
Adam memejamkan matanya sambil bersandar ke sofa. Kata-kata Jennifer masih terngiang di telinganya. Sebelum pergi, wanita itu menyampaikan perasaannya dan juga mengajaknya memulai dari awal.
Memulai dari awal, kah?
Pikir Adam ketika membayangkan sosok yang tersenyum lembut kepadanya itu. Pemuda itu mengakui, selain memiliki penampilan fisik yang menarik, Jennifer memiliki hati yang baik dan juga cenderung serius dalam segala hal, termasuk pada hubungan.
Wanita itu bahkan secara terang-terangan mengakui perasaannya. Karena Adam sendiri belum memiliki pacar, Jennifer berkata bahwa dia akan mengejar pemuda itu. Padahal, biasanya laki-laki yang mengejar perempuan.
Jennifer berkata kalau dirinya jatuh hati kepada Adam, hal yang belum pernah dia alami sebelumnya. Jadi, wanita itu berkata bahwa dirinya akan membuat Adam juga jatuh hati kepada dirinya. Tidak perlu omong kosong seperti banyak mantan, Jennifer benar-benar ingin satu untuk selamanya.
Hal itu bahkan membuat Adam sangat terkejut. Dia belum pernah melihat wanita seperti itu sebelumnya.
“Wanita yang berani …” gumam Adam.
Membuka matanya, Adam bangkit dari sofa. Dia berdiri di dekat jendela sambil memandangi gemerlap kota di malam hari. Pemuda itu kemudian menghela napas panjang.
Cinta … selama ini aku bahkan tidak sempat memikirkannya.
...***...
Tiga hari berlalu begitu saja.
Pagi buta di halaman belakang Cafe Starlight. Terlihat sosok Adam yang sedang bermain kejar-kejaran dengan Nix. Ya, bukan kejar-kejaran biasa.
Di lahan yang tidak terlalu luas atau sempit itu Adam belajar menerapkan teknik Autumn Sword tanpa menggunakan energi Qi. Dia mengejar dan menjadikan si ayam sebagai targetnya. Bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk kebaikan Nix.
Pagi hari setelah masalah dengan Jennifer terpecahkan, Adam menyuruh Nix untuk menelan sepuluh Spirit Bead (bronze). Si ayam kemudian naik menjadi ke lelev High-Bronze. Tentu saja, tidak akan menjadi Nix si ayam jika tidak berbangga diri setelah menjadi lebih kuat.
Ketika si ayam berusaha pamer kepadanya, Adam langsung menghajarnya. Membuat Nix yang sombong langsung terdiam.
Dengan kekuatan Nix yang sekarang, dia dengan mudah melubangi plat besi tipis atau merobeknya dengan cakar. Tidak hanya itu, kekuatan dan kecepatan si ayam juga banyak bertambah.
Alasan sekarang Adam bermain kejar-kejaran dengan si ayam di pagi dan malam hari tentu untuk melatih pengendalian Nix atas kekuatannya. Tidak hanya itu, Adam juga ingin membuat si ayam terbiasa dengan berbagai gerakan manusia yang mungkin adalah jebakan.
Adam tidak tahu … apakah dirinya akan melawan Spiritualist lain atau tidak. Namun, tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga.
Awalnya Nix si ayam bahkan tidak bisa menghindari Adam dalam beberapa tebasan. Dia akan dipukuli dengan begitu buruk. Si ayam marah, tetapi tuannya malah menghina.
__ADS_1
“Aku baru tahu Suzaku yang dipukuli dengan gagang sapu … tanpa Qi.”
Kata-kata itu langsung memukul keras kebanggan ayam tersebut. Adam sendiri sengaja hanya menggunakan gagang sapu yang sudah rusak. Mencoba memprovokasi si ayam sombong itu.
Hasilnya cukup bagus. Hanya dalam dua hari, Nix bisa banyak meningkat. Paling tidak, dia menghindari beberapa serangan Adam. Ya … meski masih dipukuli sampai hitam dan biru.
Lagipula, Adam sendiri telah mencapai batas kekuatan manusia normal pada umumnya. Berlatih kultivasi tidak hanya membuat pemuda itu memiliki kekuatan misterius seperti Qi, tetapi juga menguatkan tubuhnya.
Bronze Spirit-High bisa dibilang adalah batas manusia biasa. Jika Adam menembus ke level Spirit Silver, kekuatannya pasti meningkat pesat. Sedangkan Gold atau di atasnya, pemuda itu bahkan belum berani membayangkannya.
Dengan fisiknya ditambah dengan berbagai seni bela diri yang dia pelajari, Adam mungkin sudah bisa menandingi para prajurit top di dunia. Ya, prajurit yang dimaksud tentu saja adalah manusia biasa.
Sedangkan kultivator lain, Adam bahkan belum bertemu dengan mereka. Pemuda itu tidak tahu seberapa kuat dirinya dibandingkan dengan mereka.
Setelah pemukulan habis-habisan, Adam melepaskan Nix yang sudah tidak mampu bergerak lagi. Selain skill yang dia pelajari dari System, pemuda itu sendiri handal dalam beberapa seni bela diri. Jika dibilang, dia mungkin paling akrab dengan aikido, taekwondo, dan kendo.
Apa yang paling dalam Adam pelajari dari aikido adalah teknik bertahan dan mengunci gerakan lawan. Sedangkan dari taekwondo, dia mendalami kecepatan serangan dan refleks.
Setelah bermain dengan Nix, dia kembali mempraktikkan gerakan dari kedua seni bela diri tersebut. Adam sendiri juga tahu tentang bela diri seperti muay thai, kung-fu, krav maga, dan beberapa seni bela diri lainnya. Tentu saja, hanya sekadar tahu gerakan, tetapi tidak mempraktikkannya.
Meski bekerja keras, Adam juga memiliki waktu terbatas. Dia masih mungkin belajar tentang teori, tetapi tidak mungkin mempraktikkan semuanya sekaligus. Belum lagi, pemuda itu dulu juga melakukan bisnis dan sebagainya. Bahkan Adam merasa 24 jam sehari sangat kurang.
“Karena memiliki fisik yang lebih baik, sepertinya aku harus mempelajari karate.”
Memang, masih ada serangan pukulan dalam aikido atau taekwondo. Namun Adam ingin mencoba menggabungkan beberapa kelebihan dari seni bela diri tertentu. Bahkan dia memiliki ide gila setelah fisiknya meningkat karena System.
Tendangan taekwondo, pukulan karate, serangan siku, lutut, dan tumit muay thai …
Teknik mengunci dan menahan lawan aikido, serangan cepat dan berbahaya krav maga, refleks cepat dan gerakan luar biasa kung-fu …
Jika mampu menggabungkan hal-hal semacam itu, akan menjadi apa? Jelas, itu gabungan seperti itu tidak mungkin dilakukan oleh orang normal.
Selain karena waktu, bagian tubuh yang dilatih berbeda. Bisa dibilang, hal semacam itu seperti mencoba melatih seluruh bagian tubuh secara ekstrem.
Sebuah ide gila yang bahkan tidak ada dalam pikiran orang-orang!
Tentu saja, apa yang Adam pikirkan masih sebuah konsep. Itu adalah rencana jangka panjang. Ya, mungkin dilakukan, mungkin juga tidak. Lagipula … dia mungkin akan mendapat hadiah yang lebih baik dari System. Tidak ada yang tahu masa depan, yang pemuda itu coba adalah membuat sketsa, rencana yang mungkin bisa dia lakukan di masa depan.
__ADS_1
Tanpa terasa, langit telah menjadi lebih cerah.
Karena peningkatan level telah mencapai kemacetan, Adam telah berhenti berlatih untuk beberapa waktu. Dalam tiga hari ini, dia juga telah menemukan tempat lain yang mencurigakan.
Adam segera mandi lalu istirahat sebentar sebelum memakan sarapannya. Dia kemudian melirik ke arah Nix yang memakan sarapannya dengan lahap. Merasakan tatapan dari tuannya, sia ayam menoleh dengan ekspresi konyol dan agak tertekan.
‘Ada apa lagi, Bos kejam? Setelah penyiksaan itu, bahkan kamu tidak membiarkan Tuan Nix ini makan dengan nyaman?
Apa-apaan tatapan itu? Kenapa Tuan Nix ini kembali merasakan firasat buruk!’
Adam pura-pura batuk sebelum berkata santai.
“Hari ini kamu boleh beristirahat, Nix.”
‘Eh?’
Nix tertegun. Namun belum sempat berpikir, suara Adam kembali terdengar.
“Nanti malam kita pergi berburu.”
Mendengar itu, Nix langsung tersedak jagung yang dia makan. Tampak marah pada tuannya sambil mengutuk dalam hati.
‘Sudah aku duga! Bos kejam tidak akan sebaik itu!’
Malam harinya.
Terlihat seorang pemuda dengan pakaian seba hitam, bahkan memakai topeng putih tanpa pola, hanya dua lubang untuk melihat. Sebuah pedang kayu disematkan di sisi kiri pinggangnya.
Di samping pemuda itu, terlihat seekor ayam jantan yang menatap dengan ekspresi bodoh.
Keduanya sedang ada di sebuah hutan buatan kecil. Lebih tepatnya, sedang berdiri di depan pagar tinggi. Di balik pagar, terlihat sebuah bangunan yang merupakan asrama.
Mereka berdua sekarang berada di belakang sebuah universitas. Hanya saja, itu bukan bangunan kosong, jadi keduanya tidak bisa masuk begitu saja. Belum lagi, tempat yang mereka tuju adalah … asrama para gadis.
Nix menoleh ke arah tuannya, menatap dengan ekspresi tidak percaya.
‘Kamu mengajak Tuan Nix untuk menyusup ke tempat seperti itu? Kenapa tidak lewat pintu depan? Tuan Nix ini merasa …
__ADS_1
Kita seperti pencuri dalam salah satu acara TV!’
>> Bersambung.