Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Makhluk Aneh dan Berbahaya


__ADS_3

Merasa sedang dikejar, sosok itu tiba-tiba berbalik. Bergegas ke arah Adam dengan kecepatan luar biasa.


Ketika orang itu berbalik, Adam bisa dengan jelas melihat sosoknya. Orang itu adalah seorang pria paruh baya gempal dengan rambut pendek bergelombang. Dia memakai pakaian pasien Rumah Sakit Jiwa berwarna putih.


Apa yang membuat Adam merasa tidak cocok adalah cara berlari pria paruh baya itu. Selain cara berlari yang aneh, pria itu berlari terlalu cepat. Tidak cocok dengan penampilan fisiknya sama sekali.


Pada saat pria paruh baya itu tidak lagi jauh darinya, Adam melihat orang itu melompat sambil membuka mulutnya. Benar-benar berniat untuk menggigitnya.


“Orang ini …”


Adam langsung mengelak dan memukul pundak pria paruh baya itu. Pada saat orang itu kehilangan keseimbangannya, dia langsung menjegal dan membanting tubuh orang itu ke tanah.


Pada saat Adam merasa cukup lega, pemuda itu terkejut melihat pria paruh baya yang tiba-tiba bangkit dan mencoba menerkamnya. Orang itu tidak terlihat kesakitan padahal dibanting cukup keras ke lantai.


Melihat asap hitam yang samar keluar dari mulut pria paruh baya itu, mata Adam menyempit.


“Apakah kamu tidak apa-apa, Ad … maksudku, Owl!”


“Kamu mundur terlebih dahulu,” ucap Adam dingin, “Ini bukan sesuatu yang bisa diatasi oleh kalian.”


“Maksudmu …”


Pada saat berpatroli sebelumnya, Adam menyuruh Jennifer memanggilnya dengan sebutan Owl ketika berada di luar. Ya, hanya untuk menyembunyikan identitasnya. Meski tidak ada orang di sekitar, wanita itu masih memanggilnya begitu, membuat Adam merasa lega.


Melihat orang itu terus mencoba mengigit dirinya, Adam tampak agak santai. Dia bahkan terlihat cukup penasaran.


Mari lihat seberapa tahan orang ini …


Adam terus menghindar dan sesekali menjatuhkan pria paruh baya itu. Awalnya terlihat tidak bermasalah, tetapi semakin lama, gerakan orang itu pun akhirnya menjadi semakin kacau.


Jennifer yang melihat bagaimana Adam mengendalikan orang gila yang menumbangkan beberapa polisi dengan mudah tampak terkejut. Dia tidak bisa menyangka kalau orang gila itu bisa dikendalikan sampai seperti itu.


Adam sendiri yang telah melihat pria itu telah sampai batasnya hanya menggeleng ringan. Dia akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan semuanya. Sambil membanting tubuh pria paruh baya itu, Adam menggunakan skill Suzaku’s Cry.


“Jatuh!” ucap Adam dingin.


Setelah dibanting, sosok pria paruh baya itu tiba-tiba berguling-guling di tanah sambil meraung gila. Bukannya sadar, orang itu menjadi semakin gila dan langsung menyerang Adam.


Melihat apa yang terjadi sebelumnya, ekspresi Adam menjadi lebih serius.


Bukan roh jahat, kah?


Pikir Adam ketika tidak melihat sosok roh yang merasuki pria paruh baya itu. Setelah memikirkannya baik-baik, dia langsung melesat ke arah orang itu. Melapisi tangannya dengan energi Qi yang tipis, Adam langsung memukul perut pria paruh baya itu dengan telapak tangannya.

__ADS_1


Menerima serangan Adam, pria paruh baya itu berguling-guling di lantai sebelum akhirnya berlutut sambil memegangi perutnya. Pria itu kemudian membenturkan kepalanya ke tanah beberapa kali sebelum membuka mulutnya lebar-lebar.


Saat itu juga, gumpalan aneh berwarna hitam muncul dari mulut pria paruh baya itu. Orang itu memuntahkan gumpalan hitam tersebut sebelum tubuhnya roboh.


Adam langsung melihat gumpalan hitam tersebut. Benda itu seukuran kepalan tangan wanita dewasa itu tiba-tiba menggeliat. Ya … menggeliat.


Setelah diperhatikan dengan baik-baik, benda itu ternyata adalah ulat hitam seukuran kepalan tangan. Bentuknya bulat dengan daging dan lendir yang tampak menjijikkan. Yang paling aneh … ada pola wajah terdistorsi berwarna merah di punggung ulat itu.


Benar-benar tampak aneh, menjijikkan, sekaligus mengerikan.


“O-Owl … m-makhluk … makhluk apa ini?” tanya Jennifer dengan suara gugup dan panik.


Melihat ulat gemuk yang terus menggeliat dengan aneh tetapi tidak bisa melarikan diri dari tempatnya, ekspresi Adam menjadi lebih dingin. Dia langsung melirik ke arah Jennifer.


“Berikan pisaumu,” ucap Adam.


“E-Eh???” Dengan ekspresi agak linglung, Jennifer memberikan pisau kepada Adam.


Adam yang menerima pisau itu langsung menikam ulat aneh itu. Ketika ditikam, ulat itu mendesis sambil terus menggeliat sampai pada akhirnya berhenti bergerak dan mati.


Menarik pisau, ekspresi Adam sedikit berubah ketika melihat pisau yang menjadi cukup tumpul karena cairan korosif.


“Makhluk ini tidak sederhana,” gumam Adam.


“Ini hanya salah satu makhluk aneh yang sempat aku bicarakan.”


“Eh???”


Mendengar ucapan Adam, Jennifer tampak terkejut.


“M-Maksudmu … selama ini kamu mencoba berburu makhluk mengerikan seperti itu?” tanya Jennifer dengan ekspresi heran.


“Kurang lebih seperti itu,” ucap Adam tak acuh.


“Lalu … apakah kamu tahu makhluk apa ini?”


Melihat Jennifer yang agak kaget dan penasaran, Adam merasa agak heran. Namun tebakannya benar. Wanita itu tidak bisa melihat dua Spirit Bead (bronze) yang muncul dari ulat yang dia bunuh. Kelihatannya, benda itu memang item khusus System.


Adam mengambil dua manik itu lalu menyimpannya di Items Bag. Setelah itu, dia menyentuh ulat aneh itu dengan ujung jarinya.


[ Darkblood Caterpillar Carcass ]


Bangkai dari Darkblood Caterpillar. Makhluk yang mendiami tubuh makhluk hidup lain dengan vitalitas dan energi yang tinggi, seperti manusia. Makhluk itu akan menyerap energi dari inangnya. Setelah menyerap cukup, makhluk itu akan berevolusi ke tahap berikutnya.

__ADS_1


Biasanya, inangnya akan mati ketika seluruh energinya diserap habis.



Melihat deskripsi dari System, Adam merasa kulit kepalanya mati rasa. Dia sekarang tahu bahwa semua itu pasti dilakukan dengan sengaja. Masalahnya … dia bingung bagaimana bisa ada orang sekejam itu.


Pelakunya jelas mengorbankan nyawa satu orang untuk membesarkan satu makhluk aneh itu.


“Owl? Hey, kenapa kamu diam saja? Tidak bisakah kamu menjawab pertanyaanku?”


Pertanyaan Jennifer membangunkan Adam dari lamunannya. Pemuda itu kemudian menggeleng ringan lalu menjelaskan.


“Makhluk ini disebut Darkblood Caterpillar. Makhluk ini akan menggunakan makhluk hidup sebagai inang. Menyerap energi mereka untuk tumbuh. Pada akhirnya, inangnya akan mati.


Bisa dibilang, makhluk aneh ini adalah tipe parasit yang sangat berbahaya.”


“A-Apakah yang kamu katakan benar, Owl?”


“Benar.” Adam mengangguk dengan tegas.


“Kalau begitu kita harus melaporkannya kepada-”


“Tidak, Jennifer. Rekan-rekan atau atasanmu tidak akan percaya tentang takhayul semacam itu. Lebih baik kamu menyerah daripada dianggap gilang. Juga …


Siapa yang tahu apakah ada antek di dalam kepolisian. Jika ada, sangat berbahaya ketika pihak lawan mengetahui bahwa kamu mengerti tentang Darkblood Caterpillar.


Kemungkinan besar kamu akan ditargetkan.”


Mendengar ucapan Adam yang maksud akal, Jennifer akhirnya memutuskan untuk tidak mengatakannya. Entah kenapa, gadis itu percaya kepada Adam. Belum lagi, dia merasa bahwa pemuda tampan itu mengkhawatirkan keselamatannya.


Hehehe … ternyata Adam masih sangat mempedulikan aku.


Jika Adam tahu apa yang sedang Jennifer pikirkan, pemuda itu pasti akan tercengang. Dia tidak akan pernah menyangka polisi cantik yang terkadang seperti harimau betina ketika marah itu memiliki pemikiran yang begitu sederhana.


“Ada apa, Jennifer?” tanya Adam.


“Tidak apa-apa.” Jennifer mendengus dingin.


Melihat perubahan sikap Jennifer, Adam merasa agak aneh. Dia bahkan mengeluh dalam hatinya.


Pasti ada yang salah dengan kepala wanita ini.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2