
"Lebih baik tidak main-main dengan kehidupan."
Adam bergumam pelan. Ekspresinya menjadi serius ketika mengeluarkan empat kertas jimat di kanan kirinya. Melihat Liez yang menjadi semakin gila, dia tidak bisa lagi membuang waktu untuk mencoba menyadarkan wanita itu.
"Jimat es tambahan ... kabut es."
Jimat es yang diaktifkan secara bersamaan langsung membuat area di sekitar diselimuti oleh kabut es. Seluruh rumah, halaman belakang, dan beberapa lahan luas di sekitarnya dipenuhi oleh kabut. Tampak tidak logis dan aneh.
Swoosh!
Bayangan hitam melesat menembus kabut, langsung bergegas ke arah Adam berada. Sosok Liez langsung mengayunkan tangannya. Lima cakar tajam langsung merobek bayangan itu, tetapi ternyata itu hanya ilusi. Lebih tepatnya, bayangan palsu.
Wanita itu mengamati sekeliling dengan tenang, sama sekali tidak ada jejak ketakutan atau kepanikan di matanya. Hanya terlihat sensasi dingin yang dipenuhi oleh haus darah dan keinginan membunuh.
"Sebenarnya aku benar-benar tidak ingin menggunakan ini ..."
Suara Adam terdengar dari dalam kabut. Pada saat itu, cahaya emas dengan kilau kemerahan bersinar dalam kabut tebal.
Liez langsung melesat ke sumber cahaya. Melihat sosok Adam, dia langsung mengayunkan cakarnya.
Slash!
Dengan ekspresi terkejut di wajahnya, Liez tiba-tiba mundur. Melihat lengan kanannya yang terpotong rapi, dia terkejut. Namun bukan karena lengannya terpotong, tetapi karena dia merasa sulit untuk menumbuhkan kembali bagian yang rusak itu.
Ada energi Qi yang murni dan aneh, terus membakar dan menggerogoti energi gelap dalam tubuhnya. Liez langsung mengalihkan pandangannya ke arah Adam.
"Suzaku's Golden Claws ... sudah aku duga, ini memang teknik menyerang terkuat yang aku miliki. Khususnya untuk melawan roh jahat."
Lengan kanan Adam diselimuti oleh energi emas yang membentuk cakar dengan garis-garis merah yang samar. Melihat ke arah Liez yang terkejut, pemuda itu sadar dugaannya memang benar.
Alasan kenapa dia sebelumnya menggunakan Seiryuu's Azure Scales jelas untuk meningkatkan pertahanannya. Sayangnya sisik itu sama sekali belum bisa membentuk armor utuh. Jadi rencana untuk terus bertahan sampai Liez sadar hanya bisa dilupakan.
"Kamu—"
"Apakah itu mengejutkan? Karena kamu setengah langkah menuju ke alam Spiritualist Grand Master, kamu pikir sulit melukai dirimu, kan?"
__ADS_1
Sebenarnya, Adam sendiri menduga itu ketika mendapat serangan terus-menerus dari Liez. Jika diperhatikan baik-baik, bagian lengan dan kaki yang sebelumnya dilindungi oleh Seiryuu's Azure Scales sama sekali tidak tergores sedikit pun.
Pemuda itu langsung menduga bahwa itu karena sosok Suzaku dan Seiryuu sendiri adalah Holy Spirit Beast yang dianggap Dewa penjaga arah mata angin. Meski mereka adalah Beast, jelas mereka juga memiliki atribut suci.
Khususnya Suzaku. Makhluk itu mengendalikan elemen api, yang sangat bertentangan dengan elemen jahat. Ditambah sifat 'suci', itu jelas menjadi musuh terburuk dari para roh jahat.
Jika bukan karena dirinya kekurangan teknik bertahan, Adam sendiri berniat untuk menyadarkan Liez. Namun hal itu sekarang telah dia buang jauh-jauh di belakang kepalanya.
Banyak jimat dan pil yang dia korbankan untuk bertarung beberapa ronde sambil mencoba menyadarkan wanita itu. Hanya saja, hasilnya benar-benar nihil. Jadi dia memutuskan untuk langsung bergerak dengan cara ofensif.
Meski Suzaku's Golden Claws mengonsumsi banyak energi Qi, Adam yakin masih bisa membereskan Liez sebelum energinya habis. Dia juga telah menyiapkan beberapa trik.
Hanya saja, ini akan mengorbankan pertahanannya sendiri. Jadi jika cukup ceroboh, wanita bergaun hitam itu mungkin benar-benar akan menggali jantungnya.
Namun sebelum Adam bergerak, Liez dengan kejam merobek lengan kanannya sendiri. Tidak membiarkan energi dari Suzaku's Golden Claws lebih menyakiti dirinya. Luka itu langsung tertutup, tetapi Adam melihat dengan jelas ... tangan kanan Liez tidak lagi tumbuh.
Melihat itu, Adam menghela napas dalam hatinya.
Kelihatannya Liezabeth juga berada dalam batasan. Energinya juga sudah menipis ...
"Seharusnya kamu tahu, dunia memang kejam ... tetapi banyak orang baik yang juga bermunculan. Kamu sudah tidak dibutuhkan lagi, Liezabeth."
"Diam!!!"
Alasan kenapa Liezabeth tidak bisa tenang karena wanita itu khawatir dengan para 'kelinci abu-abu'. Namun bukan hanya wanita itu yang paling baik di dunia ini. Dari generasi ke generasi, pasti ada orang baik yang mau menolong sesama.
Pada akhirnya, pohon tua akan mati dan bibit baru akan tumbuh menggantikannya. Selama ajaran dan kebaikan selalu diteruskan, itu akan mengalir dari generasi ke generasi.
"Ini sudah berakhir, Liezabeth."
Adam menggelengkan kepalanya.
"Apakah kamu pikir alasan aku menggunakan empat jimat kabut hanya untuk mengulur waktu dan melarikan diri."
Pada saat itu, kabut mulai menipis. Ketika kabut hilang, pemandangan yang mengejutkan terlintas di mata Liez. Dia Melihat 16 pedang es yang melayang menunjuk ke arahnya. Dua pedang es di delapan arah!
__ADS_1
"Jika kamu bisa menahan mereka semua, kemenangan itu milikmu. Namun ... kamu juga kehabisan tenaga, kan?"
Sebelum Liez sempat merespon, enam belas bilah es menembus tubuhnya. Kecuali bagian kepala, dua tangan serta kaki, tubuh ... semuanya benar-benar ditembus oleh pedang es.
Jleb!
Sosok Adam muncul di depan Liez dan menggunakan Suzaku's Golden Claws untuk menembus jantung wanita yang telah dibekukan itu.
"Anak-anakmu telah menunggu. Sebaiknya kamu pergi. Kamu tidak perlu lagi mengawasi dunia ini ... karena sudah ada orang-orang yang akan menggantikan dirimu.
Kamu telah berjuang untuk melindungi anak-anak malang selama ini. Perjuanganmu sudah cukup."
"Jadi begitu ..."
Suara Liez menjadi lebih tenang ketika tubuhnya mulai memudar, sedikit demi sedikit menjadi abu hitam yang diterpa oleh angin.
Liez memejamkan matanya, tampak sedikit lega. Suzaku's Golden Claws benar-benar menyadarkannya dari pikiran-pikiran gila yang telah mengacaukan dirinya.
"Kalau begitu kamu harus berhati-hati, karena ..."
Adam melihat ke arah Liez yang berbisik sebelum tubuh wanita itu benar-benar berubah menjadi abu.
Melihat Spirit Bead yang begitu banyak, Adam jatuh berlutut di tanah. Mengetahui semuanya telah berakhir, dia merasa lega. Hanya saja, pemuda itu agak enggan.
Jimat yang dia gunakan untuk melawan Liez adalah seluruh jimatnya. Lebih dari tiga puluh jimat hilang. Banyak pil yang dia konsumsi
Jika pemuda itu menjual semua 'alat bantu' yang dia gunakan untuk melawan Liez, Adam takut itu mencapai nilai belasan juta ... bahkan lebih dari dua puluh juta dollar aliansi.
Dengan kata lain, meski kalah berdasarkan level ... Adam masih menang dalam kekayaan.
Ya. Meski itu sangat menyakitkan, tetapi hidup masih lebih penting daripada benda-benda yang bisa dia cari itu.
Adam melihat ke tempat Liez menghilang. Dia mengingat apa yang wanita itu bisikkan lalu bergumam pelan.
"Hati manusia ... lebih berbahaya daripada roh jahat atau makhluk-makhluk aneh, kah?"
__ADS_1
>> Bersambung.