
"Anda tidak perlu sedih lagi, Nona. Mereka Seharusnya tidak akan membuat masalah lagi."
Pak Ozzie mengantar gadis kecil itu pulang.
"Tidak apa-apa. Mungkin karena aku berbeda."
"Kenapa anda berpikir demikian, Nona. Anda juga sama seperti mereka, memiliki dua tangan dan dua kaki seperti mereka. Anda juga—"
"Mungkin karena mereka bilang aku putri Penyihir?"
Gadis kecil itu memiringkan kepalanya. Ekspresinya tampak santai. Dia sama sekali tidak terlihat sedih atau marah.
"Siapa yang bilang seperti itu, Nona? Mereka—"
"Ayo kembali, Pak Ozzie. Sudah hampir gelap."
Melihat gadis itu tidak membicarakannya, Pak Ozzie hanya bisa menghela napas panjang.
Setelah mengantar gadis kecil itu, Pak Ozzie kembali ke rumahnya.
Pada saat itu, adegan tiba-tiba berubah.
***
Pada saat muncul, Adam melihat sosok Pak Ozzie. Namun dibanding dengan pria tua yang begitu rajin dan lembut, sekarang dia terlihat layaknya pria dengan kehidupan yang telah hancur.
Rumahnya begitu berantakan. Banyak piring kotor yang tidak dicuci. Banyak botol minuman beralkohol di mana-mana.
Pada saat itu, Pak Ozzie yang mabuk keluar dari rumah.
Adam terus mengikutinya dalam diam. Sampai di luar rumah, dia melihat Pak Ozzie menatap ke langit dengan ekspresi kosong di wajahnya.
Beberapa hari berlalu. Pria tua itu menghabiskan siang untuk melamun, dan malam untuk minum-minum. Sampai suatu hari, sebuah kejadian benar-benar mengubah seluruh hidupnya.
Di hari itu, Pak Ozzie dan banyak warga sekitar melihat dua sosok yang datang untuk melapor.
Mereka adalah kerabat dari pemilik rumah mewah yang menghilang 20 tahun yang lalu. Setelah mereka membuktikan semua berkas, dan bukti identitas, mereka akhirnya resmi menjadi bagian dari penduduk setempat.
Hanya saja, ibu dan anak ... mereka berdua sangat jarang keluar atau menghubungi orang lain.
Sama seperti sebelumnya, setelah acara singkat tersebut, Pak Ozzie mulai hidup seperti sebelumnya. Dia memiliki kehidupan yang membosankan, bahkan rasanya Adam ingin pergi dari sana.
Namun ada suatu ke perasaan yang membuatnya merasa harus tinggal.
Berusaha untuk bersabar, Adam akhirnya melihat sebuah perubahan.
Di sebuah hari setelah hujan, tampak sosok wanita cantik bergaun hitam menggandeng gadis kecil melewati depan rumah Pak Ozzie.
Di depan rumah Pak Ozzie ada sebuah taman penuh dengan bunga warna-warni. Pada saat gadis kecil itu melihat bunga-bunga tersebut, dia menatap sambil berbicara dengan suara monoton.
"Cantik sekali ..."
Pada saat itu, Adam melihat tatapan keruh di mata Pak Ozzie berubah. Pria itu tampak lebih hidup daripada biasanya.
Adam merasa, mungkin pria itu melihat sosok putri sekaligus cucunya dalam sosok gadis kecil tersebut.
Hanya saja, Adam merasa kalau wanita yang menggandeng tangan gadis kecil itu tampak familiar. Dia tampaknya telah melihat, atau setidaknya mendengar ciri-cirinya.
Pemuda itu tidak tahu, jika Melly atau Mia di sana, mereka pasti mengenali sosok itu karena ...
Ya. Wanita itu adalah ibu dari Melly dan Mia.
__ADS_1
Dengan kata lain, wanita itu sama sekali tidak berubah menjadi tua. Mungkin perubahannya hanya rambut dan penampilannya. Padahal waktu sudah berlalu 20 tahun lamanya.
Pada saat Adam memikirkan siapa sosok wanita itu, dunia kembali berubah.
***
Kali ini, tubuh Adam gemetar karena marah.
Di taman belakang rumah, tampak sosok Pak Ozzie yang meringkuk di tanah sambil memeluk tubuh gadis kecil yang mirip Mia tersebut.
Di sekeliling pria itu, tampak para warga yang membawa obor dan berbagai macam senjata.
Mereka mengelilingi pria itu, memukulinya sampai seluruh tubuhnya penuh dengan luka dan memar.
"Bunuh dia!"
"Bakar dia!"
"Hancurkan antek Penyihir!"
"Singkirkan makhluk menjijikkan ini!"
"..."
Pada saat mereka semua berbicara dan menghujat, Pak Ozzie tiba-tiba meraung. Dia meraung marah dengan ekspresi penuh dengan rasa benci dan kesedihan.
"Jika gadis kecil tidak bersalah ini Penyihir, berarti kalian semua Iblis!
Apa salah gadis kecil ini! APA!
DIA HANYA INGIN MENANAM DAN MERAWAT BUNGA!
DIA HANYA INGIN HIDUP NORMAL SEPERTI TEMAN-TEMAN SEUSIANYA!
DIA TIDAK PERNAH BERBICARA BURUK TENTANG KALIAN!
JADI KATAKAN PADAKU ...
APA SALAH GADIS KECIL INI SAMPAI HARUS KEHILANGAN NYAWA TANPA SEBAB YANG JELAS!!!"
Melihat bagaimana Pak Ozzie meraung gila. Pada warga itu mundur lalu memalingkan wajah mereka. Orang-orang itu bersikap seolah mereka tidak tahu apa-apa dan mereka tidak ada hubungannya.
"Tentu saja gadis kecil itu tidak salah apa-apa."
Pada saat itu, suara santai dan ceroboh terdengar.
Semua orang termasuk Pak Ozzie menatap ke sumber suara.
Di sana, tampak sosok lelaki yang teramat tampan dengan pakaian serba hitam. Rambut pirang panjang disisir ke belakang. Citranya tampak seperti bangsawan vampir dalam cerita-cerita rakyat. Bedanya, daripada merah ...
Dia memiliki yang indah bak rembulan biru.
Sosok tampan tetapi agak ceroboh itu tiba-tiba melempar sesuatu.
Bruk!
Benda bulat jatuh di dekat Pak Ozzie dan kerumunan yang mengelilinginya. Melihat benda itu, ekspresi mereka semua langsung berubah pucat.
"Bukankah kalian ingin Penyihir? Aku telah membawakan kepalanya untuk kalian."
Semua orang menatap kepala wanita cantik tanpa tubuh.
__ADS_1
Ya. Itu adalah kepala ibu Melly dan Mia.
Pada saat semua orang bingung, suara ceroboh lelaki itu kembali terdengar.
"Penyihir itu lolos dari kejaran ayahku 20 tahun lalu karena berita kedatangannya dibocorkan oleh penduduk setempat.
Bukankah meloloskan Penyihir jahat itu sebuah dosa besar???"
Mengatakan itu, pria tampan tersebut menarik sebuah rappier dari pinggangnya.
"A-Apa yang ingin kamu lakukan?!"
"Apakah kamu ingin membunuh orang tidak bersalah?!"
"Kamu akan mendapatkan murka Tuhan!"
"..."
Mendengar ucapan orang-orang itu, pria tampan tersebut sempat diam sejenak. Dengan ekspresi melankolis di wajahnya, dia berkata.
"Ah ... betapa menyedihkannya! Aku tidak ingin melakukannya, tapi ...
Bukankah kalian bilang kita harus memberantas sampai akarnya? Kalian bilang gadis tidak bersalah itu mungkin menjadi penyihir, jadi harus dibunuh.
Oleh karena itu, aku benar-benar minta maaf."
Pria tampan itu membungkuk sopan. Ketika dia selesai membungkus, pria itu memasang seringai kejam sebelum berkata.
"Agar orang-orang yang berhubungan dengan penyihir tidak lari ... aku harus membunuh kalian semua!"
"Apakah kamu tidak takut murka Tuhan! Apakah kamu tidak tahu—"
Slash!
Kepala orang itu jatuh berguling di lantai.
"Jangan membawa-bawa nama Sang Pencipta, K-parat!
Lebih baik mulutmu yang selalu menggunakan nama Tuhan untuk melakukan hal buruk dirobek di neraka sana!"
Melihat ke arah para warga yang panik, pria itu berkata.
"Mungkin kalian pikir aku menghakimi seseorang dengan menyebut seperti itu?
Ya ... kalian benar-benar salah! Aku hanya makhluk kecil yang mencoba memburu apa yang aku anggap kejahatan! Membunuh sebanyak yang aku bisa!"
Bersamaan dengan teriakan pria itu, pembantaian pun dimulai.
Tidak sampai satu jam kemudian, pria tampan yang seluruh tubuhnya dibasuh oleh darah berjalan ke arah Pak Ozzie ... satu-satunya yang masih tersisa.
"Kamu tidak berpikir aku baik kan, Pak Tua?"
"..."
Pak Ozzie yang melihat seluruh pemandangan itu merasa kalau pria di depannya adalah pedang yang dikirim langit untuk membantai orang-orang itu.
"Aku bukan orang baik! Setelah apa yang aku lakukan, mungkin aku akan langsung dilempar ke neraka untuk bertemu Raja Hades. Namun sebelum itu ..."
Pria tampan itu menyeringai, menatap Pak Ozzie dengan mata indah bagai rembulan biru.
"Biarkan ribuan B-jingan itu menungguku di sana terlebih dahulu!"
__ADS_1
>> Bersambung.