Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Dalang?


__ADS_3

Dalam ruang gelap yang tidak diketahui lokasinya.


"Tidak perlu memegang tanganku, aku tidak akan pergi ke mana-mana!"


Melewati lorong gelap dengan lentera di kanan dan kiri, Lulu melepaskan tangannya dari sosok lelaki yang memegang tangannya. Mengelus pergelangan tangannya yang membiru karena dipegang erat, dia menatap sosok pria tak acuh di depannya.


"Kamu sama sekali tidak lembut, Shin! Mana mungkin pria sepertimu disukai oleh para gadis!"


"Aku tidak peduli."


Shin, pria dengan penampilan suram ditambah tato Darkblood Moth di lehernya menatap ke arah Lulu dengan ekspresi tak acuh.


"Kamu telah berburu terlalu banyak. Karena perbuatanmu, kami harus mencegah beberapa gerakan mencurigakan. Hal itu benar-benar merepotkan IBU.


Apakah kamu tahu itu?"


Dihadapkan dengan tatapan dingin Shin, Lulu mengelak sambil mendecak. Gadis itu akhirnya membalas.


"Iya, iya ... Maaf, aku tahu itu!"


Selain mereka berdua, ada beberapa orang yang mengikuti di belakang. Saat itu, salah satu pria yang tampaknya cukup baru seperti Lulu mengangkat tangannya.


"Ada apa?" tanya Shin dengan ekspresi datar.


"Saya dengar, anda yang paling kuat dalam kelompok, Kak Shin. Jadi, kenapa anda—"


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, sosok Shin sudah muncul di depannya. Pria suram itu memegang leher anggota baru lalu mengangkatnya. Kemudian ...


Klak!


Suara sesuatu yang patah terdengar. Beberapa anggota lama tampak tenang, sementara yang baru sedikit pucat.


Shin mengabaikan mereka, langsung membuang tubuh pria yang baru saja bertanya ke pinggir lorong. Menatap ke arah anak-anak baru, dia berkata.


"Seberapa kuatnya kalian, itu sama sekali tidak ada hubungannya. Kita dipilih oleh IBU, dan kita diberi kesempatan oleh IBU, jadi ...


Kita hanya perlu melakukan kewajiban kita tanpa perlu bertanya. Apakah kalian mengerti?"


"Kami mengerti, Kak Shin!" jawab mereka bersamaan.


Setelah itu, Shin segera memimpin beberapa orang menuju ke sebuah ruangan luas. Tanpa sedikitpun keraguan, pria itu langsung berlutut di lantai lalu berkata.


"Saya sudah membawa mereka semua, Ibu."

__ADS_1


Mengikuti gerakan Shin, para anggota lain juga berlutut.


Di depan mereka, tampak sosok wanita cantik yang memandang mereka dengan senyum menawan. Orang yang sebenarnya tidak asing, satu dari orang kepercayaan Nona Kurona ... Lady Myra.


"Tidak seperti Obi yang bodoh dan suka mengacau, kamu melakukannya dengan baik, Shin."


"Itu tugas saya, IBU."


Shin menjawab dengan nada datar. Sama sekali tidak ada perubahan dalam ekspresinya.


"Maju ke depan, Lulu."


Mendengar ucapan Lady Myra, Lulu bangkit lalu maju dengan ekspresi agak ragu.


"Lebih dekat, Sayang~"


Wanita cantik itu kemudian mengulurkan tangannya. Dia menarik Lulu ke dalam pelukannya sebelum mengelus kepalanya dengan lembut.


"Aku tahu kamu sangat mendambakan kekuatan, Sayang. Aku juga tahu kamu ingin membersihkan para orang-orang jahat itu, tapi kamu berlebihan.


Sedikit bersabar, lalu kamu akan segera menyusul kakakmu Shin. Apakah kamu mengerti?"


Memiliki ekspresi cemas dan agak takut, Lulu menjawab.


"Saya mengerti, IBU."


"Saya tidak akan mengecewakan anda, IBU."


"Gadis baik ..."


Lady Myra mengelus kepala gadis itu dengan senyum di wajahnya. Namun, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya.


***


Sementara itu, di markas Wings of Freedom.


"Benar-benar merepotkan ..."


Mengumpulkan segala informasi tentang Darkblood Moth baik dari informasi System atau beberapa dokumen yang berkaitan, Adam bergumam dengan ekspresi berat.


Darkblood Moth, sejenis ngengat yang bisa dibilang sebagai Spirit Beast. Namun, berbeda dengan beberapa Beast milik Adam, makhluk itu berkembang dengan cara yang sangat mengerikan. Lebih tepatnya ... menjijikkan.


Darkblood Moth akan bertelur. Telur tersebut akan menetas sebagai parasit. Dalam masa larva, dia akan menyerap nutrisi dalam tubuh inangnya. Setelah menjadi kepompong, biasanya makhluk itu akan membunuh inangnya dan bebas menjadi Darkblood Moth dewasa. Hanya saja, bukannya bebas ... Darkblood Moth dewasa itu akan kembali ke induknya. Pada akhirnya, dia akan mati karena dikanibalisasi oleh induknya sendiri.

__ADS_1


Ada juga kasus lain, yaitu larva Darkblood Moth cocok dengan inangnya. Meski masih menyerap gizi dalam tubuh inangnya, ketika tumbuh dewasa, makhluk itu tidak akan membunuh inangnya dan malah menjadi partnernya. Dengan kata lain, menjadi benalu yang hanya bisa hidup bersama dengan pohon yang dia tempel.


Itu juga cara agar Darkblood Moth tidak mati dikanibalisasi oleh induknya. Tentu saja, induk itu sendiri juga memiliki inang sendiri.


Seperti benalu atau parasit lainnya, Darkblood Moth sama sekali tidak bisa hidup tanpa inangnya.


Sebagai induk, Darkblood Moth sendiri memiliki kemampuan khusus, yaitu mengendalikan anak-anaknya. Selain itu, Darkblood Moth sendiri ada yang jantan dan betina. Namun, berbeda dengan kebanyakan binatang, Darkblood Moth sama sekali tidak membutuhkan pasangan agar bisa bertelur.


Darkblood Moth betina memiliki kemampuan reproduksi dan bisa mengendalikan anak-anaknya, hanya saja, tubuh mereka sendiri lemah. Perkembangannya juga sangat lama dan sulit.


Sebaliknya, Darkblood Moth pejantan itu kuat dan bisa berkembang lebih cepat. Hanya saja, mereka sama sekali tidak bebas dan selalu dikendalikan oleh induknya. Dengan kata lain ... hanya diperlakukan sebagai senjata.


Apa yang paling mengerikan dan menjijikkan, Darkblood Moth biasanya hanya menempel pada manusia dan memakan banyak korban. Oleh karena itu, makhluk itu dianggap jahat dan kotor, berakhir diburu dan dimusnahkan oleh para Kultivator.


"Benar-benar menjengkelkan ..."


Adam bergumam pelan. Mengingat sosok Lulu yang sekarang menghilang, pemuda itu mengerutkan kening. Jelas, ada dalang di balik kasus pembunuhan yang dilakukan Lulu.


Masalahnya, untuk mengungkap semuanya, Adam perlu menangkap salah satu 'anak', karena dia yakin ... sang 'Ibu' pasti bersembunyi di tempat yang sangat sulit dia jangkau. Paling tidak, pemuda itu pasti akan kesulitan untuk menemukannya secara langsung.


"Tampaknya aku juga harus mencari informasi dari Bella dan teman-temannya," ucap Adam dengan senyum masam di wajahnya.


Pemuda itu sebenarnya tidak ingin melibatkan orang-orang yang dia sayang dalam bahaya. Masalahnya, Adam gagal dan akhirnya harus melibatkan Bella. Ya ... meski gadis itu juga yang meminta, tetap saja dia merasa telah gagal.


Tok! Tok! Tok!


Mendengar ketukan pintu, Adam berkata.


"Masuk."


Pintu terbuka dan sosok Matt masuk ke dalam ruangan.


"Ada masalah, Ketua!"


Melihat ekspresi Matt, Adam mengangkat alisnya.


"Ada apa?"


"Bloodlust Axe ... mereka memulai gesekan di perbatasan. Tampaknya mereka membuat masalah karena kita terus menekan Crimson Wolf dalam perkembangan kita untuk menguasai area barat."


Mendengar itu, ekspresi Adam masih tampak tenang. Dia memejamkan mata sejenak. Menghirup napas panjang sebelum menghembuskan perlahan. Membuka matanya, tatapannya menjadi lebih dingin.


Pada akhirnya, pemuda itu membuka mulutnya.

__ADS_1


"Orang-orang bodoh itu ... benar-benar membuat masalah di saat yang tidak tepat."


>> Bersambung.


__ADS_2