Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Bagian Tanggung Jawabku


__ADS_3

Melihat enam tombak es yang diarahkan kepadanya, Mr Ryuuji masih duduk di kursinya dengan tenang. Lelaki tua itu sama sekali tidak tampak ketakutan. Matanya menatap ke arah Adam, benar-benar tampak jernih.


"Untuk lelaki tua yang bisa jatuh kapan saja, aku sama sekali tidak takut, Anak Muda."


BANG!!!


Pintu tiba-tiba didobrak. Dua sosok masuk ke dalam ruangan. Mereka berdua memakai pakaian serba hitam dan tampak identik. Melihat Adam yang mengarahkan enam tombak es kepada Mr Ryuuji, kedua pria kekar itu berteriak.


"APA YANG KAMU LAKUKAN KEPADA TUAN!!"


"BERANINYA KAMU!!"


Keduanya langsung melesat ke arah Adam. Muncul di sisi kanan dan kiri pemuda itu, mereka langsung mengayunkan tinju mereka.


BANG!


Dua telapak tangan Adam menangkap pukulan mereka dengan santai. Bahkan Adam masih menatap ke arah Mr Ryuuji, sama sekali tidak terlalu memperhatikan dua orang di kanan dan kirinya.


"KAMU!!"


Melihat pukulan mereka dihentikan, keduanya mengepalkan tangan lain. Dalam waktu singkat, energi berwarna kuning menyelimuti kepalan tangan mereka.


Merasakan bahaya, Adam langsung melepaskan kedua tangan mereka. Tangannya langsung disilangkan di depan dada. Saat itu juga, dua kepalan kuat menghantam Adam dengan keras.


BRUAK!!


Adam langsung terpental beberapa meter ke belakang. Menghancurkan beberapa meja dan kursi sebelum akhirnya berhenti.


Pemuda itu masih berdiri kokoh. Enam tombak es masih melayang di kanan dan kirinya. Dia meregangkan otot lehernya. Menjentikkan jari, keenam tombak es pecah dan hilang.


"Kalian berdua Kultivator, kan?"


"..."


Keduanya tidak menjawab, hanya menatap Adam dengan ekspresi serius.


"Merasa lebih spesial dari orang lain? Merasa lebih kuat?"


Memasang ekspresi tak acuh di wajahnya, Adam memasang kuda-kuda. Kabut putih menyelimuti kedua kepalan tangannya sebelum akhirnya membentuk dua gauntlet es yang melindungi tangannya.


"Majulah ... biar aku ladeni kalian."


Urat nadi muncul di dahi kedua pria kekar itu. Kepalan tangan kanan mereka diselimuti oleh energi kuning. Mereka berdua langsung melesat ke arah Adam. Muncul di depan dan belakang pemuda itu, mereka langsung meninju bersamaan.


Akan tetapi, sebelum tinju mengenai Adam, pemuda itu langsung menunduk. Dia langsung melakukan pukulan lurus dengan cepat ke perut pria di depan, membuatnya mundur hampir tiga meter. Saat itu juga, Adam langsung memutar tubuhnya, menggunakan sikunya untuk berhadapan dengan pukulan dari pria di belakangnya.


Crack!!


Suara retakan terdengar.

__ADS_1


Ketika ekspresi pria itu agak pucat, Adam yang telah berbalik langsung mengayunkan tinjunya. Dia melakukan hook tepat di kiri wajah pria itu.


Bang!


Pria itu terbanting dan berguling di lantai beberapa kali sebelum kembali berdiri dengan ekspresi pucat di wajahnya.


Adam kembali melemaskan otot-otot lehernya. Menatap ke arah mereka berdua dengan ekspresi tak acuh, dia berkata.


"Bukankah kalian menyukai pertarungan jarak dekat? Bukankah kalian suka meninju orang-orang yang menentang kalian?"


Pada saat itu, tekanan mengerikan terpancar dari tubuh Adam.


"Majulah! Ayo! Pukul aku! Bukankah itu yang kalian inginkan?!"


Keduanya saling memandang. Memiliki ekspresi serius di wajah mereka, mereka kembali bergegas ke arah Adam.


Lima belas menit kemudian.


BRUAK!!


Salah satu pria menghancurkan beberapa meja, jatuh ke lantai dengan keras. Sementara pria lainnya terpental menabrak pintu, terlempar keluar dari ruang rapat.


Meski demikian, mereka masih berjuang untuk bangkit. Berjalan tertatih, mereka masih berniat untuk melawan Adam. Namun akhirnya, mereka benar-benar dirobohkan di depan Mr Ryuuji.


Adam tidak peduli dengan ruangan yang tampak begitu kacau. Memiliki ekspresi tak acuh di wajahnya, pemuda itu mengambil salah satu kursi yang masih utuh. Meletakkan kursi di depan meja Mr Ryuuji, dia langsung duduk.


"Kamu ingin mati dengan cara seperti apa, B-jingan Tua?!"


Melihat ke arah Adam, Mr Ryuuji tetap tenang. Memejamkan mata sejenak, dia akhirnya berkata.


"Jika diminta untuk memilih, lelaki tua ini ingin mati setelah melihat satu-satunya kerabatnya yang tersisa."


"..."


Mendengar jawaban Mr Ryuuji, Adam terdiam sejenak. Setelah beberapa saat, memiliki senyum di wajahnya, pemuda itu mencibir.


"Lalu pulanglah dan cuci lehermu. Kita lihat ... apakah Jade Dragon bisa melindungimu."


Mr Ryuuji menatap tepat ke mata Adam. Melihat sepasang mata biru yang indah, tetapi dipenuhi dengan niat membunuh, pria tua itu bertanya.


"Apakah gadis kecil itu begitu berharga bagimu, Nak Adam?"


"Bella—"


"Tidak perlu menjawabnya. Dari matamu, aku tahu dia sangat berharga. Lalu ... Apakah kamu mau dia hidup lebih baik, Nak Adam?"


Pertanyaan Mr Ryuuji membuat Adam terkejut. Memiringkan kepalanya sambil menahan amarah, pemuda itu bertanya.


"Apa maksudmu, Pak Tua?!"

__ADS_1


Mr Ryuuji menjawab dengan tenang.


"Seperti yang kamu tahu, Jade Dragon adalah kelompok terbesar di Kota B.


Sebenarnya, Bella adalah satu-satunya kerabat ku. Dia adalah cucu dari adik kandungku. Kami terpisah ketika masih kecil, dan tidak pernah bertemu sampai akhir hayatnya.


Sebelumnya, aku memiliki dua anak. Satu sudah berkeluarga, tetapi mati dalam kecelakaan. Sedangkan yang muda, bocah bodoh itu mati dalam pertempuran kelompok.


Seperti yang kamu lihat, aku sudah tua dan memerlukan ahli waris. Setelah menyelidiki,  aku mengetahui bahwa Bella adalah kerabat ku. Aku juga mengetahui apa yang telah terjadi dengannya.


Meski kamu kuat, Wings of Freedom masih baru dan belum kokoh. Lebih baik kalau Bella—"


"JANGAN BERCANDA DENGANKU, B-JINGAN TUA!!"


Adam langsung berdiri. Sebuah belati es tajam muncul di tangannya. Belati itu terhunus, hanya beberapa centimeter dari leher Mr Ryuuji.


Memiliki niat membunuh di wajahnya, Adam mengingat sosok Bella dan apa yang telah terjadi kepadanya.


Gadis yang hidupnya nyaris hancur, gadis yang terus berjalan di antara hitam dan putih, gadis yang ingin mengakhiri hidupnya karena merasa tidak ada gunanya hidup di dunia ini ...


'Bertemu denganmu adalah hal terindah yang terjadi dalam hidupku, Kak Adam.'


Mengingat gadis dengan mata berlinang air mata dalam pelukannya, cengkeraman tangan Adam pada gagang belati menjadi lebih erat.


"DIMANA KAMU SELAMA INI?!"


Pertanyaan Adam membuat Mr Ryuuji bingung.


"Maaf?"


"JIKA KAMU BENAR-BENAR KERABATNYA ... DIMANA KAMU SELAMA INI?!"


"Seperti yang kamu ketahui, Nak Adam. Aku belum lama ini—"


"CUKUP!"


Belati es di tangan Adam perlahan-lahan memudar. Pemuda itu berdiri diam di tempatnya beberapa saat, sebelum akhirnya berjalan melewati Mr Ryuuji menuju pintu keluar.


Sampai di depan pintu, Adam berhenti.


"Aku akan berpura-pura tidak mendengar semua omong kosong ini, Mr Ryuuji.


Jangan pernah sekali-kali kalian mendekati Bella. Aku tidak ingin Bella terlibat dengan Jade Dragon, atau kelompok-kelompok ini. Aku akan membuatnya bahagia dan melindunginya karena Bella adalah bagian dari tanggung jawabku. Jadi ..."


Adam berjalan melewati pintu sambil berkata.


"Biarkan gadis baik itu bahagia dalam sisa hidupnya. Tertawa bersama orang-orang yang dia sayang di tempat terang dan penuh cahaya."


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2