
"Ngomong-ngomong ..."
"Iya?"
Melihat ke arah James, Adam berkata santai.
"Bukankah kamu sudah memiliki mobil sport itu? Kenapa kamu masih membeli mobil lain?"
"Tentu saja berbeda. Melewati jalanan pegunungan dan pedesaan yang kemungkinan rusak, mobil seperti Lamborghini Aventador tidak cocok untuk melewatinya."
"Lalu kamu membeli mobil mahal ini?"
"Jeep Wrangler Rubicon? Memangnya ada apa? Meski menyuruh petugas membeli atas nama Departemen Misteri, lebih tepatnya nama Blood Owl.
Aku menggunakan uangku sendiri. Buka. Meminta dari pihak atas atau semacamnya, kan?"
"Memang, tapi ..." gumam James yang sedang menyetir. "Kamu mendapatkan bonus yang begitu banyak dari pihak atas."
"Aku bilang ... bonus dari pihak atas itu 500.000 dollar aliansi dan mobil Lamborghini Aventador itu. Sedangkan 2 juta yang kamu lihat di rekeningku, itu hadiah dari Mr Thomas dan 3 keluarga lainnya."
"Mereka benar-benar memberi 500.000 dollar aliansi per rumah?"
Mendengar ucapan James, Adam menggeleng ringan. Dia menghela napas panjang sebelum menjelaskan.
"Memang, itu terdengar banyak bagi orang-orang biasa seperti kita. Namun untuk keluarga besar dengan aset milliaran dollar aliansi, itu sama sekali tidak terlalu banyak.
Awalnya aku bahkan tidak tahu bahwa mereka mengirim kepadaku uang sebanyak itu."
"Ugh!"
Mendengar ucapan Adam, James merasa semakin tertekan.
Saat ini Adam, James, Jasmine, dan Carole berada di dalam mobil Jeep Wrangler Rubicon empat pintu berwarna abu-abu metalik. Empat hari telah berlalu sejak mereka menerima kabar.
Awalnya pihak polisi setempat yang ingin mengurusnya, tetapi pihak atas menyuruh Departemen Misteri untuk bergerak.
Dalam empat hari, Adam membeli mobil dan mengurus semua surat-suratnya dengan saluran pemerintahan. Karena dengan identitas Owl, dia tidak mungkin pergi ke dealer mobil untuk membeli.
Selain itu, dia telah bermusyawarah dengan anggota Departemen Misteri lainnya. Pada akhirnya, Douglas yang disuruh tinggal di markas sementara 4 orang termasuk dirinya pergi ke lokasi untuk menyelesaikan misi.
Tentu saja, Adam menyuruh tiga orang lainnya untuk mempersiapkan diri dalam waktu tersebut. Akhirnya, hari ini mereka berangkat.
"Jika kalian berpikir untuk mendapatkan bonus besar karena masalah ini, aku pikir kalian tidak perlu ikut."
Adam berkata dengan nada pasti. Tempat mereka pergi sekarang bukanlah hunian para elit masyarakat, melainkan desa terpencil di gunung tidak jauh dari Kota B.
__ADS_1
Memikirkan bonus besar untuk memecahkan masalah di tempat itu ... benar-benar tidak masuk akal.
"Sudah aku bilang, Mr Owl. Kami datang untuk tugas, bukan untuk bonus. Lagipula, terlalu aneh jika yang datang untuk mengurus kasus sebesar ini dirimu sendiri."
James menghela napas panjang. Awalnya dia memang menginginkan bonus, tetapi hal itu tidak masuk akal. Pria itu tidak seperti Carole dan Jasmine yang rela membantu Adam.
Lebih tepatnya, James terpaksa. Sebagai ketua, dia tidak mungkin duduk manis di kantor sementara anggota lain pergi mengurus masalah itu.
Belum lagi, meski baru dibentuk ... Departemen Misteri memang kekurangan orang!
"Baguslah kalau begitu," ucap Adam santai.
"Ngomong-ngomong ... apakah kamu benar-benar tidak memiliki kenalan yang merupakan Kultivator bebas seperti dirimu, Mr Owl?"
"Tidak."
"Kita masih kekurangan orang. Bisakah kamu membantu—"
"Tidak. Itu urusan kalian. Lebih tepatnya, urusanmu untuk mencari orang-orang dengan bakat khusus di Kota B dan area sekitarnya, Mr James.
Setahuku, cabang Kota B memiliki anggota paling sedikit dibandingkan kota-kota besar lainnya."
"Dari mana kamu mendengar itu, Mr Owl?"
James menatap sosok Adam dengan ekspresi curiga.
"Jangan bahas wanita itu di depanku, Mr Owl."
James berkata dengan ekspresi tak berdaya. Senyum pahit terlihat di wajahnya.
Melihat itu, tentu Adam tidak berniat untuk repot-repot mengurus privasi milik James. Dia hanya mengangguk ringan, membiarkan pria itu fokus menyetir.
Melirik ke arah Jasmine dan Carole yang duduk di kursi belakang, Adam bertanya dengan nada datar.
"Apakah kalian berdua tidak takut. Bukan hanya mungkin berhadapan dengan roh jahat atau semacamnya, tetapi mungkin kita akan menghadapi makhluk aneh.
Makhluk-makhluk bermutasi yang tidak tercatat dalam buku atau ensiklopedi."
"Itu ..." Carole mengerutkan kening. "Itu sudah tugas kami, Mr Owl."
"Aku hanya berpesan. Kalian berdua adalah perempuan. Kalian harus lebih berhati-hati. Baik kepada lingkungan, atau orang-orang di sana." Adam mengingatkan.
"Apakah kamu tidak terlalu paranoid, Mr Owl? Itu hanya orang-orang desa. Mereka berdua pasti baik-baik saja."
James berkata dengan nada santai, membuat Adam menggelengkan kepalanya. Mengamati jalan yang semakin sempit dan pohon semakin rimbun, pemuda itu bergumam sangat pelan.
__ADS_1
"Ya ... semoga saja seperti itu."
***
Setelah beberapa jam, Adam dan tiga orang lainnya akhirnya sampai ke sebuah desa yang berada cukup jauh dari Kota B.
Desa-desa di daerah gunung tersebut berjarak cukup jauh satu sama lain.
Ketika baru memarkir mobil di depan rumah kepala desa, banyak tetangga khususnya anak-anak yang menatap mobil dengan ekspresi takjub dan penasaran.
"Apakah kamu tahu mobil apa itu?"
"Bukankah kamu bisa membaca? Itu jelas Jeep!"
"Jeep tipe apa?"
"Err ... Aku juga tidak tahu."
"Cih! Aku pikir kamu tahu."
"..."
Percakapan semacam itu terdengar di telinga Adam dan tiga orang lainnya. Adam tampak begitu tenang, bahkan tampak cukup tak acuh. James tampak cukup bangga. Sementara Carole dan Jasmine tampak agak malu.
Dari rumah kepala desa, lelaki paruh baya dengan rambut cokelat yang mulai memutih muncul. Pria itu memiliki kumis dan janggut yang dipangkas rapi.
Melihat sosok Adam dan tiga lainnya, dia buru-buru menghampiri mereka.
Kepala desa langsung menghampiri Adam lalu menjabat tangannya dengan ekspresi lega.
"Anda pasti Ketua James. Terima kasih sudah mau datang ke tempat seperti ini. Kasus aneh ini benar-benar membuat para warga mulai resah."
Melihat pria paruh baya yang menjabat tangannya dengan penuh semangat, Adam pura-pura batuk.
"Maaf, anda salah orang. Mr James yang anda maksud ada di sebelah sini."
Adam berkata sambil menunjuk ke arah James. Suasana langsung menjadi sunyi.
Kepala desa kemudian melepaskan tangan Adam perlahan. Dia kemudian mendekati James dan pura-pura batuk.
"Seperti yang diharapkan dari Ketua James, benar-benar sangat handal menyembunyikan hawa keberadaan anda."
Mendengar itu, Adam dan tiga orang lainnya tidak bisa berkata-kata. Mereka hanya bisa memuji pria paruh baya itu dalam hati mereka.
Lelaki tua ini ... benar-benar memiliki wajah yang begitu tebal.
__ADS_1
>> Bersambung.