
Satu bulan kemudian.
Di sebuah ruangan yang dipenuhi rak buku di sisi kanan, rak dipenuhi bahan herbal di sebelah kiri, kursi serta meja teh di sudut dekat pintu, dan meja kerja yang dekat dengan jendela ... sosok Adam duduk dengan ekspresi serius. Dia sedang sibuk membuat ramuan. Tampak tidak begitu santai seperti biasanya.
"Akhirnya selesai ..."
Adam bergumam pelan. Melihat beberapa butir pil berwarna hijau gelap, pemuda itu tampak senang. Apa yang dia buat sekarang adalah pil penawar racun (bronze). Bisa digunakan untuk melawan racun berbagai binatang. Namun efek khususnya adalah melawan racun berbahaya yang mungkin diterima oleh serangan makhluk aneh atau jenis roh jahat.
Meski pil penyembuhan (bronze) sendiri cukup berguna, pil itu sebenarnya hanya digunakan untuk memulihkan cidera fisik dan memulihkan energi Qi. Kurang efektif jika digunakan untuk melawan racun.
Adam sendiri tahu betapa berbahayanya racun aneh yang tidak bisa ditangkal oleh penawar racun biasa. Itulah sebabnya dia mulai belajar membuat pil penawar racun.
Alasan kenapa pemuda itu cukup lambat dalam mempelajari hal itu bukan karena tingkat kesulitannya, tetapi lebih ke arah kesibukannya. Dalam satu bulan ini, Adam sama sekali tidak menganggur.
Selain misi mengurus beberapa anak yang terkenal tekanan psikologis, tetapi dianggap kerasukan ... Adam memang memiliki beberapa pertemuan dengan hantu atau roh jahat tingkat bronze.
Pada weekend, siang hari Adam akan menghabiskan waktu dengan dua kekasihnya. Sedangkan pada saat malam minggu ... dia mengajak si Nix 'jalan-jalan' di sekitar Kota B. Ya, mengajak si ayam berburu dan berlatih. Tidak membiarkan makhluk itu hanya tinggal di apartemen atau lautan jiwa miliknya saja.
Karena pekerjaan Adam dan yang lainnya, Departemen Misteri mulai mendapatkan tempat mereka. Tentu saja, masih bersembunyi dalam bayangan dan tidak berusaha untuk bersikap mencolok.
Karena banyaknya pengalaman yang Adam terima sekaligus hadiah dari Liez, pemuda itu telah berkembang lebih jauh dalam satu bulan ini.
Setelah menaruh pil penawar racun ke dalam items bag, pemuda itu memejamkan matanya dan membuka panel status.
***
[ Spirit Hunter System ]
Name : Adam Bladefield
Level : Silver Spirit (High)
Cultivation Technique : Golden Sun and Silver Moon
Battle Skill : Autumn Sword (proficient), Spring Sword (proficient)
Other Skill : Elemental Seal (competent), Basic Alchemy Art (competent)
Spirit Beast :
- Black-gold Chicken (Mid-Silver)
- Shadow Beast (Low-Silver)
- Lesser White Sneak (High-Silver)
Beast Skill :
- Suzaku’s Cry (Silver), Suzaku’s Golden Talons (Silver)
- Shadow Stealth (Silver), Shadow Clone (Silver)
- Ice Control (Silver), Seiryuu’s Azure Scales (Silver)
Items Bag :
- Spirit Bead (bronze) x17
- Mutated Catfish Carcass (bronze) x1
- Darkblood Caterpillar Carcass x4
- Pil Gizi x99
__ADS_1
- Pil Penyembuhan (bronze) x99
...
***
"Huuh ... aku tidak menyangka sudah sampai di tempat yang cukup jauh."
Dibandingkan dengan sebelum melawan Liez, Adam memang menjadi lebih kuat lagi. Ditambah dengan Spirit Bead (silver) yang didapat dari roh wanita itu, Nix dan Yuki bisa naik level.
Alasan kenapa Adam menaikkan level Yuki daripada si ayam sangat jelas ... karena si ayam itu menyebalkan.
Tidak hanya kurang berguna karena mencolok, mudah dikenali jika dibawa ke mana-mana. Si ayam itu hidup untuk makan dan tidur. Benar-benar seperti ayam yang dibesarkan untuk disembelih!
Adam kemudian mengambil topeng tengkorak berwarna hitam setengah wajah lalu memakainya. Hanya bagian atas yang tertutup, bagian rahang bawah masih terlihat. Memudahkan dirinya untuk makan atau minum jika berada di luar atau sedang dalam misi.
Keluar dari kamar, Adam kemudian berjalan ke halaman belakang. Dia melihat sosok Jasmine yang membuat teh ketika melewati dapur.
"Membuat teh, Jasmine?" tanya Adam santai.
Melihat sosok dengan kemeja dan topeng tengkorak hitam itu, Jasmine mengangguk sambil berkata pelan.
"En."
"Apakah James yang menyuruhmu?" tanya Adam.
"..."
Jasmine buru-buru menggelengkan kepalanya.
"Apakah kamu masih agak ragu?"
Mendengar ucapan Adam, Jasmine sekali lagi menggeleng.
Jasmine menjawab dengan suara pelan. Namun suaranya tampak begitu lembut dan indah. Bahkan terlalu indah yang membuatnya agak aneh.
Setelah beberapa waktu mengenal gadis itu, Adam tahu bahwa skill yang dimiliki Jasmine sehingga dirinya disebut dengan 'Siren' itu hampir mirip dengan Suzaku's Cry. Skill yang mempengaruhi dan mengendalikan lawannya melalui suara.
Hanya saja, jika Suzaku's Cry lebih ke arah untuk menundukkan makhluk jahat dan menghilangkan aura negatif, skill milik Jasmine itu sendiri mirip dengan hypnosis. Benar-benar bisa dibilang berbahaya.
Jika pemilik skill bawaan itu adalah penjahat, skill itu bisa saja digunakan untuk menipu orang. Jika itu Kultivator Jahat, bahkan mungkin menggunakan ski tersebut untuk memperbudak seseorang dan menggunakannya untuk melawan musuh.
Bayangkan seorang wanita yang dikendalikan oleh skill itu untuk membunuh suaminya sendiri. Suami itu pasti tidak sadar, bahkan jika sadar, pria itu tidak akan tega untuk melukai istrinya sendiri.
Bisa dibilang itu skill manipulasi yang kuat sekaligus berbahaya. Hanya saja ...
Melihat ke arah Jasmine yang berbicara terbata-bata, Adam menggelengkan kepalanya.
"Sudah aku bilang, kamu tidak perlu khawatir untuk berbicara jika hanya denganku."
"T-Tapi ..."
Jasmine tampak ragu dan malu. Namun sebenarnya sangat senang. Tidak seperti orang lain yang terdiam atau terhipnotis ketika berbicara dengan dirinya, sosok Adam itu tidak terpengaruh. Benar-benar seperti sedang mendengar orang normal bicara.
"A-Apakah ... ku ... kulit—"
Melihat Jasmine yang tidak terbiasa bicara tanpa sadar menggigit lidahnya sendiri, Adam tersenyum. Merasa itu agak lucu.
"Apakah kamu ingin bertanya tentang Kultivator?"
"En." Jasmine mengangguk.
"Tanyakan saja."
__ADS_1
Mendengar Adam mengatakan itu, Jasmine segera menulis di papan kecil miliknya.
'Apakah semua Kultivator bisa mendengar saya dengan normal, Mr Owl?'
Melihat ke arah Jasmine yang penuh harap, Adam merasa agak canggung. Beberapa saat kemudian, dia hanya menghela napas panjang sebelum menjelaskan.
"Maaf, Jasmine. Sayangnya, mungkin tidak banyak yang bisa mendengar suaramu sepertiku."
"..."
Jawaban Adam membuat gadis itu menunduk, tampak agak sedih.
"Karena itu, kamu harus mencoba mengendalikan kemampuanmu. Setelah itu, kamu pasti bisa berbicara dan mengobrol dengan orang-orang dengan normal. Kamu bisa memulainya dari berbicara denganku, okay?"
Adam buru-buru menghibur gadis itu. Meski sudah dewasa, Jasmine sendiri tampaknya masih begitu polos karena selalu menutup diri dan jarang berhubungan dengan dunia luar. Hal yang membuatnya tidak memiliki teman, tetapi juga yang menjaga dirinya untuk tidak tercemar dengan busuknya dunia yang sekarang.
"B-Benarkah?" tanya Jasmine dengan suara lembut.
"Tentu saja benar."
Setelah mengatakan itu, Adam mengambil secangkir teh di atas meja yang Jasmine buat.
"Biarkan aku yang mengantarnya ke James."
Setelah mengatakan itu, Adam segera pergi dengan nampan kecil di tangannya. Melihat itu, Jasmine menjadi agak panik.
Di ruang keluarga, James duduk di sofa sambil membaca koran. Mendengar suara langkah kaki dari belakang, dia berkata dengan santai.
"Taruh saja di atas meja, Jasmine."
"Kelihatannya kamu sangat santai, Mr James."
"..."
Mendengar suara itu, James tertegun. Menoleh ke belakang perlahan lalu melihat Adam yang datang membawa secangkir teh lalu meletakkannya di atas meja samping tempat dirinya duduk ... pria itu tidak berani banyak bicara.
James ingat dua minggu yang lalu ketika dirinya bertingkah agak seenaknya karena dia adalah 'Ketua'. Hari itu ... dia benar-benar dididik untuk tidak berperilaku seenaknya oleh Adam.
Jangankan melawan, James ingat dengan jelas ... Mr Owl yang biasanya tenang dan ramah itu benar-benar membuatnya tak sadarkan diri dalam satu gerakan.
Dipukul? Ditendang? James tidak ingat karena dirinya tiba-tiba kehilangan kesadaran.
Sedangkan ketika bertanya kepada anggota lain, mereka benar-benar tidak berani mengatakannya. Hal itu membuat dirinya semakin waspada kepada Mr Owl.
"Kamu tahu, Mr James. Jasmine itu juga anggota Departemen Misteri, bukan pelayan rumah ini. Seharusnya kamu tidak memperlakukan gadis itu dengan cara seperti ini."
"..."
Melihat James yang terdiam, Adam menggeleng ringan.
"Lupakan. Apakah ada kasus lain yang perlu aku urus?"
Mendengar ucapan Adam, James kembali tersadar dari lamunannya. Dia tiba-tiba melipat koran di tangannya lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Tolong ikuti aku, Mr Owl. Kebetulan memang ada kasus lain yang baru datang pagi ini."
"Kasus jenis apa?"
"Kasus dimana beberapa orang tiba-tiba menghilang secara misterius."
Mendengar ucapan James, mata Adam langsung menyempit.
>> Bersambung.
__ADS_1