Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Sambutan Hangat


__ADS_3

Malam di hari berikutnya.


Karena ingin menyelamatkan Lei Fan, Adam meminta Lei Na untuk kembali dan bersiap. Selain menggunakan waktu untuk mempersiapkan diri, mereka juga perlu beristirahat untuk mengoptimalkan kondisi fisik.


Dalam serangan diam-diam seperti itu … kondisi fisik dan mental harus dalam keadaan prima!


Adam sudah mempersiapkan diri. Selain mengenakan ‘setelan tempur’ berwarna hitam dan topeng merah, pemuda itu juga kembali membawa bokken miliknya. Ya, tidak lagi membawa katana yang cukup mahal.


Tidak seperti katana yang ketika rusak membuat hati terluka, sebaliknya … bokken yang hancur bisa dibuang kapan saja. Selain itu, bokken adalah pedang kayu. Lebih aman untuk ‘memukul’ orang-orang tanpa khawatir tanpa sengaja terbunuh begitu saja.


Ya … meski bokken di tangan Adam sendiri bisa membunuh seseorang dengan mudah.


“Apakah anda sudah menunggu lama, Senior Owl?”


Suara seperti lonceng yang lembut dan enak di dengar terdengar di telinga Adam. Menoleh ke sumber suara, dia melihat sosok Lei Na yang tampak lebih cantik daripada kemarin. Mungkin itu karena pikiran wanita itu tidak tegang seperti sebelumnya.


“Tidak.”


Adam menggeleng ringan. Dia memang belum lama menunggu. Meski akan bertemu seorang gadis cantik, pemuda itu tidak berniat datang setengah jam lebih awal atau semacamnya. Dia benar-benar datang di jam yang sama, tepat pada waktunya.


“Kalau begitu kita berangkat, Senior.”


“En.”


Adam mengangguk ringan. Diantar oleh Clara dengan mobil lain, mereka kemudian pergi ke lokasi tujuan.


...***...


Beberapa jam kemudian.


Mobil Clara akhirnya sampai di kaki perbukitan luar Kota B. Mengetahui Lei Fan dibawa ke sebuah villa yang ada di tempat terpencil, ekspresi Lei Na tampak tidak baik.


Adam sendiri menyuruh Clara untuk berhenti di tempat itu karena tidak ingin maju terlalu jauh dan akhirnya ditemukan oleh para penjaga dari pihak musuh. Dia dan Lei Na turun dari mobil sebelum pergi menuju lokasi dengan cara berjalan kaki.


Melihat sebuah villa mewah di tengah hutan yang dijaga ketat, Adam memberi aba-aba kepada Clara agar berhenti.


“Ada apa, Senior Owl?” tanya Lei Na.


“Kamu akan pergi lewat pintu belakang.”


“Lalu … anda?”


Lei Na tampak bingung. Menurutnya, mereka akan menyusup lewat belakang bersama-sama. Jadi dia tidak tahu kenapa Adam tiba-tiba mengatakan hal semacam itu.


“Tentu saja lewat pintu depan.”


“Eh?” Lei Na menatap sosok Adam dengan ekspresi kosong, tampak cukup imut. “Anda bercanda kan … Senior?”


Mendengar itu membuat Adam menggeleng ringan sebelum akhirnya menjelaskan.


“Aku akan memancing musuh dari depan, sementara kamu menyelinap dari belakang. Kamu tidak perlu mengikuti rencana sebelumnya. Apa yang perlu kamu lakukan hanyalah memutus sumber listrik mereka sehingga tidak akan ada lagi cahaya.”


“Tapi menurut rencana yang kita bahas sebelumnya-”


“Lakukan saja yang aku katakan. Menyusup ke dalam, rusak sumber aliran listrik, lalu mundur sesegera mungkin. Sisanya … serahkan kepadaku.”


“Itu …”

__ADS_1


Lei Na tampak ragu, tetapi entah kenapa hatinya berkata untuk mengikuti Adam. Menurut firasatnya, sosok bertopeng merah itu bisa dipercaya dan diandalkan. Setelah menghela napas, gadis itu mengangguk.


“Baik, Senior.”


“Bagus.”


Setelah mengatakan itu, Adam langsung berjalan lurus. Langsung menuju gerbang depan villa.


Melihat tindakan ceroboh itu, Lei Na tersenyum pahit. Namun dia langsung pergi melalui jalan memutar untuk menyelinap masuk. Wanita itu tidak ingin ‘pengorbanan’ Adam sia-sia.


“Siapa itu?!”


Para penjaga yang berpatroli menatap ke arah sosok yang melangkah di tengah jalan menuju ke villa tanpa rasa takut sedikit pun. Melihat sosok berpakaian hitam dengan syal dan topeng merah darah, para penjaga tampak bingung.


“Siapa kamu dan apa tujuanmu datang ke sini?!”


“Bukankah atasan kalian yang mencariku? Jadi … aku datang kemari untuk menemui dirinya.”


Mendengar ucapan Adam, mata para penjaga menyempit. Mereka langsung mengarahkan senapan kepada sosok bertopeng merah itu.


“Kamu … Blood Owl?” tanya kapten penjaga.


Pakaian hitam, syal serta topeng merah. Berdasarkan penampilan, para penjaga merasa kalau sosok itu memang ‘Blood Owl’ yang mereka dengar. Masalahnya, kenapa sosok itu tiba-tiba muncul di depan mereka.


“A-Apa yang kamu inginkan?!”


“...”


Melihat para penjaga yang gugup dan siap menembak kapan saja, Adam mengangkat bahu sebelum berkata dengan santai.


“Panggil saja atasanmu itu. Biarkan aku berbicara langsung kepada dirinya.”


Dalam ruang santai villa, sosok Obi duduk di kursi kulit depan perapian. Melihat ada yang menghubunginya lewat walkie-talkie, pria botak itu segera menjawab.


“Ada apa?”


“Lapor, Pak! Sosok Blood Owl muncul!”


“Oh? Apakah dia menyelinap lewat belakang?”


“Lapor, Pak! Blood Owl sekarang ada di depan gerbang untuk menunggu anda keluar.”


“Jadi … en?” Obi tampak linglung. “Kamu bilang, Blood Owl datang lewat depan? Kamu serius?”


“Kami sangat serius, Pak!”


Mendengar itu membuat Obi mengerutkan kening. Pada akhirnya, dia menjawab dengan suara dalam.


“Suruh dia menunggu …”


Beberapa saat kemudian, Obi sampai di depan villa. Melihat sosok yang menunggu di depan gerbang, matanya menyempit.


“Apakah kamu Blood Owl?”


“Apakah kamu masih perlu menanyakan itu?” Bukannya menjawab, Adam balik bertanya.


“...”

__ADS_1


Sudut bibir Obi berkedut, merasa sosok bertopeng merah itu menarik. Dibidik oleh banyak senapan rifle, sosok itu sama sekali tidak tampak gugup dan malah begitu tenang. Hanya ada dua jawaban untuk itu.


Pertama, cukup naif karena berpikir mereka tidak akan menyerang. Sedangkan yang terakhir … sosok itu cukup percaya diri untuk menghindari atau menahan serangan peluru.


“Menarik … apa yang kamu inginkan sampai datang kemari, Blood Owl?”


Obi berjalan mendekati Adam. Mengamati sosok bertopeng merah itu dengan saksama.


“Ya … akting yang tidak terlalu buruk.” Adam mengangkat sudut bibirnya.


“Apa maksudmu?” tanya Obi dengan ekspresi bingung.


“Bukan apa-apa.” Adam menggeleng ringan. “Aku ingin mendapatkan Lei Fan kembali. Ya … murid dari Sekte Thunder Fang itu.”


“Lalu apa yang akan kamu gunakan untuk menebusnya, Blood Owl?”


“Bukankah kalian mencariku? Katakan saja … apa yang kalian butuhkan dariku dan apa yang perlu aku gunakan untuk menebusnya?”


Mendengar ucapan Adam, Obi terlihat serius.


“Pertama-tama, aku ingin kamu mengembalikan perhiasan yang kamu curi.”


“Perhiasan apa?” Adam memiringkan kepalanya, pura-pura bodoh.


“Jangan pura-pura bodoh, Blood Owl!”


“Maaf, itu tidak bisa. Benda itu terlalu berbahaya jadi aku memusnahkannya.” Adam berkata dengan nada tak acuh. “Ada yang lain?”


“KAMU …” Obi menggeram.


Adam sendiri mengamati sekelilingnya dengan ekspresi serius. Selama mereka berdua berbicara ada lebih dari selusin orang yang membawa senjata mengelilinginya dari kejauhan. Pemuda itu sebenarnya tahu sejak awal, tetapi sama sekali tidak takut dan tampak tenang.


“Kamu sudah dikelilingi, Blood Owl! Menyerah saja! Jangan membuat gerakan sia-sia dan katakan yang sebenarnya!”


“Aku sudah mengatakan yang sebenarnya. Namun sayangnya …”


Obi dan para penjaga langsung waspada. Namun setelah melihat Adam tidak bergerak dari tempatnya, mereka agak bingung. Pada saat itu juga, listrik tiba-tiba mati, membuat Obi dan yang lainnya terkejut. Suara tenang terdengar di telinga mereka.


“Jimat es … kabut es.”


Ketika suara itu terdengar, dalam radius 50 meter di sekeliling mereka tiba-tiba diselimuti kabut es yang dingin.


Obi melihat sosok hitam yang melesat ke arahnya. Tidak sempat menghindar, pria itu menyilangkan kedua tangannya dalam posisi bertahan.


BRUAK!


Obi terkejut ketika sebuah pukulan menghantamnya. Tidak hanya menyakitkan, pria itu merasa telah ditabrak oleh sebuah mobil lalu terpental beberapa meter dan berguling di tanah.


Sekali lagi, suara tak acuh Adam terdengar.


“Terima kasih atas sambutan hangat kalian … selamat tinggal.”


Mendengar suara tak acuh itu lalu melihat ke arah sosok yang melesat ke dalam villa, Obi berteriak marah.


“NYALAKAN SENTER PENERANGAN KALIAN!


AKU INGIN KALIAN MENANGKAP K-PARAT ITU!!!”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2