Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Wanita Anggun


__ADS_3

Keesokan Paginya.


Duduk di halaman belakang rumah Tetua Feng, Adam melirik pria paruh baya yang tertidur pulas di kursinya.


Mengingat apa yang terjadi semalam, sudut bibir Adam berkedut. Dia benar-benar hampir dibuat gila oleh b-jingan tua yang terlalu banyak berkhayal itu!


'Meski Tetua Feng agak gila, dia memang baik.'


Pikir Adam ketika melihat pria paruh baya itu.


Singkat cerita, Tetua Feng berpikir kalau Adam lahir dari pasangan Kultivator. Kedua orang tuanya terbunuh di depan matanya. Pemuda itu tumbuh dengan niat balas dendam.


Setelah membunuh lawan-lawannya dan membalas dendam, sekarang dia berkeliaran dengan bebas tanpa tujuan.


Ya ... begitulah yang dipikirkan oleh Tetua Feng.


Hal itu membuat Adam merasa tidak bisa berkata-kata. Bahkan jika dia yatim piatu, pemuda itu tidak pernah merasa hidupnya buruk.


Di panti asuhan, Adam dianggap jenius. Dia selalu mendapatkan beasiswa sampai kuliah. Adam juga memiliki bisnis. Bahkan sekarang memiliki dua kekasih cantik dan sesekali menggoda wanita.


Kehidupannya begitu luar biasa, bahkan melebihi kehidupan kebanyakan orang normal lainnya. Jadi benar-benar tidak ada sangkut pautnya dengan kisah sedih semacam itu!


"Ugh ..."


Melihat beberapa kendi anggur, Adam bangkit lalu melemaskan otot-otot tubuhnya.


"Lebih baik jalan-jalan sambil sedikit berolahraga."


Setelah mengatakan itu, Adam pergi keluar dari rumah Tetua Feng sambil membawa pedang yang dia pinjam dari Lei Fan.


***


Setelah jalan-jalan, menyapa para murid yang sebagian sudah bangun meski pagi buta ... Adam menjelajahi seluruh Sekte Thunder Fang.


Tentu saja, hanya area yang boleh diakses oleh umum.


Pada akhirnya, Adam berhenti di pinggir danau buatan. Tidak terlalu besar, tetapi juga tidak kecil. Dia melihat banyak ikan koi dengan berbagai ukuran di sana.


Chirp! Chirp!


Ketika Adam duduk santai di pinggir danau, burung kenari kecil yang selalu mengikutinya mulai berkicau.


Bukan hanya makhluk kecil itu, tetapi suara kicauan burung-burung saling bersahutan. Agak terlalu ramai dan bising, tetapi Adam tidak menyangkal kalau itu juga pemandangan unik dan indah.


Pada saat itu, burung kecil yang berada di pundak Adam tiba-tiba terbang.


Pemuda itu melihat ke arah burung kenari kecil terbang lalu ekspresi terkejut tampak di wajahnya.


Dalam pandangan Adam, tampak sosok wanita cantik dengan hanfu hitam khas Sekte Thunder Fang. Namun hanfu sedikit berbeda dari milik murid. Ya ... itu adalah pakaian Tetua.


Wanita itu memiliki tubuh ramping, kulit putih bak salju. Dia memiliki rambut hitam yang kebetulan disanggul. Wajah wanita itu tampak begitu tenang dan tak acuh, tetapi apa yang membuat Adam paling terkejut bukan parasnya, tapi ...


Puluhan burung kenari yang terbang mengikutinya!


Wanita itu membawa sebuah wadah yang berisi sesuatu berwarna hijau dan jingga. Setelah memperhatikannya baik-baik, Adam tahu itu adalah pakcoy (sawi) dan wortel yang dipotong kecil-kecil.

__ADS_1


Wanita itu dengan santai meraup lalu melemparkan segenggam sayuran ke udara. Puluhan burung kenari langsung menangkap sayur-sayuran itu.


Melihat ke arah wanita yang memberi makan burung kenari seperti sedang memberi makan ikan, Adam benar-benar tidak bisa berkata-kata.


Tampaknya wanita itu merasakan tatapan Adam. Dia menoleh ke arah pemuda itu. Ekspresinya tidak banyak berubah. Masih begitu datar. Wanita itu hanya mengangguk ke arah Adam.


Adam sendiri juga mengangguk sebagai tanggapan.


Pemuda itu menatap wanita yang sibuk memberi makan para burung kenari. Setelah beberapa saat, dia juga memalingkan wajahnya.


Meski cantik, Adam juga tidak terlalu tergerak. Dia duduk bersila di pinggir danau, bermeditasi sambil menikmati suasana pagi. Ya ... meski matahari belum menampakkan diri.


Sekitar lima belas menit kemudian, Adam yang memejamkan matanya melihat pancaran sinar mentari dari ufuk timur. Pada saat itu juga, dia melihat burung kenari kecil yang terbang kembali kepadanya.


"Tampaknya kamu tipe burung yang tidak tahu malu, Choco. Setelah makan ... kamu benar-benar pergi ke sini?"


Burung kenari kecil tidak tahu apa yang Adam maksud. Dia hinggap di atas punggung tangan pemuda itu lalu berkicau dengan gembira.


Adam yang melihatnya hanya bisa tersenyum. Dia kemudian mengelus kepala makhluk kecil itu, membuat si burung kenari kecil memejamkan matanya sambil menikmati sentuhan lembut Adam.


"Apakah Choco nama burung itu?"


Mendengar suara merdu dan menenangkan, Adam menoleh ke belakang.


Melihat wanita yang berjalan ke arahnya, Adam kembali melihat ke burung kenari kecil di atas punggung tangannya.


"Aku tidak tahu siapa namanya. Namun karena agak merepotkan jika memanggilnya sebagai burung kenari kecil, aku rasa nama Choco lebih singkat dan mudah diingat."


"Kenapa Choco? Bukan nama lain?"


Mendengar pertanyaan wanita itu, Adam melihat bulu hitam dan cokelat burung kenari kecil itu. Dia kemudian berkata.


Malam itu cukup dingin, meski sudah ada api unggun. Ketika aku melihat bulu dengan warna unik ini, entah kenapa aku mengingat dan menginginkan cokelat panas.


Jadi aku memanggilnya Choco."


"Pfft ..."


Wanita itu menutup mulutnya untuk menahan tawa. Menatap ke arah Adam, dia tiba-tiba berkata.


"Kamu lebih aneh daripada yang pernah aku dengar, Mr Owl."


"Kamu juga lebih ramah daripada yang dibicarakan orang-orang, Tetua Yueyin."


Ketika mendengar ucapan Adam, Yueyin tahu kalau pemuda itu mengenalnya. Namun dia merasa cukup terkejut melihat Adam benar-benar mengabaikannya.


Meski tidak banyak bicara atau menyombong diri, Yueyin yakin, jika dia berkata kalau dirinya adalah wanita cantik nomor dua di Sekte Thunder Fang, tidak akan yang berani mengaku sebagai wanita paling cantik di Sekte Thunder Fang.


'Menarik ...'


Pikir Yueyin yang melihat Adam sibuk bermain dengan Choco.


"Aku dengar kamu bisa mengalahkan Senior Kong dengan mudah, Mr Owl?"


"Aku hanya beruntung." Adam menjawab dengan nada hambar.

__ADS_1


"Ck! Apakah itu cara merendah tetapi juga menyombongkan diri?"


"Terserah bagaimana kamu ingin mengartikannya, Tetua Yueyin."


"Hmmm ... kamu benar-benar terlalu tenang, Mr Owl."


"Bukankah kamu juga tampak begitu tenang, Tetua Yueyin?"


"Aku dilahirkan berbeda."


"Berarti bukan hanya kamu yang bisa dilahirkan berbeda. Lagipula, dunia ini begitu luas."


"Apakah kamu berusaha membuatku kesal, Mr Owl?"


"Tidak. Aku hanya membalas, jadi itu hanya perasaanmu."


"..."


Yueyin menarik napas dalam-dalam. Daripada para laki-laki yang mencoba mendekatinya sampai bertingkah seperti anjing penjilat, Adam benar-benar berbeda dari laki-laki lain yang dia kenal selama ini.


"Mungkinkah kamu marah karena aku tidak menemui kamu kemarin?"


Mendengar pertanyaan Yueyin, Adam menolah ke arah wanita itu.


"Pertama-tama, aku minta maaf, Tetua Yueyin.


Jangankan marah dan melakukan hal-hal kekanak-kanakan karena kamu tidak menyapa. Bahkan kita belum pernah ketemu sebelumnya.


Kenapa aku harus marah karena hal sepele seperti itu?"


"Kamu benar juga, Mr Owl."


Yueyin mengangguk singkat. Melihat Adam yang begitu tenang, tiba-tiba wanita itu berkata.


"Aku baru kembali kemarin malam. Meski tidak ada hubungannya karena kita tidak saling kenal, aku minta maaf sebagai Tetua Sekte Thunder Fang yang tidak datang untuk menyambut tamu."


"Bukankah kamu bilang sedang dalam misi? Hal semacam itu sama sekali tidak bisa disalahkan. Bahkan aku tidak peduli apakah ada yang menyambut atau tidak."


Melihat ke arah Adam yang masih tenang, tanpa sadar Yueyin mengangkat sudut bibirnya.


Biasanya, para laki-laki akan balik meminta maaf kepada dirinya jika dia sampai minta maaf. Namun Adam benar-benar masih kokoh dan tidak menunjukkan sedikit pun celah.


Karena telah selesai memberi makan para burung kenari, sekaligus merasa agak bosan, wanita itu akhirnya berpamitan.


"Kalau begitu aku akan kembali, Mr Owl."


"Ya." Adam mengangguk ringan.


"Sampai jumpa nanti."


"Ya. Sampai jumpa nanti."


Melihat ke arah Yueyin pergi, Adam tiba-tiba terkejut.


'Sampai jumpa nanti?'

__ADS_1


Mengingat kalimat tersebut, Adam langsung berpikir kalau mereka berdua akan segera bertemu kembali.


>> Bersambung.


__ADS_2