
"Kalau begitu kami akan menunggu, Mr Owl."
Lei Na berkata lembut. Dia menatap Adam dengan ekspresi penuh terima kasih..
"Aku pasti akan memberi jawaban pada waktu pembelian batch pil gizi berikutnya. Kalau tidak salah, satu minggu kemudian, kan?"
Adam mengangguk ringan. Memang, pemuda itu tertarik untuk pergi ke Sekte Thunder Fang, tetapi dia masih perlu memikirkan semuanya secara matang-matang. Lagipula, tidak sedikit yang cemburu akan bakatnya. Jadi dia tidak berniat sembrono dan akhirnya dijebak.
"Baik." Lei Fan dan Lei Na menjawab bersamaan.
"Kalau begitu aku akan pergi mengambil pil di kamar."
Usai mengatakan itu, Adam bangkit dari tempat duduknya. Pemuda itu kemudian pergi ke kamarnya untuk mengambil botol giok kecil.
Dia telah menyiapkan beberapa untuk menyimpan pil berharga. Karena jika tidak dimasukkan ke dalam inventori System, efek pil akan berkurang seiring berjalannya waktu. Jadi tidak cocok untuk melakukan transaksi.
Jadi Adam membeli cukup banyak wadah, dari botol porselen kecil biasa sampai botol giok.
Sedangkan pil sendiri akan dia simpan dalam inventori. Hanya dikeluarkan ketika dibutuhkan.
Setelah mengambil botol giok kecil, Adam mengeluarkan sepuluh pil detoksifikasi racun. Memasukkan ke dalam wadah lalu menutupnya, pemuda itu menghela napas. Dia kemudian kembali menemui Lei Fan dan Lei Na.
"Karena tidak ada hal lain, kami harus segera kembali, Mr Owl. Terima kasih atas bantuan anda."
Lei Fan berkata sopan sambil memberi hormat khas martial artist. Lei Na juga ikut memberi salam. Meski ingin tinggal sedikit lebih lama, gadis itu tahu kalau gurunya membutuhkan obat sesegera mungkin.
"Kalau begitu hati-hati di jalan."
Adam berkata santai. Ekspresinya tidak banyak berubah ketika melihat sosok Lei Fan dan Lei Na yang pergi dari tempat itu.
Lei Fan sendiri menatap ke arah Lei Na dengan ekspresi kompleks. Pada akhirnya, dia hanya bisa menghela napas sebelum pergi dari markas Departemen Misteri cabang Kota B.
***
Sekitar setengah jam kemudian.
"Apakah para tamu sudah pergi?"
Mendengar suara James, Adam menoleh. Dia cukup terkejut ketika melihat wajah rekan kerjanya itu.
Kantung mata James tampak benar-benar hitam. Dia bahkan tampak begitu kuyu dan lelah. Ekspresinya juga terlihat buruk seperti seorang remaja yang baru saja diputus pacarnya.
"Ya." Adam mengangguk. "Ada apa denganmu, James?"
"..."
Mendengar ucapan Adam, sudut bibir James berkedut. Mengingat apa yang dia alami semalam, pria itu tidak bisa tidak mengeluh dalam hati.
'Bukankah kamu yang menyebabkan semua ini?'
Ketika Adam kembali ke apartemennya, James mendapat banyak telepon dari beberapa pihak atas. Sebagian besar dari mereka merasa tidak puas pada Departemen Misteri. Namun pria itu terkejut ketika mengetahui bahwa banyak pihak yang puas dan ingin menjalin hubungan baik dengan mereka.
__ADS_1
Tampaknya dari pihak atas bukan hanya berisi orang-orang buruk yang suka memanfaatkan kekuasaan mereka. Sebaliknya, cukup banyak juga yang mendukung hal-hal baik seperti itu.
James tidak bisa tidak menatap ke arah Adam.
'Banyak yang menganggapnya sebagai ancaman, tetapi banyak yang ingin berteman dengannya ... kah?'
Pikir James ketika menatap Adam.
"Apakah ada yang salah, James?"
"Tidak juga."
"Lalu?"
"Tidak ada apa-apa, Mr Owl. Aku hanya terlalu sibuk mengurus Morayz Club kemarin."
Mendengar ucapan James, Adam langsung paham kalau pria itu direpotkan oleh pihak kepolisian setempat dan beberapa pendukung Morayz Club. Dia mengangguk ringan sebelum berkata.
"Aku mengerti. Jadi, aku membebaskan kamu dari hukuman karena tidak ikut latihan di pagi hari."
"..."
"Meski aku tidak menginap di sini dan datang cukup lambat hari ini, jelas kamu baru saja bangun. Jadi aku yakin ...
Kamu tidak melakukan latihan pagi, kan?
Jangan gunakan pertarungan kecil kemarin sebagai alasan. Itu hanya baku hantam sebelah pihak. Daripada melelahkan, itu pasti cukup menyenangkan. Tidak ada alasan untuk tidak berlatih hari ini.
Akan tetapi, karena kamu mengurus banyak masalah. Aku akan memaafkan kamu dan tidak memberimu hukuman."
"..."
"Jadi, ada apa James? Tidak biasanya kamu mencariku tanpa ada alasan yang jelas, kan?"
"Kita mendapatkan tugas baru."
Adam mengerutkan kening. Sama sekali tidak puas dengan orang-orang yang suka memanfaatkan mereka. Bahkan dia merasakan dorongan untuk datang dan 'berbicara' secara pribadi dengan orang-orang itu.
"Ada apa? Jangan bilang itu tugas yang tidak ada hubungannya dengan kita?"
"Bukan." James menggelengkan kepalanya. "Ini adalah misi penyelidikan."
"Misi penyelidikan?"
"Ya. Kita disuruh untuk menyelidiki sebuah tempat.
Di sana, kejadian aneh terjadi dan disembunyikan dari pihak luar. Menurut informasi, tampaknya ada sebuah wabah tertentu. Banyak warga di sekitar lokasi yang mengalami keracunan.
Hanya saja, racun itu sendiri aneh dan sulit disembuhkan dengan penawar racun biasa. Jadi kita ditugaskan untuk menemukan sumber racun itu, menyelidiki, dan jika bisa ... mencari solusi untuk masalah tersebut."
"…"
__ADS_1
Adam terdiam sejenak. Pemuda itu menghela napas panjang sebelum berkata.
"Ya. Memang sudah menjadi tugas Departemen Misteri untuk mengurus hal aneh dan mencurigakan seperti itu.
Sudah jelas, kalau misi ini berbahaya. Namun tetap saja, ada orang-orang di atas yang begitu bodoh. Berpikir kalau kita tidak bekerja dan hanya makan uang rakyat seperti mereka.
Padahal sudah jelas, meski jarang mendapatkan tugas, sekali mendapatkannya ... tugas itu pasti berbahaya dan membuat nyawa sebagai taruhannya."
Mendengar keluhan Adam, James mengangguk ringan. Dia juga setuju dengan apa yang disebut oleh Adam. Meski sering tidak melakukan apa-apa, tetapi jelas tugas mereka berbahaya daripada duduk dalam kantor dan menunda-nunda tugas dengan banyak alasan.
"Jadi, apakah kita akan menolaknya, Mr Owl?"
Tidak langsung menjawab, Adam balik bertanya.
"Tempat itu masih bagian dari daerah B, kan?"
"Eh? Tentu saja. Meski agak jauh, tempat itu memang masih bagian dari daerah B."
"Jadi kita tidak memiliki alasan untuk menolak. Ini sudah tugas kita, bahkan tugas utama kita.
Kita tidak boleh melupakan tanggung jawab. Meski agak menyebalkan mengatakannya, banyak orang yang membutuhkan bantuan kita."
"Jika kita menerima tugas tersebut, kapan kita akan pergi, Mr Owl?"
"Kapan batas paling lambat?"
"Satu minggu kemudian, dan masa tugas bisa satu minggu sampai satu bulan."
"Kalau begitu, kita berangkat tiga hari kemudian. Usahakan untuk menyelesaikan tugas dalam empat hari atau kurang."
"Apakah kita terlalu menunda keberangkatan, Mr Owl?"
Mendengar pertanyaan James, Adam menggeleng ringan.
"Bertaruh nyawa, kita memerlukan banyak persiapan, James."
"Lalu menyelesaikannya kurang dari 4 hari? Bukankah itu terlalu terburu-buru?"
"Kita harus menetapkan tujuan yang jelas, James. Jika tidak, kita hanya akan menunda dan membuang banyak waktu.
Padahal, waktu itu berharga dan tidak bisa kembali. Jadi ... kamu tahu maksudku, kan?"
"Ya."
James menatap sosok Adam dengan heran. Dia mengangguk dengan ekspresi tulus. Tidak menyangka sosok misterius bertopeng merah itu telah banyak merubahnya. Membuat dampak positif untuk orang-orang di sekitarnya.
Pada saat itu juga, suara Adam terdengar.
"Panggil anggota lainnya, aku memiliki beberapa hal yang harus dikatakan kepada mereka."
James langsung memberi hormat sambil menjawab.
__ADS_1
"Ya, Pak!"
>> Bersambung.