Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Benar-benar Harus Masuk?


__ADS_3

Menginjakkan kaki ke dalam gedung utama sekolah, bulu kuduk Adam berdiri.


Gedung utama sekolah tiba-tiba berguncang. Ekspresi Adam berubah, dia melirik ke arah Guren. Karena, hal itu terjadi tepat ketika wanita itu masuk ke dalam gedung.


"Tampaknya mereka benar-benar menyambutmu, Guren."


Pemuda itu tiba-tiba merasa gerah. Ya, entah bagaimana, suhu yang awalnya dingin berubah menjadi panas. Dia merasa sedang di panggang dalam tungku pemanas.


"Ya ... tampaknya mereka benar-benar merindukaku."


Guren tersenyum dengan tatapan melankolis.


"Kalau begitu—"


"Tidak perlu memanggil binatang yang kamu kontrak, Adam."


"Hah?"


"Apa yang perlu kamu lakukan adalah untuk membantu dari belakang."


"Maksudmu ..."


Guren tersenyum lembut sebelum berkata.


"Aku yang akan melawan mereka. Lagipula, sejak awal ... aku ikut ambil bagian dalam tragedi ini."


Setelah mengatakan itu, Guren berjalan melewati Adam. Wanita itu segera berjalan menaiki tangga.


Melihat punggung wanita itu, Adam merasa rumit. Ekspresinya tiba-tiba menjadi lebih lembut.


'Setiap orang pasti memiliki rahasia mereka sendiri.'


Sampai ke lantai tiga, aroma kuat daging terbakar dan campuran aroma busuk memenuhi udara. Adam mengerutkan kening, dia melihat Guren berjalan dengan tenang.


Di sisi lain, sosok gumpalan daging yang bercampur dengan tulang, organ dalam, serta dihiasi banyak wajah terdistorsi dan tangan melambai-lambai muncul.


"Tiga puluh tahun. Sudah tiga puluh tahun kalian menderita. Khususnya kamu ... Roxanne."

__ADS_1


Guren berkata dengan senyum lembut. Tatapan penuh kesedihan tampak di matanya.


RROOAAARRR!!!


Mendengar ucapan Guren, makhluk itu tiba-tiba meraung kesakitan. Puluhan tangan muncul dari bola daging dan bergegas ke arah Guren dengan kecepatan luar biasa.


Sebagai tanggapan, Guren melambaikan tangannya. Kelopak bunga merah berkumpul dan berputar di depannya, langsung membentuk perisai merah.


BANG!!!


Seluruh bangunan berguncang, tetapi tidak ada perubahan ekspresi di wajah Guren. Wanita itu membuat gerakan menunjuk. Dari balik bayangannya, dua garis merah muncul lalu melesat ke depan.


Slash! Slash! Slash!


Benda merah itu dengan cepat melesat melewati perisai bunga dan memotong banyak tangan panjang. Langsung bergerak menuju gumpalan daging lalu memotong dengan kejam.


'Kain? Selendang? Benda apa itu?'


Pikir Adam ketika melihat benda merah yang keluar dari balik bayangan Guren. Namun sebelum dia berpikir dengan baik, gumpalan daging itu menggeliat. Tampak banyak tulang muncul dari dalam tubuhnya, langsung merubah wujudnya seperti landak laut.


Swoosh! Swoosh! Swoosh!


Melihat pemandangan tersebut, Adam hendak bergerak, tetapi gerakan Guren yang tiba-tiba langsung membuatnya terhenti.


"Sudah cukup, Roxanne! Kenapa kamu tidak menghentikan semua ini!"


Puluhan garis merah muncul dari balik bayangan Guren. Langsung menangkis serangan tulang, kemudian memotong ke arah gumpalan daging dengan kecepatan luar biasa.


Banyak gumpalan daging yang terpotong, serpihan organ dan tulang terciprat ke dinding serta lantai. Pada saat itu, ekspresi Adam langsung berubah ketika melihat apa yang ada di dalam gumpalan daging.


Meski tidak terlalu jelas, dia melihat sosok gadis dalam bola hitam semi transparan. Gadis itu tampak meringkuk seperti bayi dalam kandungan. Matanya tertutup dan tidak sadarkan diri.


Akan tetapi, sebelum Adam melihat dengan jelas, gumpalan daging itu kembali menyatu dan bergabung menjadi satu. Setelah itu, bola daging tersebut tiba-tiba menggeliat.


Beberapa saat kemudian, bentuk tubuhnya berubah. Enam kaki muncul, sebuah ekor panjang muncul, dan juga kepala berbentuk aneh juga muncul.


Dari penampilan sekilas, Adam merasa sedang melihat salamander, amfibi dengan tubuh mirip kadal berlendir. Namun, cukup banyak perbedaan.

__ADS_1


Enam kaki, seluruh bagian luar tubuh dipenuhi dengan benjolan daging dan wajah terdistorsi, punggung dipenuhi dengan paku tulang, dan ... kepalanya malam mirip dengan sandworm. Kepala tanpa wajah, tetapi hanya berisi sebuah mulut bulat besar yang dipenuhi dengan gigi-gigi tajam seperti belati.


Melihat penampilan itu, bukan hanya Adam ... bahkan Guren juga mengerutkan kening.


"Adam ..."


"En?" Adam terkejut ketika Guren tiba-tiba memanggilnya.


"Aku akan menahan gerakan makhluk itu, tapi aku minta tolong ..."


"Katakan," ucap Adam tegas.


"Ketika aku menahan gerakannya, segera masuk dan bangunkan gadis bodoh itu!"


"Eh???"


Adam tertegun. Melihat makhluk mengerikan dengan mulut bak mangkuk pengorbanan, ekspresi pemuda itu langsung berubah menjadi pucat.


"Tidak butuh waktu lama bagi makhluk itu menembus penghalang, jadi maju sekarang!!!"


Guren berteriak keras, puluhan garis meras yang ternyata adalah kain langsung melesat ke arah makhluk itu, bukannya menebas, kain merah langsung melilit seluruh tubuh makhluk itu kecuali bagian kepala.


Benar-benar membuatnya tidak bisa bergerak!


"SEKARANG!!!"


Mendengar teriakan Guren, Adam awalnya ragu. Namun ketika merasakan aura wanita itu semakin turun ketika menggunakan kain merah, ekspresinya langsung berubah.


"OMONG KOSONG SUCI! APA YANG TERJADI BIARLAH TERJADI! JIKA AKU MATI ...


AKU AKAN BERUBAH MENJADI ROH JAHAT DAN MEMBURU KALIAN SENDIRI SAMPAI KE UJUNG DUNIA!"


Adam berteriak dingin. Pemuda itu melesat ke depan, katana muncul di tangan kanannya.


Melihat mulut raksasa seperti mangkuk pengorbanan, Adam melompat sambil mengayunkan katana yang diselimuti oleh kobaran api emas. Seketika ...


Pandangannya langsung menghilang, ditelan oleh kegelapan.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2