
“Terserah saja …” gumam Lei Fan dengan ekspresi lelah.
Terus berjalan sambil mengawasi sekitar, Lei Fan tampak sangat berhati-hati. Dia tidak ingin bertindak sembrono lalu terbunuh setelah turun dari gunung pertama kalinya. Memegang erat pedang di pinggangnya, pria itu tampak siap bertarung kapan saja.
Pada saat itu, Lei Fan tiba-tiba merinding. Dia langsung mendorong Clara ke samping lalu ikut melompat menjauh. Di tempat mereka berdiri sebelumnya, sebuah balok besi jatuh dengan keras.
Berpikir dirinya akan terbunuh begitu saja, Lei Fan tampak agak pucat. Sementara itu, Clara benar-benar terpana.
“Nona Clara, kamu-” Ucapan Lei Fan terhenti ketika menatap ke arah tertentu. “Cih! Sudah terlambat.”
Di tempat Lei Fan melihat, terlihat sosok wanita dengan pakaian putih compang-camping melayang. Kulitnya pucat seperti kertas, memiliki kuku-kuku hitam yang tampak tajam.
Yang mengerikan adalah, terlihat luka besar di perutnya. Memperlihatkan organ dalam yang hampir busuk di dalamnya. Darah terus mengalir dari luka tersebut. Selain itu, Lei Fan tidak bisa melihat wajah sosok itu karena …
Lehernya patah dan dipelintir ke belakang dengan cara yang aneh.
“Saya akan memberi waktu, tolong segera pergi dari sini, Nona Clara!”
Setelah mengatakan itu, Lei Fan mencabut pedang dari sarungnya. Dia menatap roh jahat itu dengan ekspresi serius. Bahkan merasa agak gugup karena ini adalah pertarungan nyata yang pertama kali baginya.
Seharusnya tidak apa-apa. Aku telah berlatih dengan teman-teman di sekte. Jadi … seharusnya tidak apa-apa, kan?
Lei Fan merasa cukup gugup, bahkan ingin melarikan diri. Namun melihat Clara yang ketakutan dan mengingat sosok gurunya, dia menggertakkan gigi. Memilih untuk tinggal dan bertarung.
“Aku akan melawanmu, Roh Jahat!” seru Lei Fan dengan ekspresi penuh tekad.
Marah atas provokasi dari Lei Fan, roh jahat itu terbang menuju ke arah pria itu dengan kecepatan tinggi.
Lei Fan tampak terkejut, tetapi langsung bersiap dalam posisi bertahan setelah melihat sosok roh jahat yang mengayunkan tangan yang dipenuhi kuku tajam ke arahnya.
Bang!
Merasakan tubrukan kuat, Lei Fan langsung terpental dan berguling di tanah. Ketika dia bangkit, pria itu dikejutkan oleh roh jahat yang sekali lagi muncul dan mencoba menerkamnya.
“Jimat petir pelindung!”
Lei Fan tanpa ragu langsung mengeluarkan jimat dari sakunya. Aura ungu tipis melapisi seluruh tubuhnya.
Bang!
Sekali lagi Lei Fan terpental mundur. Namun kali ini dia tidak sampai berguling di tanah. Tidak hanya itu, jari-jari roh jahat yang menyerangnya itu bengkok ke arah yang aneh dan gosong. Terluka karena jimat pelindung sebelumnya.
Bukannya senang, Lei Fan malah menjadi gugup.
__ADS_1
“Bagaimana roh jahat tingkat spirit bintang delapan ada di tempat seperti ini? Tunggu … kelihatannya makhluk itu ada di level spirit bintang sembilan.
Apakah baru-baru ini naik tingkat?”
Lei Fan tampak tak berdaya. Tidak menyangka kalau dirinya akan sial seperti itu. Tidak melawan musuh di bawah levelnya, dia benar-benar harus melawan musuh di atas levelnya sendiri.
Ketika turun gunung, Lei Fan hanya membawa 15 jimat. Di antaranya adalah 3 jimat penyerang dan 12 jimat pelindung yang bisa menangkal roh jahat di level spirit.
Selain 1 yang dia gunakan sebelumnya, Lei Fan memberikan 3 kepada keluarga Clara. Yang berarti, hanya tersisa 8 jimat pelindung yang tersisa.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jika terus bertahan, ini akan berakhir dengan buruk. Sedangkan menyerang, aku bahkan tidak tahu harus mulai dari mana!
Klak! Klak! Klak!
Pada saat Lei Fan bingung, suara tidak menyenangkan terdengar di telinganya. Dia kemudian melihat, jari-jari di tangan roh jahat itu bergerak dengan cara aneh sebelum akhirnya kembali sembuh. Bahkan, kuku di tangannya tampak lebih panjang dan tajam!
“Ini pasti lelucon, kan?”
Sebagai tanggapan atas pertanyaannya, roh jahat itu langsung bergegas ke arahnya. Ekspresi Lei Fan agak pucat, tetapi berniat untuk bertarung melawannya.
”Thirteen Fang of Lightning … gerakan pertama!”
Lapisan tipis energi ungu melapisi pedang di tangan Lei Fan. Melihat ke arah sosok roh jahat yang bergegas menyerangnya, dia langsung mengayunkan pedang dengan ganas.
Klang!
“Masih belum!”
Klang! Klang! Klang!
Sekitar sepuluh menit kemudian.
Lei Fan tampak tak berdaya. Meski tidak ada luka yang parah, tubuhnya kotor oleh debu setelah berkali-kali berguling di tanah. Beberapa bagian tubuhnya juga lecet. Selain itu, dia telah kehilangan 3 lagi jimat pelindung.
Sedangkan di sisi roh jahat, selain luka dalam di bahu kiri dan beberapa goresan yang mungkin sembuh kapan saja, tidak ada luka lain yang berarti!
“Jimat petir penyerang!”
Ketika roh jahat tidak siap, Lei Fan langsung menggunakan jimat serangan miliknya.
Sebuah bilah energi berwarna ungu muncul, langsung melesat dan menebas sosok roh jahat! Roh jahat itu berusaha menangkisnya, tetapi tangannya masih terluka parah oleh serangan tersebut.
Roh jahat itu melolong, tampak begitu marah. Makhluk itu langsung bergegas menuju ke arah Lei Fan dengan ganas. Berniat mencabik-cabik pria itu.
__ADS_1
“Jimat petir pelindung!”
Bang!
Sekali lagi pemuda itu terpental dan berguling di tanah. Ketika bangun, dia melihat roh jahat yang hendak menyerangnya tiba-tiba berhenti. Pada saat itu juga, Lei Fan mendengar suara langkah kaki.
Dalam pandangan Lei Fan dan roh jahat itu, sosok dengan pakaian serba hitam, lengkap dengan sarung tangan dan sepatu hitam muncul. Dari perawakan, sosok itu adalah laki-laki. Sosok itu memakai topeng putih, tidak menunjukkan identitasnya sama sekali.
“Apakah aku mengganggu pertempuran kalian?”
Mendengar suara muda yang tampak tak acuh, Lei Fan terkejut. Sementara itu, roh jahat langsung bergegas menuju sosok berpakaian hitam itu untuk menyerang dan mencabiknya.
“Ternyata roh jahat,” ucap sosok bertopeng itu dengan kecewa.
Melihat roh jahat yang bergegas ke arahnya dan menyerang lehernya, sosok itu tampak tak acuh. Melompat mundur untuk menghindar, sosok itu kemudian memutar tubuhnya dan lalu menendang.
Bang!
Roh jahat itu langsung terpental jauh ketika mendapat tendangan kait dari lelaki bertopeng putih. Hal itu membuat Lei Fan tampak kebingungan. Dia merasa terselamatkan, tetapi juga sangat terkejut.
Sosok bertopeng itu langsung melesat menuju ke arah roh jahat seperti cheetah yang mengejar zebra.
Ketika roh jahat hendak melayang untuk kabur, sosok bertopeng itu melompat tinggi lalu melakukan tendangan berputar di udara.
Bang!
Roh jahat yang awalnya terlihat kuat itu langsung dihempaskan ke bumi. Sosok bertopeng itu mendarat dengan santai dan tenang. Pada saat Lei Fan bingung, suara pemuda yang tak acuh kembali terdengar.
“Pedang.”
Mendengar itu, Lei Fan tanpa sadar langsung melemparkan pedangnya ke sosok bertopeng tersebut.
Lelaki bertopeng itu menangkap pedang dengan santai. Melihat roh jahat yang bergegas ke arahnya, dia tampak tak acuh. Langsung melambaikan pedang yang dilapisi energi dengan kejam.
Bruk!
Tubuh roh jahat jatuh ke tanah sementara kepalanya jatuh terlambat sebelum berguling di tanah. Tubuh itu hendak bangkit, tetapi terjatuh lagi. Pada akhirnya … roh jahat itu benar-benar berhenti bergerak dan pudar menjadi abu.
Melihat pemandangan itu, Lei Fan menelan saliva. Otaknya langsung berpikir dengan keras.
Bagaimana mungkin … benar-benar ada Spiritualist Master di tempat seperti ini!
>> Bersambung.
__ADS_1