Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Amis


__ADS_3

Beberapa jam berlalu begitu saja.


Langit menjadi gelap, bintang mulai bermunculan, tanda bahwa sang malam telah datang. Sosok Adam masih menatap ke arah sungai dengan ekspresi tak acuh.


"Apakah aku boleh keluar sekarang, Mr Owl?"


Suara James terdengar dari sungai yang gelap. Pria itu benar-benar berendam dalam air sungai yang dingin selama berjam-jam. Membuat tubuhnya benar-benar kedinginan, berkerut, dan tampak lemas.


Bukan hanya di satu tempat. Setiap beberapa waktu, kurang lebih satu jam ... James berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Bahkan para petugas polisi yang sedang bertugas mencari di hutan yang tak jauh dari sungai menatapnya dengan ekspresi aneh.


Seperti sedang melihat pertunjukan sirkus atau semacamnya.


"Kamu boleh kembali," ucap Adam dengan nada tenang.


Mendengar ucapan Adam, James langsung merasa senang. Tubuhnya yang menggigil kedinginan langsung merasa lebih bertenaga. Dia segera berenang ke tepi sungai, dan ...


Ya. Tidak ada yang terjadi sama sekali.


Melihat ke arah James, Adam mengerutkan keningnya. Merasa agak aneh.


Apakah memang tidak ada makhluk bermutasi atau roh jahat di sini? Atau, dibanding ayam ... James benar-benar tidak terlihat enak?


Pada saat Adam memikirkan itu, James tiba-tiba bersin. Pria yang menyelimuti tubuhnya dengan handuk tebal menoleh ke kiri dan kanan, tampak agak linglung.


"Kelihatannya aku akan demam, Mr Owl? Bagaimana kalau berhenti untuk hari ini dan melanjutkannya besok?"


Mendengar saran James, Carole dan Jasmine juga menatap ke arah Adam. Namun kedua perempuan itu terkejut ketika mendengar suara James lagi.


"Carole atau Jasmine juga bisa menggantikan aku untuk berendam di sungai. Ya ... Aku rasa itu bukan ide yang buruk." James mengelus dagu.


"Membuat mereka berdua memakai pakaian dalam dan pamer? Maaf, Departemen Misteri tidak memberikan layanan semacam itu."

__ADS_1


"..."


James yang mengelus dagu tertegun, kemudian tampak sedikit kecewa. Sementara itu, Carole dan Jasmine tampak lega. Mereka berdua kemudian memelototi James dengan ekspresi dingin.


Jika tatapan bisa membunuh, mungkin James sudah tercabik-cabik dan mati karena tatapan kedua perempuan itu.


Pada saat itu juga, seorang petugas polisi menghampiri Adam. Setelah sampai di samping pemuda itu, dia berdiri dan memberi hormat.


"Lapor, Pak! Salah satu tim telah menemukan sebuah petunjuk tentang korban!"


"Oh?" Adam tampak agak kaget. Dia mengangguk sambil menjawab, "Kerja bagus. Bawa kami ke sana. Jika benar-benar petunjuk yang dapat diandalkan, aku akan melaporkan kerja baik kalian ke orang-orang di atas."


Mendengar itu, petugas polisi tersebut tampak bahagia. Dia sekali lagi memberi hormat dan berkata dengan nada tegas.


"Ini sudah tugas kami, Pak!"


"Kalau begitu bawa kami ke sana."


"Siap, Pak!"


"Apakah kalian melupakan aku? Aku bahkan belum berganti pakaian! Hey! Bisakah kalian mendengarkan aku!"


Merasakan angin malam yang dingin menerpa tubuhnya, James menggigil. Dia merasa kedinginan. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga hati. Membuat pria itu langsung mengutuk dalam hati.


Omong kosong suci! Mereka benar-benar meninggalkan aku!


***


Sesampainya di lokasi, para petugas polisi memberi Adam hormat. Setelah itu, salah satu perwakilan dari kepolisian memberikan sobekan kain kepada pemuda itu.


Usai mengamati beberapa saat, Adam tampak cukup terkejut.

__ADS_1


"Apakah ini benar-benar sobekan kain salah satu korban?"


"Benar, Pak!"


"Kalau begitu tunjukkan tempat di mana kalian menemukan benda ini!"


"Baik, Pak!"


Beberapa waktu kemudian, mereka akhirnya tiba di tempat dengan beberapa pohon raksasa dan batu-batu yang begitu besar. Benar-benar kombinasi tempat yang misterius tetapi juga indah.


Menurut petugas, di sanalah mereka menemukan sepotong kain yang mencurigakan tersebut.


Adam kemudian mengawasi area sekitar lalu mengangguk.


"Untuk tim yang menemukan potongan petunjuk sekaligus tempat ini ... poin hadiah berlipat ganda!"


Mendengar suara Adam, pada anggota dari kelompok lain tampak iri, benci, dan juga kagum. Mereka merasa kurang beruntung dan kurang bekerja keras.


"Apa yang coba anda lakukan sekarang, Mr Owl?"


Melihat Adam berkeliling di antara batu di dalam area beberapa pohon besar tersebut, James bertanya dengan heran.


"Ketemu."


Mendengar ucapan Adam, yang lainnya langsung merasa bingung dan aneh. Itu karena ... selain batu besar atau semacamnya, semuanya tampak normal. Bahkan terlalu mengerikan.


Sementara itu, Adam berjongkok sambil mengecek tanah. Melihat tanah yang subur dan tampak terlalu lembut serta tidak pada tempatnya, pemuda itu bergumam pelan.


"Pantas saja mereka tak pernah menemukan lokasi yang sebenarnya."


Bangkit sambil membersihkan pakaiannya, dia kemudian membuat kuda-kuda lalu menendang batu besar setinggi lebih dari dua meter. Meski tidak meledak, batu tersebut berguling ke samping. Mengungkap sebuah lubang dengan diameter satu meter di bawah batu tersebut.

__ADS_1


Pada saat itu juga ... aroma amis dan busuk tercium di udara secara tiba-tiba.


>> Bersambung.


__ADS_2