Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Bidadari?


__ADS_3

"Kamu mau pergi ke mana, Adam?"


Melihat Adam yang bangkit dan berbalik pergi, Hikari bergegas menghentikannya. Meski tampak egois, wanita itu hanya bisa berharap pada Adam. Jadi, apapun yang terjadi, dia berniat untuk menghentikan pemuda itu.


Melihat ke arah Hikari di depannya, Adam mengulurkan tangannya lalu mengelus kepalanya dengan lembut.


"Aku akan mencoba mengurus hal ini. Kamu tinggal di rumah."


"Tapi, Yui ... dia?"


Adam merogoh saku lalu mengeluarkan sebuah botol kaca kecil berisi lima butir pil. Dia kemudian memberikannya kepada Hikari.


"Jika kamu percaya kepadaku, cairkan pil ini dengan tiga gelas kecil air mineral. Buat Yui meminumnya setiap pagi, siang, dan malam.


Seharusnya benda ini akan bertahan lima hari lebih."


"Kamu ingin pergi ke mana, Adam?"


"SMA Blue Rose."


"Apa yang kamu lakukan di tempat seperti itu?"


Mendengar jawaban Adam, Hikari tampak terkejut. Dia tidak menyangka kalau pemuda di depannya ingin pergi ke tempat aneh seperti itu ketika Yui tidak sadarkan diri.


"Percaya atau tidak, ini pasti ada hubungannya dengan Yui."


"Kalau begitu, aku akan ikut denganmu!"


Hikari menatap Adam dengan ekspresi tegas. Namun sebagai jawaban, pemuda itu menyentil dahinya lalu berkata.


"Lebih baik kamu jaga Yui baik-baik. Ini adalah urusanku, bahkan jika kamu ikut, kamu tidak akan membantu. Lagipula ..." Adam berbisik dengan suara yang hanya bisa dia dengar. "Ini adalah urusan lama yang harus diselesaikan."

__ADS_1


Mengabaikan Hikari yang terkejut, Adam pergi keluar. Dia kemudian mengendarai mobilnya.


Segera bergegas menuju ke SMA Blue Rose!


***


"Padahal sudah malam, tetapi suhunya masih begitu panas."


Menaiki tangga batu menuju ke atas bukit, Adam bergumam dengan ekspresi tidak senang. Karena sudah ada di musim panas, dia yang sering mengenakan pakaian tertutup dan coat merasa agak tidak tahan. Meski dirinya adalah Spiritualist Grand Master, toleransi panas dan ketidaknyamanan adalah sebuah perbedaan.


Pemuda itu memang bisa menahan suhu lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan manusia biasa. Namun tetap saja, sebagai manusia, dia merasa tidak nyaman.


Adam telah meletakkan coat di mobil, sementara sekarang dia hanya mengenakan kemeja hitam lengan pendek. Dua kancing baju bagian atas dilepas, memperlihatkan leher dan kalung perak dengan bentuk ular yang melingkarinya.


Berbeda saat menyamar sebagai Blood Owl, pemuda itu tampak begitu santai. Dibandingkan dengan identitas rahasia, tentu saja Adam lebih nyaman dengan identitas aslinya. Melihat ke langit malam, dia tiba-tiba memikirkan sebuah ide.


Baru memikirkan itu, pemuda itu akhirnya sampai di pintu gerbang sekolah. Melihat tempat yang semakin lama semakin suram dan dipenuhi rumput kekuningan karena layu, dia menghela napas panjang.


Adam bergumam sendiri. Dia berjalan dengan santai lalu melompati gerbang dengan gerakan ringan.


Menginjakkan kakinya di halaman depan sekolah, ekspresi Adam tiba-tiba berubah.


"Perasaan ini ... mereka ... berkurang?"


Adam merasa agak ragu.


Pertama dan kedua kalinya datang, pemuda itu merasakan banyak sosok yang tinggal dan bersembunyi di SMA Blue Rose. Meski tidak semuanya kuat, tetapi dia merasa tempat itu ramai. Namun, sekarang, Adam merasa kalau tempat itu menjadi lebih sepi daripada sebelumnya.


Mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya, Adam berjalan menuju ke tempat Yui atau mendiang neneknya sering datang.


Ya ... gedung olahraga yang telah rusak.

__ADS_1


Melewati lorong, Adam akhirnya tiba di depan pintu gedung olahraga. Di depan pintu, masih tampak vas bunga berisi banyak bunga layu. Bahkan kelopaknya berserakan di lantai.


"Jika tebakanku benar, seharusnya kamu menunggu kedatanganku, kan? Jadi ..."


Ekspresi tak acuh tampak di wajah Adam.


"Kenapa kamu tidak keluar dan menemui tamu ini?"


Setelah Adam mengatakan itu, dia merasa kalau SMA Blue Rose tiba-tiba diselimuti oleh kabut. Meski tidak begitu tebal, tetapi masih mengganggu penglihatan. Mengurangi jarak pandangnya.


Teng! Teng! Teng!


Suara lonceng tua menggema. Pada saat itu juga, Adam merasa tubuhnya sedikit gemetar. Tampaknya suara lonceng tersebut juga memiliki efek dalam memengaruhi jiwa. Untung saja dia memiliki skill Suzaku's Cry. Jadi dirinya tidak terlalu terpengaruh.


Ketika Adam melamun sejenak, banyak kelopak bunga kering terbang dihempaskan oleh angin lalu melayang perlahan.


Entah kapan, pemuda itu dikejutkan oleh kelopak yang berubah warna menjadi merah darah. Kelopak bunga itu jatuh ke lantai, membuat lantai kotor dipenuhi dengan bercak darah.


Adam yang mengenakan kemeja lengan pendek tiba-tiba merasakan kedinginan. Rasanya benar-benar seperti keluar dari oven lalu dilemparkan ke dalam freezer.


Sangat tidak nyaman!


Tap ... Tap ... Tap ...


Suara langkah kaki terdengar. Menoleh dan melihat ke sumber suara, Adam melihat sosok wanita berdiri di belakang vas bunga menghadap ke arahnya.


Wanita itu tampak cantik, bisa dibilang, tampak seperti bidadari bergaun merah darah. Lebih tepatnya ...


Sosok iblis yang tampak seperti bidadari.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2