
Dua hari setelah kunjungan Adam ke kediaman Andreas.
Saat ini, Adam sedang mengunjungi sebuah mansion besar di pusat kota. Duduk dalam ruang tamu luas yang dipenuhi lukisan, vas, dan beberapa barang antik ... pemuda itu menatap pria gempal di sisi lain meja.
"Senang sekali kamu sempat mampir ke kediaman sederhanaku, Mr Adam. Seperti yang aku pikirkan, kamu benar-benar luar biasa. Aku mendengar banyak berita tentangmu akhir-akhir ini."
Mr Donaldson tersenyum ramah. Dia menggosok cincin-cincin indah dan mahal di jari-jarinya. Pria itu tampak seperti paman ramah yang tak berbahaya, padahal sebenarnya adalah pedagang senjata api ilegal yang paling terkenal di kota.
"Seharusnya saya yang bersyukur karena bisa mengunjungi mansion megah dan indah milik anda, Mr Donaldson."
"Kediamanmu sendiri juga sangat bagus, baik segi gaya, luas, dan sebagainya. Luas, tetapi tidak berlebihan. Indah, tetapi tidak terlalu glamor atau memberi kesan sombong. Sangat cocok untukmu. Namun ..."
Mr Donaldson menggosok cincin-cincin di jarinya dengan senyum penjual profesional.
"Jika kamu ingin membeli kediaman lain, baik itu mansion, villa, atau bahkan rumah pinggir pantai ... kamu bisa menghubungiku."
"Rumah tepi pantai, kah ..."
Adam bergumam. Meski tidak semewah villa milik keluarga-keluarga besar, dia masih memiliki rumah besar di pedesaan yang asri. Sedangkan mansion, pemuda itu tidak tertarik. Tinggal di mansion besar hanya dengan 3 orang, itu pasti akan menjadi terlalu sepi! Adam sedikit tertarik dengan rumah tepi pantai, tetapi segera menggelengkan kepalanya.
"Sebenarnya saya tertarik, tetapi saya datang bukan untuk mencari rumah, Mr Donaldson."
"Hou ..." Mr Donaldson masih tersenyum. "Lalu?"
"Saya ingin membeli beberapa 'mainan' untuk melindungi keselamatan anak-anak di Wings of Freedom."
Mendengar kata "mainan", mata Mr Donaldson tampak cerah. Dia tersenyum ramah ketika bertanya.
"Jenis yang seperti apa dan berapa yang kamu inginkan, Mr Adam?"
"Jenis apa saja yang anda miliki, dan berapa banyak yang bersedia anda jual."
Mendengar itu, mata Mr Donaldson menyempit. Dia tidak menyangka pemuda di depannya mencoba mengujinya.
"Lelaki tua ini hanya menyediakan beberapa mainan populer agar sulit dilacak. Kamu tahu, bisnis seperti ini tidak mudah. Baik mencari barang atau menjual barang agak sulit.
__ADS_1
Untuk mainan kecil, ada desert eagle. Sedangkan besar, ada beberapa seperti AK47, M16, dan untukmu ... aku bisa menyediakan sedikit MP5, mainan itu sangat jarang sekarang. Sedangkan untuk jarak jauh, ada Dragunov.
Sedangkan pasokan, karena kamu juga salah satu pemimpin besar dan aku anggap sebagai teman, aku bisa menyediakan 200 desert eagle. Untuk AK47 dan M16, paling banyak 100. MP5, paling banyak 50. Dragunov paling banyak 20.
Percayalah, itu sudah banyak. Lebih banyak daripada yang aku jual ke orang lain."
Mendengar itu, ekspresi Adam menjadi terkejut. Menurutnya, paling banyak Mr Donaldson akan menjual dengan jumlah sekitar 20% dari jumlah miliknya. Dengan kata lain, pria ramah ini sebenarnya memiliki seribu orang di bawahnya. Seribu orang dengan desert eagle, separuhnya membawa AK47 dan separuhnya M16. MP5 memang jarang, tetapi setidaknya pria itu pasti memiliki 200, dan 100 Dragunov.
'Orang ini terlalu berbahaya.'
Pikir Adam dengan ekspresi serius.
Jika Mr Donaldson tahu apa yang Adam pikirkan, dia pasti akan berkata bahwa pemuda itu terlalu berlebihan. Meski berhati-hati, dia jelas tidak akan terlalu berhati-hati. Bawahannya sendiri memiliki 250 AK47, 250 M16, 100 MP5, dan 50 Dragunov.
Jumlah itu sudah sangat banyak. Bahkan jika itu digunakan untuk asuransi perlindungan diri agar kelompok lain tidak menyerang, banyak pihak termasuk pemerintah yang mengawasinya dengan ketat.
Sedangkan apa yang Mr Donaldson jual kepada Adam, itu adalah jumlah sama yang bisa dia jual kepada kelompok besar seperti Jade Dragon dan Phantom Blade. Tentu saja, dua kelompok itu mungkin juga membeli mainan dari pihak lain
Ada dua alasan kenapa dia mau menjual cukup banyak kepada Adam. Pertama, dia ingin berteman dengan pemuda itu karena sosok muda itu jelas memiliki masa depan cerah, seperti investasi. Sedangkan terakhir, Mr Donaldson tidak percaya kalau Adam bisa menelan semuanya.
"Kalau begitu, 100 desert eagle, 100 M16, 50 MP5, dan 10 Dragunov. Tentu, dengan banyak amunisi yang mencukupi."
Ucapan Adam membuat Mr Donaldson terkejut. Dia merasa salah dengar, atau merasa pemuda di depannya sama sekali tidak tahu harga barang ini.
"Maaf Mr Adam, aku belum menyebutkan harganya. Bukan hanya harga standar, tetapi juga penanganan. Karena ... ya, kamu tahu?
Mainan itu bukan barang legal yang bisa dijual di pasaran."
"Apakah begitu? Kalau begitu, tolong jelaskan, Mr Donaldson."
"Jadi begini ..."
Mendengar penjelasan Mr Donaldson, Adam terus mengangguk. Memang, agak mahal, tetapi masih dalam kisaran harga yang pemuda bayangkan. Lagipula, barang gelap seperti itu pasti memiliki harga lumayan.
"Kebetulan kami menghemat cukup uang. Jadi, sama seperti sebelumnya. Errr ... tolong ganti 100 desert eagle menjadi 150.
__ADS_1
Sedangkan amunisi, anda bisa menyediakan setiap bulan, kan?"
"..."
Mr Donaldson mengusap keringat di dahinya. Pria itu merasa sudah melebih-lebihkan Adam. Namun siapa sangka, pemuda di depannya masih lebih dari apa yang dia bayangkan.
'Aku dengar kalian tidak merampok, tidak menjual obat-obatan terlarang, dan sebagainya. Jadi dari mana kalian mendapatkan banyak uang?
Apakah dari bisnis? Mungkinkah kalian tidak suka berpesta dan bersenang-senang dengan uang hasil berbisnis itu? Apakah kalian benar-benar anak muda?'
Jika Adam tahu apa yang Mr Donaldson pikirkan, dia pasti menjawab bahwa mereka memang tidak sering berpesta. Bahkan, kebanyakan waktu mereka gunakan untuk bekerja, latihan, dan belajar. Mereka hanya bersantai di akhir pekan untuk kumpul-kumpul dan makan bersama. Jika minum anggur dan melepaskan penat, mungkin hanya satu bulan satu kali.
Benar-benar berbeda dengan anak muda yang suka ke diskotik setiap hari dan menghabiskan uang dari orang tua mereka!
Melihat ke arah Adam, Mr Donaldson merasa menyesal. Jika dia tahu kemampuan finansial Wings of Freedom, dia pasti tidak akan asal membuka mulutnya. Dengan pembelian ini, dia yakin kekuatan Wings of Freedom akan naik ke level lain. Secara kasar, melebihi tiga pemilik area lain, dan sekarang hampir menyamai Jade Dragon, Phantom Blade, dan Golden Eight!
"Hah ... Hitung sebagai kekalahanku," ucap Mr Donaldson dengan senyum pahit.
"Terima kasih banyak, Mr Donaldson."
Adam tersenyum tulus. Meski dia membeli semuanya dan tidak gratis, pemuda itu masih berterima kasih atas bantuan Mr Donaldson.
"Jadi, kapan kamu ingin mainan itu dikirimkan, Mr Adam?"
"Secepatnya."
"Secepatnya?" Mr Donaldson mengelus dagu. "Kebetulan aku memiliki stok, jadi tinggal memindahkannya. Namun memindahkan mainan-mainan itu tidak mudah. Paling cepat, lusa malam mainan itu akan dikirimkan."
"Setuju."
Keduanya berjabat tangan. Tentu, Adam menuliskan kebaikan pria itu di dalam hatinya. Tidak akan melupakannya dan akan membalas budi, membantu Mr Donaldson ketika pria itu membutuhkan. Tentu, dia tidak akan mengumbarnya terang-terangan.
Adam kemudian berbincang sebentar dengan Mr Donaldson. Mereka membahas hal-hal penting tentang mainan. Setelah melakukan transaksi, pemuda itu akhirnya pamit.
Keluar dari mansion besar, ekspresi Adam menjadi lebih serius.
__ADS_1
'Persiapan hampir selesai ...'
>> Bersambung.