Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Kabar Baik dan Buruk


__ADS_3

Keesokan harinya, rumah sakit umum setempat.


Di sebuah bangsal rumah sakit, tampak Randy, Matthew, Shawn, dan Brock dirawat.


Dari luka, Randy adalah yang paling parah. Matthew dan Shawn cukup buruk. Sedangkan yang paling ringan adalah Brock.


Pyar!


Sebuah gelas jatuh ke lantai ketika Brock gagal memegangnya. Shawn, Matt, dan Randy merasa terkejut karenanya. Selain mereka, hanya ada Adam yang datang setelah perawat pergi.


"Apakah kamu melakukannya, Brock?"


Adam berdiri di dekat Brock sambil menatap dengan ekspresi tak acuh.


"Saya melakukannya, Ketua."


PLAK!


Ketika Brock selesai berbicara, Adam langsung menamparnya. Jika bukan karena kondisi pria itu buruk, dia pasti sudah memukulinya.


"Kamu sulit mengendalikan tubuhmu, kan? Efek samping itu bisa dikesampingkan untuk sekarang. Kamu akan mulai terbiasa.


Namun aku sudah bilang, akan ada efek samping berupa luka yang sulit disembuhkan. Itu bisa memengaruhi pencapaianmu di masa depan. Selain itu, katakan padaku, dari kelima indera, yang mana?"


"Penglihatan saya, Ketua."


"Apa lagi?"


"Indera perasa saya sedikit berkurang, Ketua."


"Apa lagi?"


"Itu saja, Ketua."


Brock menjawab dengan jujur. Sejak bertarung dengan mode Berserk, dia banyak kehilangan daripada mendapatkan sesuatu. Tubuhnya menjadi lebih lambat, belum lagi, pandangannya mulai buram.


"Sudah aku bilang, tubuhmu belum siap menerima kekuatan itu. Belum lagi, karena kamu menahannya dengan obat, efeknya akan memburuk ketika selesai."


"..."


Melihat ke arah Brock yang bertingkah seperti anak kecil yang mengakui kesalahannya, Adam hanya bisa menghela napas panjang.


"Aku senang kamu bisa melindungi Randy. Ini juga kesalahanku karena terlalu meremehkan lawan. Jadi, aku akan mencoba mencari cara untuk menyembuhkan itu."


"Bagaimana dengan kami, Ketua?"


"Ya! Kami juga berusaha keras."


Melihat ke arah Shawn dan Matt yang berbicara, sudut bibir Adam berkedut. Bukannya memuji mereka, dia malah langsung memberi kritikan.


"Apakah kalian bodoh? Bukankah aku sudah bilang, jika sudah hampir mencapai batas, gunakan saja mainan itu. Siapa yang menyuruh kalian bertarung mati-matian seperti itu."


"Eh? Bukankah Randy dan Brock juga melakukannya?"

__ADS_1


"Itu karena musuh mereka tidak bisa dilawan dengan mainan kecil itu!"


"Eh???"


Shawn dan Matt saling memandang dengan ekspresi terkejut. Melihat ke arah Randy dan Brock, mereka tidak bisa tidak bertanya.


"Bukankah itu berarti mereka bisa mengalahkan lawan yang lebih kuat daripada lawan kami? Mereka bahkan masih hidup setelah melawan orang semacam itu?"


"Ya! Itu tidak masuk akal. Kami ingin meminta penjelasan lebih."


"Hou? Tampaknya setelah bertarung, kalian menjadi semakin berani?"


Melihat senyum di wajah Adam, mereka berdua langsung menciut. Memiliki ekspresi menyanjung di wajah mereka, Shawn dan Matt berkata.


"Kami hanya bercanda, Ketua."


"Benar. Kami hanya bercanda, jangan dimasukkan dalam hati."


Melihat mereka berdua yang bersikap tak tahu malu, Adam hanya bisa memberi senyum sambil menggeleng ringan. Dia kemudian menatap ke arah Randy yang duduk menunduk dalam diam. Menghampiri pria feminim itu, Adam berkata.


"Jangan terlalu kamu pikirkan. Setelah kalian sembuh total, mari kita bicarakan semuanya secara baik-baik."


"Tapi ... ini salahku."


Mengetahui apa yang terjadi pada tubuh Brock membuat Randy merasa sangat menyesal. Awalnya, dia sedikit marah kepada Brock karena sejak awal menyembunyikan kekuatannya. Namun mendengar efek samping dari kekuatan tersebut, Randy merasa malu karena telah menyalahkan sahabat yang telah melindunginya.


Selain itu, Randy juga merasa bersalah. Dia merasa, luka-luka pada tubuh Brock terjadi karena dia terlalu tidak berguna.


Adam menghela napas panjang sambil menepuk pundak pria itu.


"Omong-omong, apa yang terjadi selama kami tinggal di sini, Ketua?"


Shawn berkata dengan nada penasaran.


"Ada kabar baik dan buruk. Mana yang ingin kalian dengar terlebih dahulu."


"Errr ... Mendengar kabar baik terlebih dahulu lalu buruk terasa menyakitkan, jadi tolong, kabar buruk terlebih dahulu!"


"Kabar buruk, banyak anggota yang terluka. Kita juga sebenarnya menemukan gudang penyimpanan beberapa obat-obatan terlarang serta emas selundupan. Namun, karena kepolisian ikut campur, barang itu diamankan oleh mereka.


Selain itu, dalang dibalik kasus ini tidak tertangkap. Lokasi sama sekali tidak diketahui."


"..."


Ketiga orang itu tercengang karena kabar yang diterima dari Adam. Memiliki ekspresi penuh keraguan, Shawn berkata.


"Jadi, kami di tusuk secara cuma-cuma? Sama sekali tidak mendapatkan uang receh sedikit pun?"


"Itu tidak sepenuhnya benar."


Adam menggelengkan kepalanya.


"Kabar baiknya, kita menangkap empat anggota Darkblood Moth Tamer. Kita bisa mencari sumber dari menginterogasi mereka. Juga, tidak ada kematian di pihak Wings of Freedom, aku bersyukur karenanya.

__ADS_1


Selain itu, karena ada peredaran obat-obatan terlarang di sana, Phantom Blade memenuhi janji mereka dan mengizinkan Wings of Freedom mengakuisisi Golden Dew. Tentu saja, kami masih harus membayarnya.


Meski pihak pemerintahan itu buruk karena mengambil hak kami, paling tidak mereka punya otak.


Mereka telah menyebarkan bahwa tindakan yang dilakukan Wings of Freedom adalah untuk menghentikan kelompok tertentu yang ingin membakar gedung, dan juga menangkap para pengedar obat-obatan terlarang.


Paling tidak, karena itu, sikap masyarakat ketika memandang kami akan menjadi lebih positif."


"Bukankah kita masih kehilangan banyak uang, Ketua?"


Shawn berkata dengan senyum pahit di wajahnya.


"Memang. Namun, setidaknya kita bisa menganggap ini sebagai investasi jangka panjang."


"Kamu benar, Ketua! Kita harus berpikir positif!"


Melihat senyum masam yang dipaksakan pada wajah Shawn, Adam dan tiga orang lainnya tertawa.


Meski tampak menderita, tetapi kejadian ini membuat mereka semua semakin akrab dan kuat dibandingkan sebelumnya.


Setelah berbicara dengan mereka, Adam pergi meninggalkan ruangan. Dia kemudian berjalan menuju ke ruangan khusus dimana tiga anggota Darkblood Moth Tamer dirawat dan diisolasi.


***


Sementara itu, di ruangan lain.


Bella dan Lulu dirawat dalam satu ruangan. Meski ranjang mereka tidak begitu berjauhan. Mereka hanya berbaring diam sambil menatap langit-langit.


"Maafkan aku, Lulu. Aku terlalu tidak peka dan malah membuatmu merasa semakin tertekan. Aku terlalu memaksakan kehendakku dan bersikap kekanak-kanakan."


"..."


Mengabaikan Lulu yang masih diam saja, Bella terus berbicara.


"Sekarang, aku tidak memaksamu untuk tinggal, Lulu. Kamu memiliki kehidupanmu sendiri, dan aku tidak berhak mengaturnya.


Sepertinya kamu sedang berusaha mencari kebahagiaan dengan caramu sendiri, jadi aku tidak akan mengurungmu di sini. Bahkan, aku berharap kamu akan menemukan apa yang kamu cari. Namun, bahkan jika aku mengetahui kamu menyukai Kak Adam, aku tidak akan menyerahkannya karena itulah kebahagiaanku.


Mungkin jika kamu bisa meyakinkannya, itu berbeda cerita."


Bella menatap langit-langit putih dengan senyum di wajahnya.


"Hanya saja, kamu harus ingat. Jangan pernah menganggap dirimu sendiri. Kamu masih memiliki aku, Tina, dan Nina. Mungkin kamu juga akan menemukan teman-teman lain di luar sana.


Akan tetapi, bahkan jika kamu tidak menemukannya, ingatlah ... kami akan selalu menjadi temanmu. Juga, kamu boleh kembali untuk menemui dan berkumpul bersama kami."


"..."


Tidak menjawab ucapan Bella, Lulu hanya menatap langit-langit putih sambil menggigit bibirnya. Air mata tumpah membasahi pipi dan bantal di bawah kepalanya. Kali ini, gadis itu akhirnya sadar, bahwa ketika dia benar-benar membuka hati ...


Sebenarnya masih ada orang yang peduli.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2