Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Old Dong


__ADS_3

Keesokan harinya, di depan pangkalan militer Kota B.


"Apa yang kamu lakukan di tempat seperti ini, Pak Tua?"


Dua orang tentara yang berjaga bertanya kepada sosok lelaki tua dengan satu tangan yang tiba-tiba muncul di depan pangkalan militer.


"Perkenalkan, nama saya Dong, kalian bisa memanggil saya Old Dong. Saya di sini untuk bertemu dengan petinggi kalian."


"Untuk apa kamu—"


Old Dong tiba-tiba muncul di depan pria itu dan memukul dengan keras dada pria tersebut dengan telapak tangannya. Seketika, tentara itu langsung terlempar mundur lebih dari tiga meter.


"Katakan saja, ada Kultivator tua yang ingin berbicara perkara Blood Owl. Dia pasti tertarik ketika mendengarnya."


Mendengar kata terlarang itu disebutkan, ekspresi kedua tentara berubah. Mereka segera mengangguk dengan ekspresi serius.


Satu jam kemudian, dalam ruang tamu khusus, tampak Old Dong duduk dengan tenang bersama dengan beberapa pria tua dengan pangkat tinggi dalam kemiliteran. Selain itu, ada juga sosok Clarissa dan Diana.


"Jadi, apakah anda benar-benar memiliki cara untuk memancing Blood Owl keluar, Old Dong?"


"Benar. Hanya saja, cara ini cukup kasar."


Mendengar ucapan Old Dong, mereka semua saling memandang. Meski tidak tahu bagaimana caranya, mereka tampak cemas dan benar-benar tidak peduli bagaimana caranya.


"Kamu bisa mengatakannya terlebih dahulu, Old Dong."


"Sebenarnya, orang itu, Blood Owl sangat tertarik untuk membunuh makhluk-makhluk aneh dan jahat. Oleh karena itu, cara terbaik adalah menggunakan makhluk jahat untuk memancingnya keluar."


"Itu masalah besar." Lelaki tua dengan seragam militer mengangguk serius. "Makhluk-makhluk aneh itu, kecuali yang telah diawetkan, kami tidak tahu bagaimana menemukannya."


"Sebenarnya, bukan itu masalahnya, Pak."


"Jika bukan itu, lalu apa, Old Dong?"


"Sebenarnya, saya memiliki cara untuk memancing makhluk tertentu muncul. Hanya saja, hal tersebut tidak cukup.


Jika ingin Blood Owl yakin, makhluk tersebut harus benar-benar dianggap jahat."


"Apa maksudmu, Old Dong?"


"Jika ingin Blood Owl benar-benar datang, kita harus membuatnya yakin. Kita harus mengorbankan beberapa orang agar berita tentang kematian misterius menyebar.


Setelah itu, aku yakin bahwa dia pasti akan muncul."


"Bagaimana dengan berita palsu?"


"Tampaknya dia memiliki informan yang layak, jadi hal itu mustahil."


Old Dong menggelengkan kepalanya. Melihat keraguan di wajah para petinggi, dia menghela napas panjang.

__ADS_1


"Sebenarnya, saya menemukan sebuah desa kecil yang berisi para pencuri dan berandalan di luar kota. Mungkin, kita bisa menggunakan mereka?"


Ucapan Old Dong membuat mereka saling memandang. Memiliki wajah penuh keraguan, para lelaki tua itu bimbang.


"Omong-omong, jika boleh tahu, kenapa anda tampaknya sangat terobsesi terhadap Blood Owl, Tuan Dong?"


Clarissa yang sedari tadi diam tiba-tiba bertanya.


Mendengar perkataan Clarissa, Old Dong memasang ekspresi sedih dan pahit di wajahnya.


"Sebenarnya, Owl telah membawa cucuku satu-satunya pergi. Selain itu, orang-orang di desa yang aku sebutkan tadi telah merampok dan membunuh anak serta menantuku.


Maafkan aku. Aku malah berusaha membalaskan dendam pribadi dengan cara memanfaatkan kalian.


Aku ingin melawan pria itu sendiri. Namun dia terlalu berbakat. Pria itu seperti monster, jika dibiarkan terus tumbuh, aku khawatir tidak akan ada lagi kesempatan untuk membunuhnya."


Old Dong menyeka air matanya. Hal tersebut membuat para lelaki tua di sana merasa terharu. Mereka rasa, hidup lelaki tua dengan satu tangan itu terlalu menyedihkan.


"Siapa nama cucumu, Old Dong?"


"Anak itu bernama Nam."


Old Dong berkata dengan ekspresi melankolis di wajahnya. Mendengar ucapan Old Dong, Clarissa menjadi semakin bingung. Awalnya, dia menduga kalau lelaki tua tersebut penipu. Namun dari ekspresi, penyebutan nama, dan lainnya. Semua sesuai dengan data.


Membuat Clarissa mulai ragu apakah Owl atau Old Dong yang sebenarnya menipu!


Salah satu petinggi berkata, membela Old Dong.


"Benar. Jika itu orang-orang jahat, aku rasa, kematian mereka akan menjadi penebusan dosa."


"Owl terlalu berbahaya. Jika dibiarkan, pria itu mungkin akan mengincar nyawa orang-orang di atas karena ingin membalaskan dendam."


Satu demi satu orang mulai setuju dengan usulan Old Dong. Pria tua dengan satu tangan itu langsung membungkuk sopan.


"Terima kasih. Terima kasih atas kebaikan kalian."


Pria tua itu membungkuk sopan. Tanpa ada yang tahu, ketika membungkuk, seringai kejam muncul di wajah tuanya.


***


Markas Crimson Phoenix.


Tepat beberapa saat setelah rapat di pangkalan militer Kota B selesai, Alicia kembali mendapatkan telepon dari Clarissa. Tidak tahu apa yang sedang terjadi di Kota B, dia merasa kesal ketika gadis itu terus-menerus meneleponnya.


"Ada apa lagi, Clarissa?"


"Besok, kamu berangkat ke Kota B."


"Ada apa?"

__ADS_1


"Aku mengajukan dirimu untuk membantu dalam misi penangkapan Owl."


"Apakah pria itu sudah ditemukan?"


"Belum, tetapi ada seseorang yang tahu bagaimana memancing pria itu keluar dari persembunyiannya."


"Aku harap, kamu tidak bercanda denganku, Clarissa."


Alicia menggertakkan gigi. Merasa dipermainkan oleh gadis itu, dia benar-benar marah. Seketika, suhu ruangan langsung naik beberapa derajat Celcius.


"Aku serius. Rencana ini akan segera dilaksanakan. Jika kamu memang ingin bertemu dengan Owl, mungkin ini satu-satunya kesempatan.


Lagipula, jika Owl lolos dari pengepungan ini, aku yakin dia akan pergi dari Kota B. Bahkan jika pria itu tinggal, dia tidak akan lagi bergerak menggunakan identitas Owl.


Untuk kemungkinan lebih tinggi dalam penangkapan, kami sangat membutuhkan bantuanmu.


Tentu saja, selain dirimu, ada juga bantuan dari Guild Dark Wings, Spiritualist Grand Master, dan lima puluh pasukan khusus. Dengan demikian, seharusnya mustahil bagi Owl untuk melarikan diri."


Mendengar itu, tangan Alicia mengepal erat. Dia tidak menyangka, ternyata semuanya telah bersiap. Mengingat sosok yang pergi tanpa sepatah kata, wanita itu berkata.


"Aku ikut."


***


Sementara itu, di markas Wings of Freedom.


"Apakah kamu demam, Ketua? Sangat tumben kamu bersin-bersin?"


Matt menatap ke arah Adam dengan ekspresi aneh. Bukan hanya dia, bahkan Shawn, Randy, dan Brock juga memandangnya dengan ekspresi aneh. Tampaknya sangat jarang, bahkan tidak pernah satu kali pun mereka melihat Ketua mereka sakit.


'Ternyata ketua juga bisa sakit.'


Itulah yang terpikir dalam benak keempat orang itu. Mereka merasa sedang melihat sebuah keajaiban. Bagi mereka, Adam adalah sosok kuat, tidak mudah rusak, dan tahan lama. Jadi melihatnya bersin saja itu tampak sangat jarang!


"Kenapa kalian menatapku dengan mata seperti itu?"


Merasakan tatapan mereka, Adam langsung bertanya sambil mengangkat alisnya.


"Aku hanya merasa, sangat aneh melihat kamu sakit, Ketua."


Matt berkata dengan nada bercanda.


"Kalau begitu, mungkin ada yang membicarakanmu, Ketua."


Mendengar itu, Adam tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Tahun berapa sekarang ini? Masih saja percaya dengan takhayul mitos semacam itu."


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2