Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Tidak Memiliki Waktu


__ADS_3

"Kamu ... Kamu adalah Blood Owl yang orang-orang itu sebutkan. Apa yang kamu ingin lakukan?"


Darwin menatap ke arah Adam dengan ekspresi ngeri. Namun dia segera merespon dengan mengambil sebuah kotak hitam kecil. Pria itu membuka kotak kecil tersebut dan menunjukkan sebuah tombol merah.


"Karena tampaknya kamu sudah mengerti maksudku, aku tidak akan meminta lebih ..."


Adam berkata dengan nada datar.


"Akui dosa-dosamu dan menyerah, Darwin. Tebus semuanya di penjara."


"Hahahaha! Kamu benar-benar lucu, Blood Owl. Apakah kamu mencoba menjadi pahlawan atau semacamnya?


Apakah kamu tahu ... menyerang pejabat secara langsung adalah sebuah pelanggaran. Kamu bisa ditangkap dan dipenjara, Blood Owl. Jadi aku beri kesempatan untuk terakhir kali.


Menyerah dan menjadi bawahanku. Aku akan menjamin kalau hidupmu akan lebih baik."


"Daripada menjadi bawahanmu, aku lebih baik menjadi bawahan langsung orang dengan pangkat yang lebih tinggi. Dengan kemampuanku, aku yakin mereka akan menerima dengan mudah. Sayangnya ...


Aku tidak berniat untuk menjadi bawahan siapapun."


"Kamu akan menyesalinya, Owl ..."


Mengatakan itu, Darwin langsung memencet tombol merah. Seketika, alarm bahaya langsung terdengar di area perumahan elit. Suara itu bagai sinyal S.O.S yang langsung membuat para penghuni perumahan terkejut sekaligus agak panik.


Sebelum Darwin kembali berbicara, penglihatannya langsung berubah menjadi hitam.


Adam melihat lelaki paruh baya yang pingsan karena dia pukul. (Darwin langsung tumbang karena tidak siap dan tidak bisa merespon)


Pemuda itu kemudian segera menggeledah pakaian serta ruangan tersebut. Dia menemukan beberapa benda penting seperti flashdisk, memory card, kunci, dan beberapa hal lainnya.


Adam segera menggeledah ruang belajar. Mengabaikan Darwin, dia pergi menuju ke kamar orang itu. Berjalan di lorong, banyak penjaga yang telah kehilangan kesadaran karena diserang secara tiba-tiba.


Pemuda itu menelusuri rumah dengan cepat. Dia akhirnya kembali ke ruang belajar setelah mengambil banyak hal. Adam kemudian duduk di kursi dan menyalakan komputer. Dia berencana menyalin semua data yang ada di sana. Memasukkannya ke dalam flashdisk miliknya.


Hanya saja, sebelum selesai menyalin, sirene mobil polisi terdengar dari kejauhan. Pada saat itu juga, banyak petugas penjaga di perumahan elit juga mengepung rumah Wakil Walikota.


Adam melirik ke arah Darwin yang pingsan lalu menghela napas panjang.


Sekitar sepuluh menit kemudian.


"Berhenti mencoba melakukan perlawanan, kamu telah dikepung! Menyerah jika tidak ingin terluka!"


Suara tegas seorang polisi paruh baya terdengar lewat speaker. Banyak orang menonton, tetapi mereka langsung dibekukan oleh polisi ketika hendak merekam. Hal itu membuat banyak orang bingung dan marah, tetapi karena ketegasan polisi ... mereka akhirnya menurut dan tidak berani untuk melawan.


Tap ... Tap ... Tap ...


Suara langkah kaki terdengar. Sebuah pintu di lantai tiga terbuka. Pada saat itu, sosok lelaki bertopeng merah dengan pakaian serba hitam muncul di beranda. Dia menyeret sosok Darwin yang tidak sadarkan diri sebelum akhirnya tiba-tiba berkata.

__ADS_1


"Agen khusus dari Departemen Misteri, Blood Owl."


Sorot lampu dan puluhan moncong senjata diarahkan langsung kepada lelaki bertopeng merah itu. Pemuda itu melepaskan Darwin lalu menunjukkan lencana miliknya.


"Wakil Walikota Darwin diduga sebagai pelaku banyak kasus, saya di sini untuk bertugas."


"..."


Orang-orang, termasuk para petugas polisi dan penjaga tampak linglung. Mereka tidak bisa memroses apa yang sebenarnya telah terjadi di sana.


"Semua orang di rumah hanya pingsan, tanpa satu korban tewas."


Adam menjelaskan dengan ekspresi tenang.


"Omong kosong! Bahkan jika anda adalah seorang petugas, semua harus dilakukan sesuai dengan standar! Tindakan kekerasan seperti itu jelas bukan sesuatu yang harus dilakukan oleh petugas!"


Teriakan marah terdengar jelas lewat speaker. Seorang polisi paruh baya terus berteriak marah sambil menunjuk ke arah Adam.


"Tembak dia! Jatuhkan dia sekarang!"


"..."


Banyak polisi dan penjaga tampak ragu.


Pada saat itu, Adam membuka kedua tangannya lebar-lebar. Menatap ke arah kerumunan orang, dia masih tampak tenang.


Kalian ingin menjadi pahlawan?


Ikuti perintah! Ikuti tatanan! Ikuti peraturan! Tarik pelatuk kalian dan jadilah pahlawan! Pahlawan yang membunuh demi menegakkan peraturan tanpa harus mengetahui kenyataan!"


Adam berteriak sambil menggunakan skill Suzaku's Cry, membuat banyak orang menggigil. Mereka benar-benar merasa kalau orang yang berdiri di depan mereka semua itu telah gila.


"Bukankah kalian ingin pangkat? Bukankah kalian ingin kekayaan? Bukankah kalian ingin kejayaan? Bukankah kalian ingin disebut pahlawan yang menjatuhkan penjahat?


Tembak aku, K-parat! Berhenti menjadi pengecut dan tembak aku!"


"..."


Orang-orang dengan mental lemah tersebut menjadi semakin ragu dan bimbang. Mereka bingung siapa yang benar atau salah dalam kejadian ini. Dalam hati, mereka tahu kalau pemerintahan pasti tidak bersih, tetapi jelas apa yang dilakukan oleh lelaki bertopeng merah juga tidak benar!


Membuat mereka dalam dilema!


"Cukup ... Blood Owl!"


Suara dingin dan tegas seorang wanita terdengar. Pada saat itu juga, semua orang menoleh.


Tampak sosok wanita berseragam militer dengan ekspresi dingin di wajahnya berjalan memimpin banyak tentara. Mereka semua berbaris rapi, dan orang-orang di sana langsung membuka jalan untuk mereka.

__ADS_1


"Aku tahu kamu kesal dengan pemerintahan yang sekarang, Owl. Namun kamu juga harus melakukannya dengan cara yang baik. Bukankah kamu juga terlalu berlebihan Melakukan hal dengan cara seperti itu ...


Apakah kamu ingin semua menjadi kacau?


Jika memang itu yang kamu mau, aku akan menghentikanmu."


"Jadi Nona Diana ... benar-benar datang ke tempat ini?"


Adam tersenyum. Dia tahu kalau ada dua kelompok berbeda di pihak atas. Jelas, orang-orang baik berusaha memerangi para korup dan membersihkan pemerintahan. Belum lagi dengan kemunculan Departemen Misteri, gerakan mereka semakin baik. Namun ...


"Maaf, Nona Diana." Adam menggelengkan kepalanya. "Aku tidak memiliki waktu untuk bermain lembut. Namun jangan khawatir, aku tidak akan membunuh secara sembarangan."


Dor!


Suara tembakan terdengar. Diana tanpa ragu mengambil pistol dan menengah Adam. Akan tetapi ...


Adam benar-benar menangkap peluru itu dengan tangan kosong. Hal itu langsung membuat para penonton tercengang.


"Jika kamu melakukan ini, semuanya akan kacau dan kamu akan dikejar! Pikirkan kembali keputusanmu, Blood Owl!" Diana berteriak keras.


"Yah ... Sayang sekali waktu untuk berbincang telah selesai."


Mendengar ucapan Adam, wanita itu sadar kalau pria bertopeng merah itu sedang mengulur waktu.


Di suasana tegang itu, tampak seekor makhluk aneh yang tidak terlihat jelas. Sekilas tampak seperti pomsky, tetapi tidak terlihat jelas karena muncul di belakang Adam. Tampak menyatu dengan bayangan gelap di ruangan.


Akan tetapi, apa yang terlihat jelas adalah ...


Pomsky kecil itu menggigit sebuah flashdisk!


"BLOOD OWL, KAMU—"


"Selamat tinggal!"


Adam langsung memberi hormat dengan gaya bangsawan lalu menjentikkan jarinya.


BANG!


Sebuah ledakan keras terdengar di perumahan elit tersebut. Pada saat itu juga, listrik di tempat itu langsung padam pada saat bersamaan.


Mengingat kemampuan Blood Owl, Diana langsung berteriak.


"JANGAN BIARKAN BLOOD OWL LOLOS!"


Suara teriakan marah wanita itu terdengar. Sayangnya, semua telah terlambat.


Malam itu ... pasukan polisi, penjaga, bahkan tentara yang datang benar-benar dipermalukan oleh seorang lelaki misterius yang muncul dan menghilang dalam kegelapan layaknya iblis.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2