Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Berkembang Terlalu Cepat


__ADS_3

Keesokan harinya, markas Wings of Freedom.


"Hey, hey ... Aku dengar kemarin ada yang hampir dilubangi kepalanya?"


Masuk ke dalam ruang santai, Matt langsung menggantung jas dan mengambil camilan di atas meja. Menyadari ada Randy dan Brock di sana, dia langsung bertanya dengan senyum di wajahnya.


Mendengar pertanyaan Matt, Randy yang sedang memotong kukunya langsung menghentikan tindakannya. Melirik ke arah pria yang duduk santai sambil memakan cookies dalam toples, dia hanya mendengus dingin.


Melihat kalau Randy tidak merespon, Matt menatap ke arah Brock yang melamun.


"Apakah kamu tahu siapa yang hampir dilubangi kepalanya kemarin, Brock?"


Mendengar pertanyaan Matt, Brock yang melamun menoleh. Dengan tampang garang tetapi agak plonga-plongo, pria itu memiringkan kepalanya.


"Bukankah itu Randy?"


"Yap! Itu Randy!"


Randy yang memotong kukunya mendecak tak puas. Melirik ke arah Brock yang tidak sadar sedang diajak bercanda, dia menghela napas panjang. Merasa agak tak berdaya karena temannya yang memiliki otak dipenuhi otot itu.


"Jangan membuat lelucon tentang hal-hal seperti itu, Matt. Sama sekali tidak lucu."


Shawn masuk ke dalam ruangan. Dia menunjuk ke arah Matt sebelum duduk di sofa. Menyandarkan punggungnya ke sofa, pria itu menghela napas panjang.


"Sungguh ... semalam sangat melelahkan. Kenapa aku harus masuk ke White Wings? Mengurus perpindahan kepemilikan, bolak-balik ke sana-sini.


Benar-benar menyebalkan dan merepotkan!"


"Ya ... Ini dia tukang mengeluh kita," ucap Matt.


Sebagai anggota White Wings, Matt juga melakukan tugas yang sama dengan Shawn. Namun dibandingkan dengan pria yang tampak kelelahan itu, dia masih tampak santai.


"Aku benar-benar bingung, Matt. Bagaimana kamu bisa seperti itu? Maksudku ..."


Randy dan Shawn saling memandang. Ketika di luar, Matt tampil sangat rapi, tampan, dan profesional. Ketika latihan, dia juga menjadi serius dan tampak cukup galak. Sedangkan ketika santai, dia tampak begitu ceroboh ... bahkan menyaingi Brock. Benar-benar mudah berubah dengan cara aneh!


"Hey! Berhenti memikirkan hal tak sopan seperti itu!"


Melihat Shawn dan Randy saling memandang, Matt yang menghabiskan satu toples cookies menunjuk dengan wajah kesal. Dia tahu kalau mereka berdua memikirkan sesuatu yang berhubungan dengan dirinya. Tentu, pria itu tak benar-benar marah.


"Omong-omong ... aku benar-benar ingin melihat gerakan Senior Adam. Apakah itu benar-benar mirip teleportasi?"

__ADS_1


"Sudah aku bilang, Shawn. Ketua hanya bergerak terlalu cepat, itu bukan teleportasi!"


Randy menjelaskan dengan nada kesal.


"Ya, ya, ya ... itu bukan teleportasi. Namun, kenapa Ketua tak mengambil setengah, atau paling tidak sepertiga wilayah Bloodlust Axe? Hanya seperlima?"


"Itu karena kita kekurangan personel, Shawn."


Matt menjawab setelah menjilat sisa cokelat di ujung jarinya. Menatap ke arah ketiga rekannya, dia menjelaskan.


"Apa yang paling penting sekarang adalah mencerna dengan baik area barat kota. Kalian pasti tahu, Ketua adalah tipe yang tidak suka sesuatu yang tidak stabil. Jadi, daripada memerintah area luas tapi kacau, dia pasti memilih untuk mengambil area lebih kecil tetapi tetap terkendali.


Sama sekali tidak lepas dari kontrol dan pengawasannya.


Selain itu, aku yakin area perbatasan tidak akan segera diurus. Sebaliknya, White Wings akan ditugaskan untuk menstabilkan area barat kota sebelum mulai mengigit area perbatasan perlahan."


"..."


Shawn, Randy, dan Brock memandang ke arah Matt dengan tatapan kosong.


"Apa???" ucap Matt dengan nada kesal.


"Tidak." Shawn menggelengkan kepalanya. "Aku hanya tidak menyangka kamu cukup pintar dan peka sampai memahami apa yang Senior Adam pikirkan."


Diperlakukan seperti alien, Matt langsung berteriak tidak puas.


"Kamu kasar, Bung! Bahkan jika seperti ini, aku adalah ketua White Wings, tahu?"


"..."


Mendengar sanggahan Shawn, Matt tidak bisa membalasnya. Ya, meski agak kurang peka dan banyak mengeluh ... Shawn adalah ketua White Wings.


"Omong-omong ... apakah kalian tahu dimana Senior Adam sekarang?" tanya Shawn.


"Jika tebakanku benar, dia pasti mengunjungi satu per satu toko dan bisnis yang diakuisisi oleh Wings of Freedom. Seperti yang kita ketahui, Ketua pasti akan langsung menekankan bahwa bisnis adalah bisnis, tidak ada paksaan, kenaikan harga berlebihan, atau menekan pelanggan dengan nama Wings of Freedom.


Selain itu, Ketua pasti mengingatkan mereka kalau dirinya tidak akan memaafkan orang-orang yang membawa nama Wings of Freedom untuk melakukan hal-hal buruk. Lagipula, selain White Wings yang ada untuk melakukan bisnis, Black Wings ada untuk menjaga keamanan ... bukan untuk memalak atau membully orang. Jadi Ketua pasti tidak akan menerima orang yang menggunakan judul anggota Wings of Freedom untuk pamer, apalagi melakukan kejahatan."


"Meski kita sebenarnya jahat???"


Brock memiringkan kepalanya, bertanya dengan nada polos. Hal itu membuat Randy dan Shawn terdiam. Sementara itu Matt berkedip.

__ADS_1


"Begini Brock. Kita ini tidak terlalu jahat, jadi ya ... anggap saja kita di antara isi baik dan jahat. Sisi netral!"


"Netral?"


"Jadi begini. Aku akan tanya, apakah kita pernah memukuli orang tanpa alasan, Brock?"


"Tidak." Brock menggelengkan kepalanya.


"Lalu, jika teman kita dipukuli tanpa alasan. Jika itu kamu, apa yang akan kamu lakukan?"


"Pukul orang itu kembali!"


"Nah! Itulah yang aku maksud! Kita tidak jahat, kita hanya mengembalikan apa yang diberikan oleh orang lain, okay?"


"Jadi begitu ..."


Brock mengangguk dengan ekspresi serius. Hal itu membuat Shawn dan Randy tercengang. Bahkan Matt yang menjelaskan tidak bisa tidak menyeka keringat di dahinya.


Benar-benar merasa agak kesulitan menjelaskan sesuatu kepada temannya yang satu ini!


***


Sementara di Wings of Freedom semuanya langsung kembali normal, hanya ada tambahan pekerjaan, tidak demikian di tempat-tempat lain Kota B.


Bloodlust Axe yang menerima pukulan berat langsung mengejutkan para pemimpin lain. Menurut informasi, Bloodlust Axe pada akhirnya kehilangan 50% area mereka, hanya menyisakan setengahnya. Selain itu, banyak korban yang terluka parah di sisi mereka.


Sementara itu, 20% area milik Bloodlust Axe diambil alih oleh Wings of Freedom. Bukan hanya mereka, tetapi Red Maple dari timur dengan cerdik memanfaatkan kondisi untuk mengambil 10% area di perbatasan. Sedangkan 20% sisanya diakuisisi oleh dua kelompok menengah di area selatan yang membelot melawan Bloodlust Axe.


Tidak seperti para pemenang yang biasanya langsung unjuk gigi dan sombong, Wings of Freedom benar-benar kembali ke rumah mereka dengan tenang seolah tidak ada hal yang terjadi. Hal itu benar-benar mengejutkan pemimpin lainnya. Seperti namanya, tampaknya mereka hanya melebarkan sayap hanya untuk terbang pada saat dibutuhkan. Sedangkan di waktu lain, mereka benar-benar tampil low profil.


Banyak ketua kelompok yang iri pada wanita dari Red Maple. Benar-benar mengambil sepotong kue yang manis (10% wilayah) secara cuma-cuma. Bahkan mereka juga mengejek Bloodlust Axe karena bodoh dan ceroboh.


Blue Diamond bahkan juga bersiap. Sebagai pemilik area utara kota, mereka juga bersiap untuk serangan Wings of Freedom. Namun melihat pemilik area barat yang rendah hati itu, mereka bisa menghela napas lega.


Sementara itu, di salah satu restoran area timur Kota B.


Tanpa orang-orang sadari, tampak sosok Adam yang duduk santai sambil menikmati semangkuk ramen. Di depannya, tampak sosok wanita dewasa yang duduk sambil memandanginya.


Menyelesaikan makanannya, Adam menatap wanita itu sebelum akhirnya bertanya.


"Jadi, apa yang kamu butuhkan dariku, Hikari?"

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2