Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Pedang Yang Membelah Langit


__ADS_3

Melihat ke arah Alicia melarikan diri, Adam mengangkat sudut bibirnya.


"Kejar dia, Abyssnian Giant Centipede!"


Mendengar perintah dari Old Dong, Abyssnian Giant Centipede tampak tidak peduli. Dia malah langsung bergegas menuju ke arah Adam dengan gila.


Tanah berguncang pada setiap gerakannya.


"Tsk! Kalau begitu biar aku sendiri."


Old Dong langsung bergegas menuju ke arah Alicia melarikan diri. Namun ketika dia baru bergerak belasan meter, bayangan hitam tiba-tiba menghentikan langkahnya.


Memiliki ekspresi terkejut di wajahnya, Old Dong melihat ke arah sosok yang tiba-tiba muncul dan menebas dirinya.


Berdiri tidak jauh di depannya, tampak sosok mirip dengan Adam. Hanya saja, seluruh tubuhnya hitam pekat bagai tinta.


"Ini ... klon?" gumam Old Dong dengan ekspresi tidak percaya.


Setelah menjalani kehidupan yang begitu lama, bukan berarti dia belum melihat berbagai kemampuan unik. Bahkan, dia juga telah melihat kemampuan mirip dengan shadow clone.


Hanya saja, clone biasanya memiliki kemampuan yang sangat terbatas. Namun apa yang ada di depannya membuat lelaki tua itu merasakan bahaya. Old Dong sendiri melihat, bahwa penampilan bayangan mirip dengan Adam.


"Lebih tepatnya, klon bayangan."


Di kejauhan, suara Adam terdengar.


Pemuda itu menghindari gigitan demi gigitan, tubrukan demi tubrukan, serta berbagai serangan yang dilancarkan oleh Abyssnian Giant Centipede.


Adam sama sekali tidak tampak kewalahan. Dia terus bergerak dengan kecepatan luar biasa. Langkah kakinya terlihat begitu ringan seolah dia bisa menginjak udara, seringan burung layang-layang.


Pemuda itu mencari kesempatan untuk membalas. Hanya saja, setiap serangan yang dilakukan oleh Adam sia-sia. Rasanya seperti dirinya telah menebas dinding besi.


"Ini merepotkan," gumam Adam.


Bukan hanya Adam, Old Dong juga merasa sangat kerepotan ketika harus menghadap klon bayangan Adam.


Sebagai ahli racun, dia biasanya menyerang dengan senjata kecil seperti jarum. Paling banter, dia menggunakan pedang bilah pendek yang dilapisi racun untuk menghabisi musuh-musuhnya.


Sedangkan bayangan Adam sendiri jelas tidak terpengaruh dengan racun.


Setelah bertarung cukup lama, Old Dong akhirnya menyadari sesuatu. Hal tersebut membuatnya tersenyum.


"Jadi begitu ..."


Old Dong akhirnya mengetahui kelemahan klon bayangan Adam.


Meski klon bayangan Adam mirip dengan pemiliknya, bahkan memiliki kekuatan, kecepatan, dan pertahanan seperti pemiliknya. Klon bayangan juga bisa menggunakan teknik pedang atau teknik bertarung. Namun, klon bayangan tersebut hanya bisa memanfaatkan hal itu.


Klon bayangan Adam tidak bisa mengeluarkan energi qi jenis api, tidak bisa menggunakan teknik gerakan kaki yang membuatnya seperti berjalan di udara, dan beberapa teknik yang berhubungan dengan energi lain yang dimiliki oleh tubuh asli.


"Kalau begitu ..."


Old Dong merobek pakaian yang menutupi lengan kirinya. Pada saat itu, dari tempat tangan kiri lelaki tua yang telah putus itu tiba-tiba ditumbuhi oleh daging yang tampak menjijikkan.


Daging-daging itu tumbuh menjadi bentuk yang mirip dengan tentakel gurita. Hanya saja, lebih tipis, panjang, dan dipenuhi tonjolan serta memiliki banyak mulut penuh taring tajam.

__ADS_1


Jumlah tentakel itu ada empat. Keempatnya saling melilit lalu membentuk sebuah tangan besar yang tidak sinkron dengan bentuk tubuh Old Dong yang kurus dan pendek.


Old Dong langsung bergegas ke arah klon bayangan dengan pedang bilah pendek di tangan kanannya. Dia kemudian melesat cepat dan menebas tepat di leher klon bayangan.


Klon bayangan langsung menangkis gerakan tebasan Old Dong. Namun bukannya panik, lelaki tua itu malah menunjukkan seringai kejam.


"Kena kau!"


Lengan kiri Old Dong langsung melesat. Lengan monster itu langsung menghantam kepala klon bayangan Adam dengan kekuatan dan kecepatan luar biasa. Taring tajam tak terhitung jumlahnya seperti gergaji tajam yang langsung meledakkan dan mencabik kepala klon bayangan Adam.


Ketika kepala klon bayangan itu diledakkan tubuhnya diam di tempat sebelumnya akhirnya memudar.


Adam yang menghindari serangan Abyssnian Giant Centipede tiba-tiba berhenti di udara dan memuntahkan sesuap darah. Saat itu juga, Abyssnian Giant Centipede langsung menabrak tubuh Adam dengan keras.


BLARRR!!!


Puluhan pohon langsung diledakkan. Asap langsung membumbung tinggi.


Beberapa saat kemudian, asap mulai mereda. Sosok Abyssnian Giant Centipede mundur dari sana. Sedangkan di pusat ledakan, Adam berdiri dengan tatapan tak acuh di matanya.


Akan tetapi, dibandingkan dengan penampilannya yang tampak santai sebelumnya, Adam tampak babak-belur. Pakaiannya juga compang-camping. Yang lebih parah, tampak bekas tusukan yang menembus sampai bagian punggung bawahnya. Darah terus mengalir dari sana.


Adam menatap ke arah Old Dong yang berdiri di atas pohon tak jauh darinya. Selain itu, dia juga melihat sosok Abyssnian Giant Centipede. Memperhatikan tangan kiri Old Dong, dia bergumam.


"Jadi begitu."


Old Dong sendiri menyeringai dengan ekspresi ganas. Melihat kondisi Adam, dia berkata dengan nada sopan, tetapi juga penuh dengan ejekan.


"Tampaknya seorang jenius pun tidak bisa melawan tiga musuh di level yang sama dan lebih tinggi darinya.


"Kamu sedikit salah, Pak Tua."


Adam menyeringai di balik topengnya. Sama sekali tidak tampak takut, pemuda itu malah membalas.


"Alicia telah pergi. Itu berarti, misiku telah berhasil."


"Heeh~"


Old Dong tersenyum dengan ekspresi menjijikkan. Dia merasa kalau apa yang Adam perbuat itu sangat lucu.


"Pahlawan yang mengorbankan dirinya demi gadis yang sebenarnya dia sukai. Sungguh dramatis."


Mengabaikannya ejekan Old Dong, Adam menyarungkan katana miliknya. Setelah itu, dia menggigit kedua jari telunjuknya tangannya.


Di depan Old Dong yang terus mengejek dan menatapnya dengan nada penuh sarkasme, Adam mulai menulis.


Menggunakan tangan kiri dan kanan sebagai kertasnya, pemuda itu menulis huruf-huruf aneh. Bentuk-bentuk itu sama sekali tidak bisa dikenali, bahkan lebih mirip dengan coretan tangan anak-anak.


"Apa yang coba lakukan, Owl? Menulis pesan terakhir?"


Tepat pertanyaan Old Dong terucap, tangan kanan dan kiri Adam akhirnya telah selesai ditulisi beberapa rune aneh dari darahnya sendiri.


Menatap ke arah Old Dong, Adam berkata dengan ramah.


"Sebenarnya, kamu salah dalam beberapa hal, Pak Tua."

__ADS_1


"Hah?"


"Pertama-tama, aku sama sekali belum sekarat. Kedua, aku menyuruh Alicia pergi bukan karena aku menyukainya atau memiliki perasaan terhadap dirinya. Bahkan, bagiku dia cukup mengganggu.


Sedangkan yang ketiga ..."


Adam tiba-tiba mengeluarkan botol porselen kecil. Pemuda itu langsung mengeluarkan seluruh pil, kira-kira sepuluh biji dan langsung memasukkannya ke dalam mulut. Memaksa untuk menelannya, pemuda itu berteriak dengan nada gila.


"SEMUA PERSIAPAN TELAH SELESAI!"


Saat itu, rune di tangan Adam menyala. Kobaran api hitam yang tampak jahat menyelimuti kedua tangannya. Hal itu adalah salah satu teknik sulit dan memiliki resiko besar dalam Elemental Seal.


Tidak berhenti di sana, api merah keemasan juga muncul dan menyelimuti kedua tangan Adam. Hal tersebut membuat pemuda itu seperti sedang mendapat berkah sekaligus kutukan di waktu yang sama.


Api berputar di sekitar tangan Adam dan mulai memadat. Setelah beberapa saat, kedua tangan pemuda itu langsung berubah menjadi lengan monster dengan cakar tajam. Dari penampilan, hal tersebut mirip dengan Suzaku's Golden Talons. Namun, warnanya hitam metalik dengan garis emas yang tampak indah.


"Secret combinationt art ..."


Mata biru Adam memancarkan kilau dingin dan dipenuhi niat membunuh yang jahat.


"Suzaku's Tainted Talons!"


ROARRR!!!


Abyssnian Giant Centipede yang awalnya tenang tiba-tiba meraung dengan gelisah. Makhluk itu meraung ke arah Adam dengan tatapan penuh kegilaan. Sama sekali tidak menahan diri, makhluk itu langsung bergegas ke arah Adam dengan kecepatan ganas.


Slash!


Bayangan hitam berkedip melewati Abyssnian Giant Centipede. Detik berikutnya, raungan sengsara muncul dari mulut makhluk itu.


Abyssnian Giant Centipede menggeliat. Menoleh ke arah Adam, sebuah luka mengerikan muncul di bagian kiri wajahnya. Tampaknya, beberapa mata makhluk itu dihancurkan. Bahkan ada bekas luka tebasan di exo-skeleton sekeras baja.


'Pedang? Apakah itu pedang?'


Old Dong menatap ke arah Adam dengan penuh keraguan. Dia melihat kedua tangan pemuda itu berubah menjadi cakar, jadi, seharusnya apa yang dia lihat tadi bukanlah pedang.


Pada saat Old Dong bingung, Adam mengangkat tangan kanannya. Dia hanya mengarahkan satu jari untuk menunjuk ke langit. Api hitam yang tampak aneh melapisi jari telunjuk pemuda itu.


Ketika Old Dong berkedip, Adam tiba-tiba sudah berada di depannya. Saat itu, pemuda tersebut mengayunkan tangannya lurus ke bawah.


Old Dong melihat sinar hitam aneh. Dia jelas tahu kalau itu adalah jari, tetapi apa yang dia lihat adalah sebuah pedang hitam yang membelah langit. Pedang hitam yang berayun ke arahnya.


Old Dong ingin berlari, tetapi dia merasa tubuhnya seperti dipaku ke tanah.


Slash!


Detik berikutnya, Old Dong merasakan sakit yang luar biasa di tangan kirinya. Melihat tangan yang terbuat dari tentakel langsung dipotong sehingga sekali lagi dia kehilangan lengannya, pria itu itu jatuh berlutut sambil mencengkeram erat bahu kirinya.


"AAARRRGH!"


Darah hitam mengalir deras. Old Dong tidak bisa menahan teriakannya. Ketika dia menengadah, pria tua itu melihat sepasang mata biru seterang bulan purnama.


Ya ... sepasang mata yang tampak sedang merendahkan dirinya.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2