Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Sebagai Permintaan Maaf


__ADS_3

Dua jam kemudian, markas Wings of Freedom.


"Aku tidak menyangka kalau kalian melakukan semuanya dengan begitu cepat."


Duduk di kursinya, Adam menatap tumpukan kertas di atas meja. Meski tumpukan tidak begitu tinggi, untuk kasus yang terjadi selama satu bulan ... itu masih terlalu banyak.


"..."


Shawn, Matt, Randy, Brock, serta anggota Wings of Freedom lain diam di tempat mereka. Orang-orang itu sebenarnya telah terburu-buru dan bergegas untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Adam. Lagipula, mereka tidak ingin mendapat bonus pemukulan.


Mereka merasa jatah harian itu sudah cukup! Bahkan terlalu banyak!


"Ya ... terima kasih atas kerja keras kalian. Kalian boleh pergi."


Mendengar apa yang diucapkan oleh Adam, mereka semua tampak lega. Akan tetapi, Shawn dan Matt memasang ekspresi ragu di wajah mereka.


"Ada apa? Jika ada yang ingin kamu tanyakan, ucapkan saja."


"Bos ... sebenarnya, akan ada pertemuan antara para 'pebisnis' Kota B. Sebagai kelompok baru yang naik daun dan mengakuisisi banyak bisnis, kami juga dipersilahkan untuk hadir. Jadi ...


Apakah kamu mau menghadiri acara ini, Bos?"


"..."


Melihat Adam hanya diam, Shawn buru-buru menjelaskan.


"Tentu saja, jika tidak ingin, tidak perlu datang. Namun, kita masih harus mengirim orang sebagai perwakilan, kan? Lagipula, mungkin akan banyak masalah jika kita tidak muncul."


"Hmmm ..." Adam merenung sejenak. "Menarik."


"Jadi ... bagaimana menurutmu, Bos?"


"Kapan acara akan diselenggarakan?"


"Sabtu depan, jam sembilan malam."

__ADS_1


"Lokasi?"


"Di gedung XX, tengah kota. Bisa dibilang, acara itu cukup terbuka dan meriah."


"Aku akan datang."


Adam adalah tipe orang yang jarang, bahkan hampir tak pernah mengingkari kata-katanya. Ucapan lelaki itu langsung membuat para anggota merasa bersemangat. Namun ...


"Karena aku tidak ingin Wings of Freedom tampil memalukan, dalam waktu beberapa hari ke depan ... latihan digandakan."


"..."


Semangat anggota Wings of Freedom langsung disiram dengan air dingin. Mereka tampak pucat, bahkan beberapa menggigil kedinginan. Intensitas latihan saat ini sudah membuat tubuh mereka serasa disiksa. Jika berlipat ganda ...


Mereka benar-benar ingin menangis, menyesal karena meminta Adam untuk pergi ke acara itu!


"Kalian boleh pergi."


Mendengar perkataan Adam, mereka semua pergi meninggalkan kantor dengan ekspresi pucat. Tampaknya sudah membayangkan apa yang akan mereka alami beberapa hari ke depan.


"Tentu saja ..."


Melihat topik utamanya adalah tindakan yang dilakukan Blood Owl dalam memprovokasi pemerintah, sudut bibir Adam berkedut.


'Aku rasa, aku sama sekali tidak mencoba memprovokasi mereka, kan? Ini jelas berita salah.'


Si tidak peka langsung membenarkan dirinya. Pemuda itu kemudian langsung fokus pada berita-berita lain. Selain berita tentang Blood Owl, ada juga berita pertarungan geng dan semacamnya. Namun, ekspresi Adam langsung menjadi serius ketika melihat berita tentang pembunuhan berantai.


Mengingat James yang berbicara kepadanya, lalu penampilan Carole dan Jasmine ... Adam langsung memeriksa berita tersebut.


"Jadi begitu ..."


Adam bergumam pelan. Setelah membaca semuanya, pemuda itu menjadi semakin serius.


"Roh jahat? Kultivator? Atau binatang aneh?"

__ADS_1


Melihat dari keanehan berita, Adam langsung menduga bahwa pelakunya pasti satu dari tiga yang di sebutkan. Lagipula, pembunuh profesional tidak bisa melakukan cara aneh dan kejam semacam itu, karena ...


Darah dadi setiap korban benar-benar dihisap sampai kering!


Memikirkan mantan rekan kerjanya, Adam menghela napas panjang.


"Setidaknya ... ini juga bisa dianggap sebagai permintaan maaf, kan?"


***


Sementara itu, di salah satu kamar KTV area timur Kota B.


"Kenapa kamu melakukan ini?! Aku ... Apakah aku mengenalmu?!"


Tampak sosok pria paruh baya gemuk yang hanya memakai celana pendek ketakutan. Di perutnya, tampak luka tusukan yang tidak terlalu dalam. Dia berusaha berteriak keras, tetapi karena ruangan kedap suara dan musik latar dinyalakan begitu keras ... sama sekali tidak ada yang mendengarnya.


Di depan lelaki itu, tampak sosok yang memakai jaket hoodie. Karena ruangan remang-remang, penampilannya sama sekali tidak begitu jelas. Namun, dari lekuk tubuhnya ... sosok itu adalah perempuan.


Dalam ruangan tersebut, selain lelaki paruh baya ... tampak beberapa pria paruh baya lain. Hanya saja, mereka sudah kehilangan nyawa mereka. Ada juga pada wanita bayaran yang ketakutan di sudut ruangan.


Perempuan yang menggunakan hoodie dan masker itu memainkan sebuah pisau di tangannya. Melihat itu, lelaki paruh baya gemuk langsung berkata.


"Aku akan memberimu yang sebanyak yang kamu inginkan! Jadi tolong—"


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, lelaki itu menatap ke arah perempuan di depannya dengan tatapan tidak percaya. Dia memegangi lehernya. Darah terus mengalir dari sana saat pria itu terus berjuang menghentikan pendarahan.


Melihat pria yang menggeliat di lantai seperti ulat menjijikkan, mata perempuan itu tampak agak cerah. Tampaknya dia menikmati pemandangan semacam itu.


Perempuan itu melirik pada wanita bayaran, tetapi tidak melakukan apa-apa.


Dia kemudian menjentikkan jari. Pada saat itu juga, muncul sosok serangga mirip kupu-kupu ... lebih tepatnya, seekor ngengat. Namun, makhluk itu lebih besar daripada telapak tangan lelaki dewasa.


Ngengat itu berwarna hitam dengan garis merah. Ya ... garis-garis merah yabg membentuk lukisan beberapa tengkorak bertanduk di punggungnya.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2