Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Dia


__ADS_3

Beberapa mobil kemudian sampai di lokasi. Lebih tepatnya, delapan mobil termasuk milik Thomas.


Delapan mobil mewah terparkir di pinggirjalan depan sebuah rumah tua yang tidak dihuni selama belasan atau mungkin puluhan tahun. Itu terlihat seperti pemandangan yang aneh, tetapi menarik. Sayangnya, tidak ada yang melihat pemandangan itu karena mereka cukup jauh dari pemukiman warga. Yang cukup mencolok dari mereka adalah sebuah mobil Rolls Royce Phantom dan sebuah Lamborghini Aventador.


Empat orang anak membawa ayah dan ibu mereka. Tiga lainnya hanya ayah atau ibu. Sementara Kevin sendiri bersama dengan ayah dan orang asing yang tanpa sengaja menjadi 'wali' baginya.


Sosok yang keluar dari mobil Rolls Royce Phantom adalah pria paruh baya botak dengan tubuh kekar dan kacamata hitam. Dia memakai kemeja yang dibuka kancing atasnya, memamerkan kalung emas dengan ketebalan jari kelingking anak kecil. Di samping pria botak itu, terlihat gadis kecil yang tampak tertekan. Pada saat melihat Thomas, pria itu berjalan mendekat.


"Aku akan ingat ini, Thomas."


Mendengar ucapan pria kekar itu, Thomas menghela napas panjang.


"Ini sama sekali bukan salah Kevin, Anderson. Sudah aku bilang semua ini hanya salah paham."


"Siapa yang tidak tahu bahwa putramu, Kevin adalah ketua kelas! Jika dia bisa menghentikan anak-anak lain, hal-hal aneh semacam ini tidak akan pernah terjadi."


Mendengar ucapan Anderson, keluarga anak-anak lain menatap Kevin dan Thomas dengan pandangan bermusuhan. Pada saat mereka hendak mengatakan sesuatu, Adam meju ke depan Kevin lalu mengangkat tangannya.


"Jangan mencoba melempar kotoran ke orang lain, Mr Anderson. Menurut ucapan Kevin, atau anak-anak lain juga bisa bersaksi ... putri anda yang mengajak mereka melakukan uji nyali atau apalah namanya itu. Jangan melemparkan kesalahan kepada Kevin hanya karena dirinya adalah ketua kelas."


"Siapa kamu?!"


Anderson mengerutkan kening ketika melihat sosok dengan pakaian hitam dan topeng putih polos berdiri di depannya.


"Kamu bahkan tidak pantas untuk mengetahui namaku, Mr Anderson."


"Kamu-"


"Yo! Yo! Yo! Ada keributan apa ini?"


Seorang pria kurus dengan rambut acak-acakan dan hanya memakai tanktop yang kebesaran menyela. Sebuah tato serigala api berwarna merah terlihat jelas di tangan kanannya. Dia adalah pria yang datang membawa Lamborghini Aventador. Di sampingnya, terlihat seorang bocah dengan penampilan yang mirip dengan pria itu. Bahkan cukup sombong untuk tidak menganggap para orang dewasa di sekitarnya.


"Sama sekali tidak ada masalah," ucap Adam dengan nada tak acuh.


"..."

__ADS_1


Sementara itu, sosok selain Adam tampak cukup gugup. Pria itu jelas memamerkan tato yang cukup ditakuti oleh orang-orang di Kota B. Tato yang melambangkan anggota dari Crimson Wolf Gang, salah satu kelompok gangster besar yang menguasai Kota B. Namun Adam sama sekali tidak tahu. Bahkan jika tahu, dia tidak berniat untuk peduli.


"Apakah kamu tidak tahu aku, Bung? Aku adalah salah satu eksekutif dari Crimson Wolf Gang!" ucap pria itu dingin, tampak bangga.


"Aku tidak peduli." Adam langsung membalas dengan nada tak acuh.


"HAHAHAHA!!!"


Pria itu tertawa sebelum mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke kepala Adam.


"Apakah kamu masih berani mengatakan kalimat itu sekarang? COBA KATAKAN SEKALI LAGI!"


"Aku tidak peduli," ucap Adam dingin.


"..."


Suasana langsung menjadi canggung. Beberapa bahkan menahan diri untuk tidak tertawa. Pria yang memegang pistol itu menggertakkan gigi.


"Cih! Kamu selamat karena aku tidak ingin melihat putraku melihat darah terlalu dini!"


"Apakah anda tidak takut pembalasannya, Mr Owl?" tanya Thomas.


"Biarkan saja dia datang jika memang ingin datang," ucap Adam dengan nada tak acuh. "Mr Thomas, tolong ajak yang lainnya masuk. Sudah hampir gelap. Jika tidak buru-buru dan masuk setelah gelap, kita akan kesulitan menemukan lokasi yang nyaman dan cukup aman."


"Baik, Mr Owl."


Melihat Kevin yang berdiri di sebelah Adam lalu ke arah Thomas yang mulai mengajak para pemain lainnya untuk masuk ke dalam, Anderson tampak bingung. Jangan anggap Thomas mau disuruh-suruh hanya karena penampilannya yang lembut. Sebaliknya, pria itu sebenarnya memiliki harga diri yang tinggi. Melihat ke arah pemuda bertopeng putih yang misterius, Anderson bertanya-tanya dalam hatinya.


Mr Owl? Siapa sebenarnya orang ini?


***


Hampir tengah malam.


Di sebuah ruang luas yang kosong. Tempat yang awalnya adalah ruang keluarga itu sekarang diisi dengan banyak orang yang duduk berdasarkan keluarga mereka masing-masing. Tidak terlalu dekat satu sama lain, apalagi berkumpul bersama.

__ADS_1


Berbeda dengan ruangan lain di rumah yang gelap, tempat itu begitu terang karena masing-masing keluarga membawa lentera listrik di tangan mereka masing-masing. Meski demikian, angin dingin dan suasana mengerikan masih saja membuat mereka cukup ketakutan.


"HAHAHAHA! Apakah kalian takut? Tenang saja! Setelah mendengar nama Crimson Wolf Gang, penipu atau bahkan seorang penyihir harus memberi wajah dan melepaskan kami!"


Mendengar omong kosong pria itu, Adam sama sekali tidak peduli. Dia hanya merasa cukup terganggu dengan pandangan Anderson dan seorang pria muda tampan dengan setelan serba hitam. Pria tampan itu datang bersama putrinya. Anehnya, pria itu tampak begitu tenang dibandingkan dengan 'pemain' lainnya.


Beberapa waktu berlalu begitu saja. Tengah malam telah tiba. Karena terbilang ramai dalam sebuah ruang yang sama, mereka tidak merasa begitu takut. Namun semuanya berubah ketika sumber cahaya di tangan mereka tiba-tiba mati secara bersamaan.


"AH! Apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Kenapa tiba-tiba mati? Padahal aku mengcharge penuh sebelum membawanya."


"Mama, aku takut!"


"..."


Suara demi suara panik terdengar. Tidak tahan lagi, Adam berteriak dingin.


"DIAM!"


Mendengar suara Adam, ruangan kembali menjadi tenang. Sebenarnya, jika diperhatikan, ruangan itu tidak terlalu gelap karena cahaya bulan yang masuk melalui jendela. Hanya saja orang-orang itu panik karena suasana yang begitu tegang. Pada saat ruangan kembali sunyi, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari lantai dua.


Tap ... tap ... tap ...


Suara itu perlahan semakin jelas. Pemilik suara langkah kaki itu jelas menjadi semakin dekat. Setelah menunggu beberapa saat, suara itu tiba-tiba kembali menghilang. Entah disengaja atau tidak, sang awan menutupi rembulan, membuat ruangan yang awalnya sedikit terang kembali hitam ditelan kegelapan.


Pada saat sang awan lewat dan cahaya rembulan kembali menerangi ruangan, terlihat sosok hitam tinggi yang berdiri di tengah ruangan. Semua orang di sana terdiam. Bahkan Adam yang waspada terkejut karena kemunculan 'Dia' yang begitu tiba-tiba.


Wanita cantik dengan wajah khas eropa. Kulit yang begitu pucat dan pandangan kosong. Rambut hitam bergelombang. Ditambah dengan gaun hitam legam ... itu adalah penampilan wanita yang teramat cantik bak boneka.


Hanya saja, wanita itu melayang di tengah ruangan dengan rok yang menyeret di lantai. Semua orang tampak terpukau sekaligus takut karenanya. Selain penampilannya yang menawan, mereka juga mencium aroma bunga yang harum. Namun bukannya senang, Adam malah mengerutkan kening dan tampak gugup.


Mungkin yang lain tidak menyadarinya, tetapi dia mencium aroma lain yang ditutupi oleh aroma wangi bunga. Ya ... aroma busuk seolah puluhan mayat yang ditempatkan di satu ruang dan dibiarkan membusuk bersama. Hal itu membuat Adam mempertanyakan sesuatu dalam hati.


Apakah ... aku benar-benar bisa mengalahkannya?

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2