
Melihat gedung asrama perempuan empat lantai, Adam agak linglung. Dia sudah memastikan berada di gedung yang mana, tetapi kemunculan makhluk itu sama sekali tidak jelas.
Dalam postingan, tertulis bahwa makhluk itu muncul di kamar mandi asrama wanita Gedung C. Masalahnya, ada kamar mandi umum untuk para mahasiswi di setiap lantai.
Memeriksa semuanya … Adam sekarang merasa agak tidak manusiawi. Jika saja Nix muncul, dia pasti sudah dianggap sebagai monyet dalam musim kawin. Mencari betina ke sana-sini seperti binatang yang tidak bisa menahan diri.
“Apakah aku benar-benar harus menyerah?” gumam Adam.
Melihat sudah lewat jam 11 malam, Adam memutuskan untuk tetap melakukannya. Lagipula, biasanya para gadis akan tidur di jam seperti ini.
Merasa cukup aman, Adam bergegas. Di malam hari yang gelap ditambah banyak lampu yang dimatikan, pemuda itu menggunakan skill Shadow Stealth dengan percaya diri.
Adam sendiri telah mencoba skill itu sebelumnya. Dalam percobaan, dia menggunakan kamera biasa bahkan kamera infra merah. Namun yang mengejutkannya, selama dia menyatu dalam bayangan, kamera benar-benar tidak bisa mendeteksi dirinya.
Di kamar mandi lantai pertama, awalnya Adam ragu tetapi akhirnya memaksakan diri untuk masuk. Melihat bagaimana sepinya tempat itu, dia terlihat sangat serius.
Adam langsung melepas skill Shadow Stealth karena tidak mungkin ada kamera pengawas di dalam kamar mandi. Jika ada, yang memasangnya pasti sudah gila. Alasan lainnya karena skill itu menguras banyak energi Qi.
Melirik ke kiri dan kanan, Adam tampak waspada. Khususnya ketika melihat cermin. Dalam film-film horor, biasanya makhluk semacam itu akan muncul dari cermin sambil berteriak dengan wajah jelek dan mengerikan.
Satu menit, lima menit, belasan menit …
Mencari di sekitar tetapi tidak merasakan apa-apa, Adam akhirnya menyerah dan memutuskan untuk pergi ke lantai berikutnya.
Di kamar mandi lantai dua.
Sebelum masuk, Adam harus memastikan tidak ada orang. Dengan indera yang lebih baik daripada manusia pada umumnya, dia mencoba mendengar apakah ada orang di kamar mandi.
Langkah kaki, tetesan air, selama ada suara apa saja yang menunjukkan aktivitas seseorang di dalam kamar mandi. Dia tidak akan masuk. Sayangnya, di kamar mandi lantai dua benar-benar ada orang. Alasan pemuda itu yakin adalah …
Ahn! Ahn! Ahn!
Meski samar, Adam mendengar suara gadis serta suara benda bergetar tetapi sedikit teredam. Pemuda itu memalingkan wajahnya, merasa agak malu karena tanpa sengaja mendengar privasi orang lain.
Para gadis kampus sekarang …
Adam mengeluh dalam hati, tetapi langsung menggelengkan kepala. Pura-pura tidak mendengar itu, dia langsung melanjutkan ke lantai tiga.
Karena terus menggunakan Shadow Stealth dari lantai pertama menuju lantai tiga tanpa jeda, Adam merasa agak letih. Dia berencana masuk ke kamar mandi untuk beristirahat dan memulihkan diri sejenak.
__ADS_1
Sebelum masuk ke kamar mandi, Adam kembali mendengarkan dengan seksama. Pemuda itu bahkan sedikit mengeluh dalam hati.
Jangan bilang di setiap lantai ada beberapa gadis yang memiliki hobi yang sama.
Mendengarkan dengan saksama, pemuda itu kembali mendengar suara. Namun bukannya suara yang agak menggairahkan, tetapi suara tangisan diiringi dengan suara shower yang masih mengalir.
Mungkinkah gadis yang diputus oleh pacarnya? Ya … itu masalah pribadi, lebih baik aku-
Sebelum Adam pergi, dia mendengar suara benda pecah. Hal itu membuatnya cukup kaget dan merasa aneh.
Mungkinkah … bunuh diri?
Jantung Adam langsung merasa dingin. Tanpa sadar, dia secara refleks masuk ke kamar mandi lalu menuju ke salah satu bilik kamar mandi di mana shower masih menyala.
“Hidup itu berharga jadi jangan-”
Belum menyelesaikan ucapannya, Adam yang mendobrak pintu bilik melihat sosok yang duduk di lantai. Gadis itu mendongak ke arahnya dengan ekspresi terkejut. Dia sedang memungut pecahan cermin tangan di lantai.
Gadis itu memiliki paras yang begitu menawan, kulit seputih salju, dan sosok menggoda seperti iblis. Entah kenapa, pandangan Adam langsung fokus ke beberapa tempat.
F Cup? G Cup?
Pada saat Adam sadar sedang memikirkan hal yang salah, dia langsung menggelengkan kepalanya. Pada saat itu, gadis itu juga sadar bahwa tidak ada satu helai benang pun yang menutupi tubuhnya.
Pandangannya tidak terlalu jelas, tetapi dia jelas melihat sosok hitam bertopeng. Pada saat itu, suara lelaki yang lembut sekaligus agak panik terdengar.
“Percaya atau tidak, aku tidak berusaha mengintip atau melakukan hal buruk, okay?”
Gadis itu melihat sosok hitam itu mengambil handuk lalu menutupi tubuhnya. Meski begitu, dia masih gemetar ketakutan. Hal semacam itu sudah seperti reaksi alami.
“Aku akan melepaskanmu, tapi jangan berteriak, okay?”
Gadis itu mengangguk. Dari kecepatan dan kekuatan sosok hitam itu, dia tahu tidak memiliki kesempatan untuk melawan.
Setelah melepaskan tangan yang menutup mulutnya, gadis itu melihat sosok hitam itu mundur keluar dari bilik kamar mandi dan menutup pintu. Namun gadis itu masih duduk di tempatnya sambil mencengkeram erat handuknya.
Gadis itu menunduk tanpa bergerak. Pandangannya menjadi semakin buram ketika air mata mulai mengalir membasahi wajahnya.
“Hiks … hiks …”
__ADS_1
Mendengar suara tangisnya, Adam yang berada di luar bilik memejamkan matanya sambil bersandar. Pemuda itu sangat menyesal, tetapi tidak memutar waktu untuk kembali. Namun saat itu, dia mulai berpikir.
Bukankah itu salah gadis itu? Kenapa mandi di malam hari? Belum lagi, aku hanya sempat melihatnya sebentar.
Bukankah hal semacam itu bukan masalah? Itu juga salahnya karena memiliki tubuh seperti iblis? Bukankah dia gadis nakal yang berpura-pura polos?
Adam mendengus dingin.
Apakah dia berpikir untuk membuatku bertanggung jawab karena melihat tubuhnya? Itu lucu. Jika dia ingin aku bertanggung jawab …
Sosok tubuh indah tanpa sadar terlintas di kepalanya. Tanpa sadar pemuda itu menelan saliva. Naga di antara kedua kakinya bangun, napasnya menjadi lebih tidak beraturan.
Selama dia suci, tidak terlambat untuk bertanggung jawab, kan? Jika memang hanya berpura-pura … tinggalkan saja. Lagipula dia tidak mengenalku.
Pada saat ***** menguasai tubuhnya, Adam membuka pintu bilik. Dia melihat gadis cantik yang duduk sambil menunduk tanpa menutupi tubuhnya. Gadis itu terisak sedih.
Pada saat itu, bola hitam muncul dari bayangannya. Makhluk itu melompat dan berubah menjadi ular lalu menggigit lengannya. Tidak terlalu menyakitkan, tetapi saat itu Adam langsung menyadari sesuatu.
Pikiranku … makhluk itu benar-benar mengendalikan pikiranku.
Adam langsung mengamati sekeliling dengan ekspresi serius. Dia juga memandang Kyoko sambil bergumam, “Terima kasih.”
Adam bisa membayangkan jika sampai dirinya tidak bisa mengendalikan diri. Membayangkan itu saja membuat punggungnya basah oleh keringat dingin.
Adam langsung menunduk dan mengguncang tubuh gadis itu. Benar-benar mencoba sekuat tenaga untuk mengabaikan pesona tubuh indahnya.
"Segera berpakaian. Kamu harus-"
Gadis itu mendongak. Wajahnya terlihat pucat, warna hitam menutupi seluruh matanya. Pada saat itu, Adam merasakan krisis kematian.
Adam langsung melompat mundur. Saat itu juga, pemuda itu merasakan benda tajam menusuk bahunya. Jika terlambat sedikit saja, mungkin yang tertusuk bukan bahu, tetapi tenggorokannya!
Setelah melewati krisis kematian, dia melihat jelas gadis di depannya. Tangan gadis cantik itu mengepal. Memegang erat pecahan cermin sampai-sampai melukai telapak tangannya sendiri.
Melihat darah yang menetes lalu gadis berwajah pucat dengan tatapan mengerikan, Adam menghirup napas dingin.
Setelah mencoba mengendalikan pikiranku untuk melakukan hal kotor kepada gadis itu, sekarang malah merasukinya dan mencoba menikamku sampai mati?
K-parat ini benar-benar sudah berlebihan!
__ADS_1
Merasakan aura roh jahat dari tubuh gadis cantik itu, Adam benar-benar sangat marah. Dia bahkan belum pernah merasa semarah itu sebelumnya.
>> Bersambung.