
Melihat ke arah goa suram lalu ke arah Adam yang berkata dengan nada cukup bersemangat, sudut bibir anggota Dark Wings berkedut.
'Tempatnya begitu suram dan tampak berbahaya! Kenapa kamu malah bersemangat?!'
Seru keempat orang itu dalam hati, tetapi tidak berani mengeluh karena takut ditargetkan oleh Adam pada sesi latihan.
Adam menatap ke arah rekan-rekannya yang tampak tidak bersemangat.
"Apakah kalian tidak bersemangat?"
Mendengar pernyataan Adam, orang-orang itu bersorak dengan nada datar.
"Ooohhh ..."
Mendengar sorakan datar itu, sudut bibir Adam berkedut. Melihat orang-orang yang tampak berhati-hati dan ketakutan, dia menghela napas. Lagipula, hal itu memang normal.
"Sudahlah. Ikuti saja aku."
Adam berkata dengan nada santai sebelum pergi berjalan turun melewati jalan yang dibuat warga sebelumnya.
Sampai di mulut goa, Adam menyalakan senter. Cahaya terang langsung menembus kegelapan, membuat mereka dia dan teman-temannya bisa melihat jelas goa tersebut.
Hanya melihat dinding berlumpur dan bebatuan, Adam menghela napas panjang ketika berjalan ke depan. Empat orang lainnya mengikuti di belakang dengan tenang.
"Bukankah mereka bilang cukup banyak jamur? Kenapa kita tidak melihat apa-apa setelah masuk cukup dalam?"
Carole bertanya dengan nada penasaran. Apa yang diucapkan kepala desa dan para warga benar-benar berbeda dari apa yang mereka lihat sekarang.
"Begitulah manusia, Carole."
Adam menjawab singkat.
"Apa maksudmu, Mr Owl?"
"Bukankah itu jelas? Karena berharga, para warga berbondong-bondong untuk mendapatkan bagian mereka. Tidak peduli apa, selama berharga, mereka akan tamak dan berusaha mendapatkannya.
Namun ketika banyak yang menjadi korban? Mereka akhirnya melapor dan mengeluh. Padahal, jika menemukan hal-hal yang tidak diketahui, mereka seharusnya melapor terlebih dahulu.
Begitulah manusia. Bahkan jika itu aku, kemungkinan besar aku akan menyimpan untukku sendiri. Bedanya, aku harus memastikan tahu informasi jelas dan harganya, juga cara menanganinya.
Aku tidak cukup munafik untuk berkata akan menyerahkan apa yang aku temukan untuk pemerintahan. Ya, kalau tidak benar-benar tahu atau kurang berharga ... biarkan saja mereka mengambilnya."
Mendengar penjelasan Adam, sudut bibir rekan-rekannya berkedut. Di satu sisi, mereka merasa kalau pemuda itu cukup berani karena berbicara seperti itu tanpa takut dilaporkan oleh mereka. Di sisi lain, keempat orang itu merasa senang karena mereka tahu bahwa Adam memercayai mereka, jadi berani berbicara bebas.
"Aku tidak menyangka kamu seberani itu, Mr Owl."
__ADS_1
James terkekeh ketika mendengar penjelasan Adam.
"Lagipula, aku juga tidak salah, kan? Ingat apa yang aku lakukan sebelumnya?
Setelah membereskan masalah anak-anak yang hilang, aku dihadiahi mobil sport, kan? Apakah kalian pikir itu hebat?
Jika kalian pikirkan baik-baik, aku masih dirugikan. Sudah jelas, preman itu melakukan banyak kesalahan. Setelah diungkapkan, seluruh asetnya diambil oleh pihak atas. Seharusnya bernilai ratusan juta, mungkin lebih dari satu miliar dollar aliansi.
Apakah mereka menggunakan dana itu untuk renovasi atau semacamnya? Aku rasa mereka malah membaginya, kan?
Mobil hanya salah satu aset yang tidak bisa dicerna oleh mereka. Jadi mereka memberikannya kepadaku. Berpikir aku akan bahagia atau semacamnya?
Mereka terlalu banyak berpikir dan merendahkan kecerdasanku!"
"..."
Mendengar keluhan Adam, keempat rekan lainnya tercengang. Mereka tidak menyangka kalau Mr Owl yang cool memiliki sisi kasar seperti itu. Bahkan mereka merasa sosok bertopeng itu cukup jijik dengan pemerintah.
Setelah memikirkannya baik-baik, mereka juga tidak bisa menyangkal Adam. Tampaknya semua itu benar!
"Oh! Lihat itu!"
Carole yang awalnya berpikir keras dan agak murung tiba-tiba bersemangat. Dia melihat jamur di kejauhan. Wanita itu berjalan melewati Adam lalu bergegas menuju ke arah jamur untuk memetiknya.
Sebelum jamur dipetik oleh Carole, suara Adam tiba-tiba terdengar.
Mendengar seruan Adam, gerakan Carole berhenti. Dia juga sadar telah membuat kesalahan karena terlalu bersemangat.
"Minum ramuan yang aku berikan pada kalian."
Adam berkata dengan nada tak acuh. Mereka berempat segera mengeluarkan ramuan dan meminumnya, lalu menatap lelaki bertopeng merah untuk meminta instruksi lebih lanjut.
Carole yang telah meminum ramuan hendak mengambil jamur, tetapi Adam muncul di sebelahnya lalu menampik tangannya.
"Jangan ceroboh, Carole."
Adam mengingatkan. Dia melihat ke arah Carole, Jasmine, James, dan Douglas yang terlihat cukup bersemangat. Pemuda itu kemudian mengalihkan perhatiannya pada jamur yang ada di depan mereka.
Penampilan jamur itu sendiri mirip dengan jamur morel. Bedanya, bagian kepala jamur yang penuh dengan rongga itu berwarna hitam. Selain itu, juga ditutupi oleh semacam lendir tipis.
'Pantas saja, jadi jamur ini ...'
Pikir Adam ketika melihat penampilan jamur tersebut. Dia langsung mengenali jamur tersebut karena informasi yang dia terima ketika mendapatkan ilmu alchemy.
'Jika ada jamur ini, berarti ...'
__ADS_1
Adam menatap ke lokasi lebih dalam. Ekspresinya tampak serius, tetapi langsung menjadi reda.
Pemuda itu kemudian menatap Carole sebelum berkata.
"Tampaknya aku telah menyelamatkan masa depanmu, Carole."
"Eh???"
Mendengar ucapan Adam, Carole terkejut.
"Apakah kalian tahu jamur ini? Benda ini yang membuat kalian merasa bersemangat.
Jamur ini memiliki efek khusus membuat 'bersemangat'. Ya, khususnya untuk perempuan.
Jika Carole memegang ini dengan tangan kosong dan lendir jamur meresap ke dalam pori-pori dan menyatu dalam tubuhnya, dia akan menjadi lebih bersemangat.
Ya, ini memiliki efek seperti obat perangsang. Khususnya untuk perempuan."
Mendengar penjelasan Adam, keempat orang itu terkejut. Carole sendiri yang paling terkejut, karena tidak menyangka ada makhluk 'nakal' seperti itu.
Ya. Jamur bukanlah hewan atau tumbuhan. Jamur tidak memiliki klorofil, jadi mereka tidak bisa melakukan fotosintesis. Mereka hidup dengan menyerap unsur nutrisi dari tanaman, dan lainnya.
Adam menatap Carole dengan ekspresi heran. Tidak menyangka kalau selain memiliki toleransi alkohol rendah, wanita itu juga memiliki pertahanan buruk dengan berbagai hal. Tampaknya, dia memiliki indera penciuman dan perasa lebih baik daripada orang-orang pada umumnya.
"Untung saja aku cukup cepat. Jika tidak kelihatannya aku harus membawamu ke hotel ketika kembali, Carole."
Mendengar Adam yang menggodanya, wajah Carole langsung menjadi merah. Untung saja goa itu gelap dan senter tidak diarahkan kepadanya, jadi selain Adam yang memiliki penglihatan dalam gelap, tiga orang lainnya tidak tahu.
"T-Terima kasih, Ketua. Maaf karena sudah ceroboh."
Mendengar permintaan maaf Carole, Adam mengangguk. Dia kemudian mengambil keranjang bambu. Karena pemuda itu mengenakan sarung tangan kulit berwarna hitam, dia dengan santai mencabut jamur lalu memasukkannya dalam keranjang bambu.
Adam kemudian bangkit dan kembali berjalan ke depan. Pada saat itu juga, dia mengingatkan.
"Jika di bagian paling dalam terdapat banyak jamur, kalian tidak perlu membantu untuk mengambilnya. Biarkan aku yang melakukan panen, karena itu cukup berbahaya.
Juga, kalian harus mendengarkan semua instruksi dariku. Apakah kalian mengerti?"
Mendengarkan ucapan Adam, mereka berempat menjawab serempak.
"Baik, Pak!"
Mendengar jawaban mereka, Adam mengangguk puas. Dia terus berjalan ke depan, tetapi ekspresinya menjadi lebih serius.
Tampaknya benar-benar mengamati setiap detail dari apa yang bisa dia lihat!
__ADS_1
>> Bersambung.