Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Terlalu Sensitif!


__ADS_3

Adam mengikuti Lei Fan dan Lei Na.


Pada awalnya, mereka berkendara ke sebuah kota di perbatasan daerah B dan daerah C. Dari kota tersebut, mereka kemudian pergi ke pegunungan di utara.


Mereka menginap di hotel satu malam lalu melanjutkan perjalanan di pagi buta. Kira-kira jam enam pagi, mereka sampai ke tempat dimana mereka harus melanjutkan tanpa kendaraan.


Pegunungan itu begitu luas dan rimbun. Benar-benar membuat Adam cukup terpesona ketika melihat panorama alam yang begitu indah. Hanya saja, satu hal yang Adam keluhkan.


'LAMA!'


Ya. Perjalanan mereka tidak berlangsung begitu singkat, bahkan terbilang cukup lama. Perjalanan terus-menerus saja menghabisi waktu berjam-jam.


Itu baru perjalan menggunakan kendaraan.


Sampai di hutan, mereka harus masuk dengan cara manual. Menggunakan kedua kaki mereka sendiri.


'Pantas saja Lei Fan dan Lei Na memilih untuk menginap daripada harus bolak-balik jika harus membeli pil dan membicarakan sesuatu denganku.'


Adam menghela napas dalam hatinya, merasa cukup kasihan terhadap mereka berdua.


Sedangkan Lei Fan dan Lei Na sendiri sangat terkejut. Mereka melihat Adam mengikuti mereka dengan kecepatan luar biasa. Bukan hanya tidak tertinggal, napas pemuda itu lebih masih sangat stabil.


Padahal, mereka melihat kalau Adam mengenakan pakaian yang bisa dibilang sulit digunakan untuk bergerak di hutan seperti itu.


Adam mengenakan kaos tutleneck yang berbalut coat hitam. Benar-benar tidak cocok digunakan untuk bergerak di hutan. Namun pemuda itu benar-benar tampak sangat santai dan leluasa. Padahal dia juga membawa sebuah ransel yang lebih besar daripada milik Lei Fan dan Lei Na!


Sekitar empat jam melakukan perjalanan dengan cukup cepat, Lei Fan akhirnya mengangkat tangannya.


"Mari beristirahat di sini terlebih dahulu. Aku benar-benar tidak tahan."


Pada awalnya, Lei Fan berniat untuk sedikit pamer pada Adam karena dia lebih hafal medan dan lebih terbiasa. Namun dia tidak menyangka kalau sosok bertopeng merah itu benar-benar terlalu mudah beradaptasi!


Meski merasa agak malu pada Lei Na, Lei Fan hanya bisa pasrah. Lagipula, dia tahu mana prioritas utama. Daripada memaksakan diri lalu tumbang dan membuat repot, lebih baik menyerah.


Lei Fan dan Lei Na duduk di atas sebuah batu besar yang cukup datar. Mereka mengeluarkan air mineral. Berniat untuk minum sambil beristirahat sejenak.


Sedangkan Adam sendiri malah berdiri di atas sebuah batu yang lebih besar. Dia mengamati medan bebatuan yang kemungkinan akan mereka lewati setelah hutan. Melirik ke arah Lei Fan dan Lei Na, pemuda itu bertanya.


"Masih berapa jauh?"


"Jika dihitung sejak kita berlari. Ini satu per tiga jarak dari sekte." Lei Fan berkata dengan nada serius.


Adam mengangguk. Medan berikutnya medan bebatuan yang dipenuhi tanjakan, jadi memang cocok untuk beristirahat di sini.


Pemuda itu mengeluarkan botol sport lalu membuka tutupnya. Pada saat tutup dibuka, aroma menyegarkan langsung menyebar. Lei Fan dan Lei Na menatap ke arah Adam dengan ekspresi terkejut sekaligus.erasa aneh.


Dalam perjalanan panjang, daripada membawa minuman manis, air putih lebih baik untuk menjaga tubuh. Namun mereka tidak tahu, kalau minuman Adam itu adalah minuman yang sengaja dia buat dengan pil gizi dan ekstrak buah-buahan.


Minuman yang selalu dia minum setelah melakukan latihan keras setiap harinya bersama dengan Bella dan Jennifer.


Melihat ke arah Lei Fan dan Lei Na, Adam berkata santai.

__ADS_1


"Apakah kalian mau?"


"Tidak perlu, Mr Owl. Air mineral ini sudah cukup."


Lei Fan yang merasa kalau minuman itu tidak baik meski terasa enak langsung menolaknya. Pemuda itu merasa kalau ini mungkin kesalahan Adam karena tidak terbiasa melakukan perjalanan seperti menelusuri hutan atau mendaki.


"Benarkah? Apakah aku boleh mencobanya, Mr Owl?"


Lei Na membuat gerakan mengendus. Menatap ke arah Adam, mata gadis itu berbinar.


"Tentu saja boleh, tapi aku sudah meminumnya sedikit. Apakah tidak apa-apa?"


Melihat Lei Na hanya mengangguk dan mengabaikan ucapannya, Adam hanya bisa menghela napas panjang. Dia menutup botol lalu berjalan ke arah gadis itu.


"Ini," ucap Adam sembari memberikan botol minuman.


"Terima kasih!"


Menerima botol itu dari Adam, Lei Na membukanya. Menyukai aroma tersebut, gadis itu kemudian meminumnya.


"Menyegarkan dan manis!"


Lei Na berkata dengan ekspresi bahagia.


Sementara itu, Lei Fan tercengang.


'Apanya yang manis? Minumannya? Atau jangan-jangan bibirnya?'


Lei Na kemudian menutup botol dan mengembalikannya kepada Adam. Namun baru beberapa saat, ekspresinya tiba-tiba berubah.


"Ini ... energiku tiba-tiba pulih begitu cepat?"


Lei Na menatap ke arah Adam, lalu ke arah botol di tangan pemuda itu dengan ekspresi terkejut. Menunjuk botol di tangan Adam, gadis itu bertanya.


"Mr Owl, jangan bilang ..."


"Ya. Memiliki efek mirip piz gizi. Aku membuatnya sendiri," ucap Adam santai. "Dengan rasa buah."


"..."


Lei Fan dan Lei Na tercengang. Mereka tidak menyangka kalau Adam akan minum minuman yang begitu 'mewah' seperti itu.


"Jadi, selain minum pil gizi, anda juga minum minuman semacam itu, Mr Owl? Pantas saja ...


Minum itu tiga hari sekali, tidak! Bahkan jika satu minggu sekali ... pasti memiliki efek yang sangat baik!"


Lei Na menghela napas panjang. Tidak menyangka apa yang Adam konsumsi benar-benar lebih baik daripada murid-murid jenius di Sekte Thunder Fang.


'Ketidaktahuan adalah kebahagiaan.'


Mungkin kalimat itu cocok untuk Lei Na.

__ADS_1


Jika gadis itu tahu Adam dan kedua kekasihnya mengonsumsi satu botol minuman setelah latihan pagi dan satu pil setelah latihan sore/malam setiap harinya ... hati kecilnya pasti akan lebih tersakiti!


Lei Fan yang menolak Adam sebelumnya juga merasa agak tertekan. Dia juga ingin minum, tetapi tidak berani meminta karena tadi telah menolaknya.


Setelah lima belas menit beristirahat, mereka bertiga melanjutkan perjalanan.


Mereka benar-benar melewati medan bebatuan. Karena jalan terjal dan menanjak, tenaga mereka terkuras cukup cepat. Berbeda dari sebelumnya, mereka membutuhkan waktu hampir tujuh jam ketika sampai dua per tiga jalan.


Sampai di tempat tersebut, ditambah dengan waktu istirahat, sudah hampir jam enam sore. Matahari hampir terbenam, dan tidak nyaman untuk melanjutkan perjalanan.


"Kita akan melanjutkan perjalanan besok. Untuk hari ini, kita beristirahat di tempat ini. Apakah tidak apa-apa, Mr Owl?


Tenang saja. Kita akan beristirahat di gua yang memang biasanya digunakan oleh murid-murid kami ketika melakukan perjalanan keluar."


Mendengar ucapan Lei Fan, Adam tahu kalau kecepatan normal mereka memerlukan satu setengah hari perjalanan untuk sampai Sekte Thunder Fang. Dengan malam untuk beristirahat tentunya.


"Tidak apa-apa."


Adam, Lei Fan, dan Lei Na kemudian pergi menuju gua yang disebutkan sebelumnya. Gua itu sama sekali tidak alami dan memang sengaja dibuat untuk digunakan untuk tempat persinggahan sementara.


Melihat itu, Adam mengangguk ringan.


Mereka bertiga kemudian mencari kayu bakar untuk membuat api unggun. Setelah membuat api unggun, mereka kemudian beristirahat.


Lei Fan dan Lei Na mengeluarkan biskuit terkompresi, sejenis makanan yang bisa dibawa ke mana-mana dan mengenyangkan. Tentu saja, nilai gizinya tidak terlalu tinggi.


Sedangkan Adam sendiri malah mengeluarkan dendeng. Sejenis daging yang diiris tipis-tipis lalu dikeringkan dengan cara diasapi. Tidak terlalu praktis dibandingkan dengan biskuit terkompresi, tetapi rasanya lebih enak.


Sebenarnya Adam ingin membawa makanan yang dia buat, seperti onigiri atau hidangan yang bisa tahan lebih lama. Namun karena ingin merasakan sensasi makan di alam liar layaknya penjelajah normal, pemuda itu akhirnya malah membeli dendeng.


'Agak keras, tetapi tidak buruk juga.'


Pikir Adam ketika memakan dendeng.


Pemuda itu melihat Lei Fan dan Lei Na lalu menawari mereka. Tidak seperti sebelumnya, mereka berdua langsung setuju. Namun setelah makan, mereka agak kecewa.


Meski rasanya enak, tetapi dendeng itu bukan sesuatu yang Adam buat secara khusus!


Selesai makan bersama. Mereka bertiga beristirahat. Mereka berniat untuk berjaga bergiliran di malam hari.


Walau sebenarnya aman, mereka tetap harus berjaga-jaga untuk segala kemungkinan.


Baru saja mereka bertiga membagi tugas untuk jaga malam, ekspresi Adam tiba-tiba berubah. Pemuda itu tiba-tiba menghilang dari tempatnya.


Karena terlalu cepat, Lei Fan dan Lei Na sampai tidak bisa berkata-kata.


Beberapa saat kemudian, Adam kembali sambil memegang seekor burung di tangannya. Hal itu membuat Lei Fan dan Lei Na bertanya-tanya.


'Melihat burung di tempat yang begitu gelap dan menangkapnya dengan mudah? Bukankah anda terlalu sensitif, Mr Owl?!'


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2