
"Kamu ... James?"
Meski sudah tahu, Adam masih bertanya dengan curiga. Mungkin saja itu seseorang dengan kemampuan peniru atau semacamnya.
"Ya. Ini saya, Mr Owl. Masuk saja ... anggap seperti rumah sendiri."
Mengikuti James ke dalam rumah, Adam melihat penampilan rumah yang tampak sederhana. Kelihatannya memiliki sedikit perabot. Bahkan perabot itu juga perabot tua.
Melihat ke arah gadis pemalu itu, Adam merasa agak aneh. Pemuda itu tidak bisa tidak bertanya.
"James, gadis ini adikmu?"
"Oh ..." James menggaruk belakang lehernya. "Namanya Jasmine. Tolong jangan terlalu dipikirkan. Dia memang agak pemalu. Jasmine bukan adikku, tetapi anggota dari Departemen Misteri cabang Kota B. Sama seperti kita."
"En?" Adam tampak kaget.
"Anggota yang lain juga sudah tiba. Anda adalah yang terakhir. Ya ... sebagian dari mereka juga baru seperti anda, jadi tenang saja."
"..."
Mengikuti James ke ruang keluarga yang luas, dia melihat beberapa sosok di sana.
Seorang wanita dengan rambut cokelat cerah bergelombang serta iris mata biru. Dia mengenakan pakaian kantor dan sedikit gugup.
Seorang pria paruh baya dengan wajah jujur dan tubuh agak gempal. Rambut hitam dipotong rapi, dengan kumis tanpa janggut. Dia juga memakai pakaian formal, seperti orang yang melamar pekerjaan.
Seorang pemuda dengan penampilan acak-acakan. Rambut cokelat gelap sebahu dan iris mata cokelat. Tampak kurus dan agak pucat. Pemuda itu memiliki penampilan khas anak jalanan, kelihatannya juga menyukai musik reggae atau semacamnya. Mungkin hanya dua atau tiga tahun lebih muda daripada Adam.
Yang terakhir adalah ... Anak kecil. Ya, seorang anak kecil yang membawa ransel sekolahnya. Dia memiliki rambut pirang dan mata biru, tampak seperti bangsawan. Mengabaikan yang lainnya dia malah fokus pada gadget di tangannya.
"..."
Adam langsung menatap ke arah James dengan curiga. Pria itu kemudian memasang ekspresi kecut di wajahnya sebelum menjawab.
"Termasuk saya, ada tujuh orang yang ada di Departemen Misteri cabang Kota B. Kecuali anda, lainnya adalah orang yang membangkitkan kemampuan khusus.
Karena semua orang sudah datang, mari perkenalkan diri sendiri terlebih dahulu. Lagipula ... kita akan menjadi rekan kerja ke depannya."
James langsung mencoba menghangatkan suasana. Dia kemudian menunjuk dirinya sendiri sebelum berkata.
"Seperti yang kalian ketahui, nama saya adalah James Browns. Ketua Departemen Misteri cabang Kota B.
Membangkitkan kekuatan Pyrokinesis."
James kemudian menunjuk ke arah Jasmine.
"Karena gadis ini pemalu dan memiliki kemampuan berhubungan dengan suara, aku akan memperkenalkan.
Namanya adalah Jasmine. Dia membangkitkan kemampuan hipnotis. Daripada hipnotis, itu lebih ke arah ... mempengaruhi seseorang dengan ucapannya.
Karena itu, tolong dimaklumi jika dirinya agak pemalu."
Setelah memperkenalkan Jasmine, James menunjuk ke arah wanita kantoran sebelum berkata, "Silahkan perkenalkan diri anda."
Berdiri lalu memberi hormat, wanita itu kemudian memperkenalkan diri.
"Perkenalkan, nama saya Carole. Saya pernah bekerja di perusahaan X. Kemampuan saya adalah menambah kekuatan setelah meminum alkohol," ucap wanita itu agak malu.
James mengangguk, dia kemudian melihat ke arah Adam sebelum berkata, "Tolong."
Mendengar ucapan James, Adam mengangguk.
__ADS_1
"Owl, seorang Kultivator."
"..."
Mendengar ucapan Adam, yang lainnya tercengang. Singkat, padat, dan agak membingungkan.
"Ya. Rekan kita yang satu ini menyembunyikan identitasnya. Banyak yang memanggilnya Blood Owl.
Seperti yang dia katakan, Mr Owl adalah seorang Kultivator. Mirip dengan apa yang kalian baca atau dengar dari cerita atau dongeng fantasi."
Karena Adam tidak banyak menjelaskan, James membantunya menjelaskan. Dia kemudian menunjuk ke arah lelaki paruh baya, "Silahkan."
Pria paruh baya itu berdiri lalu memberi hormat. Tampak cukup gugup.
"Perkenalkan, nama saya Douglas. Mantan koki. Saya memiliki kemampuan untuk membuat lapisan kulit luar saya berubah warna menjadi hitam, berubah menjadi zat seperti karet sehingga memiliki pertahanan yang ... cukup baik."
James kemudian menunjuk pemuda reggae. "Perkenalkan dirimu."
Bangkit dari tempat duduknya, pemuda itu menggaruk kepalanya dan agak linglung.
"Nama saya Glenn. Mahasiswa biasa. Errr ... Saya memiliki kemampuan untuk melihat sangat jauh dengan jelas, meski agak berkurang di malam hari.
Ya ... Seperti mata elang atau semacamnya?"
Setelah mengatakan itu, Glenn kembali ke tempat duduknya.
James tersenyum pahit sebelum berkata, "Perkenalkan dirimu, Nak."
Bocah pirang yang sedari tadi fokus dengan gadget turun dari sofa lalu berdiri bangga.
"Yang satu ini bernama Lord Evan! Salah satu sosok penguasa di masa depan!
Lord Evan telah membangkitkan kekuatan Telekinesis yang luar biasa!"
Beberapa detik kemudian, di depan mata semua orang, ponsel itu melayang satu meter di atas kepala Evan kemudian turun perlahan.
Kembali mengambil benda itu, Evan segera mengeluarkan sapu tangan dan mengusap dahinya yang berkeringat.
"Lihat! Itu adalah kekuatan Lord Evan!"
"Okay ... Okay ... Kerja bagus, Evan Kecil. Kamu boleh kembali ke tempat dudukmu." James tersenyum pahit.
Mendengar ucapan James, Evan menggembungkan pipinya.
"Panggil aku Lord Evan!"
Setelah berkata dengan tidak puas, bocah itu kembali ke tempat duduknya.
Setelah itu, James mengambil selebaran yang berisi tentang data mereka.
Code B-001 \= James Browns (Fire Imp)
Code B-002 \= Jasmine (Siren)
Code B-003 \= Carole (Oni)
Code B-004 \= ??? (Blood Owl)
Code B-005 \= Douglas (Black Rubber)
__ADS_1
Code B-006 \= Glenn (Green Hawk)
Code B-007 \= Evan (Lost Childe)
"Apa yang berada dalam tanda kurung adalah sebutan kita dalam misi mendatang."
James menjelaskan dengan ekspresi lesu.
"Aku tidak terima!" Evan mengangkat tangannya. "Kenapa aku harus dipanggil Lost Childe?!"
"Ini perintah dari atas, Evan. Kamu pikir aku suka dipanggil Imp? Seharusnya Efreet atau semacamnya, kan?
Oni untuk seorang wanita, itu juga buruk. Belum lagi 'Black Rubber' milik Douglas. Itu juga tidak terdengar cukup baik."
Ya. Selain Siren, legenda lautan yang membuat kapal pelaut karam milik Jasmine. Yang lainnya mendapatkan julukan yang agak kurang memuaskan, meski memang cocok dengan karakter mereka.
Mungkin hanya Adam dan Glenn yang memiliki julukan normal. Blood Owl dan Green Hawk. Terdengar cukup normal dan tidak berlebihan.
"Orang-orang di atas itu ..." Evan menggertakkan giginya. "Tunggu sampai Lord Evan ini menjadi lebih kuat dan menampar wajah mereka!"
"..."
Melihat bocah pendendam itu membuat yang lain tidak bisa berkata-kata.
"Karena ada ketua, jadi harus ada wakil ketua. Mr Owl ... mulai sekarang anda akan menjadi wakil ketua."
"..."
Mendengar James yang mulai seenaknya, sudut bibir Adam berkedut.
"Bukankah itu harus diurutkan dengan code kami?" tanya Glenn dengan agak bingung.
"Oh. Code itu ... Adalah urutan kalian mendaftar dan diterima. Sama sekali tidak berpengaruh dengan hal lain."
"..."
Yang lainnya kembali terdiam.
"Apakah ada pertanyaan lain?" tanya James.
"Apa kekuatan Kultivator itu? Kenapa harus dia yang menjadi wakil ketua?
Jelas ... Penampilannya mencurigakan!"
Evan, bocah itu menunjuk ke arah Adam dengan wajah curiga.
"Aku juga tidak ingin menjadi wakil ketua," tambah Adam.
"A-Anu ..."
Carole mengangkat tangannya.
"Iya?" tanya James.
"Apakah gaji akan benar-benar dibayarkan sekarang?"
"..."
Melihat ke arah beberapa orang yang kacau di sekitarnya, sudut bibir Adam berkedut. Dia tidak bisa tidak mengeluh dalam hati.
__ADS_1
Apakah terlambat untuk menyesal? Ini benar-benar berbeda dari yang aku bayangkan!
>> Bersambung.