Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Bertekad?


__ADS_3

Berdiri di depan gerbang, Adam menatap bangunan tiga lantai itu dengan ekspresi kosong.


Dibandingkan dengan sebelumnya, pemuda itu tampak lebih siap. Namun, ketidakjelasan tampak dalam pandangan di balik topengnya.


"Karena belum jelas, aku hanya perlu melakukan apa yang perlu aku lakukan."


Bergumam tidak jelas, pemuda itu kemudian berjalan melewati gerbang. Sama sekali tidak terlihat terburu-buru.


Melangkah ... terus melangkah ... Adam akhirnya memasuki rumah tempat sosok yang sebelumnya tidak bisa dia lawan berada.


Berjalan menaiki tangga, pemuda itu akhirnya sampai di lantai ke tiga.


"Huuuh ..."


Berdiri di depan pintu kamar utama, Adam menghela napas panjang.


Dengan lima kertas jimat di masing-masing tangan, ekspresi pemuda itu tampak serius. Dia mencoba mengingat sejelas mungkin posisi dimana sosok roh itu berdiri, sampai setiap detail yang bisa dia ingat.


Meyakinkan diri, Adam langsung menerobos masuk.


Melihat sosok yang tidak asing, pemuda itu langsung melempar sepuluh kertas jimat ke arah roh jahat. Sepuluh belati es langsung mengarah ke bagian atas tubuh makhluk itu.


Akan tetapi, seperti yang Adam duga, banyak akar yang muncul dari lantai lalu mengelilingi sosok wanita itu. Benar-benar langsung menangkis sepuluh belati es.


Tentu saja, belati tajam sekaligus bisa melukai roh itu merusak sebagian besar akar yang digunakan sebagai pelindung. Membekukan akar-akar tersebut, dan membuat mereka berhenti bergerak untuk sementara waktu.

__ADS_1


"Cih! Seandainya menggunakan jimat api ..."


Adam mencedak tak puas.


Pemuda itu sebenarnya bisa membuat jimat jenis api. Namun, dia merasa kalau efek terbakar dan ledakan akan sulit dikendalikan.


Jika terjadi ledakan dan merusak sebagian rumah, itu pasti akan menarik banyak perhatian ...


Malah menjadi lebih merepotkan!


"Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini, tapi ..." Adam menggertakkan gigi. "Aku tidak akan diuntungkan jika menghadapi pertempuran yang berlarut."


Dengan ekspresi tegas di wajahnya, pemuda itu memegang belati di tangan kanannya dengan erat. Dia kemudian langsung memotong telapak tangan kirinya.


Slash!


Menyimpan belati miliknya, Adam langsung fokus ke tangan kirinya yang berlumuran darah.


Tsss ... Tsss ... Tsss ...


Mengabaikan darah yang terbuang, Adam langsung menggunakan skill yang sebenarnya belum sepenuhnya dia kuasai.


Suara layaknya minyak panas terdengar di ruangan. Uap tiba-tiba muncul dan menutupi tangan kiri Adam. Beberapa saat kemudian, tampak puluhan helai benang merah dari lima ujung jarinya.


Benang merah itu tampak sangat tipis, tetapi menyala merah layaknya logam yang dipanaskan.

__ADS_1


Swoosh!


Pada saat itu, tampak banyak akar berujung runcing langsung melesat ke arah Adam.


Pemuda itu menundukkan kepalanya. Akan tetapi tangan kirinya langsung berayun lembut.


Slash! Slash! Slash!


Akar-akar pohon langsung dipotong-potong rapi. Di bekas potongan, tampak halus dengan warna hitam. Tidak bisa dibedakan apakah karena terbakar atau terkena zat lain yang mirip dengannya.


Mengangkat kepala, Adam menyeringai ke arah roh jahat.


Blood Threads sebenarnya skill yang bisa dianggap berguna atau tidak berguna. Bisa dianggap berguna dan kuat, tetapi memiliki banyak resiko. Karena ... perlu menggunakan darahnya sendiri sebagai 'bahan' untuk membuat benang.


Jika hanya sedikit, itu agak hambar.


Jika banyak, memang bisa dianggap kuat, tetapi konsumsi darah pun juga banyak.


Belum lagi, ketika mengubah Blood Threads menjadi beracun, benang-benang itu tidak bisa ditarik kembali. Yang berarti ... pengguna bisa mati karena kehilangan darah.


Wajah Adam tampak sangat pucat karena kehilangan banyak darah. Akan tetapi, pemuda itu menyeringai. Bahkan tampak agak gila.


Menatap ke arah roh jahat dengan seringai semakin lebar, pemuda itu akhirnya berkata.


"Permainan baru saja dimulai, K-parat!"

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2