Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Sampai di Kota D


__ADS_3

Bandara Kota D.


Sosok Adam yang mengenakan topeng merah turun dari pesawat bersama dengan lima sosok lainnya. Mereka semua mengenakan setelan hitam yang sama. Mereka adalah James, Jasmine, Carole, Douglas, dan Glenn.


Berbeda dengan Adam, yang lainnya sama sekali tidak memakai topeng. Namun mereka masih memakai masker dan kacamata hitam. Keluar dari kelas VIP, mereka menjadi fokus kebanyakan penumpang lain.


Setelah turun, mereka langsung dijemput dengan sedan hitam kemudian pergi dari sana.


"Kota D, kah ..."


Adam bergumam pelan.


Ada dua mobil yang menjemput mereka. Satu mobil membawa 3 dari mereka. Adam duduk di kursi co-pilot, sedangkan Jasmine dan Carole duduk di kursi belakang. James, Douglas, dan Glenn berada di mobil satunya.


"Apakah anda memiliki kenalan di sini, Mr Owl?"


Sopir yang mendengar gumaman Adam bertanya dengan senyum ramah di wajahnya. Dia adalah wanita berusia awal 30-an dengan tubuh terlatih. Dibandingkan dengan sopir, wanita itu malah mirip dengan tentara.


Melihat ke arah wanita itu, Adam menjawab dengan nada monoton.


"Memang. Namun aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang."


Ketika mengatakan itu, Adam mengingat sosok Nicholas. Sahabatnya itu seharusnya sudah kembali ke Kota B. Namun anehnya, ternyata pemuda itu malah tinggal di sana dan belum ingin pulang.


Aku harap dia baik-baik saja.


Adam menghela napas panjang. Sebenarnya dia merasa agak bersalah karena membuat sahabatnya itu harus dikirim ke Kota D dengan paksa. Namun pemuda itu juga percaya, hal itu sangat penting untuk Nicholas.


"Apakah anda ingin kami mencarinya? Kami bisa membantu menangani hal-hal semacam itu."


Wanita itu sekali lagi berkata dengan ekspresi lembut di wajahnya. Namun sebagai tanggapan, Adam hanya diam tanpa mengucap sepatah kata.


"..."


Melihat Adam yang diam saja, wanita itu tahu kalau dirinya sudah salah.


"Maaf, kami tidak bermaksud untuk ikut campur urusan pribadi anda. Kami juga tidak bermaksud untuk menggunakan cara ini untuk mengetahui latar belakang anda atau semacamnya.


Kami—"


"Cukup." Adam menggeleng ringan. "Katakan saja seperti apa Departemen Misteri cabang Kota D. Bagaimana dengan anggota dan kekuatan mereka? Apakah mereka baik-baik saja dalam menangani masalah di Kota D yang sibuk dan padat ini?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Adam, wanita itu mengangguk ringan. Tidak bisa tidak memuji Adam dalam hati.


Seperti yang diharapkan dari Blood Owl yang memecahkan berbagai masalah di Kota B sendirian. Benar-benar bisa diandalkan.


Setelah memikirkan beberapa hal, wanita itu pun berkata dengan nada santai.


"Dibandingkan dengan Kota B yang lebih tenang, tentu saja Kota D memiliki anggota Departemen Misteri lebih banyak. Bukan karena pihak kami lebih kuat, tapi pada kenyataannya ... Kota D sendiri adalah kota industri."


Mendengar itu, Adam mengangguk.


"Banyak yang datang untuk bekerja di Kota D dari berbagai daerah. Tentu karena jumlahnya banyak dan orang-orangnya tercampur dari berbagai daerah, kemungkinan orang yang memiliki kemampuan khusus muncul lebih tinggi daripada kota lainnya.


Sedangkan Kultivator ..."


Belum selesai mengucapkan kalimat terakhir, wanita itu melanjutkan ucapan Adam.


"Ya. Sama sekali tidak ada Kultivator di Kota D. Aku tidak tahu penyebab pastinya. Mungkin itu karena polusi, karena kepadatan penduduk, atau hal-hal lainnya.


Yang pasti, Kota D sendiri adalah kota yang terpengaruh oleh berbagai budaya dan banyak hal tidak terduga di sini."


"..."


Mendengar itu, mata Adam menyempit. Meski tampaknya diberi banyak informasi penting, menurut pemuda itu sendiri ... sosok sopir wanita itu dengan sengaja tidak membahas anggota dari Departemen Misteri cabang Kota D.


"Jadi, berapa total anggota dari Departemen Misteri cabang Kota D? Siapa anggota inti dari cabang Kota D ini?"


Mengetahui bahwa perhatian Adam sama sekali tidak bisa dialihkan, wanita itu hanya bisa tersenyum masam sambil menjawab dengan jujur.


"Departemen Misteri cabang Kota D memiliki 12 anggota aktif, dan beberapa anggota yang tidak aktif (sekolah, kuliah, dan sebagainya).


Dari 12 anggota, mereka dibagi menjadi tiga tim. Setiap tim mengurus berbagai masalah sendiri, dan sebagian tidak.


Tentu saja, dari tim 1 sampai 3, tim 1 yang paling kuat. Mereka memiliki potensi yang lebih baik daripada dua tim lainnya."


Dua belas orang ... belum termasuk yang tidak aktif.


Mata Adam menyempit. Dia tidak menyangka bahwa akan ada pengguna kemampuan khusus dalam jumlah sebanyak itu di Kota D. Kemungkinan besar, jumlah mereka sekitar 20 orang. Tiga kali lipat daripada jumlah anggota di Kota B.


"Aku tidak tahu, Departemen Misteri dari kota mana saja yang diundang untuk acara pertemuan ini."


Adam berkata dengan tenang, tidak cepat atau lambat. Wanita di kursi pengemudi itu juga langsung menjawab.

__ADS_1


"Enam Kota, dari Kota B sampai Kota G."


"Bagaimana dengan Kota A?"


"Haha! Anda benar-benar bercanda, Mr Owl. Orang-orang di atas itu ... pasti tidak akan mau disuruh untuk pergi ke pertemuan semacam ini."


"..."


Mendengar nada sarkasme dari mulut wanita itu, Adam menggeleng ringan. Apa yang dikatakan wanita itu benar, jadi dia juga tidak berkomentar.


"Apakah kamu juga memiliki informasi tentang para tamu dari kota lainnya?"


"Tentu saja. Namun kita sudah sampai di lokasi, Mr Owl. Tampaknya kita tidak bisa melanjutkan perbincangan mengasyikan ini.


Satu hal yang pasti. Selain Kota D, kira-kira yang lain memiliki jumlah anggota sama dengan kalian."


"..."


Mendengar itu, Jasmine dan Carole yang duduk di kursi belakang tampak lega. Mereka awalnya takut kalau cabang Kota B paling buruk dan tidak bisa diandalkan. Namun mereka cukup lega karena ternyata kinerja mereka (Cabang Kota B) juga terbilang normal, bahkan cukup baik di antara kota lainnya.


Dua mobil sedan hitam berhenti di sebuah gedung tinggi yang tampak menakjubkan.


Turun dari mobil, yang lainnya melihat ke arah gedung pencakar langit itu dengan ekspresi rumit.


Dibandingkan dengan markas mereka yang tampak biasa, bahkan cukup suram karena berlokasi di dekat makam. Markas Departemen Misteri cabang Kota D benar-benar ada di pusat kota.


"Markas kami berada di lantai teratas gedung ini. Mari masuk."


Suara wanita yang menjadi sopir Adam tadi terdengar.


Gedung ini adalah salah satu gedung tertinggi di Kota D. Dengan ketinggian 252 meter dan 50 lantai, tempat ini bisa dibilang salah satu lokasi yang paling diinginkan di Kota D.


Akan tetapi, daripada fokus dengan gedung, Adam malah fokus dengan ucapan wanita itu.


"Markas kami?" tanya Adam.


Wanita yang menjadi sopir itu berhenti berjalan. Menoleh ke arah Adam, wanita itu tersenyum cemerlang.


"Benar. Karena tugas membawa kalian kembali, aku sampai lupa memperkenalkan diri.


Perkenalkan, namaku Amy ... anggota tim 1 dari Departemen Misteri cabang Kota D."

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2