seharusnya berwarna merah muda dan merah malah berwarna hijau tua. Tidak hanya warnanya, jantung itu sendiri tampak berkeriput dan penuh dengan jahitan.


Jantung itu terus mengembang seperti balon dengan sangat cepat. Pada saat itu juga, ekspresi Adam berubah.


BLARRR!!!


Ledakan keras tercipta. Pada saat itu juga, asap hijau langsung memenuhi hutan.


Dalam sekejap mata, daun-daun di pepohonan langsung menguning lalu gugur. Seluruh pepohonan dan rerumputan langsung mati dalam sekejap mata. Di sana, hanya tampak bayangan Abyssnian Giant Centipede yang diam di tempatnya.


Selain itu, suasana langsung menjadi senyap.


Setelah beberapa waktu, kabut perlahan memudar.


Bruk!


Sosok Adam tiba-tiba jatuh berlutut.


Uhuk! Uhuk!


Pemuda itu langsung memuntahkan beberapa teguk darah. Cahaya biru dan kuning, efek dari Seiryuu's Azure Scales dan Earth Aura mulai memudar memudar. Bahkan setelah menggunakan semua pertahanan tersebut, kondisi Adam sama sekali tidak baik.


Adam sendiri sebenarnya memiliki skill Anti-VP. Namun yang membuatnya terkejut, ledakan yang terjadi barusan benar-benar masih melukai dan meracuni dirinya.


Beberapa tempat di tubuh Adam menghitam karena racun. Selain itu, dia juga kehilangan banyak energi internal dan darah.

__ADS_1


Saat itu, Adam melirik ke belakang.


"Tampaknya makhluk sepertimu juga tidak tahu malu."


Mengatakan itu, Adam yang merasa lelah dan lemah melihat sosok Abyssnian Giant Centipede bergegas ke arahnya.


Jelas, makhluk itu memiliki kekebalan racun lebih baik daripada dirinya. Selain itu, posisi ledakan cukup jauh dari Abyssnian Giant Centipede. Sebaliknya, sangat dekat dengan Adam.


BLARRR!


Adam langsung ditabrak keras oleh Abyssnian Giant Centipede. Dia langsung terpental belasan meter, menghancurkan banyak pohon mati dalam prosesnya.


Ketika Adam bangkit, dia melihat sosok Abyssnian Giant Centipede bergegas ke arahnya dengan mulut terbuka lebar. Tampaknya sudah puas bermain-main dan siap untuk melahapnya.


Masih memiliki Suzaku's Tainted Talons yang menutupi tangan kanannya, Adam langsung membuat gerakan menunjuk. Bola api hitam dengan ukuran besar muncul di depan telunjuk Adam. Namun di saat berikutnya, bola api itu berputar dengan cepat. Semakin lama, semakin menyusut ukuran bola api tersebut.


Pada saat Abyssnian Giant Centipede sampai si depan Adam, ukuran bola api berubah menjadi seukuran kelereng. Bahkan penampilannya lebih mirip dengan kelereng hitam.


"Shadowflame style ..."


Adam membuat gerakan menembak.


"Black Bullet!"


BANG! CRACK!!!


Bola api seukuran kelereng langsung masuk ke dalam mulut Abyssnian Giant Centipede. Pada saat itu juga, bola api yang dikompres sampai benar-benar padat dan sangat panas langsung meledak


Ledakan kuat langsung membuat mulut Abyssnian Giant Centipede hancur. Banyak darah terciprat ke mana-mana. Tidak hanya itu, bahkan banyak retakan muncul di kepalanya.


Menggertakkan gigi, Adam kembali mengeluarkan dan menelan sepuluh pil. Meski sebagian energinya terisi kembali, tubuh pemuda itu jelas sampai batasnya.


Dalam krisis hidup dan mati, Adam bisa mendengar jelas suara detak jantungnya. Pada saat itu juga, dia merasakan sensasi familiar mulai mengendalikan tubuhnya.


Adam mengembuskan napas panjang. Uap putih muncul dari mulutnya. Mata biru tampak berkilauan. Warna biru tampak begitu lembut dan dingin seperti rembulan biru.


Energi hitam muncul dan melapisi kedua tangannya. Dalam warna hitam, tambak banyak kilau samar layaknya langit malam. Saat kesadaran hendak memudar, Adam langsung menggigit lidahnya sendiri.


Saat kesadarannya kembali, Adam langsung menampar dadanya sendiri dengan tangan kirinya. Tamparannya sangat kuat kuat, sampai dia kembali batuk dan memuntahkan beberapa suap darah.


"Huh ... Hampir saja perasaan aneh itu memenuhi kepalaku."


Merasa lebih baik, Adam menatap ke arah Abyssnian Giant Centipede yang terus meronta. Karena ledakan keras sebelumnya, racun yang belum sepenuhnya dicerna oleh makhluk itu masuk ke dalam jaringan tubuh, membuat dia yang seharusnya kebal juga keracunan. Selain itu, tampaknya makhluk besar tersebut juga ada pada batasnya.


Adam mencabut katana dari sarungnya. Api hitam langsung melapisi bilahnya.


Pemuda itu kemudian berjalan ke arah Abyssnian Giant Centipede yang berhenti membuat gerakan besar. Menginjak kepala makhluk besar itu, Adam menghela napas panjang.


"Sudah saatnya mengakhiri semua ini, Sobat Besar. Sungguh ...


Ini adalah pertarungan yang sulit."


Mengatakan itu, Adam mengangkat pedangnya tinggi. Setelah itu, dia langsung menikam katana yang diselimuti api hitam tepat ke mata yang berada di tengah dahi makhluk tersebut.


Tubuh Abyssnian Giant Centipede berkedut, setelah beberapa saat, makhluk itu benar-benar akhirnya berhenti bergerak dan menjadi kaku.


Bersama dengan matinya Abyssnian Giant Centipede, pertarungan akhirnya selesai.


Tik! Tik! Tik!

__ADS_1


Saat itu, rintik hujan mulai berjatuhan. Mendongak ke atas, Adam melihat langit kelabu yang tampak suram.


Adam menyentuh tubuh Abyssnian Giant Centipede. Saat itu juga, rubuh monster besar itu tiba-tiba menghilang.


Karena termasuk bahan kualitas tinggi untuk pembuatan senjata atau memurnikan obat, bangkai makhluk itu bisa dimasukkan ke dalam inventori sistem. Merasa lega, akhirnya Adam berjalan pergi di bawah tirai hujan.


Menyisakan area luas yang dihancurkan sebagai saksi bisu sekaligus kenangan.


Adam terus berjalan perlahan. Melewati hutan, dia melihat jembatan lebar. Tidak lagi memiliki energi untuk membuang banyak skill, pemuda itu memutuskan untuk berjalan. Berjalan menjauh setidaknya sampai dia menemukan tempat aman untuk memulihkan diri. Namun, ketika dia berjalan sampai tengah jembatan, Adam melihat sosok wanita di sisi lain jembatan.


Satu-satunya anggota Dark Wings yang mengetahui wajahnya ...


Carole.


***


Sementara itu, di bekas lokasi pertempuran Adam sebelumnya.


"Tampaknya kita terlambat."


Sosok Clarissa yang memakai masker berkata kepada beberapa orang di belakangnya. Mereka adalah James, Douglas, dan anggota Guild Dark Wings lainnya.


"Aku tidak tahu siapa yang menjadi pemenangnya. Hanya saja, menurut apa yang dikatakan Alicia. Tampaknya Old Dong juga bukan orang baik.


Jadi, siapapun itu, aku ingin kalian menemukan pemenangnya!"


"YA!!!"


Mereka semua menjawab serempak.


Guild Dark Wings langsung mencari ke seluruh tempat, tetapi apa yang bisa lihat adalah kekacauan dimana semuanya hancur, bahkan pepohonan juga mati. Sama sekali tidak ada kehidupan di tempat itu.


Mencari ke area yang lebih luas. Mereka sama sekali tidak bisa menemukan apa-apa sampai akhirnya mereka tiba di dekat jembatan. Hanya saja, apa yang mereka lihat sekarang bukanlah pemandangan yang ingin mereka lihat bahkan dalam mimpi.


Di dekat tepi jembatan, sosok Owl menusuk Carole. Katana merah menembus perut sampai keluar dari punggungnya.


"CAROLE!!!"


James berteriak putus asa. Namun apa yang dia lihat berikutnya membuat matanya merah dan hatinya dibakar amarah.


Mencabut katana merah itu, Adam menepuk pundak Carole lalu mendorongnya dengan lembut. Tubuh ramping wanita itu jatuh dari jembatan. Pada saat itu, para anggota Dark Wings merasa waktu melambat.


Mereka ingin segera maju, tetapi akhirnya tubuh wanita itu jatuh ke sungai dengan arus deras. Banjir karena datangnya sang hujan.


"BLOOD OWL!!!"


James meraung putus asa. Dia ingin bergegas menuju ke arah pria itu dan menghajarnya. Namun rekan-rekannya langsung menahannya karena saat itu, pemuda bertopeng itu telah mengayunkan pedangnya dan meruntuhkan jembatan.


Sosok pria bertopeng merah itu berbalik.


"APA YANG SEBENARNYA KAMU INGINKAN, OWL?! KENAPA KAMU MELAKUKAN INI?!


KENAPA?!!"


James terisak. Bukan hanya dirinya, anggota lain juga meneteskan air mata mereka. Bagi orang-orang itu, pemandangan yang mereka lihat hari ini tidak akan pernah mereka lupakan dalam hidup mereka.


Bukannya sebuah jawaban, sosok Adam malah berjalan pergi. Punggung yang tampak kesepian itu pada akhirnya menghilang di bawah tirai hujan.


Pada hari itu juga, Blood Owl yang memenangkan pertarungan benar-benar menghilang, tidak lagi menampakkan dirinya pada dunia.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2