
Malam di hari yang sama.
"Apakah kamu yakin untuk ikut misi ini, Jasmine?"
Carole menatap sosok gadis pendek yang berdiri di sampingnya. Gadis yang memiliki poni nyaris menutupi seluruh mata itu mengangguk sebagai jawaban.
Melihat jawaban Jasmine, Carole menghela napas panjang. Dia tidak menyangka kalau semuanya akan berjalan ke arah seperti ini. Lagipula, sebelumnya dia hanyalah wanita kantoran. Sama sekali tidak pernah terlintas di benaknya sebuah kisah dimana dia harus pergi menerobos sarang geng atau semacamnya.
Wanita itu merasa agak terkejut ketika merasakan pakaiannya ditarik. Tersadar dari lamunannya, Carole menoleh dan melihat sosok Jasmine yang memandangnya dengan ekspresi khawatir.
"Tenang saja. Meski sebelumnya hanya wanita biasa. Paling tidak, seharusnya kita bisa menjaga diri.
Lagipula ... ini hanya geng kecil, kan?"
Ketika Carole cukup percaya diri, suara datar Adam terdengar.
"Tidak apa-apa untuk percaya diri, tapi jangan ceroboh.
Bahkan seekor tikus pun akan menggigit jika merasa terpojok."
Carole terkejut ketika melihat Adam tiba-tiba datang. Menoleh ke sosok bertopeng merah itu, dia mengangguk tegas. Ekspresinya tampak serius.
"Saya mengerti, Mr Owl."
"Tidak perlu terlalu kaku." Adam menggelengkan kepalanya. "Apakah kalian siap?"
Mendengar ucapan Adam, anggota Dark Wings lainnya mengangguk. Mereka semua memakai setelan jas hitam. Selain Adam yang memakai topeng merah, anggota lain mengenakan membawa topeng putih polos.
Mereka semua terlihat seperti kelompok MIB (Men In Black) dalam kehidupan Adam sebelumnya. Bedanya, mereka tidak mengenakan kacamata hitam, tetapi topeng putih sebagai gantinya.
'Seandainya saja kami punya alat-alat canggih seperti mereka.'
Memikirkan itu, Adam menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kecut di balik topengnya. Menatap ke arah rekan-rekannya, dia akhirnya berkata.
"Apakah kalian sudah siap?"
"Ya, Pak!"
"Kalau begitu kita berangkat."
Bersamaan dengan ucapan Adam, Kelompok Dark Wings akhirnya memulai perburuan pertama mereka.
***
Setelah sepuluh menit berkendara, dua mobil diparkir di depan sebuah rumah besar.
Dari segi ukuran, lebih besar daripada markas Wings of Freedom, geng kecil yang meminta Adam menjadi ketua mereka. Namun menurut informasi yang sangat jelas, rumah itu digunakan untuk berkumpul sebuah geng bernama Morayz Club.
Jika hanya kelompok kecil yang taat hukum, Dark Wings tidak akan berinisiatif untuk mengetuk pintu mereka. Namun karena Morayz Club tersebut melakukan transaksi obat-obatan terlarang, jelas Dark Wings harus mengetuk pintu lalu menyapa mereka.
Keluar dari mobil, mereka semua berkumpul dan menunggu instruksi dari Adam.
__ADS_1
Adam melihat mereka lalu menunjuk ke arah James.
"James, pimpin kelompok lalu sapa mereka."
"Eh? Aku? Lalu, apa yang ingin kamu lakukan, Mr Owl?"
"Aku akan menunggu di sini."
"..."
Mendengar ucapan santai Adam, anggota Dark Wings lainnya langsung terdiam.
"Aku tidak akan ikut campur karena membosankan. Lagipula, aku melakukan ini juga untuk kalian.
Bukankah ini pengalaman pertama kalian? Jadi jangan terlalu bergantung pada orang lain. Itu akan menjadi kebiasaan buruk.
Apakah kalian takut?
Nam dan Evan saja ingin ikut, tetapi aku melarang mereka karena masih anak-anak. Jangan bilang orang-orang dewasa seperti kalian lebih pengecut daripada bocah-bocah itu?"
Mendengar ejekan Adam, sudut bibir anggota Dark Wings lainnya berkedut. Meski kenyataannya seperti itu, mereka merasa agak marah dan jengkel ketika mendengar ucapan Adam.
"Ayo kita buktikan, Teman-teman! Siapa yang takut dengan kelompok seperti itu!"
"Ya!" seru anggota lain.
Melihat James, Jasmine, Carole, Douglas, dan Glenn bergegas untuk pergi ... Adam tiba-tiba berbicara.
"Kalian harus ingat nasihatku sebelumnya."
Sebelum pergi, Carole tiba-tiba mendekati Adam dan berbisik.
"Apakah aku boleh ... Ketua?"
"..."
Mendengar ucapan ambigu Carole, sudut bibir Adam berkedut. Dia mengambil sebotol anggur merah lalu menuangkannya ke sebuah gelas.
"Minum."
"Baik."
Carole membuka topeng, meminum segelas anggur, menutup topeng, lalu pergi menyusul uang lainnya.
Mengingat kemampuan khusus Carole, Adam merasa agak aneh dan cukup kagum. Lagipula, menambah kekuatan dengan cara minum atau semacamnya, terlalu curang!
Bahkan dengan fisik normal, setelah minum, kemampuan Carole meningkat setidaknya tiga kali lipat dibandingkan orang-orang normal.
Semakin kuat tubuh, semakin kuat ketika ditingkatkan!
Menatap ke arah lima orang yang pergi melewati gerbang, Adam bergumam.
__ADS_1
"Ya. Kali ini, biarkan mereka bersenang-senang."
***
Sampai di depan pintu, James menoleh ke belakang lalu berkata.
"Apakah kalian ingat yang dikatakan Mr Owl sebelumnya?"
Anggota lain mengangguk dengan tatapan tegas.
'Pukul dulu, bicara kemudian.'
Ya. Adam menyuruh mereka untuk tidak terlalu banyak basa-basi. Tidak perlu menjadi ragu, pukul saja mereka sampai tidak bisa melawan terlebih dahulu. Sama sekali tidak terlambat untuk bertanya kemudian.
James langsung membuka pintu. Ketika pintu dibuka, terlihat ruangan luas dimana tampak lebih dari dua puluh orang yang ada di sana. Meski agak gugup, pria itu langsung berkata.
"Sekarang!"
Mendengar ucapan James, mereka semua langsung maju. Sebelum orang-orang sedang duduk dan meminum alkohol itu sempat memroses apa yang sedang terjadi, anggota kelompok Dark Wings langsung menargetkan beberapa tokoh paling lemah untuk segera disingkirkan.
Alasan kenapa memilih keroco daripada yang kuat sebenarnya sederhana. Karena jika memilih tokoh kuat, jelas tidak bisa segera ditumbangkan. Jadi mereka memilih tokoh lemah, karena kelima orang itu ingin diganggu saat bertarung dengan tokoh kuat!
"Apa yang kalian lakukan?! Apakah kalian tidak tahu—"
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, kepalan tangan langsung menjatuhkannya.
"AAAAHHH!!!"
Para wanita yang ikut bersenang-senang dengan Morayz Club langsung menjerit histeris. Mereka panik karena tiba-tiba pasangan mereka ditarik dan dipukuli.
Para wanita itu jelas bukan wanita baik karena berkumpul dengan geng, minum minuman beralkohol, dan mengonsumsi obat-obatan terlarang. Jadi ketika wanita itu mencoba macam-macam, Jasmine dan Carole lalu menampar mereka.
Kurang dari lima menit, seluruh anggota yang ada di ruangan itu dipukuli. Mereka meringkuk di lantai tanpa berani berjuang.
'Ternyata lebih mudah daripada yang aku kira!'
Kalimat itu yang terlintas dalam benak kelima orang itu ketika melakukan misi pertama mereka dengan baik. Tentu saja, sebagian besar karena lawan mereka hanyalah orang biasa. Bahkan beberapa pemimpin juga lemah.
Belum lagi, kelima orang itu melakukan trik curang dan menyerang mereka pada saat mabuk serta belum sempat berpikir jernih!
James yang memimpin langsung berkata dengan suara tegas.
"Wanita, berkumpul di sebelah kiri! Jangan mencoba untuk melakukan gerakan mencurigakan!"
Pada saat mereka mendengar James, belasan wanita dengan pakaian minim itu berkumpul di sebelah kiri.
James yang hampir kehilangan fokus karena melihat pegunungan dan lembah langsung pura-pura batuk. Dia kemudian mengeluarkan lencana anggota khusus lalu menunjukkan kepada orang-orang itu.
"Kalian dicurigai telah melakukan pelanggaran, kalian akan diinterogasi dan dimasukkan ke penjara jika ada bukti!"
Mendengar ucapan Adam, anggota Morayz Club dan para wanita tercengang. Bukan karena mereka takut ditangkap, tetapi mereka heran dan bertanya-tanya dalam hati.
__ADS_1
'Sejak kapan petugas khusus memukul terlebih dahulu sebelum bicara? Bukankah itu keterlaluan?'
>> Bersambung.