
“Katakan … apakah kamu mengenal pria bernama Owl itu?”
Mendengar itu, Lei Fan yang menyeka darah di sudut bibirnya mendengus dingin.
“Jika anda menanyakan itu sebelumnya, mungkin saya akan menjawabnya. Memukul sebelum bertanya … apakah itu etika para Kultivator Jahat?”
Mata Obi menyempit ketika mendengarkan ucapan dari Lei Fan. Dia telah bertukar beberapa pukulan dengan pemuda itu. Meski kekuatan Lei Fan sedikit lebih tinggi darinya, mereka bertarung secara imbang. Tidak … Obi malah sedikit lebih unggul.
“Bunga dalam rumah kaca benar-benar berani bicara dengan nada begitu sombong?” ucap Obi dengan nada tak acuh.
Pria garang itu kemudian mengangkat tangan kanannya. Lima belas orang dengan setelan hitam yang ikut bersamanya langsung mengeluarkan pistol dan mengarahkannya kepada Lei Fan. Sementara itu, Clara yang berada di dalam mobil benar-benar ketakutan.
“Senjata api …” gumam Lei Fan dengan wajah serius. “Kamu tidak malu menggunakan serangan semacam itu hanya karena tidak bisa mengalahkanku?”
“Jangan terlalu naif, Nak. Dalam suatu pertempuran, tidak peduli bagaimana caranya, hanya ada dua jawaban yaitu … menang atau kalah.
Apakah menurutmu ‘Kultivator Jahat’ seperti kami benar-benar peduli dengan etika semacam itu? Tembak!”
Melihat Obi yang sama sekali tidak ragu, Lei Fan langsung mengeluarkan tiga jimat kertas lalu berseru dengan ekspresi serius.
“Jimat Petir Pelindung!”
Tembakan demi tembakan dilakukan oleh lima belas orang itu. Mengetahui lapisan tipis energi ungu tidak terlalu tahan atas tembakan, Lei Fan mengeluarkan satu kertas jimat lalu berseru dengan enggan.
“Jimat Petir Pelindung!”
Kali ini sebuah cahaya ungu yang lebih tebal menyelimuti tubuh Lei Fan. Dibandingkan sebelumnya, lapisan energi tidak langsung pecah. Jika Adam di sini, pemuda itu pasti tahu bahwa yang digunakan Lei Fan adalah jimat level silver. Meski tidak sempurna, tetap saja itu berada di level silver.
Tidak hanya diam menunggu kematian, Lei Fan langsung bergegas ke arah salah satu pria dengan pedang di tangan kananya dan sebuah jimat di tangan kirinya.
Melihat kecepatan Lei Fan, pria itu terkejut. Namun sebelum sempat menghindar, Lei Fan sudah berada di depannya sambil membuat gerakan menusuk.
“Thirteen Thunder Fangs … gerakan ke-2!”
Pada saat Lei Fan hendak menusuk tenggorokan lawan, gerakannya berubah arah dan menusuk bahu kanan lawan. Ketika pria itu menjerit dan melepaskan pistol di tangannya, Lei Fan langsung menghancurkan pistol itu dengan tendangannya. Dia kemudian memukul belakang leher lawannya sampai pingsan.
Tidak sempat berhenti, Lei Fan melirik ke arah Obi kemudian langsung melemparkan jimat di tangannya.
“Jimat Petir Serangan!”
Jimat langsung berbakat ketika berubah menjadi kilatan petir yang langsung melesat ke arah pria garang itu. Karena itu serangan kejutan dan Obi tidak terlalu siap. Dia benar-benar tertangkap basah.
Terkena serangan semacam itu membuat Obi mundur beberapa langkah sebelum jatuh berlutut di atas jalan.
Pada saat itu, empat belas pria dengan setelan berhenti menembak. Memanfaatkan momen singkat itu, Lei Fan langsung menyerang ke arah beberapa musuh hanya dalam beberapa napas.
__ADS_1
“Untuk bocah yang belum lama turun gunung, kamu menarik.”
Suara dingin Obi terdengar. Pria itu kemudian bangkit. Semua orang bisa melihat luka cukup dalam di dadanya, bahkan masih mengeluarkan darah. Namun Obi masih tampak tak acuh.
Beberapa saat kemudian, otot-otot di sekitar luka Obi menggeliat dan luka perlahan-lahan tertutup. Melihat gerakan aneh yang agak menjijikkan itu membuat kulit kepala Lei Fan mati rasa.
“Itu-”
“Darkblood Heart Worm, apakah kamu pernah mendengar nama itu?”
Mendengar ucapan Obi, Lei Fan tertegun di tempatnya. Tubuhnya sedikit gemetar sebelum menatap ke arah pria hitam itu dengan tatapan penuh kebencian.
“BERANINYA KAMU MENGGUNAKAN BENDA TERKUTUK SEMACAM ITU!!!”
Lei Fan yang awalnya tenang tiba-tiba sangat marah. Dia langsung bergegas ke arah Obi dengan cepat dan berusaha menebasnya. Namun karena jarak meraka cukup jauh, pemuda yang bergegas itu tiba-tiba merasakan firasat buruk.
Melihat Lei Fan yang mengamuk, Obi tiba-tiba menyeringai.
“Tembak kakinya,” ucap Obi dengan dingin.
Mendengar itu, Lei Fan hendak mundur. Namun karena momentumnya ketika maju, dia benar-benar tidak bisa berhenti. Menggertakkan gigi, pemuda itu bergegas ke arah Obi ketika banyak orang mulai menembakinya.
Melihat lapisan pelindung yang sudah sangat tipis, Lei Fan hanya bisa bertaruh.
“Thirteen Thunder Fangs … gerakan ke-4!”
Merasakan sakit yang luar biasa, Lei Fan tidak bisa banyak bicara. Hanya bisa menggertakkan gigi sembari menahan rasa sakit yang dia alami.
“Sekte Thunder Fang … hanya begitu saja?”
Mendengar cibiran dingin Obi, Lei Fan sangat marah dan mencoba bangkit. Namun …
“AARGGH!!!”
Obi yang telah menghampiri Lei Fan langsung menginjak paha pemuda yang terkena tembakan itu.
Lei Fan mendongak, hanya untuk melihat sembilan pria dengan setelan yang mengarahkan pistol ke arahnya. Selain itu, dia juga melihat Obi yang menyeringai kejam.
“Seharusnya kamu bisa membunuh banyak anak buahku lalu bersaing denganku, kan? Namun apa yang kamu lakukan? Bersikap seperti pahlawan yang mencoba memenangkan pertarungan dengan cara baik? NAIF!”
“...”
Melihat kalau Lei Fan tidak membalas, Obi hanya mendecak tidak puas sebelum berkata.
“Bawa dia!”
__ADS_1
...***...
Sementara itu, di ruang pribadi sebuah restoran dekat kampus.
“Jadi begitu …”
Adam mengangguk lembut. Dalam ruangan, hanya ada dia, Bella, dan Lulu. Matthew dan bodyguardnya pergi. Sementara itu, Tina dan Nina yang tidak ingin ikut campur memilih untuk kembali ke asrama terlebih dahulu.
“Anda sebenarnya tidak perlu menyelamatkan saya,” ucap Lulu.
“...”
Melihat ke arah Lulu yang menunduk, Adam hanya bisa menghela napas panjang. Setelah mendengar cerita dari gadis itu, dia mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi.
Lulu sebenarnya bukan anak keluarga biasa. Ayahnya sendiri sebenarnya adalah seorang pengusaha. Tidak bisa dikatakan besar, tetapi juga tidak terlalu kecil. Kehidupan keluarganya awalnya harmonis dan bahagia. Sampai suatu hari semuanya berubah.
Ayahnya yang mulai ‘sukses’ sebenarnya tertarik dengan beberapa wanita. Tanpa sepengetahuan ibunya, pria itu benar-benar menggunakan uang untuk bermain di belakang. Tentu saja, awalnya semuanya baik-baik saja. Namun, sebaik-baiknya menyembunyikan bangkai … baunya akan tercium juga.
Suatu hari ketika Lulu berada di kelas 10 SMA, ibunya akhirnya tahu bahwa selama ini ayah berselingkuh. Merasa tidak senang, mereka pun berdebat hebat. Dari beberapa wanita selingkuhan ayahnya, ternyata ada satu yang hamil dan melahirkan seorang anak. Tentu saja, wanita itu meminta pertanggung jawaban.
Ibu Lulu yang merupakan wanita tradisional merasa sangat kecewa. Mungkin masih bisa dipertimbangkan jika dibicarakan terlebih dahulu, meski menyakitkan … itu tidak lebih sakit daripada dibohongi selama bertahun-tahun. Pada akhirnya, ibu Lulu meminta cerai dan meninggalkan Lulu bersama ayahnya.
Sedangkan wanita yang akhirnya bersama sang ayah itu ternyata hanyalah lintah. Ya … lintah yang menghisap kekayaan ayahnya sebelum akhirnya pergi meninggalkan mereka begitu saja.
Pada akhirnya, sang ayah merasa tertekan. Dengan kekayaan yang kian menipis, Ayah Lulu mulai panik. Saat itu, ‘teman’ baik ayahnya mengajak pria paruh baya itu untuk mencoba bisnis untuk menghasilkan uang dengan cepat.
Ya … judi.
Mungkin karena awalnya Ayah Lulu cukup beruntung untuk memenangkan banyak dan mengembalikan sebagian kekayaan, pria itu menjadi serakah dan buta. Sementara akhirnya … pria itu hanya bisa menyesali segalanya.
Terlilit hutang, bisnis nyaris bangkrut, dan banyak masalah. Pada saat meminta bantuan ‘teman’ baiknya, orang itu bahkan pura-pura tidak mengenali Ayah Lulu.
Lulu sangat ingat. Di malam yang dingin dan gelap karena hujan lebat, sang ayah mendatanginya. Pada akhirnya … benar-benar ‘melanggar’ dirinya, putri kandungnya sendiri.
Tidak hanya kehidupan yang kacau, mulai saat itu … kehidupannya mulai runtuh dan hancur.
Tidak hanya menjadi pemuas ayahnya sendiri. Ayah Lulu yang mulai mencoba mengembalikan bisnisnya benar-benar mendapatkan ‘ide jenius’. Ya … orang itu benar-benar menggunakan putrinya sendiri sebagai sarana ‘pertimbangan dan negosiasi’.
Menghabiskan waktunya untuk menemani pria berminyak dari satu ke yang lainnya membuat gadis itu mati rasa. Dia pernah berharap menemukan cinta sejati yang membawanya pergi dari mimpi buruk yang gadis itu alami.
Memang ada seorang lelaki yang mendekati dan berkata ‘menerima dirinya apa adanya’. Namun pada akhirnya … lelaki itu pergi setelah berhasil mendapatkan dan mencoba ‘menggunakan’ dirinya.
Mulai saat itu juga, Lulu merasa bahwa tidak ada yang bisa dipercaya di dunia ini. Dia bahkan percaya …
Bahwa dirinya hanyalah ‘Boneka Daging’ yang bisa dimainkan lalu dibuang begitu saja.
__ADS_1
>> Bersambung.