Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Teman-teman Bella?


__ADS_3

“Ugh! Benar-benar menyebalkan.”


Tiga hari berlalu begitu saja. Selain meminta tolong Bella dan Jennifer untuk mencari informasi tentang gadis dalam video, dia juga meminta tolong kepada Shawn dan seluruh anggota Wings of Freedom.


Selama waktu ini, Adam benar-benar menghabiskan waktunya untuk mempelajari pembuatan jimat. Dan, ya … dia gagal total.


Tidak seperti membuat pil atau potion, membuat jimat tidak hanya sekadar menuliskan kaligrafi di atas kertas. Pembuatan tinta sangat penting, tetapi Adam berhasil melewatinya karena memiliki pengalaman dalam membuat obat.


Apa yang membuat Adam tertahan adalah proses penulisan jimat. Tidak hanya harus benar-benar sesuai dengan gambar, banyak sedikitnya Qi yang digunakan dalam setiap gerakan kuas juga sangat berbeda. Belum lagi … penggunaan Qi terlalu boros!


Setelah bermeditasi semalaman untuk menyerap Qi dan memenuhinya, Adam benar-benar menghabiskan energi Qi dalam lima pembuatan kertas jimat. Padahal, jumlah Qi yang dia miliki masih lebih banyak daripada yang dimiliki kultivator lain yang memiliki tingkat sama dengannya dengannya.


Kurang lebih mirip dengan konsumsi Beast Skill sekuat Suzaku’s Golden Talons dan Seiryu’s Azure Scales. Namun dengan efek yang berkali-kali lebih buruk.


Adam sendiri bersikeras untuk tetap membuat bukan hanya karena uang. Niat yang sebenarnya adalah untuk membuat jimat bagi Jennifer dan Bella. Semakin mereka berdua aman, dia akan merasa lebih nyaman.


Apa yang membuat jimat lebih berharga adalah … orang biasa bisa menggunakannya. Tentu, itu untuk jimat tingkat bronze. Sedangkan jimat yang lebih tinggi dan memerlukan persyaratan lebih, orang biasa akan sulit untuk menggunakannya.


Adam memilih untuk menguasai pembuatan jimat es pertahanan - pelindung es (bronze) karena jimat itu lebih berarti bagi orang-orang biasa.


Selain itu, Adam juga harus membeli beberapa bahan segar setiap hari. Meski sebagian besar adalah bahan yang bisa awet untuk waktu yang lama, darah dan beberapa item lain hanya bisa digunakan di hari yang sama.


“Paling tidak aku sudah berusaha. Sudah ada titik terang … seharusnya bisa menguasai satu rumus jimat dalam satu minggu. Yang berarti … 3 rumus harus bisa diselesaikan dalam tiga minggu.”


Memikirkan itu, Adam menghela napas panjang. Dia merasa cukup tertekan, tetapi memilih untuk tetap melakukannya.


“Sepertinya bulan ini aku akan membakar lebih banyak uang.”


Melihat ruang yang dipenuhi dengan bahan-bahan sisa dan tampak kacau, pemuda itu menghela napas panjang dengan senyum pahit di wajahnya.


...***...


“Kenapa kamu begitu pelit, Bella?”

__ADS_1


Sosok Tina berjalan di sebelah Bella. Dia sekarang tidak terlihat menghina atau membenci, sebaliknya … wanita itu malah sedikit menyanjung. Selain Tina, ada juga dua gadis lain yang memiliki penampilan ‘cewek nakal’ sama dengan Tina.


Satu gadis dengan kacamata dan penampilan rapi sederhana bersama dengan tiga cewek nakal. Penampilan yang sepertinya tidak cocok sama sekali. Namun mereka tepat tercampur. Itu menandakan satu hal … mereka adalah jenis yang sama.


“Bukannya saya pelit, Tina. Namun saya benar-benar tidak mengenal teman-teman Kak Adam. Saya hanya beruntung untuk bertemu dengan Kak Adam lalu ‘dipungut’ olehnya.”


“Ya … kamu terlalu beruntung. Hal itu bahkan membuat kami iri. Kamu benar-benar tidak harus berakhir seperti kami.” Tina berkata dengan nada santai, agak tak acuh.


“Beruntungnya … aku juga ingin ‘pertama kali’ milikku diambil pemuda tampan dan kaya yang bertanggung jawab,” tambah salah satu gadis dengan nada setengah bercanda.


“Apakah kamu yakin ‘Kak Adam’ yang kamu bicarakan benar-benar bertanggung jawab? Banyak lelaki sekarang yang hanya manis dalam perkataannya. Menurutku, lebih baik kamu meminta dia membelikan tempat tinggal dan mobil atas nama kamu.


Ya … paling tidak, ketika ditinggalkan kamu tidak harus tersingkir dengan cara yang menyakitkan. Bahkan berakhir di tempat yang lebih buruk.”


Gadis terakhir yang memiliki tempramen paling dingin berkata dengan nada tak acuh. Terlihat seperti senior yang mengajari seniornya agar tidak jatuh ke lubang yang sama.


“Terima kasih atas nasihat kamu, Lulu. Namun saya merasa Kak Adam bukan tipe yang seperti itu. Dia benar-benar merubah hidup saya, benar-benar baik kepada saya.” Bella tersenyum tulus.


Keempat gadis yang berjalan bersama itu akhirnya sampai di depan kampus. Tidak seperti Tina, dua gadis lain belum melihat sosok Adam dan tampak penasaran. Jadi mereka secara khusus ‘mengantar’ Bella sampai ke depan kampus.


Pada saat itu, mereka melihat sosok pemuda tampan duduk dalam mobilnya. Beberapa orang telah melihat Adam, tetapi kebanyakan belum karena biasanya pemuda itu menutup bagian roof panel sehingga tidak ada yang melihat apa di dalamnya.


Sementara kali ini roof panel terbuka, menampilkan sosok pemuda tampan yang bersandar dengan ekspresi tenang, tampak cukup tak acuh. Orang-orang yang mengira sosok Adam sebenarnya adalah lelaki paruh baya berminyak hanya bisa terdiam.


Terlalu tampan! Bahkan melebihi banyak model!


Beberapa gadis mencoba mendekati dan bertanya kepada pemuda itu, tetapi ditolak dengan senyum sopan. Pada saat melihat Bella dan tiga gadis lainnya, pemuda itu turun dari mobil lalu melambai santai.


Banyak gadis yang merasa cemburu dan tidak senang karena itu.


“Padahal hanya gadis munafik yang pura-pura polos padahal berkumpul dengan para cewek nakal.”


“Apakah itu benar-benar pacar Bella? Mereka sama sekali tidak cocok!”

__ADS_1


“Apa yang membuat pemuda tampan itu menyukainya? Paling-paling dia hanya bermain dengan gadis itu. Mereka sama sekali tidak serasi.”


“...”


Mendengar kata-kata semacam itu, Bella merasa gugup dan tidak nyaman. Pada saat itu, sosok Adam berjalan ke arahnya. Gadis itu merasa bersalah karena Adam mendapat dampak buruk karenanya.


Adam langsung menghampiri Bella yang menunduk, merasa agak bersalah. Bukannya marah, pemuda itu malah mengelus kepala gadis itu dengan senyum lembut di wajahnya.


“Kenapa kamu cemberut, Bell?” tanya Adam.


Merasakan tangan lembut yang mengelus kepalanya, Bella merasa nyaman. Gadis itu menatap Adam dengan ekspresi bersalah.


“Saya …” ucap Bella dengan ragu.


“Jika kamu tidak mau membicarakannya, tidak perlu dipaksakan.”


“En.” Gadis itu mengangguk patuh.


Mengabaikan orang-orang yang menatap mereka dengan tidak senang, Adam menatap tiga gadis yang datang bersama Bella. Kelihatannya dia pernah melihat mereka di suatu tempat, tapi melupakannya.


“Mereka?” tanya Adam.


Mendengar ucapan Adam, Bella segera memperkenalkan.


“Anda pasti sudah mengenalnya, Kak Adam. Ini Tina. Sedangkan keduanya adalah Nina dan Lulu. Mereka adlah … temanku.”


“Halo.” Adam menyapa dengan santai.


Ketika Adam menyapa dengan santai tanpa sedikit pun memandang mereka dengan jijik, ketiga gadis itu terkejut. Sementara itu, Lulu memandang ke arah Bella lalu ke arah Adam dengan ekspresi dingin.


Tampaknya diam-diam memikirkan sesuatu.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2