
Melihat ke arah Lulu yang marah dan tertekan, lalu ke arah Bella yang pucat, Adam menghela napas panjang.
"Pada akhirnya, hanya permainan, kah?"
Mengatakan itu, Adam menghampiri sosok Bella. Melihat gadis pucat itu, dia memeluknya lalu mengetuk lembut belakang lehernya. Pemuda itu kemudian menggendong Bella dengan satu tangan bergegas menuju jalan yang tertutup jeruji besi dengan satu pedang di tangannya.
***
Sementara itu, dari luar bangunan Golden Dew.
Asap menutupi bangunan tersebut. Para anggota Wings of Freedom segera mengevakuasi para wanita dari Golden Dew. Mereka juga terkejut karena asap tiba-tiba memenuhi bangunan, tetapi sama sekali tidak ada api.
Suhu naik, tetapi tidak beberapa lama kemudian, turun menjadi hangat. Di dalam bangunan yang dipenuhi dengan uap, rasanya mirip dengan sauna.
Menyeka keringat mereka, para anggota Wings of Freedom tampak khawatir.
Tidak berselang lama, mobil polisi dan pemadam kebakaran tiba. Karena kasusnya telah begitu meluas, pihak pemerintahan sama sekali tidak bisa tidak ikut campur. Mereka takut jika itu benar-benar kebakaran, api akan menyebar dan merugikan kota.
"Apakah apa yang terjadi di sini?"
Petugas polisi bertanya kepada para wanita Golden Dew. Sedangkan untuk anggota Wings of Freedom, mereka tampaknya telah mendapatkan perintah agar tidak ikut campur dengan mereka.
"Kami tidak tahu, Pak."
Ucapan para wanita membuat mereka semua menjadi tertekan. Mereka akhirnya memutuskan untuk memeriksa sendiri. Namun hasil membuat petugas polisi dan para pemadam kebakaran bingung. Tidak ada kebakaran di tempat tersebut, tetapi asap benar-benar mengepul memenuhi seluruh bangunan.
"..."
Para petugas saling memandang. Mereka tampak sangat bingung dengan apa yang telah terjadi. Saat itu, salah satu anggota Wings of Freedom yang tampak muda menghampiri mereka.
"Apakah ada yang salah?" tanya petugas dengan nada cukup sopan.
"Saya ingin melapor, Pak."
"En? Apakah ada yang kamu ketahui, Anak Muda?"
Mendengar pertanyaan polisi paruh baya itu, dia mengangguk.
"Sebenarnya, ada jalan tersembunyi di Golden Dew yang menuju ke ruang bawah tanah. Kemungkinan besar asap bersumber dari sana.
Juga, ada beberapa rekan dan pemimpin kami di sana, Pak."
Bukannya ingin berkhianat, pemuda itu melaporkan hal tersebut karena khawatir dengan keselamatan Adam dan petinggi lainnya. Dia bahkan siap dikeluarkan dari kelompok. Hanya saja, pemuda itu berharap mereka selamat.
Sudah lebih dari satu jam sejak asap muncul. Jika sesuatu yang buruk terjadi, dia pasti tidak akan memaafkan dirinya sendiri.
"Kalau begitu ... bisakah kamu menunjukkan jalannya kepada kami, Anak Muda."
__ADS_1
"Tolong ikuti saya."
Setelah mengatakan itu, pemuda tersebut mengantar beberapa polisi dan petugas pemadam kebakaran menuju ke lokasi.
Baru saja masuk ke dalam bangunan, tubuh mereka langsung basah karena uap. Sensasi cukup hangat membuat mereka merasa cukup nyaman, tetapi hal tersebut malah menjadi semakin aneh.
Lagipula, jika itu api, seharusnya bangunan telah terbakar. Asap juga akan lebih mencekik, membuat mereka lebih sulit bernapas karenanya.
Setelah beberapa saat, orang-orang itu akhirnya sampai di lokasi.
Pemuda tersebut membuka ruang penyimpanan. Dia kemudian menemukan pintu rahasia dan membukanya. Pada saat itu juga, asap putih tebal langsung meledak keluar dari tempat tersebut.
Uhuk! Uhuk!
Meski tidak begitu panas, aroma campur aduk membuat mereka batuk-batuk.
Tak ... Tak ... Tak ...
Suara aneh terdengar dari dalam lorong yang sunyi dan dipenuhi dengan asap tebal. Petugas polisi dan pemadam kebakaran saling memandang. Karena sekarang, mereka sebenarnya sangat bingung!
Yang ada di bawah sana jelas apa yang membuat asap ini. Masalahnya, mereka tampaknya ragu siapa yang seharusnya masuk duluan.
Berurusan dengan api jelas tugas pemadam kebakaran. Sedangkan berurusan dengan 'penjahat' jelas adalah urusan polisi.
Setelah berdebat sebentar, petugas pemadam akhirnya memutuskan untuk maju terlebih dahulu.
Hanya saja, sebelum mereka maju, suara tersebut tampak lebih jelas.
"S-Siapa di sana?! Berhenti dan angkat tanganmu!"
Polisi paruh baya itu menunjuk sosok bayangan tersebut dengan pistol di tangannya. Namun, sosok itu tampaknya tidak peduli. Dia terus berjalan mendekat.
Pada saat penampilan mereka terlihat jelas, mereka melihat sosok lelaki tampan menggendong seorang gadis tak sadarkan diri. Ekspresinya tampak tak acuh ketika berjalan ke depan. Di belakangnya, tampak empat orang lain yang berjalan sambil tertatih mengikuti pemuda itu.
"Kami peringatkan, berhenti dan angkat tanganmu!"
Salah satu polisi muda yang tampak bangga berkata dengan nada keras. Saat itu, pria paruh baya sebelumnya langsung memukul kepalanya sambil berkata.
"Diam."
"Tapi Pak—"
"Aku bilang tutup mulutmu!"
Mengabaikan mereka yang berdebat, Adam melihat ke arah pemuda yang sebelumnya menunjukkan jalan.
"Apakah kamu yang memberitahu mereka?"
__ADS_1
"Saya melakukannya, Ketua! Ini karena—"
"Kerja bagus."
Adam berkata dengan nada tak acuh. Dia kemudian melirik ke arah polisi dan pemadam kebakaran dengan ekspresi datar.
"Kalau begitu, sisanya akan kami serahkan kepada kalian."
"Serahkan pada kami, Pak!"
Pemimpin dari petugas polisi dan pemadam kebakaran memberi hormat. Sikap kedua paruh baya itu sangat berbeda dibandingkan ketika baru saja tiba.
Setelah mengatakan itu, Adam pergi. Di belakangnya, Shawn membantu Matthew berjalan dan Brock juga menggendong Randy di belakang punggungnya.
Ketika mereka pergi, polisi muda yang baru saja dipukul tidak bisa tidak bertanya.
"Kenapa mereka dibiarkan pergi begitu saja, Pak?"
"Diamlah jika tidak ingin mati, Nak."
Setelah mengatakan itu dia kembali memukul kepalanya. Beberapa saat kemudian, pria itu menghela napas panjang.
"Apakah kamu tidak tahu mereka siapa? Mereka adalah kelompok yang menyatukan area barat kota dalam waktu singkat. Mereka bukan kelompok sembarangan.
Selain itu, apakah kamu tidak bisa melihat dengan jelas."
Polisi paruh baya itu menunjuk ke arah lantai. Pada saat pemuda itu melihat ke bawah, ekspresinya juga berubah.
"Lantai membeku ketika dia menginjakkan kaki. Apakah kamu pikir, kamu bisa menangani orang semacam itu dengan mudah?"
Benar. Di tempat Adam sebelumnya melangkah, tampak sisa es yang masih membeku. Jelas, itu karena skill Ice Control miliknya.
Adam sebenarnya juga memiliki skill Flame Control. Hanya saja, dia hanya bisa mengendalikan api di area terbatas. Sedangkan api itu sendiri langsung menyebar di seluruh ruang bawah tanah. Tidak bisa menghilangkan api dalam sekejap, dia langsung menggunakan Ice Control dan memadamkan semua api dengan gelombang dingin.
Sebagai penyebabnya, api yang padam karena es langsung berubah menjadi uap. Itulah kenapa seluruh gedung diselimuti oleh uap, tetapi sama sekali tidak ada kebakaran.
Setelah itu, mereka saling memandang dengan ekspresi ragu.
"Haruskah kita turun ke bawah?"
"Itulah yang harus kita lakukan."
Kedua pemimpin sepakat. Sementara pemuda dari Wings of Freedom memutuskan untuk kembali, dua kelompok petugas itu turun.
Ketika mereka sampai di labirin pertama, eskpresi orang-orang itu berubah karena ...
Daripada gedung atas yang menjadi sauna, tempat ini malah seperti ruang pendinginan!
__ADS_1
Bahkan ada sisa es yang membekukan beberapa tempat!
>> Bersambung.