Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Ancaman?


__ADS_3

"Menarik ... Sangat menarik ..."


Raul tertawa. Menatap ke arah Adam, pria itu menyeringai ganas.


"Aku juga setuju dengan apa yang kamu katakan, Nak. Hanya yang kuat memiliki hak. Itu juga alasan kenapa kamu ada di tempat ini, kan?"


"..."


Adam tidak menjawab, tetapi mengangguk ke arah Raul dengan ekspresi tenang.


"Baiklah. Kembali ke topik pembicaraan."


Mr Ryuuji mengingatkan. Mendengar ucapannya, semua orang mengangguk ringan. Tampaknya setuju dengan apa yang diucapkan oleh lelaki tua tersebut.


Mr Ryuuji menjentikkan jarinya. Kemudian, pengawal yang ada di belakangnya meletakkan benda ke atas meja.


Dalam sebuah botol kaca, tampak beberapa pil merah darah dengan ukuran kecil. Seperti manik merah, tampak indah, tetapi membuat para ketua kelompok dalam ruangan mengerutkan kening.


"Orang-orang menyebutnya red pearl. Sejenis obat-obatan terlarang yang sekarang mulai banyak beredar di Kota B. Khususnya di kalangan anak muda.


Alasan aku memanggil kalian karena ini. Red pearl sangat berbahaya dan membuat orang kecanduan. Aku tidak bisa mengungkap detailnya karena memakan banyak waktu. Sebagai gantinya, aku telah menyiapkan dokumen lengkap tentang efek samping dan dampak red pearl ke tubuh.


Aku ingin kalian mencari sumber dimana red pearl berasal."


"Apakah kita harus terburu-buru, Pak Tua?"


Leon yang sedari tadi bosan akhirnya kembali membuka mulutnya.


"Kalian sendiri pasti sudah tahu. Karena gerakan besar yang dilakukan oleh pria bernama Blood Owl, pemerintahan sudah menjadi gila. Mereka membuat alasan berdasarkan kejadian tersebut, lalu mulai mengacaukan kami.


Berpura-pura menggeledah bisnis kami, padahal 90% dari bisnis kami sebenarnya bersih. Aku sudah muak dengan tingkah mereka. Namun, untuk menghindari pertumpahan darah ...


Aku ingin kita segera mengurus masalah ini!"


"Hahaha! Kamu benar, Pak Tua. Terlalu banyak alasan, tetapi pada kenyataannya hanya memanfaatkan jabatan untuk mengambil uang kami. Menunda-nunda pekerjaan, dan membesarkan perut mereka sendiri.


Daripada orang yang patut di contoh, orang-orang menjijikkan itu lebih baik mati."


Leon menyeringai. Daripada ekspresi santai dan malas sebelumnya, pria itu tampak sangat ganas. Ekspresinya mengerikan. Tampaknya, pria itu memiliki dendam tertentu dengan pihak pemerintahan.


"Aku ikut."

__ADS_1


"Aku juga ikut."


"Aku juga."


"Tentu saja aku tidak akan ketinggalan."


"..."


Satu per Ketua Kelompok mengangkat tangan kanan mereka. Menyatakan persetujuan mereka atas rencana yang diberikan oleh Mr Ryuuji.


"Wings of Freedom juga akan ambil bagian dalam tugas ini."


Adam berbicara dengan tenang. Sebagai salah satu kelompok yang memiliki area kekuasaan cukup luas, tentu saja mereka memiliki tanggung jawab. Jika mereka menyangkal atau mencoba mengelak, jelas ...


Mereka akan ditargetkan oleh seluruh kelompok di Kota B!


Bukannya Adam takut. Hanya saja, operasi pembersihan dan pelacakan ini sebenarnya memiliki efek positif, jadi pemuda itu tidak menolak. Selain itu, dia merasa agak bersalah.


Tampaknya, karena tindakan sembrono yang dia lakukan ... arus bawah Kota B juga ikut menjadi berantakan.


"Bagus sekali!"


Mr Ryuuji tersenyum bahagia.


Setelah itu, mereka pun melanjutkan dengan beberapa acara formal lainnya. Seperti membahas beberapa bisnis antar kelompok, makan malam bersama, dan sebagainya.


Sekitar pukul 23:00, acara itu akhirnya selesai.


"Pertemuan kali ini selesai! Terima kasih atas kedatangan dan partisipasi kalian. Kalau begitu, kalian dipersilahkan untuk kembali."


Mr Ryuuji berkata dengan ramah sebagai penutup acara.


Setiap pemimpin kelompok bangkit dari tempat duduk mereka. Satu per satu keluar dari ruangan. Mereka semua keluar berdasarkan urutan angka. Namun, saat giliran Adam tiba, Mr Ryuuji berkata.


"Bisakah kamu tinggal sebentar, Mr Adam?"


Adam tampak bingung. Namun akhirnya masih mengangguk dan membalas.


"Baik."


Semua orang akhirnya keluar dari ruangan, kecuali Adam, Mr Ryuuji, dan bawahan mereka.

__ADS_1


Suasana menjadi agak canggung. Saat itu, Mr Ryuuji berkata.


"Kalian berdua keluar dulu."


"Tapi, Tuan—"


"Aku tidak apa-apa. Kalian keluar."


"Baik."


Dua penjaga Mr Ryuuji akhirnya keluar dari ruangan. Adam juga memberi isyarat kepada Shawn dan Matt untuk keluar.


Setelah itu, akhirnya hanya ada dua orang dalam ruangan tersebut.


"Apa yang ingin anda bicarakan dengan saya, Mr Ryuuji?"


Melihat Adam langsung to the points, Mr Ryuuji mengangguk.


"Sebenarnya, aku sempat menyelidiki beberapa hal tentangmu, Mr Adam. Harus aku akui, pencapaianmu sampai sekarang sangatlah luar biasa. Namun, kamu terlalu ceroboh.


Bukankah seharusnya kamu tahu, cinta ... adalah sebuah kelemahan yang bisa menjatuhkan setiap orang begitu saja?"


"..."


Adam hanya diam. Setelah beberapa saat, ekspresinya berangsur-angsur menjadi semakin dingin. Pemuda itu jelas mengingat sosok Jennifer dan Bella.


Untuk Jennifer, Adam percaya, karena latar belakang keluarga. Tidak akan banyak yang mau membuat masalah dengannya. Jadi, hanya ada satu kemungkinan.


PYARR!!!


Bohlam lampu dalam ruangan langsung meledak secara bersamaan. Suhu langsung turun dengan tajam.


Sosok Adam berdiri dengan tenang, ketika sinar rembulan menyinari ruangan yang gelap. Sepasang mata biru memancarkan kilau dingin ketika menatap ke arah Mr Ryuuji. Enam tombak es melayang di sekitarnya, langsung menunjuk ke arah lelaki tua itu.


Pada saat itu juga, suara dingin Adam terdengar dalam ruangan.


"Aku akan memberikan satu kalimat penting ..."


Adam berjalan ke arah Mr Ryuuji. Berhenti di depannya, pemuda itu menatap mata lelaki tua tersebut dengan dingin.


"Jangan macam-macam dengan orang-orangku, B-jingan Tua."

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2