Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Dibalik Topeng?


__ADS_3

"Apakah semuanya sudah beres, Mr Owl?"


Melihat Adam yang baru saja kembali, James langsung bertanya.


"Semuanya sudah diurus. Apa yang perlu dilakukan sekarang hanyalah kembali dan menulis laporan.


Tentu saja, kita tidak bisa membiarkan petugas lain menganggur, kan? Biarkan mereka mengurus orang-orang yang masih sakit.


Meski tampak cukup parah, jika ditangani dengan baik, dua minggu kemudian semua korban pasti sudah sembuh."


Mendengar ucapan Adam, James mengangguk. Dari percakapan mereka sebelumnya, dia tahu kalau ramuan Adam bisa digunakan untuk menyembuhkan orang-orang itu. Namun pemuda bertopeng itu jelas tidak melakukannya karena meski keracunan cukup parah, itu tidak mengancam nyawa mereka.


Paling-paling, mereka harus menderita cukup lama.


James sekarang sudah tahu garis bawah Adam. Pemuda bertopeng sama sekali tidak menggunakan konsep penyelamatan adalah hal utama atau semacamnya. Sebaliknya, Adam jelas memilih untuk membiarkan siapa saja yang pantas mendapatkannya.


Agak kasar dan cukup melenceng dari tugas mereka, tetapi karena tidak menyangkut dengan nyawa seseorang, Adam jelas akan dibiarkan begitu saja.


Jika dipaksa untuk membantu, Adam pasti akan meminta uang ganti untuk ramuan. Dan James yakin, itu tidak begitu murah.


Jelas, pihak atas lebih memilih untuk membiarkan puluhan warga menderita daripada kehilangan uang mereka. Lagipula, ada ratusan ribu warga hanya di daerah B saja. Jadi mereka pikir, puluhan orang meninggal karena 'kecelakaan' lebih baik daripada harus kehilangan uang mereka.


Jadi, Adam yang masih memiliki batas lebih baik daripada mereka yang tanpa segan-segan mengorbankan orang lain dengan alasan untuk kepentingan yang lebih besar atau masa depan yang lebih baik.


"Kita akan kembali nanti petang. Hari ini aku akan menginap di markas untuk mengurus berbagai bahan dan menulis laporan lengkap."


"Baik."


James mengangguk sebagai jawaban. Dia sama sekali tidak memiliki keraguan, kerena yakin kalau Adam telah mengatur semuanya dengan baik.


***


Malam harinya.


"Akhirnya kembali!"


Glenn yang baru saja tiba langsung turun dari mobil dan berlutut di tanah. Ekspresi lega dan penuh syukur tampak di wajahnya, membuat Adam dan rekan-rekan lainnya tidak bisa berkata-kata.


Bahkan Nam yang datang untuk menyambut mereka tercengang. Benar-benar tidak tahu kenapa Glenn tiba-tiba menjadi aneh ketika pulang.


"Abaikan saja dia, segera bawa kotak kayu itu ke basemen. Ingat, jangan menyentuhnya dengan asal, atau aku tidak akan mau menanggung resikonya."


"Ya, Pak!"


Mendengar jawaban mereka, Adam mengangguk. Dia kemudian melirik ke arah Nam lalu berkata.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu membantu, Nam. Ini bukan berbahaya, kamu mengerti?"


"Baik, Guru!"


Meski Nam sangat ingin membantu Adam, bocah itu tahu kalau gurunya pasti memiliki alasan sampai dia tidak boleh membantu.


Adam kemudian pergi membawa kotak-kotak kayu yang berisi jamur dan memindahkannya ke basemen. Sementara toples berisi tubuh lebah dia bawa ke kamar.


Selesai memindah semua barang, Adam menyuruh anggota lain untuk pergi mandi dan beristirahat. Dia sendiri sibuk di basemen. Pemuda itu memilah jamur berdasarkan ukurannya, lalu menempatkannya dalam tiga wadah berbeda yang berisi masing-masing satu kilogram.


Adam kemudian menyimpan dua wadah plastik berisi jamur berukuran besar dan kecil lalu menyimpannya.


Sedangkan satu kilogram lainnya yang berisi jamur yang lebih kecil, Adam merendamnya dengan dua liter air mineral. Hanya sebentar, kemudian memindahkannya ke sebuah nampan.


Sambil menunggu air berkurang, Adam menyaring air bekas merendam jamur tersebut ke dalam sebuah botol berukuran dua liter.


"Dengan begini, mereka pasti hanya berpikir kalau jamur ini hanyalah jamur langka."


Meski prosesnya cukup sederhana, Adam memang telah menghilangkan lendir khusus dari jamur tersebut. Hanya menyisakan jamur dengan rasa enak ketika diolah.


Benar. Adam berniat untuk menyimpan dua kilogram jamur sedang dan besar untuk dirinya sendiri. Dia juga akan menyimpan dua liter air yang telah dicampur dengan lendir jamur tersebut.


Ya. Adam berniat untuk menyembunyikan informasi dari pihak kemiliteran dan pemerintah. Dia juga telah menyimpan banyak spora yang berhasil menjadi bibit jamur. Pemuda itu berniat untuk membudidayakan jamur itu sendiri.


Adam tidak mengatakannya kepada anggota lain, tetapi sebenarnya jamur itu tidak jauh berbeda dari jamur lain.


Jamur tidak memiliki klorofil, jadi mereka tidak bisa memroses makanan mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka tumbuh pada pohon mati, kayu busuk, dan tanaman lainnya. Namun ...


Bukan berarti tidak ada jamur yang hidup dengan menyerap unsur lain.


Ya. Bangkai ... ada jamur yang tumbuh di atas bangkai binatang, atau mayat manusia.


Adam tidak mengatakannya, tetapi, sebenarnya dia menyadari kalau banyak tulang manusia yang ada dalam gua yang dia dan anggota Dark Wings jelajahi.


Pemuda itu merasa agak kesulitan untuk membudidayakan jamur tersebut karena dia tahu, jamur memerlukan banyak tulang dan darah untuk tumbuh.


Tentu saja, ada cara aman untuk membudidayakan jamur tersebut. Itulah kenapa Adam memilih untuk membawanya kembali.


Awalnya Adam berniat untuk menyimpan dua kilogram jamur untuk dirinya sendiri, tetapi dia tiba-tiba menggelengkan kepalanya.


Dia mengambil setengah kilogram jamur sedang lalu merendamnya dalam satu liter air mineral. Seperti proses pertama, Adam memindahkan jamur bersih lalu menyaring air dan memasukkannya ke dalam botol air ukuran satu liter.


Menyimpan 1,5 kilogram kualitas atas dan baik untuk dirinya sendiri. Mengirimkan 1 kilogram kualitas biasa ke pusat militer Kota B. Terakhir, memberikan 0,5 kilogram kualitas baik untuk anggota Dark Wings.


'Aku akan memasak ini untuk sarapan besok. Ya, biarkan mereka tutup mulut perihal efek jamur.'

__ADS_1


Adam berpikir dalam hati. Mengangguk puas ketika rencananya berjalan lancar.


Kembali ke kamarnya, Adam mulai memilah tubuh lebah madu dengan pinset.


Adam memasukkan 100 tubuh lebah pekerja dan 3 lebah pejantan ke sebuah toples kaca sedang. Tentu saja, itu kualitas agak buruk. Karena dia akan mengirimnya ke pusat militer Kota B.


Sedangkan 200 lebih sisanya? Adam akan membawanya kembali.


Meski tidak hidup, tubuh lebah-lebah itu masih berguna. Ya ... berguna untuk menjadi salah satu bahan racun.


Adam juga merawat 1 ratu lebah dan 2 anakan ratu lebah dengan hati-hati.


Selesai mengatur semuanya dengan baik, Adam akhirnya menulis laporan. Tentu saja, dia tidak menulis semuanya. Hanya menulis sebagian besar tetapi masih menyimpan beberapa inti informasi seperti lendir jamur, ratu lebah, dan produksi madu terlarang.


Tanpa terasa, waktu berlalu begitu cepat. Sudah hampir fajar, dan Adam langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


'Setelah ini, tinggal mengemas jamur ke dalam wadah dan mengirimnya ke pusat militer Kota B bersama dengan tubuh lebah serta laporannya.


Kemudian, masak sarapan untuk orang-orang dan menyuruh mereka tutup mulut.'


Kreeek~


Pada saat Adam selesai mencuci wajahnya, suara pintu terbuka terdengar di telinganya. Menoleh ke sumber suara, dia melihat sosok Carole yang berdiri diam di depan pintu.


Dua pasang mata saling memandang. Carole terpesona di tempatnya. Hendak mengatakan sesuatu, Adam tiba-tiba menghampiri dan menutup mulutnya dengan tangan kiri.


"Sssttt ..."


Adam menyuruh Carole diam. Melihat wanita itu mengangguk, dia menghela napas. Dia mengambil topeng lalu memakainya. Pemuda itu agak ceroboh setelah mengurus jamur dan lebah, dia benar-benar lupa mengunci pintu kamar mandi.


Untung saja Adam tidak sedang mandi, jadi tidak perlu terlalu khawatir. Menatap ke arah Carole, pemuda itu berbisik.


"Rahasiakan ini, okay?"


Mendengar ucapan Adam, Carole mengangguk.


Adam kemudian pergi kembali ke kamarnya.


Carole menatap punggung Adam dengan tatapan takjub. Awalnya dia sangat mengantuk, tetapi karena terkejut, dia benar-benar telah sepenuhnya sadar. Wanita itu tidak menyangka kalau bisa melihat wajah Adam karena kebetulan.


Mengingat wajah itu, Carole bergumam.


"Muda dan tampan ..."


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2