Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Binatang Buas!


__ADS_3

Pagi harinya.


Melihat mentari pagi telah menunjukkan dirinya, Adam kembali ke apartemen miliknya. Pada saat sampai di sana, dia melihat kesibukan di dapur.


Pada saat dirinya mendekat, Adam melihat Bella yang sedang memasak dan Jennifer yang sedang duduk di kursi ruang makan. Hanya saja, dia terkejut melihat penampilan Jennifer saat ini.


Jennifer tampak pucat dengan kantung mata hitam. Wanita itu tampaknya tidak tidur dengan baik sebelumnya. Di depannya, terlihat secangkir kopi yang masih mengepul. Ketika melihat Adam, dia memelototi pemuda tampan itu dengan ekspresi campur aduk.


Hal itu tentu saja membuat Adam heran. Lagipula, dia tidak tahu kenapa Jennifer seperti menaruh dendam kepada dirinya. Ya, pemuda itu bisa sedikit menebaknya.


Apakah itu karena aku tanpa sengaja memeluknya tadi malam?


Hanya saja, Adam tidak tahu bahwa Jennifer tidak bisa tidur karena hal lain.


Tadi malam, sementara Bella tertidur pulas, Jennifer tidak bisa tidur karena memikirkan percakapan antara kedua perempuan itu sebelumnya. Ketika memejamkan matanya, ilusi bagaimana Adam bertindak seperti binatang buas akan terlintas dalam benaknya.


Memelototi Adam yang duduk di seberang meja, Jennifer bergumam,


“Binatang buas …”


“...”


Adam yang mendengarnya terdiam dengan banyak tanda tanya di atas kepalanya. Dia merasa bingung. Dirinya memang berbuat salah, tetapi itu tidak sengaja. Bahkan Jennifer yang sadar tidak berinisiatif menolaknya. Jadi … Adam bingung kenapa dirinya langsung dicap sebagai ‘binatang buas’ oleh wanita itu.


“Bagaimana perkembangan kasusnya?” tanya Adam untuk merubah suasana.


Mendengar pertanyaan Adam, Jennifer yang awalnya agak marah teringat kasus sebelumnya.


“Selain Bob, yang lainnya tidak berhasil ditangkap.” Jennifer menggelengkan kepalanya.


“Polisi begitu tidak berguna?” gumam Adam.


“Bukannya kami tidak berguna! Mereka itu bena-benar aneh dan tidak seperti manusia! Selain kekuatan fisik yang luar biasa, mereka juga tidak memperdulikan rasa sakit meski telah ditembak!” ucap Jennifer dengan nada tidak puas.


“Kenapa tidak menembak kepala mereka saja? Lagipula mereka sangat berbahaya.”


“Mereka orang dengan gangguan jiwa, bukan penjahat. Kami tidak memiliki hak untuk melakukan itu. Jika melakukannya, pihak keluarga orang-orang itu akan meminta pertanggungjawaban kepada pihak kepolisian.


Pada akhirnya, itu akan menjadi semakin rumit.”


“Terlalu banyak aturan,” gumam Adam.


“Begitulah.” Jennifer mengangkat bahu.”Ngomong-ngomong … kenapa aku jarang melihat Nix sekarang?”


“Nix???” Bella yang sedang memasak bertanya dengan heran.


“Nix adalah nama ayam peliharaanku, Bell.” Adam menjawab singkat sebelum memandang ke arah Jennifer. “Aku meninggalkannya di tempat lain.”


Tidak mungkin membicarakan tentang keberadaan lautan jiwa atau System, Adam hanya berkata demikian.


“Jadi begitu …” gumam Jennifer. “Aku dengar kamu memiliki rumah lain di luar kota B. Apakah itu benar, Adam?”


“En? Bagaimana kamu tahu? Jangan bilang kamu menyalahgunakan jabatanmu untuk memeriksa informasi tentangku.” Adam menggeleng ringan. “Sangat tidak bertanggung jawab.”

__ADS_1


“...”


Mendengar ucapan Adam, sudut bibir Jennifer berkedut.


“Jawab saja iya atau tidak!”


“Aku memang memilikinya. Kenapa?” tanya Adam.


“Jangan bilang … kamu menipu gadis polos lain dengan siasatmu itu. Dasar binatang buas!”


Adam menatap Jennifer dengan ekspresi aneh. Menggeleng ringan, dia akhirnya memutuskan untuk menjelaskan.


“Tidak ada wanita lain seperti yang kamu pikirkan.”


“Lalu???”


“Aku pikir memiliki lebih banyak aset itu lebih baik. Sesederhana itu.” Adam berkata santai.


“Pertanyaan terakhir!”


“Kenapa ini menjadi sesi interogasi?” ucap Adam dengan senyum pahit di wajahnya.


“Jawab saja.”


“Baik … baik … terserah padamu, Petugas Jennifer.” Adam berkata dengan nada asal-asalan.


“Apakah … apakah kamu benar-benar melakukan hal itu dengan Bella?” tanya Jennifer dengan agak malu. Bahkan sedikit rona merah mewarnai pipinya.


“Kalau begitu, aku akan menjawabnya dengan jujur.”


“...” Jennifer menatap Adam lekat-lekat.


“Kami melakukannya. Bahkan pada saat awal sebelum mulai sibuk, kami sering melakukannya. Pada saat mandi di pagi hari, mandi di sore hari. Bahkan dari jam sembilan sampai tengah malam.


Jika bukan karena Bell yang lelah, aku ingin melakukannya sampai pagi.”


“D-Dari malam sampai pagi???”


Jennifer tercengang. Wajahnya benar-benar merah. Memandang Adam yang tersenyum main-main, dia akhirnya sadar kalau pemuda itu sedang menggodanya.


Napas Jennifer naik turun karena marah. Dia menggebrak meja sebelum bangkit.


“Aku akan pulang-”


“Sepertinya Bell memasak sarapan untuk tiga orang. Jika kamu pulang, itu pasti akan sia-sia …” ucap Adam dengan senyum ringan.


“...”


Mendengar itu, Jennifer memelototi Adam sambil menggertakkan gigi. Pada akhirnya, dia kembali duduk dengan ekspresi cemberut.


Melihat tingkah Jennifer, Adam tersenyum. Dia merasa tingkah wanita itu cukup menarik. Jadi akhirnya tidak bisa menahan diri untuk menggodanya.


Beberapa waktu berlalu.

__ADS_1


Bella membawa masakan ke meja makan. Pada saat meletakkan makanan, gadis itu menatap ke arah Adam dengan senyum minta maaf.


“Maafkan saya, Kak Adam.”


“Kenapa kamu tiba-tiba minta maaf?” tanya Adam dengan heran.


“Maafkan saya tidak bisa menemani anda sampai pagi karena kelelahan.”


“...”


Ruangan itu tiba-tiba menjadi sunyi. Jennifer tercengang, bingung ingin merespon bagaimana. Seolah memikirkan sesuatu, dia berkata lembut.


“Ternyata kamu juga bisa membuat lelucon, Bella. Aku-”


Melihat ke arah Bella yang menggeleng ringan ke arahnya, Jennifer langsung mengganti kalimatnya.


“Jangan bilang, dia …” Jennifer menunjuk ke arah Adam. “Benar-benar melakukan itu denganmu sampai tengah malam?”


“...”


Tidak langsung menjawab, Bella hanya mengangguk dengan ekspresi malu-malu. Hal itu membuat Jennifer semakin heran.


Wanita itu langsung menoleh ke arah Adam. Melihatnya dari atas ke bawah, seolah sedang membayangkan sesuatu, Jennifer menelan saliva dengan ekspresi gugup.


“Binatang buas …”


Mendengar ucapan Jennifer, Adam hanya bisa tersenyum pahit. Dia tidak mengelak karena memang begitulah kebenarannya.


Selain karena baru merasakan nikmatnya buah terlarang, Adam sendiri memiliki fisik yang lebih daripada manusia normal. Pada saat itu, dia sudah berada di puncak fisik manusia.


Sedangkan sekarang, Adam sudah bisa menahan diri. Jika tidak, dengan tubuhnya yang telah menembus batas, pemuda itu tidak tahu apa yang akan terjadi kepada Bella yang lembut dan pemalu itu.


Ring! Ring! Ring!


Pada saat itu, Adam mendengar ponselnya berbunyi. Melihat bahwa itu adalah telepon dari Shawn, dia mengangkatnya.


“Ada apa, Shawn?” tanya Adam.


“Aku kira aku telah mengganggu tidurmu, Senior Adam.”


“Sama sekali tidak. Memangnya ada apa?”


“Kami telah mengumpulkan informasi tentang apa yang kamu butuhkan.”


“...”


Adam langsung terdiam. Sebagai ketua baru kelompok Wings of Freedom, dia memberi mereka tugas untuk menyelidiki Blue Mist Jewelry. Namun pemuda itu tidak menyangka bahwa orang-orang itu bisa melakukannya secepat itu.


Tanpa sadar Adam melirik ke arah Jennifer.


Bukankah anak-anak nakal dalam kelompok Wings of Freedom lebih efisien daripada para polisi itu?


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2