
"Pejabat, kah?"
Adam bergumam pelan sembari menatap sosok Jimmy. Melihat pria itu ragu, bahkan tampak takut ... tanpa sadar dia mengangkat sudut bibirnya.
"Siapa yang peduli dengan itu?"
"Eh???"
Melihat Jimmy dan istrinya terkejut, Adam menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak bisa banyak bicara. Namun, daripada berpihak pada pemerintah atau pada rakyat, bisa dibilang aku berada di area netral.
Itu berarti ... Aku tidak peduli apakah itu rakyat kecil atau pejabat, pelaku adalah pelaku."
Ucapan Adam sekali lagi membuat pasangan suami-istri tersebut kaget. Mereka berpikir kalau mereka salah mendengar ketika Adam berkata kalau dirinya tidak berpihak kepada pemerintahan.
Meski pemuda itu berkata kalau dirinya netral, biasanya, orang yang tidak mendukung pemerintah akan dianggap sebagai penjahat, pembelot, dan lainnya. Namun lelaki bertopeng merah itu berbicara seolah tidak peduli apakah pemerintah tahu atau tidak tentang dirinya. Tidak peduli apakah dia akan dianggap sebagai penjahat atau pahlawan.
"Jadi, ceritakan saja apa yang sebenarnya terjadi."
Merasakan tatapan Adam yang diarahkan kepada dirinya, Jimmy hanya bisa menghela napas panjang.
***
Tiga puluh tahun yang lalu, SMA Blue Rose.
Sebagai sekolah swasta terbaik di Kota B, SMA tersebut menjadi tujuan dari banyak remaja. Selain karena gengsi, pendidikan di SMA tersebut memang terbilang lebih baik daripada sekolah-sekolah lain di Kota B.
Tahun itu, ada siswi kelas dua yang sangat terkenal.
Ya ... Namanya adalah Guren.
__ADS_1
Kulit putih bak salju, rambut hitam panjang selembut sutra, ditambah sosok menawan dan tempramen lembut tetapi menjaga jarak dengan orang-orang lainnya ... gadis itu memang sangat dipuji baik oleh guru atau para murid.
Seperti namanya, di mata para laki-laki, Guren tampak seperti teratai merah yang indah. Benar-benar membuat orang yang memandangi gadis itu ingin memetik dan memilikinya.
Hanya saja, perubahan benar-benar terjadi ketika Guren berada di kelas dua SMA.
Mungkin karena temperamen cukup penyendiri dan banyak gadis iri, kejadian demi kejadian buruk mulai terjadi.
Loker sepatu yang diisi sampah, dianggap tidak ada dalam kelas. Bahkan klub tari yang dia ikuti juga menganggap dirinya tidak ada.
Bukan hanya itu, berita-berita buruk juga mulai dibuat, menjatuhkan nama baik Guren. Mendapatkan beasiswa bukan karena kecerdasan, tetapi menggoda kepala sekolah dan para donatur. Sengaja kalah dalam lomba. Serta banyak berita negatif yang diarahkan kepadanya.
Khususnya oleh para teman sekelas dan guru.
Alasannya sebenarnya sederhana ....
Guren telah menyinggung orang yang biasanya tidak berani disinggung.
Darwin sangat menyukai Guren, tetapi selalu ditolak. Lagipula, gadis itu juga tahu kalau Darwin suka bermain dengan para gadis, dan dirinya tidak suka lelaki semacam itu. Bahkan jika kaya, cerdas, atau tampan.
Samantha sangat membenci Guren. Sebagai gadis yang seharusnya dianggap paling cantik, paling baik, dan sebagainya ... dia benar-benar turun ke nomor dua karena keberadaan Guren. Oleh karena itu, dia sangat membenci gadis itu.
Keduanya melakukan banyak hal, bahkan hal-hal yang begitu keterlaluan. Membuat Guren, gadis cantik pendiam itu akhirnya merasa depresi. Namun, gadis itu selalu memendam semuanya sendiri. Lagipula, dia tidak memiliki teman. Dia juga tidak ingin membuat keluarganya khawatir. Namun ...
Pemikiran 'semua akan baik-baik saja' itulah yang mengantarkan dirinya untuk menempuh jalan yang seharusnya tidak dia tempuh.
Ya ... Bunuh diri.
Guren melakukan bunuh diri di gedung olahraga. Lebih tepatnya, di tempat ekskul menari dilakukan.
Anehnya, setelah Guren bunuh diri, ada beberapa kasus serupa yang mulai terjadi. Bahkan nyaris 10 siswi melakukan bunuh diri di tahun yang sama.
__ADS_1
Apa yang lebih mengerikan, sebuah kejadian kebakaran mengerikan terjadi di tahun itu.
Disebutkan, ada kebocoran gas beracun dari laboratorium kimia. Hal itu memengaruhi sekolah, khususnya lantai dua dan tiga.
Sebuah 'kecelakaan' benar-benar terjadi ketika mereka keracunan. Sebuah kebakaran melahap hampir seluruh bangunan utama sekolah beserta orang-orang di dalamnya.
Hal itu terjadi tepat ketika Jimmy izin di rumah karena sakit. Jadi, banyak orang curiga kalau lelaki itu adalah pelaku. Namun karena tidak adanya bukti, dia sama sekali tidak ditangkap.
Akan tetapi, kejadian itu juga memengaruhi kehidupan Jimmy sampai sekarang.
***
Adam menatap ke arah Jimmy dengan heran.
"Kamu bilang, Samantha juga menjadi korban. Sementara itu, Darwin sampai sekarang baik-baik saja?"
"Ya." Jimmy mengangguk berat.
"Kenapa Darwin tidak menjadi sasaran kritik publik atau dicurigai sebagai pelaku?"
"Dia ada di sekolah dan menjadi korban. Ya .. Meski dia hanya menderita sedikit luka. Selain itu, Darwin memiliki latar belakang kuat."
"Bukan hanya anak kepala sekolah, tetapi beberapa identitas lain?"
"Iya. Jadi, jika anda ingin melakukannya, hal itu sama sekali tidak mudah. Anda mungkin akan menjadi musuh pemerintah dan dianggap sebagai penjahat atau semacamnya. Lagipula ..."
Jimmy menatap ke arah Adam.
"Sekarang Darwin menjabat sebagai Wakil Walikota, di Kota B."
>> Bersambung.
__ADS_1