Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Teknik Jahat


__ADS_3

Keesokan harinya.


Banyak orang yang berkumpul di jalan belakang universitas. Lebih tepatnya jalan yang biasanya digunakan para mahasiswi yang ada di asrama.


Baik mahasiwsa atau mahasiswi banyak yang berkumpul di sana. Sampir semua orang memegang ponsel di tangan mereka sambil memotret sosok yang sedang ‘tidur’ bersama di bawah pohon dengan ‘romantis’.


Ya, mereka adalah Albert dan kedua anteknya. Sedangkan David, pemuda gempal itu sadar lebih awal karena tidak dipukuli terlalu parah. Ketiga orang lainnya berbeda, Adam memukuli mereka, tidak terlalu banyak, tetapi setiap pukulan berat dan ganas.


“Ada apa ini?! Apakah kalian tidak bersiap untuk kelas! Bubar!”


Suara dingin terdengar. Semua orang menoleh ke sumber suara. Itu adalah pria paruh baya kurus dengan rambut cokelat yang disisir rapi. Dia memakai kacamata, ekspresi muram terlihat di wajahnya. Pria paruh baya itu adalah salah satu dosen di universitas, sekaligus … ayah Albert.


Bangun pagi, pria paruh baya itu mendapat kabar buruk tentang perbuatan anaknya. Setelah itu, dia langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Melihat penampilan anaknya, pria paruh baya itu benar-benar muram.


Tidak hanya dipermalukan, wajah Albert benar-benar hancur. Ayahnya sendiri bahkan nyaris tidak mengenalinya. Orang itu marah, tidak percaya bahwa ada yang melakukan hal semacam itu kepada putranya.


Melihat kedatangan si dosen, orang-orang bubar. Namun mereka juga cukup puas. Lagipula, mereka memiliki beberapa koleksi bagus setelah jalan-jalan pagi sebentar. Hal yang merusak reputasi dan kehidupan Albert serta kedua anteknya.


Beberapa jam kemudian, di dalam sebuah kelas.


David yang duduk di sudut tampak begitu pucat. Dia memaksakan diri untuk mengikuti kelas karena tidak ingin dicurigai. Ketika mendengarkan apa yang dibicarakan teman-teman sekelasnya, pemuda gempal itu merasa keringat dingin membasahi punggungnya.


“Apakah kamu melihat penampilan Albert dan dua anteknya?”


“Hahaha! Aku sudah melihatnya. Mereka terlihat sangat … sangat buruk.”


“Aku dengar mereka mencoba menghentikan seseorang yang tidak seharusnya mereka hentikan.”


“Mereka benar-benar menendang plat baja. Mencoba merampok orang ganas semacam itu. Ngomong-ngomong, kalian tahu identitas orang itu?”


“Tidak tahu. Namun dia sangat ganas, benar-benar menampar wajah dosen menyebalkan itu.”


Salah satu pemuda ikut ke dalam percakapan.


“Apakah berita itu benar? Aku dengar hanya hoax?”


“Hahaha! Apakah pak tua kembali mencoba menutupi?”


“Ya. Itu tidak akan berhasil. Sangat banyak saksi, dan juga bukti dipotret dari berbagai sudut yang berbeda.”


“Albert dan dua anteknya benar-benar kacau kali ini.”

__ADS_1


“Ya, itu benar.”


“...”


David merasa gugup. Jika dirinya bangun terlambat, kemungkinan besar rumor buruk tentang dirinya juga menyebar. Rumor tentang dirinya yang menguntit beberapa gadis cantik di asrama, khsususnya Bella yang ada di kelas yang sama.


Pada saat itu, seseorang memasuki kelas.


Banyak orang menoleh dan tidak bisa memalingkan pandangan mereka. Paras cantik dan imut, rambut hitam lurus sampai bahu, kulit putih, tubuh ramping, dan yang paling mencolok adalah … dua gunung megah yang membuat mata para lelaki tidak bisa tidak menatapnya.


Gadis itu memakai pakaian yang menutupi tubuhnya, tetapi sosok cembung depan dan belakang itu tidak bisa sepenuhnya ditutupi. Dia terlihat pendiam dan cerdas, membawa beberapa buku dan memakai kacamata. Benar-benar tipe gadis polos incaran banyak lelaki.


Ya, gadis itu adalah Bella.


Bella mengamati sekitar lalu membungkuk kepada teman-temannya di kelas. Hal itu membuat para lelaki kaget.


“Apakah Bella menyapaku?”


“Mimpi! Dia jelas menatapku tadi!”


“Itu aku!”


“...”


Namun sekarang Bella merasa harus melakukannya. Dia mengira, mungkin salah satu dari pemuda di depannya adalah sosok yang menolongnya semalam. Gadis itu tentu masih memiliki rasa syukur, bukan sosok yang tidak tahu terima kasih.


Bella sempat melihat David, tetapi tidak menyapanya. Memang, pemuda gempal itu sempat mencoba menyelamatkannya. Awalnya Bella cukup bersyukur, tetapi setelah mengingatnya baik-baik, dia malah takut.


Jika sosok bertopeng itu bisa dianggap orang yang tidak sengaja lewat, pemuda gempal itu malah mencurigakan. Lagipula, tidak mungkin banyak orang yang berkeliaran di malam hari tanpa alasan yang jelas.


Bella sangat ingat sosok penolongnya, dari tinggi, suara, dan gerakannya hanya dengan sekali lihat. Mungkin itu adalah manfaat dari seseorang yang memiliki IQ baik. Namun yang paling gadis itu ingat adalah gerakan cepat pemuda itu dan pedang kayu yang menggantung di pinggangnya.


Aku tidak tahu ada mahasiswa sekuat itu di universitas? Atau mungkin … dia dari luar universitas?


Jika dari luar, apa yang sebenarnya orang itu cari sampai menyusup ke dalam universitas?


Tanpa Adam sadari, ada seorang gadis yang berindak seperti detektif dan diam-diam berusaha mencarinya.


...***...


Siang harinya, apartemen milik Adam.

__ADS_1


Duduk di sofa sambil menyesap secangkir teh herbal, pemuda itu melihat dua sosok yang saling memandang di karpet.


Salah satunya adalah ayam hitam dengan ekspresi konyol. Namun si ayam menatap sosok di depannya dengan tidak puas, bahkan agak jengkel.


Di depan si ayam, terlihat sebuah benda hitam yang berbentuk bola, tetapi terlihat kenyal. Makhluk itu memantul beberapa kali di karpet lalu berubah bentuk menjadi ayam jantan seperti makhluk di depannya. Hanya saja tanpa wajah dan seluruh tubuhnya hitam tanpa ada warna lain, bahkan tidak ada kilatan cahaya di permukaan tubuhnya.


Nix langsung menoleh ke arah Adam dengan ekspresi tidak puas.


‘Tuan Nix sangat tidak puas denganmu, Bos jahat! Tanpa persetujuan ayam ini, kamu benar-benar membuat kontrak dengan Spirit Beast lain. Belum lagi … makhluk ini terlihat aneh!’


Nix berusaha mengejar dan mematuk Shadow Beast, tetapi makhluk itu menghindari seluruh serangan si ayam dengan mudah. Benar-benar membuatnya tertekan.


“Berhenti mengganggu Kyoko, Nix.”


Ya, setelah membuat kontrak, Adam menamai Shadow Beast dengan nama Kyoko. Dia tidak menamainya karena makhluk itu adalah betina atau semacamnya.


Shadow Beast sendiri adalah makhluk aneh. Tidak memiliki gender, tidak perlu makan makanan seperti binatang pada umumnya, dan masih ada keanehan lainnya.


Alasan Adam memberinya nama Kyoko karena dia merasa makhluk itu imut. Selain itu, Shadow Beast seperti cermin yang bisa meniru penampilan makhluk di depannya. Dalam bahasa Jepang, nama Kyoko berarti cermin, yang bagi Adam memang cocok dengannya.


Mendengar ucapan Adam, Nix tampak tidak puas. Sedangkan Kyoko kembali menjadi bola, memantul ke arah adam lalu merubah bentuknya menjadi Pomsky kecil lalu berbaring di pangkuan pemuda itu.


Melihat itu membuat Nix semakin marah.


‘Lihat pendatang baru itu! Dia hanya bisa berlari dan bertingkah imut di depanmu, Bos jahat! Tidak bisa dibandingkan dengan Tuan Nix ini!’


Sebagai Spirit Beast pertama Adam, Nix cukup cemburu.


Adam sendiri tahu itu, tetapi sama sekali tidak mempedulikan Nix. Pemuda itu memang sengaja melakukannya. Berharap si ayam itu menjadi lebih patuh dan tidak terlalu konyol.


Dia mengabaikan baik Nix dan Kyoko, tetapi malah fokus ke hal baru dalam panel statusnya.


[ Shadow Stealth ]


Skill yang membuat penggunanya menyembunyikan kehadiran. Dalam kegelapan, skill akan tetapi aktif bahkan ketik bergerak perlahan. Sedangkan di lokasi terang, skill masih bisa digunakan, tetapi akan batal jika pengguna bergerak dari tempatnya.



Melihat itu, ekspresi puas tampak di wajah Adam. Itu adalah skill yang dia dapat ketika membuat kontrak dengan Kyoko.


Skill yang sangat berguna. Bahkan bisa dianggap teknik jahat. Sebuah kemampuan yang bisa digunakan untuk menyergap, menyusup, bahkan mengintip … uhuk! Lupakan yang terakhir.

__ADS_1


Adam sangat puas. Sekarang dia memiliki dua skill yang bisa memperkaya teknik bertarungnya. Belum lagi, kedua skill itu bisa dibilang luar biasa!


>> Bersambung.


__ADS_2