
Satu minggu kemudian. Rumah besar milik Adam yang berada di luar Kota B.
"Sudah aku bilang, jangan bermain-main seperti itu, Mary."
Di dapur, Adam yang baru saja memotong bahan makanan tidak bisa tidak mengeluh. Menatap ke atas meja, dia melihat sosok Blood Fairy yang pemuda itu beri nama Mary.
Sosok Mary tampak bermain di sebuah baskom yang berisi jantung kambing yang masih hangat. Makhluk kecil itu bermain dengan jantung yang dipenuhi darah, membuat sekujur tubuhnya berlumuran darah. Namun daripada jijik, Mary malah tampak bahagia ... seperti anak-anak yang bermain lumpur.
Tentu saja, hal tersebut membuat Adam tidak bisa tidak merasa tertekan.
'Gadis kecil ini sangat sudah diatur! Benar-benar menyukai hal aneh semacam itu!'
Mary yang bermain di kolam (baskom) darah berhenti. Merasakan tatapan Adam, makhluk kecil tersebut menggembungkan pipinya dengan ekspresi tidak puas. Seperti anak kecil yang marah karena dipaksa pulang ketika asyik bermain di taman.
Melihat hal tersebut, Adam menghela napas panjang. Alasan pemuda itu menggunakan jantung kambing tentu untuk mencoba menemukan makanan yang cocok bagi si kecil Mary.
"Kemarilah, Mary. Waktunya makan."
Mendengar kata 'makan', telinga Blood Fairy kecil itu bergerak. Membuang ekspresi kesal di wajahnya, Mary tertawa dengan suara seperti lonceng. Dia langsung terbang menuju ke arah Adam dengan gembira.
Ya ... membuat lantai dapur kotor dengan noda darah karena gerakannya.
Mary kemudian mendarat di atas telapak tangan Adam. Makhluk kecil itu berukuran kira-kira sebesar dua jari lelaki dewasa. Tampak polos dan imut, tetapi sebenarnya makhluk jahat dan kejam.
Melihat ke arah Mary yang kotor, Adam tersenyum pahit.
"Setelah makan, kamu harus mandi, Mary."
Mendengar kata 'mandi', ekspresi bahagia di wajah Mary berangsur-angsur memburuk. Dia tampaknya tidak suka mandi, benar-benar tidak suka menjaga penampilannya!
Adam bertanya-tanya apakah itu sifat alaminya atau hanya karena Mary masih kecil dan sembrono.
Meski demikian, setelah beberapa pertemuan singkat, walau Mary tidak bisa berbicara ... tampaknya dia mengerti apa yang Adam ucapkan. Pemuda itu menduga, Mary bisa mengerti ucapannya karena makhluk itu telah menjadi spirit beast Adam.
Spirit Beast tipe humanoid!
Setelah membujuk Blood Fairy tersebut, Adam merasa lega karena Mary mau menurut. Jadi, sekarang waktunya makhluk kecil itu makan. Sedangkan apa makanan yang cocok untuk Blood Fairy ...
Itu adalah darah tuannya sendiri!
Adam melihat sosok makhluk mungil yang memeluk jari telunjuknya, lalu menggigit ujung jari dengan mulut kecil kemudian menghisap darahnya.
Jika digambarkan, rasanya tidak seperti digigit semut atau disengat lebah, sebaliknya ... Adam merasa kalau dia sedang ditikam dengan belati tajam! Selain itu, Mary meminum terlalu banyak darah!
Adam merasa, jika dia terus menuruti Mary, dirinya cepat atau lambat akan mati karena kehilangan banyak darah. Oleh karena itu, dia memutuskan keluar Kota B. Selain untuk menemui dan melatih Nam, dia berencana menemukan makanan alternatif untuk Mary. Namun, seperti yang terlihat ...
Daripada berhasil menemukan alternatif, Adam malah membuat Mary mendapat banyak mainan baru yang mengerikan!
Melihat Mary yang meminum darah dengan ekspresi bahagia dan puas, Adam mulai ragu.
'Haruskah aku membiarkan Mary terus melakukannya? Lagipula, daripada menemukan alternatif ...
__ADS_1
Kenapa aku merasa kalau diriku hanya memenuhi keinginan bawaan Mary dalam hal kecintaannya pada darah dan kematian?
Bukankah itu pendidikan yang buruk?'
Adam merasa tertekan. Bertanya-tanya bagaimana dirinya bisa terseret ke jalan yang cukup menyimpang ini.
Pemuda itu kembali melirik ke arah Mary yang duduk puas di atas telapak tangannya. Makhluk kecil itu memiliki ekspresi bahagia dan tampak agak mabuk, cukup imut dan menggemaskan!
'Daripada membesarkan hewan peliharaan, entah kenapa ... kenapa aku merasa sedang membesarkan seorang putri?'
Mengabaikannya pikirkan konyol itu, Adam menggeleng ringan. Dia kemudian membuka panel status miliknya untuk memeriksa dan memastikan detail yang akurat.
...***...
[ Spirit Hunter System ]
Name : Adam Bladefield
Level : Golden Spirit (Low)
Cultivation Technique : Golden Sun and Silver Moon
Battle Skill : Autumn Sword (proficient), Spring Sword (proficient), Summer Sword (competent), Weapons Art of Bladefield (competent), Martial Art of Bladefield (competent)
Other Skill : Elemental Seal (proficient), Basic Alchemy Art (proficient), Basic Smithing Art (competent), Scientist (novice), Dance (proficient), Limitless Bladefield (-)
Spirit Beast :
- Black-gold Chicken (Low-Golden)
- Lesser White Snake (Low-Golden)
- Five Colored Blood Spider (High-Silver)
- Blackrock Tortoise (Low-Golden)
- Blood Fairy (Low-Silver)
Beast Skill :
- Suzaku’s Cry (Gold), Suzaku’s Golden Talons (Gold), Flame Control (Gold)
- Shadow Stealth (Silver), Shadow Clone (Silver)
- Ice Control (Gold), Seiryuu’s Azure Scales (Gold), Commanding Wind and Cloud (Gold)
- Blood Threads (Silver), Anti-VP (Silver)
- Earth Aura (Gold), Multiple Loads (Gold), Earth Control (Gold)
- Blood Contract (Silver), Blood Chains (Silver)
__ADS_1
Items Bag :
...
...***...
Melihat beberapa skill baru miliknya, Adam merasa cukup senang dan agak sedih. Dia merasa senang karena menjadi lebih kuat. Namun dia juga cukup menyesal karena sebagian skill miliknya bisa dianggap sebagai skill jahat!
Mary yang telah kenyang terbang ke atas kepala Adam. Makhluk kecil itu duduk di atas kepalanya lalu menguap, tampak mengantuk.
Adam hanya bisa tersenyum pahit. Selain Yuki yang suka menjadi perhiasan, si ayam yang suka duduk di bahu kiri, dan si laba-laba yang suka duduk di bahu kanan ... sekarang ada juga peri kecil yang duduk di atas kepalanya.
Benar-benar membuatnya merasa tertekan!
Adam kemudian mencubit kerah belakang leher Mary, mengangkatnya sambil berkata.
"Mandi dulu, Mary."
Selesai mengatakan itu, Adam mendekat ke jendela lalu berkata.
"Jangan latihan secara berlebihan, Nam. Segera beristirahat!"
"Baik, Guru!"
Suara Nam yang tampak lebih dewasa daripada sebelumnya terdengar dari halaman belakang rumah.
Mendengar jawaban muridnya, Adam tersenyum. Ya ... beginilah pemuda itu menjalani beberapa harinya dalam pengasingan.
Menjalani kehidupan yang begitu santai.
...***...
Sementara itu, di pangkalan militer Kota B.
"Omong kosong apa! Bagaimana kalian tidak bisa menemukan lelaki itu setelah mencari ke seluruh kota!
Aku tidak percaya kalau dia bisa menghilang begitu saja!"
Lelaki tua dengan seragam militer menggebrak meja dengan wajah muram. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas keamanan Kota B, dia benar-benar telah menjadi lelucon orang-orang di pangkat yang sama dengan dirinya.
Apa yang dilakukan oleh Blood Owl benar-benar merupakan tamparan keras bagi pihak pemerintahan!
Membiarkan lelaki itu begitu saja jelas tidak mungkin. Jika tidak dibalas, lelaki tua itu pasti akan terus menjadi lelucon di antara teman-temannya.
Orang-orang yang duduk mengelilingi meja besar saling memandang. Di antara mereka tampak sosok Clarissa, Diana, dan Alicia.
Diana, wanita dengan seragam militer tersebut memiliki ekspresi tak acuh di wajahnya. Masih tegas seperti biasa. Sebaliknya, Clarissa masih tampak malas dan bosan. Dia menopang dagu sambil melamun, tampaknya tidak peduli dengan apa yang diucapkan lelaki tua itu.
Sedangkan Alicia, ekspresinya tampak begitu dingin. Tangannya mengepal erat. Bulu matanya sedikit bergetar ketika teringat punggung sosok itu.
'Membuat kekacauan lalu menghilang. Apa yang sebenarnya kamu inginkan ... Mr Owl?'
__ADS_1
Ya. Dibandingkan dengan kehidupan Adam yang tenang dalam pengasingan, pemerintah semakin risau. Banyak hal menjadi semakin kacau karena gerakan Adam ... yang mungkin pemuda itu sendiri telah lupakan.
>> Bersambung.